
lalu ken masuk keruang hara dilihatnya ada 2 orang laki-laki sedang menatap hara kearah hara sedangkan hara terus menangis di pelukan bibi Injah .
" hara kau sudah besar ya " lirih pria itu .
" aku menemukannya " ucap Ken .
langsung saja hara menatap ken dan melepaskan pelukan bibi Injah.
Ken langsung memberikan foto itu pada hara . hara langsung mengambilnya dan tiba-tiba ia memeluk ken
" terima kasih " ucapnya hara dengan terus memeluk ken.
Ken yang mendapatkan pelukan tiba-tiba itu ia seakan menjadi patung yang sama sekali tak bergerak .
" hmm aku senang kau tersenyum lagi " ucap Ken . hara yang tersadar akan perbuatannya itu langsung melepaskan pelukannya .
" siapa kau ?" tanya Ken .
" a... aku hara kau tidak ingat kakak ? " tanya orang itu .
hara yang mendengar kata kakak langsung menatap wajah laki-laki itu apakah dia punya seorang kakak pikirnya tapi dia anak satu-satunya .
" kakak tau kau mungkin tidak mengenaliku tapi aku mengenalmu apa kau ingat di panti asuhan itu ? " tanya pria itu
*flashback on
" sayang sini , ibu akan memperkenalkan seseorang padamu " kata Rina memanggil hara .
hara yang sedang berlarian pun langsung menghampiri Rina .
" lihat dia adalah kakakmu sayang " ucap Rina seraya tersenyum.
" kakak? " hara bingung apa dia punya kakak.
" hmm baiklah kau selalu ingin punya kakak kan sekarang dia adalah kakakmu ibu mengangkat nya menjadi anak ibu ayo saling Jabat tangan " jelas Rina pada hara.
" hore.... aku punya kakak hore..." ucap hara sambil meloncat-loncat kegirangan lalu dia menyodorkan tangan kecilnya itu.
" Hay kak aku hara " ucap hara dengan manis.
" Hay aku rendy " ucap anak laki-laki berumur 10 tahun itu.
" nah jadi sekarang kalian berdua anak ibu " lalu mereka tersenyum dan berpelukan .
flashback off*
hara ingat dan langsung bangun dari tempat tidurnya .
" kakak " lirihnya dengan pelan .
" hmm " kata Rendy menganggukkan kepalanya dan keluar air matanya lalu dia memeluk hara .
mereka saling memeluk mengobati segala kerinduan yang sudah lama terpendam bertahun-tahun yang lalu mereka saling menangisi satu sama lain .
Rendy terus mengelus kepala adiknya dia ciumi rambut adiknya .
" kakak merindukanmu hara " lirihnya .
" kakak tolong bawa aku pergi aku tidak mau disini " Isak hara dipelukan sang kakak.
" hmm kakak akan membawamu kembali hara " ucap Rendy dengan terus memeluk adik kesayangannya itu .
sedangkan ken nampak terkejut melihat semua apa yang ada didepannya beribu pertanyaan hadir diotakknya .
sedangkan bibi Injah dia menangis sambil tersenyum melihat kakak adik yang saling mengobati rasa rindu pada diri mereka .
" bagaimana mungkin kakak tau aku ada disini? " tanya hara seraya Melepaksan pelukan itu .
" kakak sudah mencari mu beberapa tahun yang lalu tapi baru kemarin kakak tau keberadaan mu karena teman kakak ini " jelas Rendy .
sedangkan orang yang dibicarakan hanya tersenyum saja.
" kenalkan dia Arya teman kakak dan dia juga adalah salah satu anak panti yang ibu urus " jelas Rendy .
" hmm senang bertemu denganmu nona aku harap semua akan baik-baik saja sekarang " kata Arya sambil menyodorkan tangannya .
" hmm terima kasih " balas hara dengan menyodorkan tangganya.
" apa kalian yang menjaga hara ?" tanya Rendy .
" i...iya kami baru beberapa bulan menjaga nona hara " ucap bibi menganggukkan kepalanya .
Ken terus menatap wajah Rendy dengan intens .
" perkenalan aku Rendy kakak hara . aku berterima kasih karena kalian sudah menjaga hara aku yakin kalian orang baik " kata Rendy lalu merangkul hara .
" sebaiknya kau istirahat besok kau akan menjalani operasi " kata Ken memperingati hara .
" apa benar begitu ?" tanya Rendy pada hara .
" iya " kata hara .
" dia benar beristirahat lah ini sudah malam " suruh Rendy .
" kenapa kau belum makan ?" kata Rendy lalu mendudukkan adiknya di brankar itu .
" ini makanlah kakak akan menyuapimu " rendy langsung menyendok nasi itu .
" biar aku sendiri kak " tolak hara .
" hmm baiklah " kata rendy.
keesokan harinya
semua orang menunggu operasi itu mereka.
Ken yang sedari tadi mondar-mandir didepan pintu dia begitu khawatir pada hara .
bibi yang meihat itu menghampiri ken
" tenanglah semua baik-baik saja " ucap bibi menenangkan ken .
" aku tidak bisa tenang sebelum hara ada dihadapan ku bi " kata Ken .
beberapa jam kemudian hara sudah keluar dari ruang operasi lalu ia dipindahkan ke ruang perawatan .
" semuanya baik-baik saja sekarang tinggal masa pemulihan nya saja beberapa hari lagi nona Christie bisa pulang " jelas dokter .
saat mendengar nama Christie disebut bibi Injah tiba-tiba ingat dengan putri sulungnya yang sudah meninggal bibi terus diam dan Ken melihat itu dia tau betul pasti bibi sedang mengingat putrinya lalu ia memegang tangan bibi .
" apa bibi baik-baik saja " tanya Ken .
" hmm bibi baik-baik saja hanya saja sudah lama aku tidak mendengar nama anakku itu " ucap bibi dengan tegar .
" baguslah ayo kita masuk " kata Ken bibi hanya mengangguk saja .
beberapa hari kemudian hara sudah boleh pulang mereka sedang menyiapkan kepulangan hara .
" apa kita akan kembali kerumah itu ?" tanya hara .
" tidak kita akan tinggal ...." belum sempat ken menyelesaikan kata-katanya tiba-tiba rendy datang
" kalian tenang saja aku sudah membeli sebuah rumah untuk hara dan kalian akan ikut bersama hara " jelas Rendy.
" tapi kak aku ingin kerumah ibu " jawab hara .
" dengarkan kakak sayang , kau tidak bisa pergi sekarang kakak tidak ingin membuat mu dalam bahaya lagi . kakak sudah membeli sebuah rumah disini untukmu dan bibi injah serta Ken akan ikut bersamamu mereka akan menjagamu dengan baik kakak akan selalu memantau semua apa yang dilakukan wanita iblis itu . untuk saat ini lebih baik kita turuti semua rencananya itu tenanglah hanya beberapa langkah lagi kita semua akan kembali ke tempat kita masing-masing " jelas Rendy .
" baiklah aku akan menuruti semua kata-kata kakak " kata hara .
lalu mereka semua keluar dari rumah sakit menuju sebuah rumah yang sangat mewah mereka masuk ke dalam betapa luasnya tempat ini halaman begitu luas serta rumah yang begitu megah .
" wah apa aku ada di alam mimpi saat ini " kata bibi injah .
" tentu saja tidak " kata Rendy dengan tersenyum .
" ayo kita masuk " sambung rendy .
lalu mereka masuk kedalam bibi Injah sampai membulatkan matanya sedangkan ken terus melihat wajah hara yang sedari tadi sedih karena tidak bisa pulang
" hara kakak mengerti kau pasti sedih tapi ini jalan terbaik untuk kita semua . kita akan membalas semua perbuatan Sira atas semua ketidakadilan padamu " ucap rendy sambil memeluk hara
" kau janji akan membalasnya ? " tanya hara .
" hmm kakak janji " ucap Rendy meyakinkan sang adik
" kakak berjanji hara akan membuatmu bahagia dan kakak akan membalaskan semua yang menimpa ibu dan dirimu mereka tidak pantas untuk hidup " lirihnya dalam hati .
" sebaiknya nona istirahat agar lebih baik " ucap bibi Injah .
" hmm bibi benar hara " Rendy menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
" ayo nona " bibi Injah menuntun hara .
" aku tidak melihat Jeny ? " tanya hara .
" oh Jeny dia sedang membereskan semua barang-barang nona yang nona inginkan dia akan segera kembali " ucap bibi Injah.
sampailah mereka pada sebuah kamar.
bibi langsung membantu hara merebahkan dirinya di kasur langsung di selimuti nya tubuh hara .
" selamat istirahat nona " ucap bibi Injah dengan tulus tapi tangan hara memegangnya saat dia hendak pergi .
" terima kasih bi " ucap hara sambil menatap bibi Injah .
" apakah aku bermimpi ? nona mengatakannya hal yang sangat tulus ini? " katanya dalam hati .
" hmm sama-sama " kata bibi
Hay readers gimana cerita kali ini bikin sedih gak sih ? author yang nulis ini ngetiknya sambil nangis 😭 .
kasian banget hara hmm semoga hara setelah ketemu kakaknya bisa bahagia ya . sebahagia author kalo di kasih like juga komen yang banyak hehheeh . jangan lupa tetap stay di novel ini ya man teman ☺️