
keesokan hari nya
malam ini jam 7 malam Rendy , hara dan juga Ken akan datang ke pesta pernikahan putri dari pemilik Gana group .
mereka sedang bersiap-siap dikamar masing-masing , Rendy sudah rapi memakai setelannya jas berwarna hitam dengan dasi kupu nya ia nampak sangat gagah Dan juga tampan tapi sayangnya ia belum memiliki sangat kekasih mungkin ia betah menjomblo.
sedangkan Ken ia juga sudah rapi dengan pakaian yang diberikan hara kemarin jas setelan berwarna hitam , jam tangan dan juga dasi ia sangat tampan nan mempesona dimana setiap wanita yang melihat pasti akan jatuh hati padanya.
begitu juga dengan hara ia sudah sangat anggun dan cantik dengan dress berwarna abu-abu nampak serasi dengan kulitnya yang putih ia seperti putri kerajaan walaupun ia tidak bisa memakai make up tapi ia ingat bagaimana dulu Jeny memakaikan make up untuknya .
tok..tok..tok
" apa kau sudah siap ? " tanya ken masuk kedalam hara .
hara yang sedang berdiri menghadap cermin pun berbalik arah ke arah Ken dan tersenyum cantik padanya , sungguh Ken begitu terpesona melihatnya matanya tak berhenti berkedip sama sekali hara yang melihat nya tersenyum senang bisa membuat Ken terpesona.
" apa gaunku bagus ? " tanya hara ia berjalan mendekati Ken.
" ya " jawab ken singkat matanya terus menatap hara tanpa berkedip.
" ayo kita turun " hara pun mengandeng tangan ken sedangkan Ken hanya mengikutinya saja tanpa berpaling dari wajahnya hara .
sesampainya di hotel Zeus itu Rendy , hara dan Ken disambut oleh berbagai kamera yang memotret nya mereka semua tersenyum menghadap kamera .
" kau sangat cantik nona hara " teriak salah satu wartawan itu Keny
semetara itu diluar hotel Sira dan Wijaya baru menuruni mobil mereka , mereka tersenyum menghadap kamera Sira menggandeng tangan Wijaya dengan romantis merekapun masuk kedalam hotel Itu .
" selamat datang pak Wijaya , lama tidak bertemu kau semakin sehat saja ? " tanya salah satu orang laki-laki berumur 60 tahun .
" ah terima kasih pak , aku juga iri denganmu yang sekarang walau usiamu bertambah tapi semangat seperti umur 18 tahun " jawab Wijaya .
" sayang , aku lapar ayo kita makan " seorang perempuan muda berusia 25 tahun datang menghampiri laki-laki berusia 60 tahun itu .
" baik sayang , tunggu sebentar ini perkenalan tuan dan nyonya Wijaya " ujarnya .
" halo " kata perempuan itu .
" sepertinya kebiasaan lama tidak begitu mudah untuk dihilangkan " sindir Sira .
" ya , selama aku punya uang maka selama itu pula dunia datang padaku termasuk wanita cantik ini " laki-laki tua itu pun mencium punggung tangan wanita itu .
Sira hanya tersenyum sinis melihatnya.
" sudah tua masih ganjen " gumamnya dalam hati .
semetara itu hara , Rendy dan ken duduk di kursi dan meja yang disediakan mereka bertiga menikmati makanan dan minuman yang sudah tertata rapi di meja .
" kenapa pengantin perempuan terlihat tidak senang ? " tanya hara pada dirinya sendiri .
Rendy langsung menoleh pada hara .
" itu dinamakan pernikahan bisnis , mereka melakukan hanya untuk kepentingan perusahaan dan saling menguntungkan diluar itu tidak ada hubungan apapun " jelas Rendy sambil mengangguk-angguk kepalanya .
" lalu , apakah aku harus seperti itu juga ? " tanya hara dengan polos .
Rendy tersenyum dan tertawa mendengarnya .
" apa kau mau seperti itu ? " tanya Rendy lalu melirik ke arah Ken yang sedari tadi hanya diam saja .
" aku ? tentu saja tidak mau seperti itu , tidak ada kebahagiaan sama sekali , bukankah tujuan menikah itu untuk kebahagiaan ? " gumam hara .
" mana kakak tau , kakak kan belum menikah " jawab Rendy .
" mangkanya cepat lah menikah , kakak sudah tua apa mau di cap tidak laku " ejek hara .
Ken tersenyum mendengar ejekan hara untuk Rendy .
" he dasar narsis " ejek hara .
" Ken juga tampan tapi dia tidak sombong seperti kakak " ujar hara lagi .
Ken tersenyum tetapi kepalanya menunduk agar Rendy dan hara tidak melihatnya .
" dia berkata aku tampan " gumam Ken dalam hati penuh berbunga-bunga.
" oh ayolah Ken kita laki-laki , setidaknya jual mahal lah sedikit " ujar Rendy .
" tunggu sebentar disini , kakak mau memberi selamat apa kau akan ikut " tanya Rendy ia berdiri merapikan pakaiannya .
" baiklah , aku ikut mungkin saja perusahaan bisa bekerja sama lebih jauh nanti " jawab hara .
" ayo Ken " ajak hara .
Ken pun mengangguk kan kepalanya .
mereka bertiga pun berjalan menaiki altar untuk mengucapkan selamat pada mempelai .
setelah itu mereka kembali ke kursi tetapi hara ia minta izin pada kakaknya untuk mengambil jus saat itu ia berjalan sendirian di tengah keramaian orang tetapi saat dijalan ia melihat ayahnya dari kejauhan sedang bercanda gurau bersama kolega bisnisnya ia terus menatap ayahnya dari kejauhan dengan nanar .
" baiklah aku permisi dulu " ujar Wijaya pada mereka lalu saat ia berbelok menghadap ke depan ia lihat sesosok gadis yang sangat cantik sedang menatapnya dengan nanar mereka saling tatap satu sama lain.
kemudian hara memutuskan untuk berbelok ia pun kembali berjalan menuju tempat duduknya sambil berjalan ia terus mengingat bayangan ayahnya yang masih ia lihat di pikirannya.
" maafkan aku nak , ayah ingin memeluk dan bertanya apa kau baik-baik saja ? tapi ayah Tidak bisa " gumamnya wijaya dengan pelan .
" kau mungkin sangat membenci ayah yang tidak berguna ini " makinya untuk dirinya sendiri .
tampak dari kejauhan juga Ken melihat semua kejadian itu ia seperti sedang memikirkan sesuatu tapi apa tidak ada yang tahu ia pun kembali menyusul hara .
" kak , kita sudah selesai kan . kepala ku agak sedikit sakit , aku mau pulang saja " kata hara yang baru datang .
Rendy pun menatapnya curiga .
" apa ada yang melakukan sesuatu terhadapmu ? " tanya Rendy khawatir .
hara menggeleng kan kepalanya.
" baiklah , ayo kita pulang " ujar Rendy .
mereka bertiga pun pulang kembali ke rumah .
sedangkan disisi lain Sira dan wijaya juga pulang mereka sudah sampai dikediaman rumah mereka .
Wijaya langsung masuk ke dalam rumah tanpa mengucapkan satu kata pun , dan Sira hanya menatapnya lalu mengikuti nya dari belakang.
" sepertinya , anakmu Sangat membencimu " ujar Sira ia pun kemudian duduk di sofa .
Wijaya menghentikan langkah nya saat akan menaiki tangga .
" itu semua karena dirimu " tunjuk Wijaya .
" aku ? " Sira tersenyum mendengarnya .
" apa yang aku lakukan ? aku tidak melakukan apapun. " jawab Sira dengan enteng .
" anakku , dia satu-satunya darah dagingku dan ia sangat membenci diriku , tidak ada lagi yang tersisa untukku sekarang " kata Wijaya .
" satu-satunya darah dagingmu ? kita juga punya anak apa kau ingat . kita punya anak , tapi kau tidak pernah memikirkan ku hanya wanita itu dan anak sialan itu " teriak Sira membuat semua pelayan sangat terkejut.
" saat kau tahu kebenaran nya kau akan mati " tegas Wijaya iapun naik ke lantai atas ia sudah sangat lelah untuk berdebat dengan Sira .
sedangkan Sira ia terus berpikir apa maksudnya akan mati jika ia tahu kebenaran nya ia terduduk di sofa lalu memejamkan matanya .