
setelah hara dimasukkan kedalam mobil tiba-tiba laki-laki itu menghalangi jalan mobil tersebut lalu keluarlah para bodyguard itu.
" apa yang kau lakukan, pergilah jika tidak kami akan membunuhmu " ucap salah satu bodyguard itu .
tapi laki-laki itu tetap diam hanya menatap para bodyguard itu dengan tatapan tajam nya .
" hey ! aku bilang menyingkirklah jangan halangi kami " ucap bodyguard itu dengan menodongkan pistolnya .
" ah maaf aku lupa , aku hanya ingin bertanya pada kalian (sambil mendekat ke arah bodyguard itu ) dimana gadis itu bekerja aku akan kesana ." ucap laki-laki misterius itu lalu dengan cepat dia ambil pistol itu dari tangan bodyguard dan terjadilah pertengkaran disana .
tiba-tiba hara keluar dan berlari dari dalam mobil selagi para bodyguard dan pria misterius itu bertengkar . sedangkan dua bodyguard itu tidak menyadari jika hara sudah keluar setelah terjadi beberapa pukulan itu mereka kalah dari laki-laki misterius dan tergeletak begitu saja .
sedangkan laki-laki itu mengejar hara dan langsung saja mereka berlari bersama .
" ayo cepat ikuti aku " ucap pria itu sambil menggandeng tangan hara.
" kita akan kemana , aku sudah lelah." ucap hara dengan suara yang ngos-ngosan .
" kita akan masuk ke lorong itu dan kita akan bersembunyi disana , ayo cepat " ucap pria itu .
dan tak lama setelah itu sampailah mereka ke sebuah tempat yang hanya berukuran satu kamar saja .
" apa ini tempatnya? " ucap hara dengan nafas yang masih ngos-ngosan.
" hmm " ucap laki-laki itu. " duduklah aku akan mengambilkan air untukmu " sambungnya lagi .
" terima kasih " ucap hara dengan lembut .
" kenapa kau lari dari mereka?" ucap nya
" kau boleh mendeskripsikan aku seperti yang mereka katakan tentang ku" ucap hara dengan datar .
" baiklah itu terserah padamu " ucap pria misterius itu lagi ." apa kau akan tetap disini ?" lanjutnya.
" a-aku akan pergi dari sini " kata hara .
" terserah kau saja " sambung pria itu .
" terima kasih kau telah membantuku, seperti yang aku katakan padamu . tapi aku tidak membawa apa-apa sekarang katakan saja siapa dirimu dan aku akan mencari mu nanti " ucap hara dengan nada yang lemah . dia sebenarnya takut dan tak tahu kemana dia akan pergi setelah ini . jika dia pergi dari negara ini dia membutuhkan paspor tapi paspor nya ada dirumah yang bahkan dia tak ingin Tinggali.
" aku bukan pria yang memanfaatkan seorag wanita lemah " ucapnya nya sambil menatap wajah hara . entah apa yang dia pikirkan tentang hara , apakah dia percaya apa yang bodyguard itu katakan atau malah sebaliknya .
" tidak .. jangan seperti itu aku tidak ingin ada komentar hutang pada seseorang " kata hara.
" baiklah jika itu yang kau mau , aku akan mengatakannya saat aku membutuhkannya" kata laki-laki itu .
" ini... pakailah jaket kau akan kedinginan nanti " ucap pria itu sambil memberikan jaket yang ia pakai .
" hmm baiklah " ucap hara dengan datar . " aku pergi " sambungnya lagi.
" ya." kata pria itu.
setelah itu dia menutup pintu dan berjalan kearah ranjangnya
" apakah dia wanita seperti itu? tapi.. dia kelihatan nya gadis polos dan lugu dari wajahnya dia terlihat anak baik-baik " ucap nya
" aish .. sial kenapa aku memikirkan itu , itu bukan urusan ku selama ini aku tidak pernah ingin tahu tentang seseorang . ah aku bisa gila ayo berpikir lah dengan benar " ucapnya sambil menggeleng-gelengkan kepala.
" ah aku hampir lupa bertanya namanya " katanya lagi " ah sudahlah aku tidak perduli " sambungnya .
dilain sisi seorang perempuan terus berlari tak tahu arah tujuan kemana dia akan singgah dan dimana dia akan tinggal , dia tak begitu tau negara ini karena semenjak dia dipaksa ke Lebanon dia hanya dikurung didalam rumah itu tak sedikit pun dia bisa keluar dari rumah itu walau hanya di taman rumah saja . tiba-tiba ia terhenti ketika melihat seorang ibu dan anak yang sedang duduk dicafe yang sedang menikmati eksrim . dia membayangkan masa kecilnya saat sedang bersama ibunya .
*flashback on
" sayang... apa kau suka rasa ice cream ini " kata ibunya sambil memegang pipi hara.
" iya ibu , aku sangat suka rasa coklat dan vanila ( sambil tersenyum dan tertawa) ibu... aku ingin ice cream nya ditambah pakai wafer. " kata anak kecil itu yang berusia 5 tahun
ya saat itu hara sedang barusia 5 tahun dia sangat ceria dan juga pintar serta anak yang sangat menyayangi ibunya .
" baik tuan putri " ucap ibunya lalu mereka tertawa bersama .
flashback off*.
" ibu.. aku merindukanmu " katanya sambil meneteskan air mata . " jika saja ibu bersamaku kita akan makan ice cream tiap hari . " sambungnya lagi .
tapi tiba-tiba ada yang berteriak dibelakang
" hey berhenti " ucap orang itu
lalu hara langsung berlari sekuat tenaga tiba-tiba dipersimpangan jalan sedang terjadi kecelakaan dan terlihat di jalanan banyak sekali darah dan para reporter disitu . langsung saja hara merasakan pusing dan mulai mengingat secuil kisah yang terjadi padanya
"ibu .....ibu... tidak ibuu kenapa ada banyak darah " katanya dengan gemetar saat ibunya bersimbah darah di sekujur tubuhnya seketika banyak wartawan dan reporter yang meliputnya dan bertanya-tanya padanya hingga dia tak sadarkan diri .
" ibu" katanya dengan nada yang sangat lemah . langsung saja dia pingsan tak sadarkan diri .
lalu orang yg mengejarnya itu mendekatinya dan mulai mengangkat tubuhnya dan membawanya ke suatu tempat .
hai reader makasih ya udah baca novel aku . author ngucapin terima kasih yang sebesar-besarnya apalagi para reader men -like dan komen novel nya dan juga jangan lupa vote ya 😊