Looking For A Destination

Looking For A Destination
lega



keesokan harinya


saat Rendy dan Ken akan berangkat tiba-tiba seseorang datang ke rumah yang tak lain adalah dr. ricko .


ia baru sampai tadi malem di Indonesia ia tidak sabar untuk melihat gadis yang ia cintai dia membawa beberapa paper bag untuk hara dia membawanya dengan muka yang terus tak ada henti-hentinya untuk tersenyum.


Rendy yang melihat itu pun senang karena temannya sudah pulang dari lebanon itu .


ia langsung menyambut ricko dan menyuruhnya untuk duduk .


sedangkan ken ia hanya memasang wajah datar saja .


" bagaimana apa semuanya lancar ? " tanya Rendy .


" ya , semua bisa kutangani dengan baik , oh iya dimana hara ? " ricko dengan semangat menanyakannya .


" hara? " ujar ricko.


" dia masih tidur , sebaiknya jangan menganggu waktunya tidur " ujar Ken ketus ia menatap malas ricko .


ricko pun mengernyitkan dahinya lalu menatap Ken .


" apa kau tidak suka aku menemuinya ? " tanya ricko .


" ah bukan begitu , semalam hara tidur sangat larut , jadi dia masih tidur mangkanya kami tidak membangunkan nya takut dia masih mengantuk " lerai rendy .


" baiklah , aku akan menunggunya bangun saja , kau akan bekerja kan sebaiknya pergilah aku akan tetap disini " kata ricko ia menyenderkan tubuhnya pada sofa itu.


" baiklah , terserah dirimu saja . ayo Ken " Rendy pun berdiri lalu beranjak mengajak Ken meninggalkan tempat itu .


Ken langsung pergi begitu saja tanpa mengucapkan kata pamit pada ricko .


sedangkan ricko ia terus tersenyum mengingat hara ia tidak sabar untuk menemuinya ia sangat merindukan hara .


"eh ada dokter tampan disini hheheh " Jeny datang tiba-tiba dari depan ricko .


ricko pun terkejut lalu berdiri dan tersenyum pada Jeny


" halo ,apa kabar " tanya ricko pada Jeny .


" seperti yang kau lihat , aku baik-baik saja dan makin baik saat melihat dokter tampan seperti dirimu " Jeny berusaha menggoda ricko . ricko pun hanya tersenyum mendengar nya tiba-tiba ada yang memukul kepala Jeny dari belakang .


" aww " Jeny langsung mengelus kepalanya .


" pagi-pagi sudah buat rusuh saja , ayo sana bangunkan Sam " ternyata yang memukul nya adalah bibi .


" ish bibi sakit tau "


" ah maafkan dia dr. ricko dia memang seperti itu orang nya agak sedikit ngawur " ujar bibi .


" ish bibi terserah ya yang penting aku bahagia . sudahlah aku mau ke kamar Sam saja " Jeny mengomel sepuasnya ia langsung perih meninggalkan bibi dan ricko .


sedangkan disisi lain Rendy dan Ken sudah Sampai di perusahaan mereka langsung disambut oleh para karyawan semua orang yang ada di lobi untuk menundukkan kepalanya pada Rendy tanda rasa hormat nya walaupun Rendy pernah mengingatkan mereka jika Rendy Tidak suka itu tapi tetap saja para karyawan selalu menghormatinya seperti itu .


" selamat pagi pak, kami sudah menyiapkan semua apa yang bapak butuhkan " ujar orang itu berjalan mengejar Rendy yang terus berjalan dengan gagah di lobi itu .


" baiklah , tolong beritahu pak Arya suruh dia masuk keruangan ku " kata Rendy .


" baik , pak " orang itu menundukkan kepalanya .


sedangkan ken terus berjalan bersejajar dengan Rendy semua orang yang melihat keduanya berjalan merasa terpesona akan ketampanan dan tubuh mereka apalagi kaum perempuan matanya tidak berkedip sedikitpun menatapnya .


mereka langsung naik lift menuju lantai 29 di mana kantor Rendy berada saat sudah sampai di lantai 29 Rendy dan Ken langsung masuk ke ruangan nya


" duduklah " ujar Rendy .


Ken langsung duduk di sofa itu diikuti oleh Rendy .


tiba-tiba ada yg mengetuk pintu


" masuk " Rendy mempersilahkan orang itu .


dan orang itu langsung masuk ternyata dia adalah Arya dia langsung duduk di sebelah Ken .


" bagaimana apa kau sudah melakukan pekerjaan yang kusuruh ? " tanya Rendy serius .


" hmm , aku sudah menyewa beberapa orang untuk menjaga rumah dan semua orang yg ada dirumah dari perusahaan keamanan terbaik disini mereka juga sangat jitu dan kompeten " jelas Arya .


" bagus , aku tidak khawatir jika berada di kantor " kata Rendy .


" kenapa kau menambahkan anggota lagi ? bukankah Anggota Jefry sudah lebih dari cukup ? " tanya Ken .


" hmm memang benar tapi Anggota Jefry mereka tidak pandai dalam bermain senjata , sedangkan orang yang ku sewa itu orang yang bisa ku percaya aku tidak membandingkan keduanya hanya saja aku tidak ingin terjadi apapun pada hara ." jelas Rendy .


" besok , Sira antara dan Wijaya Kusuma akan melakukan konferensi pers berbagai media akan meliputnya . saat itulah aku bisa membuatnya tidak bisa bicara lagi ." tegas Rendy .


" apa hara tau ? " tanya Ken lagi.


" tidak, sebaiknya hara tidak tahu dulu , biarlah statusnya belum terungkap sekarang jika itu terbongkar sekarang nyawa hara akan dalam bahaya " jawab Rendy .


" jangan sampai hara tau tentang ini , besok ikutlah denganku dan juga Arya bawalah beberapa anggota pengawal itu ke tempat konferensi pers " perintah Rendy .


" aku akan menghancurkan kalian berdua " gumam Rendy dalam hati.


sedangkan dirumah ricko terus menunggu hara bangun sambil memainkan handphone nya ia terus menatap paper bag itu berharap akan suka menerimanya.


tak lama kemudian hara keluar dari kamarnya ia melihat hara yang sedang turun dari tangga ia langsung berdiri melihatnya .


saat sudah di bawah hara langsung menghampiri ricko ia tidak terkejut lagi karena Jeny sudah memberitahunya saat masih dikamar tadi .


" apa kabarmu ? " tanya ricko dengan lembut .


" aku baik-baik saja " hara tersenyum pada ricko membuat hati Ricko berdegup kencang.


" oh , astaga dia hanya tersenyum tapi kau sudah seperti ini " gumam ricko Dalam hati.


" hmm , aku membelikan sesuatu untukmu saat akan pulang " ricko langsung memberikan paper bag itu pada hara .


hara langsung menerimanya .


" terima kasih " ujar hara.


" bukalah " kata ricko .


" ha ? " hara bingung harus berbuat apa dia pun langsung membuka paper bag itu .


ia lihat didalam nya ada sebuah kotak besar kemudian ia buka ternyata isinya sepasang sepatu hara mengambil sepatu itu ia pun tersenyum tanda jika ia menerima hadiah itu.


" terima kasih, ini sangat cantik " kata hara.


ricko pun semakinn bahagia mendengarnya.


" yes " Dalam hatinya .


" aku merindukanmu " kata ricko .


hara pun kaget mendengarnya ia langsung tersenyum kaku pada ricko .


" maksudmu ? " tanya hara .


" aku tidak akan menyembunyikan semuanya lagi aku akan mengatakannya sekarang " ujar ricko .


hara pun semakin bingung dibuatnya apa yang sebenarnya Dr ricko ingin katakan .


" aku mencintaimu "


hara hanya menatap biasa pada ricko ia hanya menatap ricko


" aku mencintaimu sejak saat pertama kali aku melihatmu di meja makan itu " jelas ricko.


" aku tahu , kau pasti terkejut mendengarnya tapi inilah kebenarannya aku sangat mencintaimu " dengan tegas ricko mengatakan semua itu karena ia tipe laki-laki yang tidak suka bertele-tele .


" aku berhutang nyawa padamu kau sudah menyelamatkan aku dari kecelakaan sungguh , aku banyak sekali mengucapkan rasa terimakasih ku untukmu , tapi maaf aku tidak tau apa itu cinta aku juga tidak mengerti bagaimana perasaanku sendiri " jelas hara .


tentu saja mendengar semua jawaban hara itu membuat hatinya terluka tapi ia tidak sama sekali menunjukkan nya ia hanya tersenyum manis pada hara .


" aku mengerti , aku juga tidak pernah ingin kau membalas perasaan ku secepatnya aku bersedia menunggumu " ujar Rendy.


" jangan menungguku , kau pantas mendapatkan orang yang lebih baik dariku , aku yakin ada seorang wanita yang sedang menunggumu saat ini " ujar hara .


ricko hanya menggelengkan kepalanya.


" tidak , aku hanya mencintaimu saja , aku tidak perduli apa cintaku akan terbalas atau tidak yang penting aku sudah mengatakanya . aku akan selalu menunggumu "


" tolong jangan menyuruhku untuk berhenti mencintaimu karena aku tidak bisa memenuhinya biarkan semua berjalan sesuai kemauan hatiku Tidak ada seorang pun yang berhak menghentikannya " sambung rendy .


" aku hanya tidak ingin menyakitimu " hara mengucapkannya dengan rasa penuh takut .


" tidak , ini resiko ku aku akan menanggung semuanya jangan khawatir aku yakin pada cintaku " teguh Ricko .


" kau orang yang baik , tampan dan juga gigih aku yakin kau akan mendapatkan seseorang yang lebih baik dariku " gumam hara dalam hati ia terus manatap wajah ricko itu .


" aku lega sudah mengatakannya " ricko tersenyum hangat pada hara yang langsung dibalas senyuman oleh hara