
di kediaman Sira hari ini tengah sibuk menyusun acara karena nanti siang akan diadakan acara konferensi pers untuknya Dan juga Wijaya karena mereka sudah dianggap memiliki banyak prestasi di bidang bisnis untuk itulah semua orang menginginkan berbagai macam trik darinya .
sira sendiri merasa sangat bahagia karena perusahaannya tidak mengalami kebangkrutan itu semua membuat dirinya makin angkuh dan sombong tapi tidak pernah ia lihatkan pada dunia luar.
sedangkan Wijaya ia terus berusaha menahan sabar nya untuk menghadapi Sira sebenarnya ia sudah tidak tahan untuk hidup bersama nya lagi tapi ia terpaksa menjalaninya .
akhir-akhir ini ia sering melamun di ruang kerjanya hingga ia lupa untuk menjaga kesehatan Sira yang amat sangat mencintainya itu begitu khawatir padanya tapi cara yang ia tunjukkan berbeda dari yg lainnya .
seperti sekarang Sira sedang menyiapkan makanan untuk Wijaya ia bawa makanan itu keruang kerja suaminya itu saat sudah didalam ia lihat wajah suaminya sedang melamun tatapannya juga kosong .
ia langsung menaruh piring itu di depan wijaya.
" sayang , kau makin kurus nanti jika tidak makan , apa kau ingin memperlihatkan pada dunia jika aku bukan istri yang baik hah ? " ujar Sira sambil memeluk Wijaya dari belakang .
" keluar lah " kata Wijaya dengan tatapan dinginnya .
" apa kau tau aku mengkhawatirkan dirimu , sudah beberapa hari terakhir Kau jarang makan . aku takut kau sakit aku mencintaimu aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu walaupun kau tidak pernah membalas semua rasa ku . aku bilang makan lah " teriak Sira ia sudah tidak bisa menahan semua amarahnya lagi sudah setahun terakhir Wijaya tidak mau berbicara dengan nya karena wijaya tau Sira membunuh anaknya .
" aku tidak peduli kau akan makan atau tidak satu jam lagi kita akan konprensi pers jangan macam-macam denganku " ancam Sira
ia pun langsung pergi meninggalkan Wijaya sendiri .
dan Wijaya pun hanya menganggap omongan Sira sebagai angin lewat saja ia tidak peduli lagi pada dirinya .
...............................
di perusahaan Rendy terus menatap layar laptop nya ia sangat fokus mengerjakan pekerjaan nya tiba-tiba handphone nya berdering ia pun langsung mengangkat ponselnya.
" ada apa ? " tanyanya .
" semua sudah siap tuan " ujar si penelpon.
" bagus , aku akan pergi sekarang dan juga tolong hati-hati saat sedang melakukan tugasmu " kata Rendy .
ia langsung menutup Handphone tiba-tiba ia teringat seseorang Dan langsung mencari satu nama dihandpone nya ia mencari nama Ken Dan langsung menekan tombol telpon
" halo , Ken " ujar Rendy .
" tolong , jaga hara dengan baik aku akan pulang terlambat malam ini dan pastikan dia tidak menonton tv " sambung rendy .
" aku mengerti , jangan khawatir " jawab ken .
lalu Rendy mematikan ponsel nya.
" maafkan kakak hara , mungkin kau akan sakit saat mengetahui semuanya tapi ini demi dirimu " gumam Rendy dalam hati
sedangkan didalam rumah sedari tadi hara terus berada dikamar tiba-tiba ia ingin keluar kamar dan langsung menuju ke bawah saat dibawah ia melihat bibi , Sam dan Jeny sedang menonton tv kemudian ia dekati orang itu .
" apa aku boleh ikut ? " tanya Hara.
" ah , tentu saja nona kenapa tidak " bibi berdiri dan mempersilahkan hara duduk .
" iya , ini rumahmu nona seharusnya kami yang minta izin terlebih dahulu padamu " kata Jeny .
" hmm , terimakasih dan jangan meminta izin dariku anggap saja ini rumah sendiri " ujar hara lalu tersenyum menatap semua orang .
" kakak , apa kakak tau film ini ? " tanya sam sambil menunjuk Film di tv .
" aku sangat suka menontonnya ia bayi yang sangat pintar dan juga lucu ahhahha " sambung Sam lalu tertawa .
" benarkah ? " tanya hara .
" hmm, anak kecil ini sedang dikejar oleh 3 preman itu tapi selalu ia lolos sedangkan si tiga preman itu mereka selalu mendapat kesialan hahah " jelas Sam dengan bahagia .
hara hanya menatap Sam lalu tersenyum padanya .
" hara apa yang kau lakukan disini ? " tanya Ken yang tiba-tiba datang .
" ah , aku sedang menonton tv " hara langsung memalingkan wajahnya ke hadapan Ken .
" tidak , sebaiknya kau istirahat saja " cegah Ken .
" kenapa ? aku sudah banyak tidur kepalaku akan sakit nanti jika terlalu banyak tidur " tolak hara .
" apa kau mau aku buatkan nasi goreng ? " Ken masih terus berusaha mencegah hara .
" tidak , aku sedang tidak lapar " tolak hara lagi .
saat Sam memindahkan Channel tv-nya tiba-tiba hara menyuruh Sam memundurkan channel TV ya .
" Sam , mundurkan satu channel nya " perintah hara dan Sam langsung menuruti hara .
terlihat di tv ada berita tentang Sira antara dan juga Wijaya Kusuma
" konperensi pers untuk kebangkitan perusahaan Sira antara Dan juga Wijaya Kusuma "
hera terus melihat berita itu
" bisakah kau menemaniku keluar ? " tanya ken ia takut hara akan melihat berita itu ia berusaha terus mencegahnya.
" aku akan melihat berita ini dahulu " kata hara yang masih tetap fokus menatap layar televisi itu .
" tidak , Sam matikan televisinya " kata Ken .
" tidak Sam , biarkan saja " cegah hara .
" kenapa kau ini ? aku ingin menonton nya " hara marah pada Ken karena sedari tadi terus mencegah hara untuk menonton tv .
lalu acara televisi itupun dimulai
terlihat Sira dan wijaya duduk berdampingan disana dan juga dengan Rendy disamping .
" baiklah , pemirsa acara akan segera dimulai perkenalkan ini adalah ny. Sira antara dan tn . Wijaya kusuma serta tuan Rendy disampinya " ujar pemandu acara itu.
Sira , Wijaya dan Rendy hanya tersenyum menanggapinya .
" jadi , disini saya mewakili para masyarakat akan bertanya dan menyampaikan beberapa hal tentang keberhasilan anda dan juga kehidupan anda apa kami boleh mengulasnya ? " tanya pemandu itu dengan ramah.
" tentu , dengan senang hati " ujar Sira dengan lembut .
" baiklah , sebelum saya bertanya para reporter akan lebih dulu menanyakan beberapa hal pada anda nyonya " lanjut pemandu itu.
" nyonya , dulu sempat tersiar kabar jika perusahaan anda hampir mengalami kebangkrutan bagaimana cara anda mencegah semua itu ? " tanya reporter DEN TV .
" ah , itu tentu saja dengan kerja keras dan juga kemampuan yang saya miliki serta tuan Rendy yang ada di samping suami saya ia adalah pebisnis hebat muda dan juga tampan aku harus berterima kasih padanya sudah percaya pada ku dan juga perusahan jadi akhirnya aku bisa menyelamatkan perusahaan " jelas Sira .
" bagaimana kehidupan anda dan juga suami anda apakah sangat harmonis ? " tanya reporter HOC TV
" hmm , sebaiknya suami saya yang akan menjawab nya " kata Sira .
Sira langsung menatap Wijaya
" ah sepeti yang kalian lihat kehidupan keluarga kami sangat harmonis " ujar Wijaya dengan bohong .
" lalu , bagaimana kehidupan anda apakah sangat bahagia karena tidak mempunyai anak ? " tanya reporter lainnya .
" bukankah tuan Wijaya punya anak ? " sambung reporter lainnya .
" ah itu , aku " Wijaya bingung harus menjawab apa ia langsung ingat pada hara .
Sira yang melihat itu menahan semua rasa amarahnya.
" sebenarnya kami dulu mempunyai anak laki-laki tapi dia meninggal karena kecelakaan " jelas Sira.
" bukankah tuan wijaya memiliki satu anak lagi kalau tidak salah perempuan ? " tanya reporter itu .
" iya , bukankah dulu tuan Wijaya menikah dengan pebisnis muda yang cantik bernama Rina hermania ? " tanya reporter lainnya .
deg Sira dan Wijaya terkejut mendengar pertanyaan para reporter itu sedangkan rendy terus diam melihatnya Dalam hatinya ia sangat senang .
sedangkan hara sedari tadi terus melihat Channel berita itu ia bertanya-tanya benarkah Sira dan Wijaya mempunyai anak pikirnya.
semua orang dirumah itu terus menonton acara itu lain dengan Ken ia khawatir karena tidak bisa menghentikan hara .
disisi lain Sira geram dengan pertanyaan para reporter itu dia berusaha menyembunyikan semua rasa amarahnya itu.
" jadi begini , memang dulu kami sempat bercerai lalu wijaya dan Rina menikah dan benar jika Wijaya dan Rina memiliki seorang anak perempuan tapi sayangnya setelah Rina meninggal hara yang tak lain anak Wijaya beberapa bulan kemudian meninggal karena sakit " jelas Sira penuh kebohongan.
hara terus menahan semua rasa amarahnya itu ia tetap tenang mendengarnya tapi semua orang khawatir pada hara mereka menatap nya dengan tatapan sedih .
" nona , sebaiknya matikan saja tv nya " kata bibi ia khawatir hara akan sedih melihatnya .
" tidak , aku akan lihat apa jawaban ayahku " tegas hara .
" ayo , ikut aku " Ken langsung menarik tangan hara .
" aku tidak mau " tolak hara ia melepaskan tangannya dari genggaman Ken , dan Ken tidak bisa berbuat apa-apa ia tidak ingin menyakiti hara .
" bagaimana menurut tuan Wijaya apakah itu benar ? " tanya reporter itu .
" hmm , itu semua benar anakku dan Rina sudah meninggal 18 tahun yang lalu " tegas Wijaya .
" bahkan aku masih hidup dan sehat disini , tapi kau menganggapku telah tiada " lirih hara dalam hati.
semua orang menatap wajah hara yang hampir mengeluarkan air matanya itu . lalu bibi dan Jeny mendekatinya mereka langsung memegang tangan hara dan punggung tanda jika mereka sangat peduli padanya .
" bagaimana jika anakmu masih hidup ? apa yang akan kau katakan dan apa yang akan kau lakukan ? " tanya reporter itu lagi.
" tidak ada sejarahnya orang yang meninggal hidup kembali , yakin anakku sudah bahagia disana bersama ibunya . dan jika dia masih hidup aku akan memeluknya dan menjaganya agar tidak terjadi apapun pada putriku . " jelas wijaya.
sedangkan rendy ia kesal dan marah pada jawaban Wijaya ingin rasanya ia memukul orang itu .
" baiklah , acara ini akan dijeda untuk iklan " ujar pemandu itu .
Ken langsung mematikan televisi di ruangan itu dan hara langsung berdiri dengan lemas ia tidak menyangka ayahnya menganggapnya sudah mati selama ini . semua harapan tentang ayahnya sudah tidak bisa lagi untuk di raih . hanya ada rasa marah dan kecewa dalam diri hara untuk ayahnya itu .
ia langsung berjalan menaiki tangga ke atas tapi ia tidak masuk ke kamarnya melainkan masuk ke dalam kamar Rina .
" nona " panggil jeny ia tidak tega dan sedih untuk hara ia tahu betul bagaimana dulu hara selalu mengharapkan kedatangan ayahnya .
" dasar Tidak tau diri , ayah macam apa yang mengatakan anak nya sudah meninggal " ujar Jeny dengan kesal .
" dia tidak pantas untuk menjadi seorang ayah bagi nona hara " timpal bibi .
" apa itu ayahnya kakak ? " tanya sam .
" iya , ayah yang tidak tau diri " ketus Jeny .
" aku akan menyusulnya " kata Ken .
" tunggu " cegah Jeny .
" nona , tidak suka ada orang yang datang saat ia ingin sendiri aku tau betul dari dulu dia selalu marah saat orang lain masuk dan melihat nya saat sedang sedih " jelas Jeny .
" aku tau dengan sangat baik bagaimana dirinya selalu berharap akan kedatangan ayahnya aku selalu melihat di kalender yang ia tandai setiap tanggal 23 ia selalu menyebut nama ayahnya berharap ayahnya datang dan menjemput nya dari sana " sambung jeny .
" brengsek , aku tidak akan membiarkan dia " gumam Ken dalam hati .
" astaga , pasti dia sangat sedih sekarang " Kata bibi .
lalu Sam membisikan sesuatu pada bibi
" aku benar , ayo kita buat nona kembali tersenyum " ujar bibi .
" bagaimana caranya ? " tanya jeny .
" ayo ikut denganku " ajak Sam .
" apa kakak tidak ingin ikut ? " tanya sam pada Ken .
lalu Ken menatap Sam dan berjongkok
" kakak , akan keatas " kata ken.
" baiklah, semoga sukses " Sam menjulurkan tangannya untuk adu TOS dan Ken menyambut itu.
" ayo , giliran kita yang bertindak " ujar Jeny .
" ayo " jawab mereka bertiga bersamaan kecuali Ken ia hanya menatap dengan tajam pasangannya entah apa yang ia pikirkan