
" hahah kau lihat dia sudah bersiap menembakkan pelurunya ? kata Sira sambil tertawa meremehkan Ken .
" jika kau menyakitinya aku akan membunuhmu sekarang juga " Ken langsung menarik tangan Sira di kuncinya tangan Sira dan ditodongkan pistolnya tepat di kepala Sira .
Sira yang diberlakukan seperti itu hanya diam lalu ia tertawa seakan-akan tidak terjadi apapun padanya .
" apa kau ingin mati sekarang ? " kata Ken dengan nada dinginnya .
" lihat jika kau berani melakukan itu aku akan menembakkan ini sekarang tepat di kepalanya satu... dua .."
" tunggu " kata Sira memotong omongan Ken .
" lepaskan dia dan keluarlah Sekarang " perintah Sira pada bodyguard yang menodongkan senjata pada hara .
sebenarnya dia tidak takut pada ancaman Ken hanya saja dia percaya ken akan benar-benar melakukannya dia tahu saat ini Ken sedang terbakar amarah jika dia mati sekarang semua yang ia bangun akan sia-sia .
" kau lihat aku sudah melepaskannya jadi lepaskan aku sekarang " perintah Sira .
" dan ingat ini sekarang ! aku tidak bekerja denganmu lagi aku berhenti bekerja mulai sekarang kau tidak bisa menyakitinya lagi ada aku uang akan melindunginya , jika kau menyakitinya aku akan menghancurkan hidupmu dan juga membunuhmu " ancam Ken pada Sira sambil mengeratkan genggaman tangannya .
Sira hanya meringis kesakitan karenanya .
" aku juga berhenti bekerja denganmu mulai sekarang aku tidak ada ikatan apapun pada mu nyonya " kata Jeny dari atas entah keberanian apa yang muncul pada dirinya tapi mulai sekarang dia tidak ingin jadi orang jahat yang harus mengurung seorang gadis tak berdosa ini jika dia terus melakukan itu sama saja ia seperti sira yang tak punya belas kasihan .
lalu Jeny turun ke bawah menghampiri hara dan bibi yang sedang menenangkan hara yang terus menangis .
" kami semua mengundurkan diri , kami harap kau tidak mengacaukan semuanya mulai sekarang kami akan menjaga nona hara dengan baik tanpa harus melakukan hal yang kotor sepertimu " kata bibi injah lalu berdiri dan mengambil air yang ada di meja itu lalu ia menyiramkan air itu pada wajah Sira .
Burrr
air itu tepat menyiram wajahnya tapi Sira tetap tak bergeming ia hanya tersenyum .
" kalian semua akan membayar ini semua " kara Sira yang langsung pergi meninggalkan rumah itu .
para bodyguard itu langsung membukakan pintu untuk nyonya besar mereka sebenarnya bingung kenapa baju nyonya besarnya itu sangat basah tapi mereka tak berani membicarakan itu .
" tunggu pembalasanku hara " katanya dengan sinis sambil melirik rumah itu dengan kebencian .
" jalan " perintahnya pada sopir .
lalu sopir melajukan mobilnya meninggalkan istana itu .
sedangkan didalam rumah semua orang terus menatap hara yang sudah terduduk lemas sambil menangis dipikirannya dia hanya terbayang kata-kata Sira " ayahmu menceraikan ibumu dan meninggalkanmu " dia pikir Sira pasti berbohong Tidak mungkin itu terjadi .
Ken yang melihat itu tidak bisa melakukannya
hara pasti sangat sedih mengedarkan ocehan Sira tadi .
lalu ia memberanikan diri mendekati hara dia berjongkok dihadapan hara .
" jangan pikirkan semua ucapannya dia berbohong dia hanya ingin membuatmu menangis saja " kata Ken berusaha menenangkan hara .
" apa kalian semua berpikir ibuku orang yang tak baik ?" tanya hara sambil menatap Ken .
Ken menggelengkan kepalanya
" apa kau pernah melihat ibumu seperti itu ?" tanya Ken dengan lembut.
" tidak " kata hara sambil menggelengkan kepalanya.
" lalu kenapa kau percaya ucapannya ? " tanya Ken .
" iya nona aku yakin ibu Nona orang yang sangat baik dia bilang ibu nona sangat mirip dengan nona kan pasti sifatnya juga sangat mirip dengan nona " kata Jeny sambil menghapus Air matanya yang jatuh ke pipi
"tenanglah nona jangan menangis kita semua ada untuk mu jika nona menangis pasti ibu nona juga akan sedih melihatnya bibi yakin nona tidak ingin melihat ibu nona menangis kan " kata bibi dan langsung memeluk hara .
air mata hara terus berjatuhan tapi ia tak mengeluarkan suara apapun
" mereka benar pasti wanita iblis itu hanya berbohong " lirih hara dalam hati .
" terima kasih tapi kalian tidak perlu melakukan semua ini untukku tadi wanita iblis itu pasti akan merencanakan sesuatu untuk membalas semuanya aku tidak ingin membuat orang lain menderita hanya karena gadis yang tidak bisa melakukan apapun ini " kata hara yang menatap semua orang.
" aku takut kalian akan ....."
" aku sudah bilang aku akan bersamamu aku tidak akan pernah meninggalkan mu" potong Ken
lalu hara berdiri dan Ken pun ikut berdiri .
" aku takut kalian terkena masalah aku baik-baik saja jika kalian terikat janji dengan kakakku sekarang aku membebaskan janji itu " kata hara .
" tidak nona kami melakukan itu bukan hanya sekedar janji kami tapi ini demi kita semua demi hidup kita aku yakin jika kita selalu bersama kita pasti bisa menghancurkan wanita iblis itu " kata Jeny meyakinkan hara.
" dan juga maafkan aku jika dulu aku sering berkata kasar padamu nona aku sadar kau orang baik jika hari itu kau tidak menyelamatkanku mungkin aku tidak ada di dunia ini lagi " kata Jeny menundukkan kepalanya sambil memegang tangan hara .
" aku sudah melupakan itu " kata hara .
" benar apa yang Jeny katakan nona sekarang kita adalah keluarga kita akan terus bersama entah dalam keadaan apapun kita harus bersama kita harus selalu menyiapkan diri kita untuk apapun yang terjadi nanti "
" terima kasih bibi dan juga Jeny " kata hara dengan pelan .
" apa aku tidak salah dengar ha nona .... nona menyebut namaku" tanya jeny dengan gembira saat hara menyebut namanya .
jelas saja dia bahagia karena selama ini hara tidak pernah menyebut namanya jadi dia begitu terharu sekali.
" apa kau ini apa kau akan bereaksi seperti itu juga saat malaikat maut memanggil namamu " kata bibi .
" Jeny , begitu kah kau akan senang dan loncat-loncat ?" tanya bibi sebenarnya bibi juga sangat senang saat mendengar hara memanggilnya bibi untuk pertamakali nya hara memanggilnya bibi dengan penuh cinta .
" ish bibi tidak seperti itu juga tapi tidak apa-apa jika yang memanggilku malaikat maut seperti drama Korea itu apa itu ah ya gobl*n dia sangat tampan " ucapnya dengan tingkah konyolnya itu .
sedangkan. hara hanya tersenyum melihat tingkah Jeny ia sangat bahagia sekarang ia memiliki orang baik disekitarnya .
" terima kasih " ucap hara dengan tulus .
" dan juga aku berterima kasih padamu Ken , dulu kau pernah menyelamatkanku " kata hara lagi .
" hmm aku bersyukur karena hari itu aku bertemu dengan mu dan sampai sekarang aku bisa terus menatap wajah mu " lirih Ken Dalma hati.
" kau terus menyelamatkan aku walaupun aku tidak meminta pun dan juga kau harus terluka " sambung hara lagi .
" hmm tidak apa-apa aku tulus melakukannya " kata Ken membalas senyuman hara .
" apa kau baik-baik saja sekarang ? " tanya Ken pada hara .
" ya aku baik-baik saja sekarang aku ... aku akan ke atas " ucap hara lalu ia menatap semua orang Dan tersenyum pada mereka dan mulai menaiki anak tangga untuk masuk kedalam kamar .
Ken tersenyum menatap kepergian hara dihadapannya ia tidak tahu harus berkata dan berbuat apa sekarang yang ia yakini ia sangat takut karena ancaman Sira pada hara tapi disisi lain ia juga bahagia karena hara mulai memperbaiki sikapnya .
" semoga tuhan selalu memberikan kebahagian pada gadis malang itu aku yakin dia sekarang hanya menutupi kesedihannya tadi " kata bibi
" aku tahu betul dia tidak akan mengeluh pada siapapun tapi dia akan mengeluarkan semua rasa lelah nya dengan menangis semalaman " sambung jeny .
" dia tak akan menangis lagi sekarang " kata Ken