Looking For A Destination

Looking For A Destination
aku mencintaimu



setelah sampai di bandara semua orang menunggu di area tunggu Sam sedari tadi terus beradu mulut dengan Jeny hingga bibi sangat pusing mendengar pertikaian mereka .


" hey! apa kalian akan terus adu mulut astaga kalian ini " ujar bibi .


dua orang itu hanya tersenyum tidak terjadi apa-apa.


" pesawat sudah siap kita bisa berangkat sekarang " ujar Rendy yang baru datang bersama ken .


saat sudah di dalam pesawat semua orang duduk .


" apakah hanya kita saja didalam pesawat ini ? " tanya jeny


" hmm ini pesawat pribadi " ujar rendy .


" wah , bahkan aku Sampai sekarang belum punya mobil tapi kau sudah punya pesawat pribadi " Jeny begitu takjub dibuatnya pesawat itu sangat mewah .


Rendy hanya tersenyum menanggapi Jeny .


lalu Rendy beralih menatap hara yang duduk di samping Ken . dilihatnya hara hanya terus menunduk dari tadi entah apa yang ia pikirkan .


" apa kau baik-baik saja ? " tanya Rendy pada hara . tapi hara tetap menunduk tidak mendengarkannya.


Ken yang duduk di samping hara langsung menepuk bahunya . sontak hara langsung menatap Ken dengan bingung.


" apa ada masalah ? " tanya hara yang bingung .


" Rendy memanggil " kata Ken


lalu hara beralih menatap Rendy .


" kau baik-baik saja ? " tanya Rendy yang sangat khawatir padanya .


" hmm " hara tersenyum .


lalu kembali menundukkan kepalanya rendy terus berpikir kenapa tingkah hara berubah sekalian detik nya . namun ia berusaha tetap berpikiran positif untuk hara .


beberapa jam kemudian hara tertidur ia menyenderkan kepalanya di bantalan kursi tapi kemudian ia menyenderkan kepalanya pada bahu Ken dan Ken langsung menatapnya .


" bahkan ketika kau tidur kau masih terlihat cantik " gumam Ken dalam hati .


Rendy hanya melihat semua drama yang terjadi di depannya itu ia tersenyum kecil melihatnya lalu ia kembali menundukkan kepalanya melihat Sam yang tidur di pangkuannya sedangkan Jeny dan bibi mereka saling menyenderkan kepala masing-masing .


setelah perjalanan panjang itu akhirnya mereka tiba di Indonesia pesawat sudah mendarat di bandara lalu mereka di jemput oleh anak buah Rendy yang sudah menunggu kedatangannya .


diperjalanan menuju rumahnya hara nampak begitu gugup sedari tadi ia terus menundukkan kepalanya entah kenapa dirinya merasa takut dan juga bahagia akhirnya setelah sekian lama akhirnya ia kembali pulang.


Ken yang sedari tadi terus melihat hara menundukkan kepalanya ia pun menggengam tangan hara .


" jangan takut " Ken berusaha menenangkan hara ia mengerti apa yang hara alami .


hara menatap Ken lalu tersenyum padanya .


" apa kau ingin makan sesuatu ? " tanya Rendy pada hara yang duduk di kursi depan .


" tidak kak " ujar hara .


" baiklah " kata Rendy ia juga mengerti bagaimana perasaan hara .


satu jam kemudian mereka sudah sampai di sebuah rumah yang begitu megah pagar besi yang dilapisi emas itu berdiri tegak didepannya .


lalu gerbang itu terbuka secara otomatis 2 mobil masuk ke halaman yang luas itu .


hingga mobil itu berhenti dan semua orang turun .


" astaga , bahkan rumah ini lebih besar dari rumah di Lebanon " ujar bibi yang tercengang melihat rumah megah berdiri didepannya dilapisi cat berwarna putih .


" bahkan halamannya saja seperti lapangan bola " Jeny terus memutar kepalanya mengelilingi tempat itu.


Rendy tersenyum mendengar ucapan bibi Dan Jeny itu sedangkan hara hanya berdiri tegak menatap kosong ke arah rumah itu .


" hara ayo " ujar Rendy yang sedang memapah Sam yang ketiduran itu .


tetapi hara tetap berdiri ditempatnya .


lalu Ken berinisiatif menggandeng tangganya .


lalu hara berjalan pelan mengikuti ken yang berjalan disampingnya .


setelah tiba didepan pintu utama yang besar itu Rendy lalu membuka pintu itu dengan perlahan hingga pintu itu terbuka sangat lebar .


" ayo masuk semuanya " ujar Rendy .


" wah " Jeny masih dibuat takjub olehnya .


lalu hara berjalan pelan menuju pintu itu saat diambang pintu kakinya berhenti berjalan kenapa kakinya begitu berat untuk masuk kesana jantungnya pun berdetak dengan cepat .


lalu Rendy menghampiri hara ia gandeng adiknya itu dan dengan langkah berat hara mengikuti hingga air masuk ke dalam .


hara terus menatap rumah itu rumah yang setelah sekian lama ia tinggalkan dan sekarang ia kembali lagi kesini .


didinding itu banyak sekali foto yang bersejajar disana foto dirinya dan juga ibunya .


" maaf , tuan kami sudah membersihkan setiap kamar kami sudah selesai dan akan segera pulang " ujar kepala pelayan itu .


" baiklah , terima kasih " Rendy tersenyum ramah pada para pelayan itu .


" hmm , kalian bisa memilih kamar dimana kalian akan tinggal di bawah ada 3 kamar dan diatas ada 5 kamar kecuali 2 diatas itu kamar hara dan juga ibu kami " jelas Rendy .


" astaga banyak sekali kamar disini " gumam Jeny dengan pelan .


" bahkan mereka sangat kaya tapi jika mereka ditakdirkan untuk kehilangan tetap saja tidak akan ada artinya semua kekakayaan ini " lirih bibi dalam hati .


" semoga kau terus membuat nona hara dan semua orang bahagia didalam rumah ini " sambung bibi lagi .


" Sam , apa kau mau memilih kamar ? " tanya Rendy .


" yang terpenting aku tinggal bersama kalian aku sudah senang " ujar Sam.


" baiklah , pak Harto " teriak Rendy .


lalu tibalah seorang pria setengah Baya yang muncul dari belakang .


" bisakah pak Harto mengantarkan mereka kekamar masing-masing " kata Rendy .


" ah baiklah Tuan , ayo ikuti aku " ujar pak Harto dengan ramah .


" hara " Rendy menatap adiknya itu yang terus melamun didepannya .


" apa kau takut ? " tanya Rendy dengan pelan .


hara masih tidak menjawabnya .


" sebaiknya dia istirahat dulu , mungkin dia lelah karena perjalanan yang jauh " kata Ken .


" ayo , kakak antar ke kakamar mu " rendy pun membimbing adiknya untuk naik keatas kekamar nya dahulu .


sedangkan ken ia terus menatap gadisnya yang sedang dipapah oleh Rendy itu .


" trauma mu sangat besar , hingga kau tidak mampu untuk melihatnya " ujar Ken .


sedangkan hara dan Rendy sudah tiba di depan kamar hara lalu Rendy membukakan pintu kamar nya hingga hara masuk ke dalamnya dengan langkah berat ia berjalan matanya terus mengelilingi kamarnya itu kamar itu masih sama seperti waktu ia Kecil dulu tidak ada yang berubah sama sekali bahkan semua barang-barang disana itu barang yang hara gunakan pada saat masih berusia 6 tahun .


kamar yang bernuansa pink itu sangat cantik banyak boneka yang dulu sering dibawa main olehnya .


" ini tidak berubah " ujar rendy .


hara pun langsung menatap Rendy .


" kakak tidak pernah membiarkan siapapun merubah semua ini dan tempat ini tidak akan pernah berubah " sambung rendy .


" dulu , aku sering bermain boneka itu diatas kasur hingga ibu membawakan aku susu agar aku segera tidur " lirih hara .


" hmm , kakak tau " Rendy menganggukkan kepalanya .


" terima kasih kak " ujar hara lalu memeluk Rendy .


" terima kasih untuk segalanya , terima kasih karena telah menjaga semua ini " hara pun tidak bisa menahan air matanya lagi .


" jangan ucapkan itu lagi , ini tugas kakak " Rendy pun membalas pelukan hara .


" aku ingin ke kamar ibu " Kata hara yang melepaskan pelukannya itu .


" sebaiknya istirahat dulu , kakak sedang memesan makanan ayo turun kita akan makan dibawah "


" ayo " rendy kembali membawa hara ke bawah .


dan disana semua orang sudah berkumpul di meja makan .


" makanan sudah tiba tuan " ujar pelayan itu .


" baiklah terima kasih , ayo duduklah " Rendy pun membantu hara untuk duduk di kursi .


lalu setelah itu ia juga duduk di kursi tengah .


" ayo makan " ujar Rendy lalu semua orang makan dengan lahap kecuali hara yang masih belum menyentuh makanannya.


ia terus manatap kursi di samping kanan sebelah rendy ia mengingat saat-saat dulu ibunya selalu duduk dikursi sebelah kanan itu sambil menyuapi hara kecil .


"ibu " gumamnya dengan pelan .


Ken yang mendengarnya ucapnya hara itu langsung menatap hara .


" apakah sesakit itu ? hingga kau selalu bersedih . aku tidak tahan melihatmu menangis " gumam Ken Dalam hati ia terus menatap manik mata hara yang hampir menetes kan air matanya itu .


" aku berjanji tidak akan pernah membiarkan mu menjatuhkan air matamu lagi " sambungnya lagi .


setelah selesai makan semua orang beristirahat dikamar mereka masing-masing hara yang sedang duduk di ranjang kamarnya itu terus menatap kosong kamarnya .


beberapa saat kemudian ia memutuskan untuk ke kamar ibunya ia keluar dari kamarnya menuju kekamar ibunya yang hanya kelang 2 ruangan .


ia pun membuka pintu itu dengan pelan ia menatap nanar kamar itu hatinya begitu sakit luka yang akan terus basah di hatinya luka itu tidak akan pernah mengering untuk seumur hidupnya .


ia berjalan pelan matanya mengelilingi tempat itu sama , kamar itu tetap sama seperti dulu kamar yang sangat ibunya sukai .


ia beralih menuju dinding di samping sofa itu ia tatap dinding itu banyak sekali foto dirinya lalu ada satu foto yang ia ambil foto dia dan ibunya . ia pun berjalan pelan menuju ranjang ia pegang dan ia rasakan ranjang itu masih sama rasanya sangat lembut .


ia pun tidur di ranjang itu ia peluk foto itu matanya ia pejamkan seolah-olah ia merasa jika ibunya sangat dekat dengannya .


" aku menyayangimu Bu " gumamnya dengan pelan Sambil terus memeluk foto itu .


hingga ia tertidur disana Sampai sore hari ia masih belum bangun. Ken yang sedang akan menuju kamarnya tiba-tiba melihat sebuah kamar terbuka lalu ia masuk dilihatnya hara sedang tidur disana sambil memeluk sebuah foto .


lalu ia ambil foto itu dari tangan hara ia tatap foto itu .


" wanita ini sepertinya aku mengenalnya " ken manatap tajam foto itu.


" tapi dimana , aku pernah bertemu dengannya " ujarnya .


" ibu .... ibu " lirih hara dalam tidurnya .


Ken pun langsung memegang tangan hara yang sedari tadi terus bergerak .


" jangan pergi , aku mohon " hara pun memeluk tangan Ken hingga tubuh Ken sangat dekat dengan tubuhnya .


" apa ini bahkan aku bisa merasakan hembusan nafasnya " Ken salah tingkah dibuatnya karena tubuhnya sangat dekat dengan hara .


tapi Ken terus menatap wajah wanita itu dilihat wanita itu sedang tidur tapi wajahnya menggambarkan ketakutan .


" aku tidak akan pergi " Ken tersenyum lalu ia memberanikan diri mencium kening hara .


cup


Ken pun tersenyum lalu hara menggeliat dari tidurnya .


sontak Ken membelalakkan matanya .


" aku mencintaimu " ujar hara dalam tidurnya .


jangan lupa untuk like komen dan vote ya teman-teman