Looking For A Destination

Looking For A Destination
Bersumpah



sedari tadi hara terus tak menghiraukan pandangannya , walaupun mobil itu sudah membunyikan klakson nya tetap saja seakan akan pendengarannya tuli ia hanya menangis disepanjang jalan dengan wajah yang gemetaran karena kedinginan .


mobil yang dari belakang itu melajukan mobilnya dengan cepat lalu ia berhenti saat jarak mereka hanya 10 meter .


" haraaaaaa " teriak ricko


" haraaaaaa , minggir " teriak ricko lagi ia pun langsung berlari secepat mungkin untuk menyelamatkan hara .


" haraaaaaa " teriaknya lagi tapi tetap hara tak mendengarnya .


ricko berlari menambah kecepatannya iapun langsung menarik hara dan memeluk nya dan mengubah posisi mereka kini tubuh ricko lah yang berada dihadapan mobil truk itu .


" kau baik-baik saja ? " tanya ricko ia memeluk erat hara dalam tubuhnya sedangkan hara terus terisak di pelukan ricko .


mobil truk itupun semakin melaju dengan cepat .


" jangan menangis " ujar ricko lagi tangan mengelus rambut hara .


" miiiinggggirrr " teriak supir itu .


supir truk itupun menutup matanya dan langsung menginjak rem dengan kuat takut jika ia akan menabrak kedua orang itu . suara rem itu begitu kuat dan mobil itu pun berhenti tepat di hadapan ricko yang hanya berjarak 5 cm saja .


" apa aku menabraknya ? " gumam supir itu dengan nada yang takut .


" hara kenapa kau seperti ini ? " tanya ricko .


" maafkan aku , tiba-tiba saja mobilnya tadi tidak bisa mengerem aku sungguh minta maaf" gumam supir itu penuh penyesalan .


" haraaaaaa " teriak Ken dari belakang.


ricko langsung menatap Ken , dan Ken langsung berlari menghampiri hara yang sedang dipeluk oleh ricko ia pun mengambil hara dari pelukan ricko ,ricko hanya bisa melepaskan hara dari pelukannya dengan pasrah .


" hara kenapa kau pergi seperti ini " tanya Ken dan langsung memeluk hara .


" aku yang membunuh ibuku hiks hiks hiks " Isak hara dalam pelukan Ken .


" apa ? " gumam ricko ia terkejut mendengar ucapan hara .


" tidak , bukan dirimu percayalah " Ken pun hampir ikut menangis dibuatnya hatinya sakit melihat hara begitu menderita .


" percayalah padaku , yang dia katakan semua hanya untuk menyakitimu " lanjut Ken dan iapun melepaskan pelukannya lalu menghapus air mata hara .


" jangan menangis aku mohon " ujar Ken .


sedangkan ricko hanya bisa melihat keduanya yang begitu saling menyayangi hatinya sakit , dalam guyuran hujan deras itu mereka bertiga merasa sangat sakit satu sama lain entah kenapa tuhan selalu memberi mereka rasa sakit itu .


" dia benar , aku lah yang jahat hiks hiks hiks " Isak hara lagi.


" tidak hara jangan katakan itu , kau anak yang sangat baik " Ken kembali memeluk hara .


lalu tibalah Rendy disana dan langsung berlari menghampiri hara dan yang lainnya .


" hara ? kenapa kau menangis ? " tanya Rendy ia bingung kenapa hara begitu sedih .


" sebaiknya ayo bawa hara pulang , wajahnya sudah sangat pucat kita harus memberinya perawatan " gumam ricko


" iya ayo Ken bawa dia " jawab Rendy .


" hara , ayo kita pulang " ujar ken dengan lembut .


Ken pun membangunkan hara dari duduknya dan langsung membantunya berjalan menuju mobil .


setibanya di rumah hara langsung dibantu Ken berjalan tubuhnya sangat dingin karena kehujanan dan wajahnya sangat pucat ia berjalan sambil terus memikirkan perkataan Sira .


" dia benar , ibu menderita semenjak aku ada di dunia , seandainya aku tidak pernah dilahirkan mungkin ibu tidak pernah mengalami hal yang kejam seperti itu " gumam hara dalam hati .


" nona , kenapa bisa seperti ini ? " bibi kaget saat ia lihat hara masuk dalam keadaan kacau begitu .


" bi , tolong siapkan air hangat " ujar rendy.


" baik " jawab bibi .


saat sudah didalam kamar hara langsung didudukkan di ranjangnya ia samasekali tak bergeming sedikitpun.


" aku akan periksa dulu " kata ricko


ia langsung membuka semua peralatan nya.


" sebaiknya hara ganti baju dulu " kata Ken .


" ya , suruh bibi atau Jeny saja yang membantunya " ujar ricko .


" aku membawanya " kata bibi ia membawa sebuah baskom berisi air hangat lalu menaruhnya di samping nakas.


" bi, tolong bantu hara mengganti pakaiannya " ujar Rendy .


lalu bibi pun membawa hara ke dalam walk in closed dan mengganti pakaian hara dengan baju yang tebal Dan langsung di dudukannya di ranjang .


Setelah pemeriksaan selesai hara tertidur dengan pulas .


lalu Ken menyelimutinya dengan selimut lalu menatapnya .


" apa yang terjadi ? " tanya ricko pada mereka .


" aku tidak tahu , saat direstoran ia izin untuk ketoilet aku akan menemaninya tapi ia menolak lalu aku mengizinkannya tapi dia tidak kembali setelah itu telpon dan tasnya pun tidak dia bawa " jelas Rendy .


" dia bertemu dengan Sira " Gumam Ken dengan nada yang dingin .


" apa ? " mereka semua terkejut mendengarnya .


" bagaimana mungkin ? " tanya Rendy .


" aku melihat nya keluar dari restoran dan aku yakin Sira mengatakan sesuatu yang membuat hara menangis " jelas ken .


" Sira , sepertinya kau membangunkan singa dalam diriku " gumam Rendy dalam hati .


" sebaiknya bawa hara ke psikologi aku takut itu akan mengguncang nya dan mungkin itu bisa membantunya melupakan semua rasa sakitnya " usul ricko .


" psikologi ?" tanya Rendy .


" ya , saat aku lihat dalam matanya begitu banyak kesedihan , rasa takut , dan trauma Dalam hidup nya . aku takut itu akan mempengaruhi kondisi kejiwaannya " jelas ricko .


" apa yang kau maksud ? dia wanita yang kuat memang benar dalam hidupnya banyak sekali kesedihan , trauma Dan rasa sakit . tapi jangan pernah mengatakan hal yang tidak benar tentang kejiwaannya dia baik-baik saja . aku yang akan membuatnya kembali ke dalam diri nya yang sebenernya " tegas Ken ia sangat kesal pada Ricko jika saja tidak ada rendy disana mungkin ia sudah memukul ricko .


" aku juga tidak mau mengatakannya tapi itu yang terbaik untuknya sekarang " jawab ricko.


" hentikan , biarkan dia istirahat " ujar Rendy .


" istirahat lah , aku yang akan menemani adikku disini " sambungnya lagi .


" baiklah jika tubuhnya demam cepat panggil aku " jawab Ricko.


" hmm " gumam Rendy .


tapi Ken ia tidak ingin meninggalkan hara sendirian ia terus duduk disamping ranjang hara menatap wajah gadis nya yang sedang tertidur itu .


" Ken , istirahat lah kau sudah sangat lelah " ujar Rendy.


memang benar jika Ken sudah sangat lelah diwajahnya terlihat jelas baju jasnya dan bajunya sudah acak-acakan begitu juga dengan rambutnya .


ia pun menatap hara lagi lalu berdiri dan keluar dari kamar hara membiarkan kakak dan adik itu .


sedangkan didalam kamar itu Rendy terlihat sangat khawatir ia terus menggenggam tangan adiknya yang dingin itu menatapnya sendu dan mengelus kepala adiknya .


" seharusnya kakak tidak membiarkanmu sendirian " Gumam Rendy .


" maaf kan aku yang sudah gagal menjagamu untuk yang kesekian kalinya " lanjutnya lagi .


tak terasa air matanya pun menetes membasahi pipinya .


" kakak tidak akan membiarkanmu terluka lagi dan mulai besok adalah pernyataan perang bagiku untuk nya " gumam Rendy tangannya mengepal dengan keras sungguh ia benar-benar sangat marah pada Sira .


" aku bersumpah akan membuatmu hancur dan menderita selama-lamanya " gumam Rendy dalam hati .