Looking For A Destination

Looking For A Destination
akhirnya kau sadar



satu Minggu sudah berlalu sampai saat ini hara belum juga sadarkan diri membuat semua orang khawatir terutama Ken dia begitu lusuh dan acak-acak . jeny yang terus menangis dan bibi injah yang berusaha menguatkan mereka .


mereka terus berdoa pada sang kuasa untuk sembuhkan hara tidak pernah sedetikpun bagi mereka untuk tidak mengkhawatirkan keadaan hara . gadis yang selalu mendapatkan kesusahan dan kesedihan di sepanjang hidupnya .


tiba-tiba tangan hara bergerak Dangan pelan beberapa saat kemudian matanya berusaha membuka sedikit demi sedikit dia begitu silau kenapa begitu terang Disini.


" matikan " ucapnya dengan pelan .


" matikan tolong " sambungnya dengan lemah .


lalu bibi Injah terbangun dari tidurnya dilihatnya hara sedang berbicara dia begitu terkejut melihat hara sudah bangun .


" nona kau sudah sadar " ucap bibi Injah sambil berjalan mendekat ke arah hara .


" matikan aku mohon " ucapnya dengan lemah .


bibi yang tidak mengerti langsung berlari menghampiri Jeny yang sedang tidur di sofa .


" Jeny... bangunlah nona sudah sadar ayo cepat Jeny " ucap bibi sambil menyenggol bahu Jeny .


" hmm kenapa bi apa sudah pagi ? " tanya jeny dengan mata yang mengantuk - ngantuk


.


" Nona sudah sadar " ucap bibi.


" oh sadar " ucap nya lalu dia diam sejenak dan berpikir sadar katanya lalu dia mengucek matanya " benarkah nona sudah sadar ?" tanyanya memastikan .


" iya ayo cepat " ajak bibi .


" ma...matikan " kata hara terbata-bata dengan mata yang terus menutup.


Jeny yang mengerti dengan ucapan hara langsung memindahkan lampu ke mode gelap .


" sudah Nona " ucap jeny .


lalu hara tertidur lagi mereka sangat senang saat hara sudah siuman . hanya Ken yang belum tau kabar ini dimana laki-laki itu sekarang .


" kita harus memberitahu Ken bibi jika nona sudah sadar " kata Jeny .


" iya tapi ponselnya tidak aktif aku sudah menelepon nya tapi tidak dia angkat tapi aku sudah SMS dia " jelas bibi injah .


" baiklah aku akan menghubungi dokter sekarang juga " kata Jeny yang langsung dijawab anggukan oleh bibi . lalu Jeny keluar untuk memanggil dokter .


" Ken pasti akan sangat senang mendengar berita ini " ucap bibi.


lalu tiba-tiba seseorang begitu saja masuk dengan cepat ternyata Ken dia begitu penuh keringat dan terlihat sedang kelelahan .


" apa hara sudah sadar bi benarkah ? " tanyanya.


" hmm iya Jeny sedang memanggil dokter " kata bibi sambil tersenyum.


" terima kasih Tuhan kau menjawab semua doa kami dan juga aku sangat bersyukur karena hara selalu kuat " lirihnya dalam hati kenn.


" permisi kami akan memeriksannya " ucap dokter .


" baiklah dok " kata bibi injah.


lalu dokter mulai memeriksa keadaan hara .


saat dokter sudah selesai memeriksa nya dokter tersenyum kepada mereka .


" pasien sudah membaik sekarang hanya tinggal beberapa hari lagi pasien akan operasi yang kedua setelah itu semua akan baik-baik saja " jelas dokter.


" baiklah terima kasih dokter kau sudah bekerja keras untuk ini " kata Jeny .


" hmm baiklah biarkan dia tidur , kami permisi " ucap dokter lalu pergi meninggalkan ruangan .


" aku tahu kau gadis yang hebat nona " ucap jeny .


" aku menyesal dulu menyebut hal-hal yang tidak baik tentangnya. " sambung nya .


" hmm bibi benar kurasa aku sudah seperti para haters yang selalu melihat apa yang ada didepan saja . aku juga sudah seperti tetangga yang selalu berbicara yang tidak-tidak tentangnya padahal dia yang menyelamatkan ku " kata Jeny dengan wajah polos .


" jika kau tau maka jadi jangan seperti tetangga seperti itu .jadi lah tetangga yang baik agar tetap rukun . jika kita punya masalah atau sesuatu sedang terjadi pada Kita siapa yang menolong terlebih dahulu ? pasti tetangga terdekat kan bukan presiden nah maka dari itu saling jaga silaturahmi." Jawab bibi.


" eh bibi kenapa kita malah berbicara tentang tetangga kan kita tidak punya tetangga dirumah itu " jawab Jeny .


" dasar gadis somplak " jawab bibi .


" apa kalian akan terus bertengkar dan menggangu tidur hara " tanya Ken .


" baiklah kami akan keluar . " ucap Jeny " ayo bibi " ajaknya .


yang hanya dijawab anggukan oleh bibi .


" bibi apa bibi punya tetangga yang seperti itu ? " tanya jeny .


" kenapa kau malah membahas itu lagi sudahlah " kata bibi injah.


" jangan-jangan bibi tetangga seperti itu ya yang selalu mengocehi tetangga lainnya " tanya jeny sekali lagi .


" bukan itu saja dulu aku pernah memukul anak gadis dari tetanggaku " kata bibi sambil terus menatap wajah Jeny.


" wah bibi ternyata bibi tetangga yang jahat " ucap Jeny sambil menggelengkan kepalanya .


" apa kau tau gadis seperti apa yang aku pukul itu ? " tanya bibi yang langsung dijawab gelengan kepala oleh Jeny .


" itu Gadis seperti mu " kata bibi injah lalu pergi meninggalkan Jeny .


" seperti ku kenapa ? aku kan anak baik ah mungkin bibi iri melihat gadis seperti ku " katanya " eh bibi tunggu " sambungnya lalu mengejar bibi Injah .


sedangkan didalam ruangan Dimana hara dirawat Ken terus menatap wajah hara yang polos itu dia tersenyum tidak pernah lepas dari bibirnya lalu ia melihat bibir hara yang pucat tapi tetap sedikit kemerah-merahan dia mendekatkan bibirnya hingga ia mengecup bibir hara .


" cup " ciuman sekilas itu .


" maaf aku melakukan ini " kata Ken .


" hanya saja aku sangat bahagia dan rasanya ingin memelukmu tapi aku tau tubuhmu masih sakit " lirihken.


tiba-tiba hara mengerjapkan matanya sedikit demi sedikit ia membuka matanya .


Ken yang melihat itu tersenyum


" kau sudah bangun ? " tanya Ken .


sedangkan hara hanya melihat Ken sekilas kepalanya masih sangat pusing lalu dia memegang kepalanya .


" apa sangat sakit? " tanya Ken .


tapi hara tidak menjawabnya sama sekali dia terus diam saja .


" aku sangat khawatir maafkan aku " ujar Ken sambil menatap mata hara .


" tinggalkan aku sendiri " kata hara dengan tatapan dinginnya .


" hmm baiklah " ucap Ken dia berdiri lalu dia sesaat dan terus memandangi hara .


" aku akan menunggu didepan jika perlu sesuatu panggil aku " kata Ken . lalu dengan berat hati Ken berbalik melangkahkan kakinya keluar ruangan .


sesampainya diluar Ken terus melihat hara dari balik pintu kaca itu .


sedangkan hara hanya diam entah apa yang ia pikirkan menatap kosong ruangan itu dan tak terasa air matanya keluar dari kelopak matanya membasahi pipinya ken yang melihat itu ingin rasanya menghapus air mata itu .


" jangan menangis hara..." itu yang ia katakan dalam hatinya .


hara terus menatap nanar ruangan itu lalu dia membalikkan badannya ke samping agar Ken tak melihat wajahnya dia tahu sedari tadi Ken terus menatap dirinya .


dia terus menangis dalam diam tangisan penderitaan dan juga tangisan kesedihannya bercampur jadi satu tidak ada seorang pun yang memperdulikannya bahkan semua orang ingin membunuhnya apa salah nya ? hingga dia harus hidup seperti di penjara bahkan lebih baik hidup dipenjara sekalipun dari pada seperti ini .