
waktu terus berjalan tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya angin yang terus berhembus seperti terus mendukung api itu untuk membakar rumah serta jiwa seseorang didalamnya . hara yang sudah pingsan tidak berdaya sama sekali api pun semakin membesar sungguh apakah dia akan berakhir seperti ini . siapa yang akan menolongnya dari kobaran api ini ?
sedangkan disisi lain Sira antara sedang berbahagia sekarang menikmati hidupnya dan semua yang terjadi dia terus tertawa di ruangan itu .
semua orang yang melihat tingkahnya itu hanya diam tak berani mengeluarkan satu kata pun .
" hahhahaha siapa yang akan menolong mu " ucap Sira sambil terus tertawa .
" bahkan ayahmu pun tak bisa berbuat apa-apa " lanjutnya sambil terus tertawa.
.............................................
sedangkan Kini ditempat hara dia kembali membuka matanya secara perlahan dia terus memegang dadanya yang sesak itu .
" tolongggg " ucapnya dengan lemah .
tiba-tiba terdengar dari luar suara seseorang .
" haraaaaaa " teriak ken .
hara terkejut saat mendengar namanya disebut apakah hanya ilusinya saja .
sedangkan ken berusaha masuk ke dalam lalu dia berlari menuju kebelakang rumah dia langsung menceburkan dirinya ke dalam kolam renang
Burrrrrr
dia langsung keluar dari kolam renang dan masuk ke dalam kobaran api itu tidak peduli pada dirinya sendiri hanya hara keselamatan hara yang penting dia terus berusaha masuk Walau api sudah mengepung tempat itu .
" haraaaaaaaaa " teriaknya .
hara mencoba untuk mendorong pintu kamar nya tapi tetap saja tidak bisa dia mendorongnya dengan lemah tiba-tiba sebuah kayu jatuh mengenai kepalanya hara merasakan sakit dan seketika dia ambruk ke lantai .
" haraaaaaa " teriak Ken dari luar kamar hara.
" tenanglah aku akan menyelamatkan mu " teriak ken sambil terus mendorong pintu itu beberapa kali dia berusaha mendorong dengan bahunya tetap tidak bisa dan dengan satu kaki pintu terbuka dilihatnya hara yang tak sadarkan diri .
" hara " ucap Ken dengan khawatir sembari mengangkat kepala hara .
dia merasa ada sesuatu yang kental disana dilihatnya tangannya berlumuran darah .
" darah " lalu dia mengangkatnya dan menutupi tubuh hara dengan selimut dia berusaha keluar dari pintu depan tapi apinya sudah menyebar kesana dengan sebuah keberanian dan perjuangannya untuk menyelamatkan wanita yang ia cintai dia akan lakukan apapun untuk nya .
buggg sebuah kayu jatuh mengenai punggungnya .
" ah " kata Ken dengan menahan sakit sambil terus mengendong hara .
Ken merasa tidak tahan dengan asap nya dia terus berjalan dan dia keluar dari pintu itu dan tiba-tiba didepan ada segerombolan para orang-orang berbaju hitam disana yang sudah menodongkan beberapa pistol kearahnya dan juga hara .
Ken diam dan terus memperhatikan sekitarnya dia sedang merencanakan sesuatu.
" mundurlah atau kalian akan terluka " ucap Ken . lalu dia melihat hara darah yang dikeluarkannya semakin banyak .
seketika mereka bertengkar Ken melawan 5 orang itu dia terus menendang orang itu sambil terus menggendong hara dan dari belakang satu orang menodongkan kepalanya dengan pisau dia diam dan tiba-tiba dia memutarkan badannya hingga orang itu terjatuh karena terdorong kaki hara dan dengan cepat Ken menginjak tangan orang itu . lalu orang terakhir harus dia lewati .
" apa kau ingin seperti mereka ? " bentak Ken .
dia terus mendekat ke arah orang itu dan dengan cepat Ken menembak kaki orang itu hingga pistol orang itu terjatuh entah kemana .
Ken berlari menuju mobilnya ditaruhnya hara di belakang dia melajukan mobilnya dengan cepat sambil terus menatap hara dengan khawatir .
" bersabarlah hara tidak akan terjadi apa-apa " kata Ken sambil terus melajukan mobilnya .
lalu ken mengambil telponnya dan menelpon bibi Injah .
tuttt
"nomor yang anda tuju sedang tidak aktif "
" ah sial " katanya sambil menghempaskan hpnya .
" hara aku mohon kau harus kuat " ucapnya sambil menangis dia begitu sedih melihat wanitanya sedang seperti itu .
dan sampailah dia sebuah rumah sakit di kota Beirut dia langsung mengeluarkan hara dan memanggil dokter .
" dokter" teriaknya sambil menggendong hara .
dan beberapa perawat datang sambil membawa brankar .
" tolong sematkan dia " pinta Ken sambil terus mendorong brankar itu .
dia terus menangis melihat wanitanya tak berdaya .
" ku mohon bertahanlah " isak Ken sambil terus menciumi tangan hara .
dan tibalah mereka di ruangan operasi .
" maaf anda tidak boleh masuk silahkan tunggu diluar " ucap perawat itu .
" aku mohon selamatkan wanitaku apapun yang terjadi kalian harus membuatnya hidup " teriak Ken .
perawat itu hanya menganggukkan kepalanya dan menutup ruangan itu.
terlihat lampu pintu sudah dinyalakan tanda operasi sedang berlangsung .
Ken menatap kosong sambil terus mengeluarkan air matanya .
" kenapa harus seperti ini "
" aku bodoh " teriaknya sambil terus menjambak rambutnya sendiri .
" andai aku tidak pergi .tidak akan terjadi apa-apa sekarang " lanjutnya sambil terus menangis .
" Sira Antara aku akan membunuhmu " ucap Ken dengan penuh kebencian.
lalu dia terduduk dilantai menatap pintu yang didalamnya ada Seorang gadis yang ia cintai sedang berjuang dalam meja operasi .
" Ken ..Ken " ucap bibi injah dengan berlari.
" apa yang terjadi ?" tanya jeny .
Ken masih terus diam tidak menghiraukan mereka .
" Ken kau terluka ? punggungmu berdarah . ayo cepat obati lukamu " perintah bibi Injah .
" brengsek ... jika kalian tidak keluar hal ini tidak terjadi pada hara " teriak Ken .
bibi dan Jeny terkejut mendengar teriakannya
" Ken ... tenanglah " ucap bibi Injah.
" tenang ? apa aku harus tenang ? kalian lihat sekarang hara berada di sini karena ulah Sira antara dan kalian sadar apa yang kalian lakukan ? itu jebakan untuk kalian dia berusaha membunuh hara dan kalian tahu apa yang dia lakukan ha " kata Ken dengan emosi yang meluap-luap.
" mereka berusaha membakar hara didalam rumah itu " teriak Ken.
sontak semua orang terkejut mendengar penjelasan ken .
" astaga ... Dia sangat jahat " ucap Jeny .
lalu semua orang terdiam memikirkan kesalahan mereka masing-masing kenapa mereka menerima semuanya.
" aku sudah tidak becus mengurusnya seandainya aku menolak pasti tidak akan terjadi apapun pada nona . aku mohon tuhan jangan beri dia rasa sakit " lirih Jeny dalam hati .
" aku yang paling tua disana tapi aku tidak bisa menjaganya . mungkin karena itulah tuhan tidak memberikan ku mengurus anakku karena dia tau aku seorang ibu yang tidak bisa merawat anaknya ." lirih bibi Injah dalam hati.
mereka terus bergelut dengan pikiran , hati dan rasa bersalah mereka masing-masing walaupun itu semua bukan kesalahannya tapi tetap saja mereka merasa bahwa itu kesalahannya .
beberapa jam kemudian dokter keluar beserta hara yang masih tak sadarkan diri dengan kepala yang balut dengan perban .
" dokter.. apa dia baik-baik saja " tanya Ken .
" kita akan memindahkan keruangan perawatan tapi dia kehilangan banyak darah hingga kami akan mengoperasinya lagi saat kondisinya sudah membaik dan juga pasien sudah terlalu banyak menghirup asap hingga paru-parunya mengalami sedikit kerusakan . saat ini pasien sedang dalam kondisi kritis kita hanya bisa menunggu semua kondisinya baik-baik saja " jelas dokter .
" kau terluka sebaiknya aku obati dulu , mari " ucap dokter itu .
Ken mengikuti dokter itu dan mulai diberi perawatan pada lukanya .
setelah selesai dia kembali menuju ruangan hara . dia melihat hara dari jendela dilihatnya gadis itu sedang tak sadarkan diri dengan lilitan perban dikepalanya lalu dilihatnya tangannya masih tersisa darah hara disana .
" aku mohon sadarlah " lirih Ken .
Hay gimana masih tetep setia sama novelku kan semoga aja iya . kalo iya author seneng banget nih apalagi kalo di like komen terus vote makin semangat buat nulis nya .
tunggu besok nya 😉