Looking For A Destination

Looking For A Destination
akting sepasang kekasih



saat ini Sira sedang menata makanan di meja makan ia merayakan ulang tahun suami yang amat sangat ia cintai itu ia terus menatanya dengan bahagia sepeerti istri sungguhan bagi Wijaya .


" aku harus menambahkan apa lagi ya kira-kira " pikirnya sambil tangannya terus menata meja makan itu yang dipenuhi kue dan lain-lainnya .


" nyonya , ada artikel yang menyatakan jika herman's corp akan membangun sebuah wilayah di lahan kosong banyak para perusahaan mendukungnya " ujar Maria yang sedari tadi terus mengamati tablet kerjanya itu .


" biarkan saja , untuk saat ini aku tidak ingin memikirkan itu " jawab Sira santai .


" tapi nyonya , perusahaan kita semakin turun setiap bulan sekian persen itu akan membuatmu ..."


" sudah aku bilang aku tidak mau mendengarnya " potong Sira dengan nada kasar .


" ah baik " imbuh Maria ia pun langsung pergi entah kemana .


" anak itu sepertinya mulai memberontak , aku tidak akan membiarkannya " ujarnya sambil terus menata piring .


kemudian datangkah Wijaya dari lantai 2 ia menuruni anak tangga Itu lalu menuju ke dapur .


sirapun tersenyum saat melihat Wijaya dan memegang kue yang telah ia buat .


sedangkan Wijaya hanya menatapnya biasa .


" selamat ulang tahun suamiku " ujar iapun mencium pipi Wijaya tetapi orang yang dicium pun tidak menunjukkan reaksi apapun .


" jangan adakan pesta atau apapun , aku tidak ingin semakin membuat media memberitakan hal yang tidak-tidak " ujarnya dengan dingin .


" baiklah jika tidak mau tapi jangan menolak hadiah kecil ini dariku " Sira menaruh kembali kue itu lalu menarik kursi agar Wijaya duduk .


Wijaya pun duduk dan langsung memakan semua masakan sira.


" apa yang kau inginkan untuk ulangtahun mu kali ini ? " tanya Sira dengan ramah .


" jangan membuat ulah dengan anakku , biarkan dia melakukan apapun " tegas Wijaya .


" apa ini permintaan sayang ? " tanya Sira .


" ini perintah " tegas Wijaya .


" jika dia tidak membuat sesuatu yang membuatku marah aku tidak akan melakukan apapun lagipula ayahnya ada bersamaku , menikah denganku berarti dia juga anakku kan ? " ujar Sira dengan lembut .


Wijaya menghentikan aktivitas makannya dan menatap tajam Sira.


" dia bukan anakmu , dia anak rina dan putriku " celah Wijaya .


" berhubung ini hari ulangtahun mu aku tidak akan marah " Sira berusaha menahan amarahnya lalu mencium kening Wijaya .


sementara itu sekarang hara , Sam , bibi dan Ken sedang berada di pusat perbekalan hara mengajak mereka semua untuk membeli perlengkapan sekolah untuk Sam karena mulai Senin Sam akan sekolah di bangku SD .


Sam sangat antusias saat memasuki pusat perbelanjaan itu mereka tak henti-hentinya tersenyum .


sedangkan Ken ia hanya mengawal mereka untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu pada hara atau yang lainnya .


" kak , ayo kesana aku ingin melihat buku-buku " tunjuk Sam pada bagian stationary .


hara pun menoleh kearah yang ditunjuk Sam .


" ayo " ujar hara .


mereka berempat pun menuju departemen stationary .


" bisakah bibi mengambilkan trolinya aku akan ketoilet sebentar " tanya hara pada bibi .


" baiklah , tapi aku akan mengantar nona dulu " jawab bibi yang khawatir jika kejadian sebelumnya terjadi lagi .


" hmm baiklah " gumam hara


lalu merekapun berjalan menuju toilet sedangkan Sam mengajak Ken berkeliling mencari buku dan peralatan lainnya .


" kakak , tas ini sangat bagus " tunjuk Ken pada sebuah tas bergambar Spiderman .


" apa kau akan jadi Spiderman ? " tanya Ken .


" tentu saja , aku ingin jadi Spiderman karena ia mempunyai pacar yang sangat cantik " jawab Sam .


" astaga kau kecil-kecil sudah jadi playboy " gumam Ken .


" hahahha " merekapun tertawa bersama.


hara yang dari jauh melihat keduanya tertawa merasa sangat bahagia ini sudah film-film dimana ada yang namanya keluarga sempurna mungkin seperti itulah gambarannya .


" kalian sangat bersenang-senang rupanya " ujar bibi yang mendorong sebuah troli .


" kakak aku mau tas ini " ujar Sam memegang sebuah tas yang ia tunjuk tadi .


" terserah kau saja , ambil semua yang kau suka " hara tersenyum lalu menaruh tas itu di troli .


mereka pun melanjutkan aktivitas perbelanjaan mereka , mereka kesana kemari mengelilingi departemen itu memilih banyak perlengkapan yang tentu saja dengan harga yang mahal .


hara tidak memikirkan apapun lagi selain kebahagian orang-orang yang sudah berjasa Dalam hidupnya baginya saat ini kebahagiaan


semua orang adalah yang utama tidak peduli ia harus menghabiskan berapa banyak uangnya .


setelah selesai berbelanja perlengkapan Sam hara langsung membayar semuanya .


" terserah nona , bibi akan ikut kemanapun nona pergi " jawab bibi.


" apa kalian berdua akan ikut kami ? " tanya hara pada Ken dan juga Sam .


" tentu saja , aku akan mengawal mu " jawab ken .


" baiklah ayo kita kelantai atas " ujar hara mereka pun langsung berlari menuju lantai atas menggunakan eskalator .


setelah sampai hara sangat antusias menuju bagian fashion ada begitu banyak baju , celana dan dress cantik yang tertata rapi matanya berbinar saat melihat sebuah dress berwarna pastel yang sangat indah .


ia pun mengambil dress itu dan langsung menempelkannya di tubuhnya


" apakah aku sangat cantik dengan dress ini ? " tanya hara .


" tidak ada yang mengelak untuk kecantikan nona " jawab bibi .


" benarkah ? kalau begitu aku akan membeli ini " ujar hara lalu memberikannya pada pramuniaga itu .


selanjutnya ia terus mengelilingi tempat itu ia langsung berhenti saat melihat sebuah baju dan langsung mengambilnya .


" ini sangat cocok untuk bibi, apa bibi suka ? "


tanya hara .


" eh bibi ? tidak nona ini memang cocok tapi harganya sangat mahal " jawab bibi dengan malu-malu.


" apa ini , aku ingin membelikan bibi baju , ini sangat cantik untuk bibi aku akan mengambil ini . dan lihatlah yang lainnya jika ada sesuatu yang bibi suka berikan saja padanya jangan khawatir " ujar hara


" tapi nona ini sangat berlebihan " tolak bibi ia sungguh tidak enak karena selalu diberi hal-hal yang mewah menurutnya semenjak ia datang ke Indonesia .


" aku punya banyak uang , aku tidak tau bagaimana cara menghabiskannya dan juga aku berkerja semakin banyak uang yang akan aku dapatkan jika aku tidak menghabiskannya


" hara benar-benar polos saat mengatakannya saat orang dengar mungkin ia terlihat sombong tapi memang itulah keadaannya bahkan jika ia tak bekerja pun setiap hari uang selalu masuk kedalam rekeningnya .


" jika ada Jeny pasti dia akan senang , andai Jeny disini " lanjutnya lagi .


" baiklah nona bibi akan mengambil sesuatu " jawab bibi .


selagi menunggu bibi dan hara . Ken dan Sam duduk di kursi tunggu sambil menemani Sam memakan es krim . ia terus memperhatikan tingkah hara yang menurutnya sangat manis i terus tersenyum hingga para pramuniaga perempuan itu tak henti-hentinya nya menatap Ken dengan penuh cinta .


" kenapa dia sangat tampan sih " ujar pramuniaga 1


" bagaimana pun caranya aku harus mendapatkan nomor teleponnya " kata pramuniaga dengan senyuman miringnya .


ia pun berjalan lalu menaikkan sedikit roknya dan melepaskan 2 kancing di bajunya agar terlihat seksi Dimata ken .


" apa kau membutuhkan sesuatu ? " tanyanya dengan lembut lalu membungkukkan tubuhnya agar terlihat seksi .


" lihat dia dasar wanita tidak tahu diri sudah dilabrak oleh istri orang masih saja menggoda laki-laki " ketus temannya .


sedangkan Ken tidak sama sekali meliriknya ia hanya terus menatap hara , wanita itupun menyadari jika ken tidak memperhatikan ia pun menyentuh bahu Ken , Ken pun menatapnya tak suka .


" maaf tuan , dibajumu ada kotoran " ujarnya dengan seksi dan menurunkan dadanya seolah ingin ia lihatkan dengan Ken tapi Ken hanya menatapnya sekilas lalu menatap wajah wanita itu .


" terima kasih , tapi aku tidak membutuhkan apapun " ujar Ken dengan dingin .


hara yang sedari tadi melihat Ken yg terus diganggu pun menghampirinya .


" dia tunanganku , ada apa ? " tanya hara


Ken pun melototkan matanya lalu Sam mencubit ken


" aww " Ken meringis saat Sam mencubit nya .


" kakak calon istrimu datang , bukankah dia sangat cantik hari ini ? " timpal Sam ia juga tidak suka saat Ken diganggu oleh wanita itu .


" baru tunangan saja sudah bangga " gumamnya dalam hati .


" ah ya , setiap hari calon kakak iparmu semakin cantik kakak jadi tidak sabar untuk menikahinya bisakah setelah pulang kita langsung menikah " timpal Ken dan langsung mengandeng tangan hara .


sedangkan bibi ia tertawa dalam hatinya melihat kejadian itu .


" sukurin , cuman modal montok doang sudah bangga " ujar temannya perempuan .


" maafkan aku , aku pikir aku ingin mengenakannya tapi ternyata wanita cantik ini adalah calon istrinya " jelas wanita seksi itu .


" tidak apa-apa , aku juga paham dia terlalu tampan untuk jadi seorang pria . aku mengerti dan aku juga bersyukur karena dia akan menjadi milikku " ujar hara sambil tangannya memeluk pinggang Ken


merekapun saling tatap lalu tersenyum satu sama lain .


" sial " Gumam wanita itu .


" ayo sayang , aku sudah membayarnya kita pulang , ayo Sam , bibi " gumam hara .


mereka pun pergi meninggalkan wanita itu . sedangkan wanita itu langsung menurunkan roknya dan mengancingkan kembali bajunya .


" makanya jadi perempuan jangan murahan dong , belum jera ya dijambak Jambak Sama anak selingkuhan " sindir temannya .


mereka semua yang ada disana pun tertawa mendengarnya .