
" berhati-hatilah , jangan sampai kalian terluka . " ucap Rendy yang memperingati ketiga orang itu yang tak lain Jefry , tom dan Joy .
ya , mereka memang sedang bersiap-siap untuk nanti malam . misi mereka kali ini yaitu menangkap mata-mata entah mata-mata siapa itu yang pasti mereka akan mengetahui nanti setelah menangkap Adrian .
ruang kecil dibawah tanah itu seolah menjadi tempat rapat bagi orang itu .
" aku tidak yakin karena dia sendirian atau tidak , malam ini kita akan mengosongkan rumah ini . lebih baik kita minta bantuan Ken " ujar Jefry .
Rendy hanya menganggukkan kepalanya .
" tapi , bagaimana dengan hara ? Tidak ada yang menjaganya disana " pikir Rendy .
" aku akan mengirim 3 orang kita untuk menjaga nona hara tuan " ucap Joy .
" baiklah , aku akan menghubungi Ken " kata Rendy .
" aku sudah menghubungi " jawab cepat oleh Jefry.
" ya, baiklah tapi ingatlah jaga diri kalian baik-baik dan jangan terluka " ucap Rendy .
disisi lain di villa itu Rendy sedang bersiap-siap dikamar ia harus menangkap basah orang itu . dendam hara juga dengan nya , Karena orang tuanya sama-sama dibunuh oleh orang yang sama .
setelah selesai ia menatap dirinya di cermin lalu melihat wajahnya sendiri .
" apapun yang terjadi aku harus
menangkapnya " ucapnya dengan dingin .
tok...tok...tok
harapun masuk kedalam kamar lalu menghampiri ken .
" apa kau harus pergi ? " tanya hara dengan raut wajah kecewa.
" jangan sedih , aku akan baik-baik saja " Ken memegang kedua bahu hara dan menenangkan nya .
" akan ada orang yang menjagamu nanti , ingat , jangan membukakan pintu untuk siapapun " ucap Ken .
" hmm " hara mengangukkan kepalanya .
" jangan terluka " ujar nya lagi .
Ken tersenyum lalu memeluk hara .
" berjanjilah untuk tidak terluka dan pulang dengan selamat " ucap hara yang hampir menangis matanya sudah berkaca-kaca .
" hmm, aku berjanji " ucap Ken lalu ia melepaskan pelukannya dan mencium kening hara .
" aku pergi ya " ujar Ken .
" aku akan mengantarmu ke bawah " jawab hara .
" hmm " Ken tersenyum lalu mengandeng tangan hara mereka turun kebawah lalu sampailah mereka di halaman villa.
3 orang sudah datang dan menjaga area itu .
" jaga diri baik-baik , ingat pesanku " ucap Ken memperingati hara lagi .
" kau sendiri yang harus menuruti perintah ku . semua ucapanku adalah perintah untukmu " ucap hara dengan nada yang khawatir .
" baik , aku pergi ya " ujar Ken dan tersenyum padanya , hara hanya menatap ken dengan sedih entah kenapa hatinya merasa sangat gelisah mereka saling melambaikan tangan seperti akan pergi jauh .
" aku tidak mau kehilanganmu " ujar hara dengan pelan kemudian air matanya pun menetes .
beberapa jam kemudian Ken sudah sampai di hotel tempat Rendy menyusun rencana .
ia langsung masuk kekamar karena sudah memiliki kartu akses Rendy .
" ayo kita berangkat sekarang " ucap Ken .
" tunggu , salah satu diantara kita harus ada yang mengawasi kamera ini " ujar Jefry.
" Joy saja , dia ahli Dalam bidang ini " usul tom .
" ya , benar aku ahlinya " jawab Joy .
" bagus , ayo kita pergi sekarang " ujar Rendy .
merekapun lantas pergi dan tak lupa membawa senjata tajam mereka untuk melindungi diri mereka masing-masing.
disisi lain di kediaman Rina segerombol orang sudah masuk kerumah mereka mulai menghancurkan segala barang yang ada disana sekitar 10 orang naik keatas dan 10 orang lainnya ada dibawah .
" cepatlah , cari berkas itu . aku yakin ada di kamar nona hara " ucap Adrian .
" baik pak " jawab mereka secara serempak .
mereka pun mencari-cari diseluruh ruangan dan gimanapun tempat yang bisa menyimpan berkas .
mereka tak segan-segan menghancurkan segalanya .
" lemari ini dikunci , itu berarti " pikir Adrian.
" cepat hancurkan lemari ini " teriak Adrian.
lalu anak buahnya pun dengan cepat mengikuti perintah Adrian tapi tetap lemari itu tidak bisa dibuka sama sekali .
" sial , minggir kalian tidak berguna " terus Adrian yang mulai kesal.
Dor
" suara tembakan " ucap Jefry .
" kalian berhati-hati dan serbu mereka dari segala sisi " ucap Jefry dengan sedikit keras pada anak buahnya sekitaran 25 orang .
" mereka mencari-cari sesuatu yang tidak ada didalam , aku akan memancing mereka " ucap Rendy .
" kau keluar saat sudah aku beri tanda " kata Ken .
" baiklah , semua siap diposisi kalian masing-masing " ucap Jefry.
mereka semua langsung pergi ke posisi masing-masing , tom beserta 7 orang lainnya pergi ke arah belakang .
Jefry dan 10 lainnya pergi dari arah depan .
sedangkan Ken ia masuk lewat jendela .
dan Rendy akan tetap menunggu mereka disebuah ruangan .
dan yang lainnya berada di samping .
dor..dor...dor
suara tembakan Adrian terus berbunyi , dia semakin curiga dengan isi lemari itu , tidak mungkin jika tidak ada apa-apa dibalik lemari yang sangat kuat ini pikirnya.
sedangkan dibelakang tom sudah mengerjakan tugasnya ia menyerang semua orang , mereka berkelahi satu sama lain dengan hebatnya .begitu pula dengan Jefry yang sudah menghajar mereka dan anak buahnya .
dan Ken ia terus berjalan di pinggir jendela , hingga tibalah ia di jendela kamarnya lalu masuk kedalam perlahan-lahan agar tidak menimbulkan suara .
" ah " ujarnya saat ia lompat kedalam .
kamar itu sangat gelap hingga ia tidak bisa melihat apapun disana .
lalu ia mengeluarkan jam tangan yang memiliki senter itu .
ternyata didepan ada dua orang ia pun lalu menyeret 1 orang dan menjepit lehernya dengan tangannya membuat orang itu sudah bernafas lalu pingsan .
dan kemudian orang kedua ia menendang punggung belakangnya hingga terjatuh lalu menarik kakinya hingga masuk kedalam kamarnya , kaki orang itu tak henti-hentinya bergerak seakan ingin membalas Ken .
Ken pun langsung menghajar orang itu hingga pingsan .
" Ken ... Ken... Adrian ada dikamar nona ia sedang berusaha membuka lemari jebakan kita " ucap Joy dari earphone mereka .
" Hmm " jawab ken .
lalu Ken pun keluar dan ia liat semua orang dibawah sedang bertengkar satu sama lain ia pun langsung masuk kedalam kamar hara dengan pelan tetapi ia langsung dipegang oleh dua orang yang menjaga Afrian .
" lepaskan aku " ucap Ken dengan geram .
tetapi orang itu tidak mau mendengarnya Ken pun langsung memutarkan badannya dengan kuat hingga dua orang itu tidak sanggup menahan gerakan Ken . lalu Ken pun menghajar keduanya sekaligus menggunakan kali dan tangannya .
dorr
Ken bisa menghindari tembakan dari Adrian .
lalu Ken menghempaskan keduanya untuk saling beradu kepala dan merekapun mengeluarkan darah lalu pingsan .
" hentikan " ucap Ken .
" aku tidak mau " jawab Adrian .
" siapa yang menyuruhmu " tanya Ken ia sudah memasang pistol di tangannya .
" aku akan melepaskanmu jika kau memberitahuku " ujar Ken .
" hahhahahhha , bahkan jika aku memberitahu mu , percuma saja karena kau akan mati , dorrr " Adrian menembakkan pistol ke kaki ken.
Ken pun langsung meringis menahan tekankan itu beruntunglah pelurunya hanya terlewat sedikit mengenai kulitnya saja .
ia pun berpura-pura sakit lalu ia berjalan dengan pelan dan menembakkan pistol ke kaki Adrian .
dorrr
" ahhhhhhh " teriak Adrian .
" kau , selama aku masih baik denganmu , cepat beritahu aku sebelum aku menarik pelatuk dari pistol ini " ucap Ken yang sudah menaruh pistol tepat di kepala Adrian .
" jika kau menariknya, Kau akan jadi seorang pembunuh " ucap Adrian masih percaya diri .
" benarkah ? aku tinggal menariknya sedikit lagi , lihat , aku sudah setengah menarik pelatuk ini " ancam Ken .
" Ken hati-hati , ada beberapa orang yang mendekatimu " ujar Joy dari earphone.
dor...dor...dor..
Ken pun menembakkan pelurunya kearah depan agar tidak ada orang yang masuk .
" orang yang menyuruhmu adalah iblis Sira , kau mau mencari surat kuasanya kan ? ha " Ken semakin menempelkan tangannya dileher Adrian hingga membuatnya susah bernafas .
" aku sudah tau , tapi aku hanya ingin dengar langsung darimu " ujar Ken lalu semakin menekan tangannya .
" ayo ikut aku dan katakan pada anak buah kalian untuk tetap diam tanpa ada yang melawan " ujar Ken .
" ba...baik " ucap Adrian yang tak mampu lagi berkata banyak karena dirinya sudah sepenuhnya dikuasai ken.
setelah diambang pintu Ken menarik pelatuk lalu menembakkannya keatas .
dorrr.
membuat semua orang terkejut lalu mengehentikan perkelahian mereka , semua anggotanya Adrian pun nampak babak-belur .
" katakan " tekan Ken .
" se...semuanya ce...cepat menyingkir dan jangan la....lakukan a...apapun " ucap Adrian dengan terbata-bata .
tak lama pun seseorang datang dari balik pintu depan yang sudah seperti bayangan karena memang rumah itu gelap .