
keesokan harinya semua orang tampak bahagia hari ini rumah itu seperti berwarna penuh cinta dan juga kebahagiaan .
hari ini rendy ingin memutuskan semua hal tentang hara ia harus bicara pada hara . dia ingin menepati janjinya pada adiknya itu.
untuk itu ia menghampiri hara ke dalam kamar nya yang sedang isirahat .
tok...tok...tok
" masuk saja " ujar hara yang sedang duduk di ranjangnya .
Rendy membuka pintunya hara tersenyum menyambut kedatangan kakaknya itu , rendy langsung duduk disamping hara , ia terus memandangi wajah cantik adiknya itu .
" kenapa kakak melihatku begitu , aku malu " ujar hara lalu menundukkan wajahnya karena malu dari tadi Rendy terus menatap wajahnya
Rendy tersenyum melihat tingkah adiknya yang sangat ia sayangi itu .
" kakak hanya ingin memastikan jika ini bukan mimpi " ujar rendy . matanya berkaca-kaca saat mengucapkan kata-kata itu .
" aku ada disamping kakak sekarang " hara pun memeluk Rendy .
Rendy langsung membalas pelukan adiknya ia usap rambut adiknya itu sebagai tanda ia sangat menyayangi nya .
" kakak sangat menyayangi mu " ujar Rendy lalu mengecup pucuk rambut hara.
" aku juga " ujar hara .
lalu ia melepaskan pelukannya pada rendy dan beralih memegang tangan rendy.
" jangan pernah tinggalkan aku lagi , aku tidak punya siapapun lagi didunia ini kecuali kakak
" kata hara dengan nada yang lembut .
" tidak akan pernah " rendy menggelengkan kepalanya.
" aku kira saat aku masih didalam genggaman Sira aku tidak akan pernah bisa menemui mu lagi . aku pikir kakak juga bernasib sama seperti ibu " jelas hara yang terus menatap manik mata Rendy .
" tidak , kakak harus tetap hidup agar bisa menjagamu " Rendy pun mencium punggung tangan hara .
hara pun tersenyum menahan tangisnya .
" ada yang ingin kakak sampaikan padamu " ujar Rendy
" apa ?" tanya hara yang penasaran dengan pernyataan dari Rendy .
sejenak Rendy menarik nafas dalam-dalam
" kakak akan membawa mu pulang " ujar Rendy .
" benarkah ? " hara sangat senang mendengarnya matanya langsung berbinar
Rendy mengangukkan kepalanya ia lihat adiknya begitu bahagia.
" kapan kita pulang ? aku ingin cepat kembali ke rumah kita kak " tanya hara yang antusias.
" tiga hari lagi kita akan pulang , kakak tidak ingin terjadi apapun lagi padamu kali ini kakak sendirilah yang akan menjagamu " jelas Rendy .
" terima kasih kak , aku akan kembali " ujar hara Dengan senang .
" baiklah , kakak keluar sebentar ada yang harus kakak kerjakan dulu " Rendy pun beranjak dari duduknya kemudian ia cium pucuk rambut hara .hara tersenyum dengan lebar .
lalu Rendy melangkahkan kakinya keluar kamar hara ia pun menoleh kebelakang .
" tolong jangan buat senyuman nya itu pergi dari hidupnya " gumam Rendy dalam hati .
sedangkan didalam kamar hara merasa sangat bosan sedari pagi ia hanya tidur di dalam kamar ia tidak boleh banyak bergerak dulu dan obat-obatan itu membuatnya tidak berselera ia sangat tidak suka dengan obat .
kemudian ia memutuskan keluar kamar ia ingin pergi ke taman belakang melihat pemandangan kolam renang dan taman bunga sampingnya.
tapi sebelum itu dia ingin pergi bersama Ken ia pun masuk kedalam kamar Ken .
ia buka pintu kamar Ken yang tepat disamping kamarnya ia lihat ruangan itu tidak ada orang sama sekali lalu ia mencoba masuk lebih dalam lagi ia kelilingi kamar itu hingga tiba-tiba ada suara pintu terbuka ia pun menoleh ke arah pintu kamar mandi .
ia terkejut saat melihat Ken sedang memakai pakaian nya ia langsung mengalihkan pandangannya. Ken juga jadi Salah tingkah dan langsung masuk lagi ke dalam kamar mandi .
" maaf , aku tidak tau kau ada disini " teriak ke dari dalam kamar mandi ia memakai baju kemeja putih itu dengan tergesa-gesa .
" tidak, a....aku lah yang harus nya minta maaf " ucap hara yang terbata-bata ia juga sangat malu saat melihat Ken sedang berpakaian .
saat Ken keluar ia sudah memakai pakaiannya dengan rapi ia berusaha tenang lalu mendekati hara . hara pun jadi salah tingkah dan jantungnya berdetak kencang .
deg...deg...deg
" kenapa jantungku rasanya seperti akan melompat saja " umpat hara dalam hati .
" tenang ... kau harus tenang " sambungnya lagi.
Ken yang melihat tingkah hara itu pun jadi bingung lalu ia membalikan badan hara agar berhadapan dengannya .
" maaf , aku tidak tau . tadi aku kesini untuk mengajakmu ke taman belakang " ujar hara dengan malu-malu .
Ken pun tersenyum saat melihat wajah hara yang merah itu ingin rasanya ia peluk gadisnya itu .
" ayo " ujar Ken
hara hanya menganggukkan kepalanya ia sangat gugup dan hatinya jadi tidak karuan kenapa saat ia Deket dengan Ken ada rasa yang berbeda tapi ia tidak tahu rasa apa yang sedang ia alami .
mereka pun berjalan berdampingan menuju taman .
" apa kau baik-baik saja dan tubuhmu tidak sakit lagi kan ? " tanya Ken pada hara ia terus menatap hara saat sedang berjalan .
" tidak , aku baik-baik saja " ujar hara lalu tersenyum pada Ken .
beberapa saat kemudian mereka sampai ditaman belakang mereka pun duduk di sebuah kursi .
" aku akan kembali " ujar hara yang memulai percakapan nya ia pun menatap Ken .
" apa ? " tanya Ken yang terkejut mendengar ucapan hara .
" ya , kakak akan membawaku kembali ke Indonesia tiga hari lagi " jelas hara .
" apa kau bahagia ? " tanya Ken
hara pun menundukkan kepalanya dan Ken yang mendengar semua itu ia sangat sedih mendengar hara akan pulang .
" entahlah , disatu sisi aku bahagia tapi disisi lain aku sedih karena aku harus meninggalkan tempat ini " jawab hara yang masih tertunduk itu.
"kenapa kau sedih ? bukankah itu impianmu ? " tanya Ken lagi .
hara pun tersenyum mendengarnya .
" hmm , aku tidak percaya impianku itu akan terwujud . dulu , setiap aku bermimpi aku selalu jatuh aku takut bermimpi karena separuh hidupku adalah kesedihan "
" maukah kau ikut denganku ? " pinta hara pada Ken .
Ken pun terkejut atas permintaan hara , ia tidak percaya hara akan mengatakan itu padanya .
" ikut ? " ujar Ken Dengan bingung .
" ya " hara tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.
" aku ingin kau ikut denganku , kau mau kan? " kata hara lalu ia menggenggam tangan Ken .
Ken hanya diam saja saat hara melakukannya ia tidak menolaknya .
ia diam sesaat seperti sedang memikirkan sesuatu .ia pun menatap manik mata hara yang sedari tadi hara terus menatap nya sambil terus menggenggam tangannya .
" aku mau " ujar Ken .
" benarkah ? " ujar hara yang tak percaya dengan ucapan Ken .
" hmm " Ken pun tersenyum lalu mengangukkan kepalanya .
hara yang mendengar itu tiba-tiba langsung memeluk ken .
" terima kasih " ujar hara masih memeluk ken .
Ken tersenyum lalu membalas pelukan hara .
" aku akan membuat mu selalu tersenyum seperti ini " gumam Ken dalam hati .
disisi lain seseorang sedari tadi terus memandangi mereka berdua dibalik sebuah pohon . orang itu tak lain adalah ricko , ia merasa sesak , sedih dan juga cemburu pada Ken . ia berusaha tegar melihat semuanya . hara tampak bahagia dengan Ken .
hara pun melepaskan pelukannya pada Ken ia tersenyum padanya .
" tidak , Aku tidak boleh menyerah . aku harus memperjuangkan cintaku " gumam ricko dengan pelan .
" kau akan selalu ada di sampingku kan ? "tanya hara lagi .
" hmm , aku akan selalu ada di sampingmu karena aku sudah berjanji akan selalu melindungimu " kata Ken dengan lembut.
hara tersenyum mendengarnya ia tatap wajah Ken dan Ken membalas tatapan itu mereka saling tatap di bawah pohon rindang dan angin yang berhembus itu .
mereka saling tersenyum dalam tatapan itu
tiba-tiba " cekrek " terdengar suara kamera didepannya membuat kedua orang itu tersadar lalu menatap orang itu ternyata Sam sedang memotret mereka .
Sam tersenyum lalu melihat hasil foto itu dan Jeny pun tersenyum jahil pada keduanya .
" coba aku lihat Sam hasilnya bagus atau tidak " Jeny pun merebut kamera itu dari Sam .
ia lihat hasil foto Sam dan langsung tersenyum ia menatap kagum pada foto itu .
" wah Sam , aku fotografer yang sangat kau kecil tapi cabe rawit " ucap Jeny yang masih menatap hasil foto Sam .
" lihat nona ini sangat indah " Jeny menunjukkan hasil foto itu pada hara . hara langsung melihat nya ia tersenyum tanpa sadar ken pun penasaran seperti apa hasilnya hingga hara tersenyum seperti itu ia juga ingin melihatnya kemudian ia lihat foto itu .
ia juga ikut tersenyum sama seperti hara
" sangat indah " gumam Ken dalam hati .
" aku akan mencetak foto ini nanti " ujar sam .
" iya sam kau harus mencetak fotoku juga ya " jawab Jeny .
" tidak , aku tidak mau mencetak foto kakak cerewet " ujar Sam dengan sembarangan .
" apa kau bilang ? awas ya aku akan menangkapmu " teriak Jeny .
Sam menjulurkan lidahnya lalu berlari dan Jeny ikut berlari mengejar Sam .
" ayo tangkap aku kak ahhahha " sam tertawa dan terus berlari agar Jeny mengejarnya.
" awas kau aku akan menangkapmu " teriak Jeny.
sedangkan rendy sedari terus tersenyum melihat tingkah mereka ia terus memperhatikan mereka dari jendela kamarnya .
" aku tidak menyangka , ternyata kau tidak seperti apa yang terlihat " gumam Rendy semua itu ia tunjukkan untuk Jeny .
awalnya ia kira Jeny gadis yang selalu membuat masalah tapi sekarang ia tahu tidak seharusnya dia mengkritik seseorang hanya karena tampilannya saja .
Hay readers makasih ya yang masih tetap setia nungguin ceritanya .
jangan lupa untuk like , komen dan vote ya 😊.
dan ya author akan up setiap hari. 😉