
malam harinya hara terbangun dari tidurnya pelan-pelan dia membuka mata ternyata dia ada di kamar nya . siapa yang membawanya kemari apakah ken pikirnya . kemudian dia beranjak dari tempat tidur dan melangkah kan kakinya ke kamar mandi .
tak lama itu hara sudah selesai mandi Tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintunya .
tok....tok....tok...
" nona aku membawakan makan malammu " ucap Jeny .
Jeny terkejut Jeny kembali ke sini yang dia tau Jeny pergi dari sini sekitar beberapa bulan yang lalu dia pikir Jeny tak kembali lagi kesini .
" hmm nona nikmati makanannya " sambung Jeny sambil tersenyum .
hara hanya diam saja melihatnya .
sedangkan Jeny keluar dari kamar hara dia langsung bergegas turun untuk makan malam bersama bibi Injah .
" apa kau sudah mengantar makanan nona ? " tanya bibi sambil menghidangkan makan malam mereka berdua .
" hmm dimana pria itu apa dia tidak ikut makan malam ?" tanya jeny .
" aku tidak tau kapan dia makan . apa dia makan nasi atau makan angin aku tidak pernah melihatnya makan sesuatu " jelas bibi .
sedangkan Jeny hanya tertawa mendengar ucapan bibi Injah .
" bibi mau jadi seorang komedian ya " tanya jeny .
" astaga anak ini aku tidak berniat jadi komedian aku berminat jadi pemilik kontrakan " ucap bibi Injah sambil memakan nasinya .
" jeny kau belum menceritakan tentang ibumu dan dirimu kenapa kalian ada disini " tanya bibi .
" ah kami ya " ucap Jeny .
" sebenarnya kami orang Indonesia waktu itu ibuku bekerja di rumah nyonya besar sebagai pembantu lalu saat nyonya besar membeli rumah ini dia menyuruh ibuku mengurus rumah ini dan kami pindah kesini " sambung jeny.
" apa kau sudah punya pacar ?" tanya bibi injah.
" aish bibi ini kenapa sangat detail sekali bertanya . aku tidak punya pacar " jawabnya .
" apa kau tidak laku hingga Tak punya pacar ?"
jawab bibi sambil tersenyum.
" aku tidak tertarik untuk berpacaran . aku hanya tertarik dengan uang " jawab Jeny .
" kau materialistis ternyata " kata bibi .
" hmm aku hanya wanita biasa . semua wanita itu tertarik dengan uang . " sambung jeny .
" apa bibi sudah menikah ? atau bibi punya pacar ? " tanya jeny.
" yang benar saja aku sudah menikah tapi kami sudah bercerai " jawab bibi .
" apa bibi punya anak ? " tanya jeny .
bibi yang mendengar pertanyaan itu seketika ingat dengan anaknya .
" hmm bibi punya anak seorang perempuan dia sangat baik tapi dia sudah pergi " ucap bibi dengan lesu .
" kenapa pergi? " tanya jeny .
" dia meninggal saat usia 9 tahun dia saat itu sakit dan meninggalkan bibi . " jelas bibi Injah sambil tersenyum.
" eh... maafkan aku bi aku tidak tau jika itu terjadi aku sungguh minta maaf " kata Jeny dengan penuh rasa bersalah .
" kenapa harus minta maaf itu kenyataan . siapa yang bisa merubah kenyataan ? takdir dan kenyataan akan berjalan dan singgah pada tempatnya dia akan tau kemana dia harus melangkah pergi atau kembali " jelas bibi.
" mungkin jika dia masih hidup dia sudah besar seperti nona hara . aku sudah mengaggap nona hara seperti putriku sendiri " sambung bibi.
" apa nona hara saja ? aku sangat iri dengannya ." kata hara .
" kau bisa memanggilku ibu jika kau mau " kata bibi.
" hmm tidak aku tidak akan memanggilmu ibu . tapi aku akan menganggapmu ibuku " ucap Jeny sambil memegang tangan bibi .
" terima kasih Jeny " ucap bibi Injah dengan tulus .
~ Indonesia ~
" maafkan aku Rina, aku mengambil semua apa yang kau miliki dan menjadikannya milikku " sambungnya sambil tersenyum jahat .
tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk ruangan kerjanya yang ternyata adalah maria .
" nyonya " ucap maria sambil menundukkan kepala .
" apakah nyonya yakin akan melakukannya besok? " tanya Maria .
" kenapa ? apa kau tidak yakin padaku Maria? " tanya sira sambil menatap Maria .
" tidak .. Bu..bukan begitu nyonya tapi jika kita membunuhnya apakah kita bisa mengambil semua miliknya ? " tanya Maria .
" aku sudah mengatur semuanya . jika dia tiada semua miliknya akan menjadi milik wijaya Dan Wijaya akan memberikannya sendiri untukku " jelas Sira dengan wajah yang sulit ditebak .
" kau jalankan saja semua perintahku . " tegas Sira .
Sira terus menatap wajah Maria yang seakan-akan tak percaya dengan ucapannya itu.
" kenapa ? apa kau pikir aku tidak bisa membunuh seseorang Maria? " kata Sira dengan nada pelan tapi seperti mematikan .
" tidak nyonya , maafkan aku " ucap maria terbata-bata.
" bahkan aku bisa membunuh orang tanpa menyentuhnya sedikitpun " kata Sira .
" pergilah aku akan memberi instruksi selanjutnya " sambung Sira.
" baik nyonya " ucap maria Dengan hormat lalu melangkah kan kakinya dari ruangan itu .
setelah dilihat Maria keluar Sira menekan tombol otomatis pada pintunya agar tidak ada yang masuk atau mendengarkan ucapannya .
" jangan salahkan aku Wijaya ini semua karena dirimu " kata Sira dengan raut muka yang sangat marah .
..............................
disisi lain terdapat seorang pria muda berusia 30 tahunan berdiri menghadap jendela sambil melihat pemandangan kota Jakarta dimalam hari dia tampak gagah dari belakang memakai setelan jas berwarna hitam sambil memasukkan tangannya kedalam kantong celananya .
" apa kau baik-baik saja disana ? " kata pria itu.
.............................
~ Beirut, Lebanon ~
saat ini hari tengah menunjukkan pukul 1 pagi hara memutuskan untuk mencari udara segar dia keluar dari kamar menengok kekanan Dan kekiri apa ada orang pikirnya. ternyata tidak ada dia langsung bergegas keluar membuka pintu belakang dan menuju sebuah taman dia duduk diantara rerumputan itu .
dia terus diam menatap keheningan malam . lalu dia mengeluarkan foto ibunya .
" ibu , hari ini aku sudah mengucapkannya seperti biasa hari ulang tahun ibu dulu " ucap hara yang langsung meneteskan air matanya.
" ibu aku berjanji padamu akan membalas semua orang yang menyakiti mu Dan membuatmu terluka malam itu . aku berjanji untuk diriku sendiri pada ibu malam ini aku akan berusaha mencari tujuan hidupku sekarang . walaupun Tidak ada siapapun bersamaku tapi akan tetap hidup untuk diriku sendiri Bu " kata hara sambil mengelus foto itu dengan terisak .
" jangan menangis , aku akan membuatmu bahagia hara " ucap ken pelan.
sebenarnya dia sudah dari tadi disana dia melihat hara keluar dari kamar Dan mengikuti gadis itu . Ken tidak ingin hara mengulangi kejadian malam itu . tapi dia tidak takut lagi karena hara berjanji tidak akan menyakiti dirinya sendiri . itu sudah cukup baginya .
hara duduk diam terus memandangi taman itu . Ken ikut duduk dibelakang tak jauh dari itu . dia terus manatap hara dengan tatapan cintanya . mungkinkah cintanya akan terbalas untuknya ? pikirnya .
" aku akan sangat bahagia jika aku memilikimu " lirih Ken dalam hati .
setengah jam hara duduk diam di tempat itu dia merasa menggigil karena udara malam hari benar-benar dingin sedangkan dia hanya memakai sweater tipis dia melipatkan tangannya untuk mengurangi rasa dingin .
" apa kau kedinginan ? ah tentu saja ini sangat dingin aku saja sudah tidak tahan . apa aku harus memberikan ini padanya ? ucap Ken sambil memegang jas nya .
tiba-tiba hara merasa sangat lapar dia terus memegang perut nya .
" aku lapar " ucap hara dengan pelan sambil terus memegang perutnya .
sedangkan ken hanya tersenyum mendengarnya .
lalu hara berdiri dari duduknya Ken yang melihatnya langsung berdiri dan bersembunyi dibalik rerumputan tinggi dilihatnya hara berjalan masuk kerumah lalu dia mengikuti hara tapi gadis itu tidak masuk ke dalam kamarnya tapi menuju dapur .
Hay readers makasih ya udah mau baca ceritaku . terus author mau ngingetin nih kalo temen-temen suka sama ceritanya tolong di like komen juga ya kalo perlu vote sekalian biar author makin semangat nulisnya 😉
sampai jumpa besok ya ☺️