Looking For A Destination

Looking For A Destination
ulang tahun Sam



setibanya di rumah Ken langsung saja turun dari mobil kemudian ia buka pintu mobil belakang lalu ia ambil kotak kue coklat itu segera ia pergi meninggalkan bibi dan Jeny yang masih di mobil .


" astaga anak itu , seperti dikejar hantu saja " ujar bibi .


" emang hantu punya kaki bi? " tanya jeny dengan muka polosnya itu .


bibi pun menatap Jeny dengan kesal .


" apa burung berlari dengan kaki ? "


Jeny pun berpikir matanya menatap keatas .


" mana aku tau bi , disekolah aku tidak mempelajari tentang hantu tapi aku selalu dihantui saat pelajaran matematika dimulai "


" astaga, kenapa tuhan mengirimkan anak ini dihadapanku " bibi pun menepuk jidatnya .


sedangkan ken ia terus berlari menaiki anak tangga agar segera sampai ke kamar perawatan hara ia membawa kue itu dengan hati-hati agar tidak rusak sedikitpun .


setibanya disana ia mendekati hara .


ia pun tersenyum pada hara


" apa kau tau apa yang aku bawa ? " tanya Ken .


" apa yang kau bawa aku tidak tau " jawab hara dalam hati .


Ken pun menarik nafas dalam-dalam lalu kembali tersenyum.


" kue coklat " ujar Ken lalu menaruh kue itu diatas nakas.


" kue coklat ? " tanya hara dalam hati.


" hmm , aku membeli ini untukmu , kue ini berbentuk bintang kau sangat suka bintang kan ? orang itu bilang kue ini memiliki arti yang sangat dalam yaitu cinta dan perjuangan " jelas ken ia terus menatap hara dengan dalam wajah yang selalu ia impikan setiap hari agar terbangun dari tidur panjangnya itu .


" aku sangat menyukainya " kata hara dalam hati .


" Jeny memberitahuku kalau kau sangat suka dengan kue coklat lalu aku membelikan ini untukmu "


saat sedang menatap hara ia melihat wadah kecil berisi air untuk mengelap tubuh hara .


lalu ia ambil wadah itu , ia keras handuk kecil itu dan ia lap kan pada tangan hara dengan pelan .


" bisakah kau memenuhi semua impianku sekarang ? aku tidak akan pernah bosan menunggu semua itu . tapi aku sangat merindukanmu " lirih Ken yang masih mengelap tangan hara .


" aku berjanji akan bangun suatu saat nanti, tapi aku tidak tahu kapan waktunya " lirih hara dalam hati .


tiba-tiba Sam masuk begitu saja kedalam kamar hara Ken pun langsung menoleh saat Sam ada disampingnya.


" apa kakak sedang berbicara pada kak hara ? " tanya sam .


" iya " ujar Ken lalu tersenyum .


" kakak , aku Sam disini , apa kakak tau ? aku selalu melihat kak Ken menangis dan tidak pernah tidur setiap malam " ujar Sam dengan polosnya .


lalu Ken pun membelalakkan matanya .


" bulan depan , aku ulang tahun bisakah kakak menemaniku tiup lilin ? aku ingin merayakannya bersama kakak hara " ujarnya dengan semangat .


" apa kakak mau ? pasti kakak tidak mau ya " sambungnya lagi dengan nada yang kecewa .


Ken yang melihat itu pun langsung menaruh wadah kecil itu ke nakas lalu ia memangku tubuh kecil ken .


" jangan sedih, kak hara akan tetap ada bersama kita " ujar Ken yang menenangkan Sam .


lalu Sam pun memeluk ken dengan erat .


satu bulan kemudian


semua orang sedang sibuk mempersiapkan acara ulang tahun untuk Sam di panti asuhan tempat Sam dititipkan tapi semenjak kecelakaan itu Sam tinggal di rumah besar itu .


sebenarnya Sam tidak ingin merayakan hari ulang tahunnya ia sedih karena hara tidak bisa hadir dalam acara nya tapi Rendy memberitahunya jika acara ulang tahunnya


Haris dirayakan di panti karena ia sangat terharu karena Sam tidak pernah merayakan ulang tahunnya sama sekali .


walaupun mungkin waktunya tidak tepat karena hara masih dalam keadaan tidak sadar tapi itu bisa membuat mereka selalu berdiam di satu tempat saja mereka harus membuat semua orang bahagia .


Dan juga Rendy berpikir itu semua untuk hara , karena hara sangat menyayangi sam . Rendy pikir hara juga akan bahagia melihat Sam bahagia .


semua orang sudah hadir di panti itu ada ken , Rendy , bibi Injah , Jeny , ricko dan juga Jefry .


tapi rumah itu dijaga dengan sangat ketat oleh anak buah Jefry .


sebenarnya Ken tidak mau ikut , ia ingin menjaga hara tapi karena rendy memaksanya ia pun terpaksa mengikuti semua keinginan Rendy .


" ayo anak-anak kita berkumpul " ujar Jeny yang sudah merapikan tempat duduk mereka .


mereka merayakannya ditaman samping panti asuhan itu .


sedari tadi bibi yang mengurus makanan anak-anak .


sedangkan rendy , Ricko dan Jefry mereka bermain bersama anak-anak yang lucu-lucu itu .


tapi tidak dengan Ken sedari tadi ia terus melamun entah pikirannya ada dimana sepetinya ia sangat mengkhawatirkan hara .


Rendy yang melihat Ken sedang duduk ditaman dengan raut wajah cemas itu pun langsung menghampirinya .


" kenapa kau disini sendirian? " tanya Rendy yang langsung duduk di samping Ken .


" aku mencemaskannya " ujar Ken tanpa melihat Rendy .


" aku juga mencemaskannya , jangan khawatir dia akan baik-baik saja disana sudah ada penjaga " Rendy berusaha membuat Ken tenang .


" baiklah , aku kesana dulu , ayo kau juga harus bergabung " rendy pun berdiri lalu menghadap tubuhnya ke arah Ken .


" hmm " Ken pun mengangukkan kepalanya.


Rendy pun tersenyum lalu pergi meninggalkan Ken sendirian .


" tidak , aku harus pergi sekarang " ken pun berdiri dan langsung berlari ke tempat parkir secepatnya .


bibi yang melihat itu pun bingung kenapa Ken berlari seperti itu .


" kennnn" teriak bibi


tapi Ken tidak memperdulikan nya ia terus berlari


" ada apa dengan anak itu , jeny.... ayo bantu aku " teriak bibi memanggil jeny .


" baik bi " Jeny pun menghampirinya .


" ayo , cepat bawa makanan ini ke meja ujung sana " perintah bibi.


sedangkan disisi lain Ken terus melajukan mobilnya dengan cepat ia sangat mengkhawatirkan hara entah kenapa perasaannya tidak baik saat ini .


beberapa saat kemudian ia sampai ke rumah tapi ia bingung kenapa Tidak ada yang menjaga rumah di gerbang depan .


ia memarkirkan mobilnya di halaman lalu ia turun dari mobil ia berlari melihat ke depan hingga halaman depan itu .


ia sangat curiga kenapa tidak ada yang menjaga rumah sama sekali


tiba-tiba ia berhenti mengingat sesuatu .


" hara " pikirnya dengan cepat .


" sial , kenapa aku ceroboh " lalu ia berlari masuk kedalam rumah ia menaiki tangga itu dengan cepat lalu ia menaiki satu tangga lagi ajar segera sampai ke ruangan hara di lantai 3


setelah sampai ia berlari sekuat mungkin lalu membuka pintu kamar hara .


Brakk


bunyi suara pintu itu dengan kuat karena Ken mendorongnya begitu saja .


ia melihat sekitar ruangan itu dan matanya tertuju pada ranjang tidur hara .


hara tidak ada disana lalu ia berlari menghampiri ranjang itu .


wajah nya semakin menunjukan kecemasan ia menelpon Rendy tapi tidak dijawab lalu ia kembali menelpon Jeny sama , tidak ada jawaban sama sekali .


ia pun langsung membanting ponselnya itu .


" haraaaaaaaaa" teriaknya sambil menjambak rambut nya itu.


Hay readers ! jumpa lagi sama aku hehheh gimana episode kali ini ? hara gimanaya kabarnya .


terus tunggu up selanjutnya ya dan jangan lupa untuk


LIKE , KOMEN dan VOTE ya 😊