Looking For A Destination

Looking For A Destination
Ken yang sadar akan cintanya



Ken yang tadi terus melihat wajah hara yang tampak pucat begitu cemas dan takut . kenapa wanita yang dia cintai seperti ini apakah begitu dalam lukanya hingga dia ingin mengakhiri hidupnya seperti itu . apakah tidak ada kebahagiaan sama sekali di hidup gadis nya itu Ken merenung sambil terus menatawanitanya itu dengan tatapan sendu .


bibi injah yang melihat ken seperti itu ikut merasa khawatir Dan sekaligus bahagia . baru kali ini dia melihat Ken memperdulikan seseorang dan juga baru kali ini dia melihat cinta didalam mata Ken . dia berjalan Dan mendekati ken lalu mengusap bahu Ken.


" kau jangan cemas, semua akan baik-baik saja" ucap bibi Injah memenangkan ken.


" tapi dia belum sadar juga bi " ucap Ken sambil menahan air matanya .


" kau tau baru kali ini aku melihatmu mencintai seseorang begitu besarnya " kata bibi injah sambil duduk disamping ken.


" bersabarlah orang yang kuat cintai akan bangun tunggu saja " sambung bibi Injah .


" dimana dokter itu apa dia kejebak macet " tanya Ken .


" dokter tidak mau datang Ken ." kata bibi Injah .


" tapi kenapa " ucap Ken yang mulai kesal.


" tidak ada yang boleh tau tentang ini nyonya besar sudah mengurus semuanya, Kau tau kan dia bisa melakukan apapun untuk menyembunyikan hara " jelas bibi Injah .


" mereka keterlaluan sekali , apa mereka ingin melihat hara mati seperti ini " ucap Ken dengan nada yang sedikit meninggi .


" tenanglah aku sudah mengompresnya dan memberinya obat kita tunggu saja " ucap bibi.


" sebaiknya kau istirahat biar aku yang


menunggunya disini " sambung bibi.


" tidak aku akan tetap disini aku takut terjadi sesuatu lebih baik bibi yang istirahat " jelas ken.


" baiklah aku masuk dulu " jawab bibi dan langsung keluar kamar .


" aku berdoa agar mereka menemukan kebahagiaan dan berilah mereka kekuatan menghadapi semua takdir mereka " lirih bibi Injah .


~ Indonesia ~


dari tadi Wijaya hanya terdiam dan memikirkan apa yang terjadi pada putrinya .


" apa kau baik-baik saja disana anakku " lirih Wijaya .


" ayah berjanji akan melepaskan mu dari wanita iblis itu "


" apakah aku harus menemuinya sekarang , tapi apakah dia bisa menerimaku Aku begitu jahat padanya dan juga ibunya " lirihnya .


lalu dia mendekat dan membuka sebuah lemari dilihat nya buku-buku itu pandangannya jatuh pada sebuah buku gambar.


dia ingat dulu saat hara masih kecil dia suka menggambar . didalam gambar itu terlihat ada seorang ayah , putri dan ibu mereka bahagia memegang balon seperti akan melepaskan balon itu .


" apa kau tidak merindukan ayah nak" lirihnya lagi.


" ayah memang jahat , ayah diam saat semua orang menggap mu mati " katanya lagi.


tiba-tiba Sira masuk begitu saja keruang kerja Wijaya dan langsung memeluk Wijaya .


" sayang aku merindukanmu " ucap Sira sambil terus memeluk Wijaya .


" lepaskan aku " ucap Wijaya


" aku tidak mau , kau suamiku aku berhak atas dirimu " kata Sira


" lepaskan aku " teriak Wijaya sambil mendorong Sira .


" berani sekali kau mendorongku " sira begitu marah saat dia dorong dan hampir terjatuh .


" apa yang kau lakukan pada anakku " tanya Wijaya .


" anakmu ? dia juga anakku apa kau tidak tau apa kau pura-pura tidak tahu ? " ucap Sira seperti tidak ada dosa .


" sadarlah anakmu sudah tidak ada lagi " bentak Wijaya.


" apa kau bilang ha " teriak sira.


" anakku memang sudah tidak ada tapi dia tetap hidup bagiku . dan kau harus ingat anakku adalah anakmu kau tahu itu " jelas Sira .


" tapi dia sudah meninggal berpuluh-puluh tahun yang lalu . sadarlah itu bukan kesalahan siapapun " teriak Wijaya.


" aku tidak peduli bagiku semua itu kesalahan kau dan wanita itu " kata Sira.


" kau tau bagaimana rasanya kehilangan anak kan lalu kenapa kau menyembunyikan anakku kau membuat identitasnya sudah mati tapi anakku masih hidup " jelas Wijaya menahan emosinya .


" tapi kau tidak menolaknya dulu bahkan kau tidak bisa berbuat apapun saat aku


memberitahu dunia dia sudah tidak ada "jelas Sambil tersenyum meremehkan.


" jangan pernah menyebut kan wanita sialan itu didepan ku " teriak Sira


dia mendekat kearah Wijaya dan langsung menampar wajah nya .


sedangkan Wijaya hanya diam saat Sira menamparnya dia tak ingin memperbanyak masalah dengan Sira . baginya ini belum seberapa dibandingkan dengan penderitaan putrinya.


" sampai kapanpun aku tidak akan membuat putrimu bahagia ingat itu " ucap Sira memperingatkan dan langsung pergi dari ruang kerja Wijaya .


~ Lebanon ~


keesokan harinya


ken masih setia mendampingi hara yang sedang tidur itu diusapnya kepala wanita itu . wanita yang dia cintai . dia sadar jika dari pertemuan pertamanya itu dia sudah jatuh hati pada sosok hara wanita yang minta bantuan padanya dia bertekad memperjuangkannya dan melindungi wanita nya itu .


seketika saat ken merapikan rambut hara tangan hara bergerak matanya sedikit terbuka Ken melihatnya begitu terkejut


" kau baik-baik saja " tanya ken dengan lembut .


sedangkan hara masih tetap diam sambil mengingat kejadian semalam .


" apa aku sudah bersama ibuku " tanya hara melantur .


" hara ini aku ken " jawab ken .


Hara diam dan melihat wajah Ken yang tampan lusuh .


" kau kenapa ada Disini" ucap hara.


" jangan banyak bicara istirahat lah aku akan memanggil bibi untuk membuat kan sarapan " jelas ken .


hara diam tak menjawab Ken dia ingat Ken yang menyelamatkan nya dan dia juga ingat saat melihat Kenmenangis walaupun samar tapi dia tahu ken menangis saat itu .


" kenapa kau menangis saat melihat ku seperti itu tapi apakah benar dia menangis atau hanya halusinasi Ku saja " tanyanya dalam hati .


Ken yang melihat hara melamun langsung mendekat dan dipegang nya tangan hara . hara tersadar dan langsung menarik tangannya yang digenggam Ken.


" ah maafkan aku " ucap Ken .


" ah ya tak apa " ucap hara .


" ini makan lah bibi yang membuatkan ini " kata Ken.


tiba-tiba hara teringat tentang foto yang dia bawa semalam apakah dia menghilang kannya .


" semalam apa kau melihat sebuah foto " tanya hara pada Ken .


" oh maksudmu ini " jawab ken sambil mengeluarkan foto itu dari Dalam jas nya . dan langsung diambil oleh hara .


" ah iya terima kasih " ucap hara .


lalu hara memeluk foto itu .


" apakah dia ibumu " tanya Ken .


" i..iya dia ibuku " jawab hara terbata-bata .


" dia sangat cantik mirip denganmu " kata Ken dengan tersenyum.


" tidak lebih cantik dari ibuku. dia seperti bidadari " jawab hara dengan tersenyum.


" Hmm kau tersenyum " lirih Ken .


" eh... aku.. " lirih hara .


" kenapa kau malu tersenyum aku senang melihatmu tersenyum " ucap ken.


" makanlah kau belum sarapan " sambung Ken . yang hanya dijawab anggukan oleh hara .


dilihatnya hara makan dia tersenyum manis sekali pikirnya .


" aku mencintaimu hara , aku akan membuatmu jatuh cinta padaku . walau kau tahu kau sepertinya tidak percaya akan cinta tapi aku yakin pada cintaku . cinta satu orang sudah cukup untuk dua orang . tapi akan lebih membahagiakan jika dua orang saling mencintai dan aku akan membuatmu mencintaiku . " lirih Ken dalam hati


hara bingung kenapa sedari tadi Ken terus menatap nya .


" kenapa manatap Ku seperti itu " tanya hara .


" aku mencintaimu " lirih Ken dengan suara yang kecil .


" apa yang kau katakan " tanya hara.


semoga temen-teman suka ya lanjutannya . tunggu episode berikutnya ya ,😉