Looking For A Destination

Looking For A Destination
hasil tes DNA



beberapa saat kemudian Ken sudah sampai di perusahaan hara , ia turun dari mobil dengan gagahnya yang bisa membuat semua kaum hawa meleleh melihatnya , ia berdiri disamping mobil menunggu kedatangan hara .sebenarnya ia ingin menjemput nya keatas tapi hara menolak karena tidak mau merepotkan kan .


Ken terus berdiri dengan kedua tangan yang berada dikantong saku celananya .


dan harapun terlihat sudah keluar lalu ia tersenyum saat melihat Ken yang berdiri dengan gagahnya ia pun kembali berjalan dan menghampiri ken .


lalu Ken berbalik arah dan melihat kekasihnya yang menghampirinya ia tersenyum manis pada hara .


" kau lama menungguku ? " tanya hara .


" tidak , aku baru sampai " jawab ken lalu ia merapikan poni hara yang berterbangan karena angin .


" aku merindukan mu " ucap Ken .


" yang benar saja , pagi tadi kita bertemu , seperti tidak bertemu bertahun-tahun saja " jawab hara .


" apa aku salah jika merindukan kekasihku ? " ujar Ken dengan wajah cemberut .


hara tersenyum gemas melihatnya lalu mencubit pipi Ken .


" ahhhhhhh " rintih Ken .


" pacarku yang tampan " gumam hara .


" ayo jalan " ajak hara .


" siap tuan putri " Ken pun membukakan pintu mobil untuk hara dan segera mereka meninggalkan tempat itu .


setelah sampai di sebuah cafe mereka berdua memesan makananan dan minuman .


setelah memesan Ken melihat raut wajah hara yang terus melamun dari tadi entah apa yang ia pikirkan .


" apa ada sesuatu yang membuat mu sedih ? " tanya Ken .


" ha ? eh ... tidak ada " hara tersenyum seraya menggelengkan kepalanya .


" jangan berbohong padaku hara , aku tau apa yang kau cemaskan " ucap Ken lalu ia raih tangan hara dan ia genggam tangannya .


" apapun hasilnya , aku yakin Rendy akan terus menyayangimu " sambungnya lagi .


" tapi bagaimana dengan hubungan kami , aku takut... aku takut setelah hasil itu keluar dan mengatakan jika kakak adalah Anak kandungnya " ujar hara dengan sedih .


" ada aku disini , jangan khawatir ya " Ken berusaha menenangkan hara .


" aku akan terus bersamamu apapun yang akan terjadi nanti " lanjutnya lagi .


keesokan harinya .


hasil tes DNA sudah keluar , Sira dan kakaknya sedang menunggu untuk


mengambil hasilnya , lalu tibalah Rendy dan Arya disana . entah apa yang dipikirkan Rendy sekarang ia terus diam tanpa menatap semua orang disana .


" ini hasilnya " ujar seorang dokter laki-laki tua .


" baiklah , terima kasih " ucap kakak Sira yang mengambil hasil itu .


saat kakak Sira akan membukanya Rendy langsung berdiri .


" tunggu " ujarnya dengan lantang


dan semua orangpun menatapnya .


" aku akan membukanya di rumah ibuku saja " ucap nya lagi .


" untuk apa disana ? aku tidak mau " tolak Sira .


" jika tidak mau ya sudah , aku batalkan ini dan aku akan menghancurkan hasil tes itu tanpa ada seorangpun yang melihat nya " tegas Rendy .


sirapun menatap kakaknya lalu makanya menggelengkan kepalanya .


" baiklah , kami akan membukanya disana " ucap kakak Sira.


setelah sampai di rumah Rina semua orang berkumpul di ruang tamu tak ada satupun yang mengeluarkan suara disana hanya ada ketegangan diantara mereka .


" aku akan membukanya sekarang " ucap kakak Sira .


lalu ia perlahan membuka surat itu dan ia membaca hasilnya lalu menatap semua orang yang sudah tegang itu .


" hasilnya adalah. " ucapnya .


" apa ? " ujar Jeny .


dan semua orang yang mendengarnya semu hanya bisa menatap tak percaya atas apa yang mereka dengar .


" akhirnya aku menemukan anakku " ucap Sira .


sedangkan rendy hanya diam tak berkutik Disana , tetapi hara ia juga tidak bisa berkata-kata lagi hatinya hancur benar-benar hancur , saat Ken melihat raut wajah hara ia mendekati hara lalu memegang bahunya .


" sudah jelas kan , kalau Rendy adalah keponakan ku , maka sekarang juga aku akan membawanya bersamaku " tegas kakak sira.


" tidak " ujar hara.


" kenapa ? apa kau begitu egois sekarang ? " ucap kakak Sira .


" dia kakak ku , tidak ada yang boleh membawanya pergi dari sini " ujar nya.


" tidak , kakak .... kakak akan tetap disini kan ? bersamaku " hara mendekati Rendy lalu berjongkok dihadapan Rendy yang duduk di sofa itu ia menatap Rendy Dengan penuh harapan .


" kakak jawab aku ... aku mohon , jangan pergi , kau sendiri yang bilang padaku jika kau tidak akan pernah meninggalkan aku , kakak.... " sambungnya lagi hingga membuat siapapun yang melihatnya sangat iba .


" iya nak Rendy , bukankah kalian berdua telah berjanji untuk selalu bersama " saut bibi .


" kakak jangan diam saja " hara


menggoyangkan kedua tangan kakaknya .


dengan angkuh Rendy berdiri tanpa memperdulikan hara yang jongkok dibawah , hara tertegun saat melihat reaksi Rendy lalu ikut berdiri .


" Rendy katakan sesuatu , jangan membuat kami semua bingung " ujar Ken .


" kau laki-laki kau harus membuat keputusan " sambung nya lagi.


" aku akan tinggal disini selama tiga hari , setelah itu aku akan tinggal bersama kalian " ucap Rendy .


" kakak jangan seperti itu , jika kau takut karena aku punya dendam padanya , maka aku akan menyerah , aku tidak akan melanjutkan semuanya lagi kak , aku mohon jangan pergi , tidakkah kau memikirkan ku , bagaimana ku sendirian disini " jelas hara iapun meneteskan air matanya .


" nak hara tenanglah " Bibi menghampiri hara dan mengelus bahunya .


" tidak , jangan pergi , aku mohon " ucap hara lagi .


" ini sudah keputusan kakak , kakak harap kau menerima semuanya " ucap Rendy dengan dingin .


" baiklah kami akan menunggu kedatangan mu nanti " ucap kakak Sira .


" nak , kenapa Kau harus disini . lebih baik sekarang saja " ujar Sira .


" aku perlu membereskan semua barang-barang ku " jawab Rendy .


Rendy pun naik keatas masuk ke kamarnya meninggalkan hara yang menangis dibawah .


" ini hukuman untukmu anak kecil , jadi jangan sok pintar denganku . atau ... "


" sudahlah ayo kita pulang sekarang , dan biarkan dia menangisi kakaknya itu " potong Kakak Sira .


" hara , ayo ikut denganku " Ken pun membawa hara ke atas .


" aku tidak percaya bi , bagaimana mungkin tuan Rendy anaknya Sira " gumam Jeny .


" apapun bisa terjadi , kita tidak tahu apa yang sudah ditakdirkan untuk kita " jawab bibi .


" aku kasihan melihat nona begitu sedih " ujar Jeny .


sementara itu diperusahaan Wijaya , ia juga terkejut mendengar semuanya dari sekretaris nya tidak lain pak Heri . ia berdecak saat mengetahuinya .


" aku tidak percaya jika anakku masih hidup " ucapnya .


" aku juga sama , tapi bukankah itu bagus untuk perusahaan mu ? " tanya pak Heri .


" memang bagus untuk perusahaan ku tapi akan lebih bagus untuk Sira , dia akan menggunakan anaknya untuk menghancurkan hara nanti , aku tidak tau apa yang terjadi padanya sekarang , semoga anakku baik-baik saja " ucap Wijaya .


" aku punya anak perempuan sama seperti bapak , usianya 20 tahun , dia terpukul saat tau kakaknya menderita lumpuh , bagaimana Nanti jika kakaknya pergi dia akan semakin sedih , apa bapak tidak pernah berpikir untuk melihatnya atau menemui Nya sekali saja " jelas pak Heri .


" sudahlah , lebih baik kau bekerja " jawab Wijaya seakan tak mau menjawabnya .


sekretaris Heri hanya mengembuskan nafas kasarnya lalu meninggalkan Wijaya sendiri .


" aku takut sebelum waktumu habis , kau tidak bisa menemui anakmu " gumam pak Heri .