
saat ini Sira sedang menata makanan di meja makan ia merayakan ulang tahun suami yang amat sangat ia cintai itu ia terus menatanya dengan bahagia sepeerti istri sungguhan bagi Wijaya .
" aku harus menambahkan apa lagi ya kira-kira " pikirnya sambil tangannya terus menata meja makan itu yang dipenuhi kue dan lain-lainnya .
" nyonya , ada artikel yang menyatakan jika herman's corp akan membangun sebuah wilayah di lahan kosong banyak para perusahaan mendukungnya " ujar Maria yang sedari tadi terus mengamati tablet kerjanya itu .
" biarkan saja , untuk saat ini aku tidak ingin memikirkan itu " jawab Sira santai .
" tapi nyonya , perusahaan kita semakin turun setiap bulan sekian persen itu akan membuatmu ..."
" sudah aku bilang aku tidak mau mendengarnya " potong Sira dengan nada kasar .
" ah baik " imbuh Maria ia pun langsung pergi entah kemana .
" anak itu sepertinya mulai memberontak , aku tidak akan membiarkannya " ujarnya sambil terus menata piring .
kemudian datangkah Wijaya dari lantai 2 ia menuruni anak tangga Itu lalu menuju ke dapur .
sirapun tersenyum saat melihat Wijaya dan memegang kue yang telah ia buat .
sedangkan Wijaya hanya menatapnya biasa .
" selamat ulang tahun suamiku " ujar iapun mencium pipi Wijaya tetapi orang yang dicium pun tidak menunjukkan reaksi apapun .
" jangan adakan pesta atau apapun , aku tidak ingin semakin membuat media memberitakan hal yang tidak-tidak " ujarnya dengan dingin .
" baiklah jika tidak mau tapi jangan menolak hadiah kecil ini dariku " Sira menaruh kembali kue itu lalu menarik kursi agar Wijaya duduk .
Wijaya pun duduk dan langsung memakan semua masakan sira.
" apa yang kau inginkan untuk ulangtahun mu kali ini ? " tanya Sira dengan ramah .
" jangan membuat ulah dengan anakku , biarkan dia melakukan apapun " tegas Wijaya .
" apa ini permintaan sayang ? " tanya Sira .
" ini perintah " tegas Wijaya .
" jika dia tidak membuat sesuatu yang membuatku marah aku tidak akan melakukan apapun lagipula ayahnya ada bersamaku , menikah denganku berarti dia juga anakku kan ? " ujar Sira dengan lembut .
Wijaya menghentikan aktivitas makannya dan menatap tajam Sira.
" dia bukan anakmu , dia anak rina dan putriku " celah Wijaya .
" berhubung ini hari ulangtahun mu aku tidak akan marah " Sira berusaha menahan amarahnya lalu mencium kening Wijaya .
sementara itu sekarang hara , Sam , bibi dan Ken sedang berada di pusat perbekalan hara mengajak mereka semua untuk membeli perlengkapan sekolah untuk Sam karena mulai Senin Sam akan sekolah di bangku SD .
Sam sangat antusias saat memasuki pusat perbelanjaan itu mereka tak henti-hentinya tersenyum .
sedangkan Ken ia hanya mengawal mereka untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu pada hara atau yang lainnya .
" kak , ayo kesana aku ingin melihat buku-buku " tunjuk Sam pada bagian stationary .
hara pun menoleh kearah yang ditunjuk Sam .
" ayo " ujar hara .
mereka berempat pun menuju departemen stationary .
" bisakah bibi mengambilkan trolinya aku akan ketoilet sebentar " tanya hara pada bibi .
" baiklah , tapi aku akan mengantar nona dulu " jawab bibi yang khawatir jika kejadian sebelumnya terjadi lagi .
" hmm baiklah " gumam hara
lalu merekapun berjalan menuju toilet sedangkan Sam mengajak Ken berkeliling mencari buku dan peralatan lainnya .
" kakak , tas ini sangat bagus " tunjuk Ken pada sebuah tas bergambar Spiderman .
" apa kau akan jadi Spiderman ? " tanya Ken .
" tentu saja , aku ingin jadi Spiderman karena ia mempunyai pacar yang sangat cantik " jawab Sam .
" astaga kau kecil-kecil sudah jadi playboy " gumam Ken .
" hahahha " merekapun tertawa bersama.
hara yang dari jauh melihat keduanya tertawa merasa sangat bahagia ini sudah film-film dimana ada yang namanya keluarga sempurna mungkin seperti itulah gambarannya .
" kalian sangat bersenang-senang rupanya " ujar bibi yang mendorong sebuah troli .
" kakak aku mau tas ini " ujar Sam memegang sebuah tas yang ia tunjuk tadi .
" terserah kau saja , ambil semua yang kau suka " hara tersenyum lalu menaruh tas itu di troli .
mereka pun melanjutkan aktivitas perbelanjaan mereka , mereka kesana kemari mengelilingi departemen itu memilih banyak perlengkapan yang tentu saja dengan harga yang mahal .
hara tidak memikirkan apapun lagi selain kebahagian orang-orang yang sudah berjasa Dalam hidupnya baginya saat ini kebahagiaan
semua orang adalah yang utama tidak peduli ia harus menghabiskan berapa banyak uangnya .
setelah selesai berbelanja perlengkapan Sam hara langsung membayar semuanya .
" terserah nona , bibi akan ikut kemanapun nona pergi " jawab bibi.
" apa kalian berdua akan ikut kami ? " tanya hara pada Ken dan juga Sam .
" tentu saja , aku akan mengawal mu " jawab ken .
" baiklah ayo kita kelantai atas " ujar hara mereka pun langsung berlari menuju lantai atas menggunakan eskalator .
setelah sampai hara sangat antusias menuju bagian fashion ada begitu banyak baju , celana dan dress cantik yang tertata rapi matanya berbinar saat melihat sebuah dress berwarna pastel yang sangat indah .
ia pun mengambil dress itu dan langsung menempelkannya di tubuhnya
" apakah aku sangat cantik dengan dress ini ? " tanya hara .
" tidak ada yang mengelak untuk kecantikan nona " jawab bibi .
" benarkah ? kalau begitu aku akan membeli ini " ujar hara lalu memberikannya pada pramuniaga itu .
selanjutnya ia terus mengelilingi tempat itu ia langsung berhenti saat melihat sebuah baju dan langsung mengambilnya .
" ini sangat cocok untuk bibi, apa bibi suka ? "
tanya hara .
" eh bibi ? tidak nona ini memang cocok tapi harganya sangat mahal " jawab bibi dengan malu-malu.
" apa ini , aku ingin membelikan bibi baju , ini sangat cantik untuk bibi aku akan mengambil ini . dan lihatlah yang lainnya jika ada sesuatu yang bibi suka berikan saja padanya jangan khawatir " ujar hara
" tapi nona ini sangat berlebihan " tolak bibi ia sungguh tidak enak karena selalu diberi hal-hal yang mewah menurutnya semenjak ia datang ke Indonesia .
" aku punya banyak uang , aku tidak tau bagaimana cara menghabiskannya dan juga aku berkerja semakin banyak uang yang akan aku dapatkan jika aku tidak menghabiskannya
" hara benar-benar polos saat mengatakannya saat orang dengar mungkin ia terlihat sombong tapi memang itulah keadaannya bahkan jika ia tak bekerja pun setiap hari uang selalu masuk kedalam rekeningnya .
" jika ada Jeny pasti dia akan senang , andai Jeny disini " lanjutnya lagi .
" baiklah nona bibi akan mengambil sesuatu " jawab bibi .
selagi menunggu bibi dan hara . Ken dan Sam duduk di kursi tunggu sambil menemani Sam memakan es krim . ia terus memperhatikan tingkah hara yang menurutnya sangat manis i terus tersenyum hingga para pramuniaga perempuan itu tak henti-hentinya nya menatap Ken dengan penuh cinta .
" kenapa dia sangat tampan sih " ujar pramuniaga 1
" bagaimana pun caranya aku harus mendapatkan nomor teleponnya " kata pramuniaga dengan senyuman miringnya .
ia pun berjalan lalu menaikkan sedikit roknya dan melepaskan 2 kancing di bajunya agar terlihat seksi Dimata ken .
" apa kau membutuhkan sesuatu ? " tanyanya dengan lembut lalu membungkukkan tubuhnya agar terlihat seksi .
" lihat dia dasar wanita tidak tahu diri sudah dilabrak oleh istri orang masih saja menggoda laki-laki " ketus temannya .
sedangkan Ken tidak sama sekali meliriknya ia hanya terus menatap hara , wanita itupun menyadari jika ken tidak memperhatikan ia pun menyentuh bahu Ken , Ken pun menatapnya tak suka .
" maaf tuan , dibajumu ada kotoran " ujarnya dengan seksi dan menurunkan dadanya seolah ingin ia lihatkan dengan Ken tapi Ken hanya menatapnya sekilas lalu menatap wajah wanita itu .
" terima kasih , tapi aku tidak membutuhkan apapun " ujar Ken dengan dingin .
hara yang sedari tadi melihat Ken yg terus diganggu pun menghampirinya .
" dia tunanganku , ada apa ? " tanya hara
Ken pun melototkan matanya lalu Sam mencubit ken
" aww " Ken meringis saat Sam mencubit nya .
" kakak calon istrimu datang , bukankah dia sangat cantik hari ini ? " timpal Sam ia juga tidak suka saat Ken diganggu oleh wanita itu .
" baru tunangan saja sudah bangga " gumamnya dalam hati .
" ah ya , setiap hari calon kakak iparmu semakin cantik kakak jadi tidak sabar untuk menikahinya bisakah setelah pulang kita langsung menikah " timpal Ken dan langsung mengandeng tangan hara .
sedangkan bibi ia tertawa dalam hatinya melihat kejadian itu .
" sukurin , cuman modal montok doang sudah bangga " ujar temannya perempuan .
" maafkan aku , aku pikir aku ingin mengenakannya tapi ternyata wanita cantik ini adalah calon istrinya " jelas wanita seksi itu .
" tidak apa-apa , aku juga paham dia terlalu tampan untuk jadi seorang pria . aku mengerti dan aku juga bersyukur karena dia akan menjadi milikku " ujar hara sambil tangannya memeluk pinggang Ken
merekapun saling tatap lalu tersenyum satu sama lain .
" sial " Gumam wanita itu .
" ayo sayang , aku sudah membayarnya kita pulang , ayo Sam , bibi " gumam hara .
mereka pun pergi meninggalkan wanita itu . sedangkan wanita itu langsung menurunkan roknya dan mengancingkan kembali bajunya .
" makanya jadi perempuan jangan murahan dong , belum jera ya dijambak Jambak Sama anak selingkuhan " sindir temannya .
mereka semua yang ada disana pun tertawa mendengarnya .