
" Bu , sudah waktunya pulang " ujar Nisa ia masuk kedalam ruangan .
hara dan Ken pun menoleh padanya .
" benarkah ? " hara menengok jam tangannya .
" hmm , benar baiklah , kalian semua pulanglah jangan ada yang lembur hari ini besok weekend nikmati waktu kalian bersama keluarga kalian " ujar hara iapun berdiri lalu mengambil jaketnya .
begitu juga Ken ia membereskan semua berkas Yang ada di meja .
" baik terima kasih Bu " Nisa nampak kegirangan mendengarnya hara hanya membalas senyuman pada Nisa .
nisa pun pergi dengan tergesa-gesa untuk memberi tahu teman-teman nya .
" Bu hara menyuruh kita semua pulang dan tidak ada yang lembur dia menyuruh kita istirahat " ujar Nisa pada semua karyawan .
" benarkah ? wah kita bisa karaokean kalau begitu bagaimana ? " kata karyawan laki-laki itu .
" tunggu apa lagi ayo kita pulang dan nikmati ini . " jawab karyawan laki-laki lainnya dengan semangat.
" semenjak Bu hara kemari , perusahan semakin maju dan karyawan semakin semangat " kata karyawan seorang wanita .
" ya kau benar " jawab yang lainnya .
mereka selalu memuji hara Karena kebaikan .
sedangkan didalam ruangan hara sedang memakai sepatu heels nya karena ia tidak nyaman menggunakan sepatu tinggi saat sedang sedang bekerja ia menggunakan sepatu biasa .
" para karyawan nampak sangat bahagia " ujar Ken ia berdiri di depan meja hara dengan menyilangkan tangganya dan tersenyum menatap hara .
" ya , mereka harus seperti itu jangan terlalu membebaninya dengan banyak perkerjaan lagipula mereka memliki keluarga yang harus selalu mereka perhatikan " ujar hara masih membenarkan posisi sepatunya .
Ken tersenyum mendengarnya lalu mengambilkan tas Hara yang ada disamping .
" terimakasih " ujar hara karena Ken membantunya berdiri .
sesampainya dirumah mereka langsung naik keatas untuk berkemas bersiap akan pindah ke villa , semua orang menunggu hara dan Ken untuk turun ke bawah .
tak lama kemudian Ken dan hara pun turun para pengawal membantu membawakan koper mereka .
" kakak , apa kau benar-benar harus pergi ? " tanya sam pada keduanya dengan raut muka sedih .
hara pun memeluknya .
" kakak tidak jauh , jika Sam mau kakak akan datang menemui mu " ujar hara .
" tapi kakak akan sendirian disana , dan kami juga kesepian tanpa kakak " kata sam lagi .
" jangan sedih , ini hanya sementara dirumah ada kak Jeny , bibi injah ada kak Rendy dan yang lainnya juga ada kak Jefry " ujar hara orang yang disebut pun tersenyum bergaya itulah Jefry .
" hara , semuanya sudah siap " kata Rendy yang datang setelah memastikan semuanya kebutuhan hara disana .
" baik kak " jawab hara .
merekapun Melepaskan pelukan itu .
" bibi , tolong jaga kakak ya dan juga yang lainnya terutama anak tampan ini " hara mengacak-acak rambut Sam .
" tentu nona , tanpa disuruh pun bibi sedia melakukannya " jawab bibi .
" jika ada sesuatu atau nona kesepian nona bisa menelpon ku ya " ujar Jeny .
" tentu saja " Jawab hara .
" pergilah sekarang , sebelum ada yang tau " ucap Rendy .
" kakak " lirih Sam
hara pun menatap lekat wajah Sam ia tahu betul anak ini akan menangis ia sangat sedih .
" jangan menangis , kakak tidak sendirian kak Ken akan ikut bersama kakak " ujar hara .
" kakak punya tugas untukmu " sambungnya lagi .
" apa itu ? " tanya sam .
" jangan menangis , makan tepat waktu , belajar setiap hari dan jaga semua orang kakak percaya Sam anak yang berani , semangat " hara berusaha untuk memberikan senyuman dan kebahagian untuk Sam ia tidak ingin melihat Sam menangis hari ini .
" berjanji lah kak Ken akan menjaga kakak " ucap Sam .
" ya , kakak berjanji " jawab ken .
mereka semua pun keluar untuk mengantarkan hara dan Ken kedalam mobil semuanya terlihat sedih saat melepaskan kepergian keduanya .
disepanjang perjalanan hara sangat lelah karena seharian ia bekerja belum juga istirahat begitu juga dengan Ken kemudian ia pun melirik ken .
" apa kau tidak lelah ? " tanya hara .
" aku sudah biasa , tidurlah jika mengantuk aku akan membangun kan mu jika sudah sampai " ujar Ken masih terus fokus mengemudi.
" baiklah " jawab hara iapun kemudian terlelap tidur menutup matanya perlahan .
Ken tersenyum melihatnya lalu menambahkan kecepatan nya .
3 jam kemudian mereka sudah sampai di sebuah villa mewah di dekat pantai karena sudah malam tidak ada pemandangan yang ada hanya cahaya lampu yang cukup terang namun diatur oleh Rendy agar tidak terlalu tajam untuk masuk kedalam mata .
Ken terus melihat wajah hara yang terlelap dengan lelah itu ia tidak tega membangunkannya dan menggendong untuk masuk kedalam lalu merebahkan nya di sofa dengan hati-hati iapun menyelimuti tubuh hara .
" selamat malam " ucapnya dengan lembut .
Ken pun mematikan lampunya dan tidur di sofa sebelah kiri hara .
keesokan harinya
Ken sudah terlebih dahulu bangun ia langsung mandi dan memasak sesuatu untuk hara sedangkan hara ia masih berkutik dengan mimpinya itu.
jam sudah menunjukkan pukul 9 Ken sudah selesai memasak lalu menatapnya di meja bar dan ia hampiri hara yang masih terlelap .
tetapi hara ia sangat gelisah dalam mimpinya .
*ia sedang ada dilaut menikmati waktu sore hari saat ia kembali ia terus mencari Ken di villa itu .
" Ken,,,, Ken,,,, kau dimana ? aku sudah pulang " teriaknya sambil mencari-cari Ken disekeliling vila .
tapi ia tidak berhasil menemukannya ia pun mengecek kamarnya membuka pintunya perlahan .
" Ken " ucapnya .
iapun tersenyum lalu menghampiri ken yang masih tidur di ranjang .
" Ken ayo bangun ini sudah sore " ujar hara .
ia kemudian beralih menatap ke selimut Ken yang ada bercak merah .
" apa ini ? " pikirnya ia pun langsung membuka selimut itu .
" ahhhhhhh " teriaknya .
tubuhken tertembak dan disekujur tubuhnya dipenuhi darah iapun syok melihatnya lalu menangis* .
sedangkan Ken terlihat khawatir karena tubuh hara dipenuhi keringat kepalanya terus miring ke kanan dan ke kiri seperti tidak nyaman .
" hara kau kenapa ? " tanya Ken .
tapi hara malah memburu nafasnya .
" hara.... ayo bangun , kau membuatku takut " Ken menggoyangkan tubuhnya hara .
hara pun langsung membuka matanya dan memeluk ken dengan erat .
" jangan tinggalkan aku , aku mohon , aku tidak mau kau pergi aku mohon " ujarnya ketakutan .
" aku baik-baik saja disini tenanglah " ujar Ken dengan membalas pelukan hara .
" tidak , jangan pergi " ujarnya lagi .
" tenang lah , kau harus tenang " kata Ken ia mengelus kepala hara .
hara pun tersadar lalu melepaskan pelukannya membuatkan Ken bingung sekaligus khawatir.
" ada apa ? " tanya Ken ia pun duduk di samping hara .
hara pun menatap Ken dengan lekat .
" aku mimpi buruk " ujar hara .
" tenanglah , tidak akan terjadi apa-apa , aku ada disini sekarang " kini Ken yang beralih memeluk hara.
" ayo kita makan dulu " ujar Ken harapun
mengangukkan kepalanya .
sementara itu dirumah sakit seorang laki-laki masih terus koma terbaring lemah tak berdaya ia merupakan laki-laki yang dipukul di restoran bersama Sira .
beberapa lamanya dari awal ia masuk kedalam rumah sakit tidak ada seorang pun yang menjenguk nya .