Looking For A Destination

Looking For A Destination
kau pacarku



" sebenernya apa maksudmu ? dia anakku ? itu tidak mungkin kak " ujar Sira dengan emosi .


" itu benar ... maafkan kakak " ujar kakak Sira dengan penuh penyesalan.


" tapi bagaimana bisa , anakku sudah meninggal " teriak Sira ia sudah begitu emosi mendengarnya .


puluhan tahun lalu ia melihat sendiri jasad anaknya yang meninggal karena penyakit kanker otak .


kakak Sira pun menghembuskan nafas kasarnya lalu duduk disamping Sira .


" kau sebenernya melahirkan seorang anak laki-laki , tapi aku bilang kau melahirkan anak perempuan , aku menukar anakmu dengan anak orang lain aku tidak tau siapa dia , saat itu aku dipenuhi amarah karena ayah selalu saja membanggakan dirimu , apalagi setelah kau melahirkan anak laki-laki dia pasti akan lebih menyayangi mu " jelas kakaknya .


" iblis merasuki ku dan membuatku melakukan hal yang jahat , sungguh aku minta maaf padamu Sira , jika kau menginginkan nya aku akan berlutut di hadapanmu sekarang " kakaknya pun langsung berlutut memohon permintaan maaf pada Sira .


Sira langsung berdiri dan mendorong kakaknya hingga jatuh kelantai .


" kau melakukan kesalahan yang besar " ujar Sira dengan pelan namun begitu marah nadanya .


" aku memberikanmu satu kesepakatan lagi , jika kau melakukan hal yang membuatku jatuh lagi , maka aku tidak akan segan-segan membunuhmu , walaupun kau kakakku " ancam Sira .


" aku mengerti Sira " jawabnya .


sementara itu di rumah sakit hara terus menunggu Ken , ia begitu sedia menunggunya sadar sama seperti Ken yang dahulu setia menunggunya bangun dari koma , kini keadaan berbalik .


" Seperti inikah rasanya menunggu seseorang yang aku nantikan untuk bangun ? kau dahulu juga menunggu ku , jika aku tau maka aku akan cepat cepat bangun dari tidurku , lalu memelukmu " ucap hara ia terus mengelus kepala Ken dengan pelan .


" aku mencintaimu sangat mencintaimu " hara pun mencium punggung tangan Ken .


" kau begitu mencintainya , aku sangat iri , jika aku yang ada di hatimu , maka aku akan menjadi wanita yang paling bahagia di dunia " lirih ricko dalam hati ia terus mendengarkan semua ucapan hara sedari tadi ia berdiri di ambang pintu .


ehem , ricko berdehem lalu hara melepaskan ciuman nya Dan melihat ke sumber suara .


" ri- ricko " ujarnya .


ricko hanya tersenyum lalu berjalan mendekati hara .


" kau sangat mencintainya ya ? " tanya ricko .


" hmm , begitulah " jawab hara .


" syukurlah , aku begitu iri mendengarnya " kata ricko sambil terus memperhatikan wajah hara .


" ha ? " hara bengong saja mendengarnya.


" aku iri , karena aku sangat mencintaimu tapi kau tidak mencintaiku " ucap ricko .


" a- aku , aku minta maaf " gumam hara .


ricko tersenyum lalu memeluk hara , hara pun terlonjak kaget saat mendapatkan pelukan tiba-tiba dari ricko .


" biarkan aku memeluk mu kali ini , jangan menolakku " lirih ricko sungguh hatinya begitu sakit mendapati kenyataan yang tidak sama sekali berpihak padanya .


" ricko " Gumam hara dengan pelan .


" sungguh, jika aku bisa memilih , aku akan mati saja , tapi aku tidak bisa ,karena aku ingin terus melihatmu " ricko dengan berat hati air matanya menetes .


" kau tau , akan ada masanya dimana kau merasa hancur sehancurnya , tapi kau harus yakin juga ada masanya dirimu akan merasa sangat bahagia hingga tak ingin hari berganti menjadi besok " gumam hara ia merasa tidak enak dengan ricko tapi apa boleh buat , hati tidak bisa dibohongi .


" aku minta maaf tidak bisa membalas cintamu , tapi aku tidak akan menghentikanmu , karena itu hak mu , tapi kau harus membuka hatimu untuk orang lain ." sambungnya lagi .


" tidak , Sampai kapanpun , kau selalu ada di hatiku " ujar ricko dengan cepat .


" haraaaaaa " ujar Ken dengan pelan.


" Ken " harapun melepaskan pelukan ricko dan beralih ke Ken .


ricko tertegun saat hara melepaskan begitu saja .


" shhh " Ken meringis disela bangunnya perutnya masih sakit bekas operasi .


" jangan banyak bergerak , tidur saja " cegah hara .


" aku akan memeriksa nya dulu " ujar ricko .


setelah selesai memeriksanya ricko langsung pergi tanpa berbicara sepatah kata pun .


hara dan Ken menatapnya dengan penuh tanda tanya .


" dia kenapa ? " tanya Ken .


" eh tidak apa-apa , mungkin dia lelah karena pekerjaannya " jawab hara dengan bohong .


" apa sangat sakit ? " tanya hara .


" ahh " ringis Ken .


" Ken, kau baik-baik saja ha ? dimana yang sakit ? " tanya hara penuh khawatir.


" disini " tunjuk Ken pada hatinya .


" disini? tapi kau ditembak di perut " ujar hara .


" hatiku yang sakit " jawab ken .


" kenapa ? " tanya .


" kau berpelukan dengannya , sedangkan aku , kau tidak memelukku sama sekali , pacar macam apa dirimu " ucap Ken dengan nada yang cemburu .


" apa kau cemburu ? " tanya hara .


" tentu saja , aku cemburu , kau pacarku . ingat kau adalah PACARKU " ujar Ken dengan menekankan kata pacarku .


" aku juga tau , mangkanya aku tetap disini dan menjagamu " hara tiba-tiba mencium pipi Ken dan memeluknya .


" aku merindukanmu , aku mencintaimu , aku khawatir padamu " ujar hara .


Ken tersenyum lalu mengelus kepala hara yang ada di pelukannya .


" aku tidak akan pergi darimu , jikalau itu terjadi , maka aku akan menemukanmu , dan melawan semua hal yang memisahkan kita " ucap Ken dengan lembut


" kau berjanji " tanya hara .


" hmm , aku berjanji " jawab ken .


" kennn " teriak bibi yang tiba-tiba masuk ke kamarnya .


harapun reflek lalu melepaskan pelukannya dengan Ken


," apa aku tidak salah lihat ?" tanya bibi .


" bibi , kau cepat sekali aku sangat lelah " titah Jeny yang terengah-engah .


" mataku tidak bermasalah kan ? " ucap bibi lagi .


" hahha bibi , sebaiknya kau banyak-banyak makan wortel supaya matamu bagus " imbuh Ken .


" iya Bi , tadi aku hanya membantunya untuk duduk " ujar hara .


" tapi itu tidak seperti membantu " jawab bibi .


sedangkan hara dan Ken mereka hanya tersenyum kikuk .