Looking For A Destination

Looking For A Destination
berkunjung ke panti



keesokan harinya


Sira masih ada di Lebanon ia harus merencanakan semuanya lagi dari awal agar hara tak lepas kendali dan takut padanya .


tapi dia terus berpikir bagaimana caranya sekarang semua orang sudah bersama hara itu hanya akan mempersulit semuanya apalagi ken ia tahu betul saat melihat wajah Ken ada banyak kemarahan , kebencian dan rasa ingin menghancurkan dirinya .


" aku harus menyingkirkan Ken terlebih dahulu dan semua orang yang berdiri sampingnya " ujarnya dengan yakin pada dirinya sendiri.


lalu ia menelpon seseorang


" lakukan perintahku " katanya dengan tegas dan langsung mematikan ponselnya .


" ini semua karena dirimu hara , kau yang membuatku melakukan nya "


" selamanya kau tidak akan pernah bisa kembali ke dunia mu lagi hara hanya akan ada tangisan untukmu hingga dirimu tidak tahan dan ingin mati " ujarnya dengan tegas lalu tersenyum licik .


***********************************


sedangkan dirumah besar itu hara sedang duduk menonton televisi di kamarnya . lalu ia ingat tentang anak kecil yang ia temui di hari ulang tahun ibunya itu , entah kenapa ia begitu ingin menemui sam Anak laki-laki itu .


" aku akan mengajak Ken saja " pikirnya .


lalu ia mematikan tv dan berdiri berganti pakaiannya lalu ia turun untuk mencari ken .


saat ia akan menutup pintu nya ia terkejut disampingnya ada ricko yang sudah berdiri .


hara hanya menatapnya sambil menutup pintu .


" apa perlu sesuatu ? " tanya ricko sambil tersenyum manis di samping hara .


" aku... Hmm tidak aku hanya ingin mencari sesuatu ? " ujarnya terbata-bata lalu menundukkan kepalanya .


" jika kau merasakan sesuatu yang sakit atau apapun itu kau bisa memanggilku " jelas rikco terus menatap wajah hara yang menurutnya candu baginya .


" lihatlah bahkan aku tidak mampu berpaling dari wajahnya " gumamnya dalam hati .


" aku... permisi dulu " ujar hara menundukkan kepalanya lalu meninggalkan ricko yang masih berdiri di depan pintunya .


" aku mencintaimu hara , aku akan berjuang untuk cintamu " katanya dengan nada pelan lalu tersenyum menatap kepergian hara .


sedangkan hara ia bingung harus mencarinya dimana rumah ini sangat besar dan juga banyak ruangan . lalu ia melihat Jeny sedang duduk diruang keluarga menikmati camilan sambil menonton tv .


lalu ia mendekati Jeny


" apa kau melihat ken ? " tanya hara pada Jeny


" eh nona apa perlu sesuatu ? " tanya jeny yang langsung berdiri .


" aku mencari ken " jawab hara to the point .


" Ken ? aku tidak melihatnya dari tadi aku akan menelpon nya dulu jika nona ingin "


" tidak , aku akan mencari nya sendiri " ujar hara lalu meninggalkan Jeny di tempat itu.


dan Jeny pun melanjutkan aktivitas santainya itu .


hara terus mengelilingi rumah itu tapi ia tak melihat Ken dari tadi kakinya sudah terasa pegel naik turun tangga .


" ah kakiku pegal " ujarnya sambil memegang dengkul nya .


tiba-tiba ada seseorang yang ikut menyentuh dengkulnya dia berjongkok didepannya ternyata orang itu Ken ia mencarinya dari tadi tapi tidak ketemu .


" kenapa ? apa sakit ? " tanya Ken khawatir lalu memeriksa kaki hara .


" tidak , aku dari tadi mencarimu tapi tidak ketemu " jawab hara .


" maaf aku tadi keluar apa ada sesuatu ? " tanya Ken menatap hara .


" tadinya aku ingin mengajak mu ke panti itu kau ingat ?" tanya hara pada Ken .


" iya aku ingat " ujar Ken.


" apa kau mau mengantarku kesana ? " tanya hara menghadap ken .


Ken pun langsung tersenyum saat melihat wajah hara yang sedang Malu-malu itu .


" ayo " ucap Ken lalu berdiri mengajak Hara


" benarkah ? kau mau ? " ucap hara yang gembira mendengar persetujuan Ken .


Ken menganggukkan kepalanya tersenyum lalu memegang tangan hara .


mereka pun langsung turun dan pergi menuju panti asuhan di kota Beirut .


saat di dalam mobil hara terus menatap keluar jendela ia begitu menikmati perjalanannya baru kali ini ia mengelilingi kota tanpa kejaran seseorang .


ia tersenyum menatap jalanan yang ramai itu .


Ken yang melihat itu pun ingin rasanya ia memeluk hara dan ia juga bahagia ia sudah membuat hara tersenyum untuk yang kesekian kalinya .


" teruslah tersenyum seperti itu , aku menyukainya " ujar Ken menatap hara sekilas lalu kembali menatap jalanan .


hara yang mendengarnya hanya tersenyum lalu menatap wajah Ken .


" terima kasih" ucap nya dengan tulus .


Ken hanya mengangguk kepalanya lalu menatap wajah hara .


tak lama kemudian mereka pun sampai di panti itu ia langsung turun Ken pun membantu hara pun menbukakan pintu mobil .


Ken tersenyum dan mempersilahkan hara keluar .


" ayo , kita sudah sampai " ujar Ken .


hara menyambut tangan Ken dan mereka langsung berjalan menuju ke dalam panti .


mereka pun langsung didatangi oleh seorang perempuan yang sudah hampir lanjut usia .


" kalian pasangan yang sangat serasi , semoga pernikahan kalian tetap berjalan dengan lancar dan juga dipenuhi kebahagian selalu " ujar wanita itu yang tak secara sengaja mendoakan mereka .


" menikah ? " ucap hara yang bingung dengan ucapan wanita itu .


" hmm apa kalian akan belajar menjadi orang tua ? " tanya wanita itu lagi .


hara langsung menatap Ken, ken pun menatap balik hara mereka saling tatap seakan bertanya-tanya apa yang wanita ini katakan .


" kami ingin menemui anak-anak " ujar Ken pada wanita itu .


" oh baiklah anak-anak sedang makan siang sekarang apa kalian ingin ikut makan bersama mereka ? " tanya wanita itu .


" ayo aku akan mengantar kalian kesana " ajak wanita itu .


hara nampak bingung apa yang harus ia lakukan . lalu ken menggandeng tangannya dan mengikuti wanita itu .


hara hanya menurut apa yang Ken katakan .


" anak-anak lihatlah dan ucapkan salam pada mereka " kata wanita itu memberitahu anak-anak yang sedang makan .


anak-anak itu pun diam sejenak lalu mengucapkan " selamat siang " pada hara dan juga Ken .


Ken dan hara menganggukkan kepalanya dan terus tersenyum pada anak-anak .


" kakak " teriak salah satu anak yang duduk dibelakang .


" Sam ?" ujar hara dengan pelan dan tersenyum pada anak laki-laki itu .


Sam berlari menghampiri hara dan langsung memegang tangan hara .


" kakak kau datang kemari ? " tanya sam dengan senang .


lalu Sam menatap Ken .


" wah kau sangat tampan kau sangat cocok berdiri di samping kakak cantik " ucap Sam .


Ken hanya tersenyum mendengar ucapan Sam . sedangkan hara hanya tersenyum kaku mendengarnya .


" kak ayo makan bersamaku ! " ujar Sam dan langsung menarik tangan hara menuju mejanya .


Ken pun ikut membuntuti hara .


" ayo kak duduklah mereka akan membawakan makanan nya " ucap Sam .


" apa kabarmu ? " tanya harga pada Sam .


" tentu saja aku baik , aku anak yang kuat " ujar Sam dengan semangat .


hara hanya tersenyum melihat kelakuan Sam ia teringat dulu saat ia selalu bermain bersama anak-anak seperti ini di panti bersama ibunya .


" aku kira kakak tidak akan menemuiku" ujar Sam .


"bagaimana mungkin aku melupakanmu " ujar hara mengusap rambut ken .


Ken yang melihat tingkah hara yang seperti itu pun merasa sangat tersentuh ia tidak menyangka sosok lain dalam sisi hara ia memiliki sifat keibuan pada seorang anak


ia tersenyum .


" ayo kak makanlah , setelah ini kami akan bermain " ujar sam saat pelayan membawa kan Merkea makanan .


setelah itu mereka pergi ke taman dan disana semua anak panti bermain bersama Ken ikut bermain sepak bola dengan Sam dan anak-anak lainnya sedangkan hara ia bermain bersama anak perempuan mereka sangat bahagia hingga hara lupa akan penderitaan nya .


mereka terus tersenyum dan tertawa


" kak , lihatlah dia kalah Dan aku menang " teriak Sam dari jauh ia terus mengolok-olok Ken hara yang melihat itu tertawa kecil Ia senang ia bisa membuat waktu kecilnya kembali lagi .


dan Ken pun langsung menggendong Sam mereka seperti ayah dan seorang anak yang sedang bermain kejar-kejaran .


Sam dan Ken pun memutuskan untuk istirahat mereka berlari menuju hara yang sedang duduk dibawah pohon.


lalu hara tersenyum dan memberikan mereka sebotol minuman .


" terima kasih " ujar Ken sambil mengelap keringat didahinya .


hara yang melihat itu tersenyum lalu mengelap keringat Ken dengan sapu tangannya . ken terkejut atas perbuatan hara detak jantungnya berjalan dengan sangat cepat saat hara ada didekatnya seperti ini lalu ia menatap hara dengan tulus mencari-cari adakah sesuatu di dalam diri hara .


sedangkan hara baru sadar apa yang barusan ia lakukan ia langsung menjauhkan tangannya dan memberikan sapu tangan itu pada Ken .


" maaf , aku...aku hanya reflek saja " ujar hara malu-malu .


" tidak apa-apa aku suka " ujar Ken dengan santai .


" kakak sangat romantis hahahah " ujar Sam sambil tertawa .


" kak, apa kakak punya handphone ? " tanya sam pada Ken .


" handphone ? ada kenapa ? " tanya ken.


" boleh aku pinjam ? "


Ken lalu memberikan ponselnya pada Sam .


Sam membuka hp Ken dan ia menekan tombol kamera .


" ayo kak , kita berfoto bersama " ujar Sam pada Ken dan hara .


hara dan Ken pun kaget mendengar nya hara tidak berfoto selama ini dan begitupun dengan Ken .


" ayolah kak tatap kameranya dan tersenyum" Sam begitu semangat untuk berfoto ia ingin mengabadikan momen ini .


Ken dan hara pun mengikuti kemauan Sam mereka menghadap foto lalu tersenyum .


" satu , dua , tiga tersenyum " ujar Sam lalu menekan tombol nya .


" itu bukan kamera itu video Sam " ujar Ken menatap sam.


" ah iya aku salah , ayo kita ulangi lagi , satu , dua , tiga "


mereka melakukan itu berulang kali .


" ayo aku akan memfoto kalian berdua " kata Sam dan ia langsung berdiri .


" berdua ?" ujar hara yang menatap Ken


saat mereka saling tatap Sam diam-diam langsung memotret mereka .


tiba-tiba seorang perempuan memakai baju seragam khusus untuk pekerja di panti datang memanggil sam " Sam " teriaknya.


Sam yang melihat itu langsung menoleh .


" ayo kita masuk ini sudah sore " ujar wanita itu .


" sebentar lagi aku akan memotret kakakku dulu " ujar Sam .


" ayo kak cepatlah " sambungnya .


harga pun berdiri dan langsung menghampiri ken .


" nanti saja Kakak akan kemari lagi nanti " ujar hara .


" ya masuklah kau harus menurut ya anak kuat " kata ken .


" baiklah kak aku akan masuk dulu ya " ujar Sam lalu ia memeluk hara dan juga Ken .


" ayo kita pulang " ajak Ken pada hara