Looking For A Destination

Looking For A Destination
kepercayaan Rendy untuk ken



setelah hara istirahat Rendy menghampiri ken yang sedang duduk di bangku taman


" apa kau mencintaiku adikku ?" tanya Rendy langsung duduk disamping ken .


" apa aku perlu memberitahukan seluruh isi hatiku ?" jawab ken.


" aku bisa melihat cinta untuknya dari matamu" ucap Rendy .


" aku percaya padamu , aku percaya kau akan melindungi adikku "


Ken langsung menatap wajah Rendy orang yang ditatap pun langsung tersenyum.


" kau masih tidak percaya aku kakaknya?" tanya Rendy .


" baiklah dulu saat usia ku masih bayi aku sudah tinggal di sebuah panti dan suatu hari ada seorang malaikat datang padaku saat usiaku 9 tahun dia ibu Rina ibunya hara , mereka datang setiap minggu ibu selalu datang bersama hara mereka selalu membawa kan kami makanan serta membelikan kami coklat semua anak panti mengangap ibu Rina adalah ibu kandung sendiri dia sungguh wanita berhati mulia " jelas ken .


" apa kau tau selanjutnya ?" tanya Rendy pada Ken dan Ken langsung menggelengkan kepalanya


" ibu Rina sangat menyayangi ku karena aku anak yang pendiam dan tidak pernah mau berteman dengan siapapun dia selalu datang padaku membelikan aku mainan dan juga sering sekali membelikanku pakaian hingga dia bilang dia akan menjadi ibuku . dia bilang aku tidak perlu bersedih karena sekarang ibu Rina adalah ibuku dia selalu membuatkan aku makanan hatiku luluh dengan cepat lalu aku memanggilnya ibu . lalu aku dan hara menjadi kakak beradik " jelas Rendy .


" sekarang aku mengerti kenapa hati hara begitu baik " pikirken.


" aku dan dia selalu bermain bersama-sama dia anak yang baik cantik dan juga pintar semua orang menyukainya dia selalu tersenyum dan tertawa hingga suatu hari Tuhan mengambil senyum di wajahnya "


" apa maksudmu ? " tanya Ken yang curiga dia ingin tahu yang sebenernya terjadi pada hara .


" ibu Rina meninggal saat ia masih kecil usianya saat itu 6 tahun ibu meninggal tepat di hari ulang tahunnya sejak hari itu dia tidak berbicara pada siapapun bahkan ayahnya pun tidak pernah menemuinya lagi semenjak kejadian itu " jelas ken .


Ken merasakan amat sedih saat mendengar itu dia menutup matanya lalu menarik nafas kasar .


" saat kejadian itu aku tidak ada dirumah aku sedang di panti aku tidak tau betul seperti apa ibu meninggal tapi kata polisi ibu meninggal karena dibunuh seseorang saat itu hanya hara kunci dibalik semuanya tapi dia hanya diam saja saat ditanya dia selalu menangis " lanjut Rendy dan tak terasa air matanya menetes.


" dibunuh , siapa yang membunuhnya ?" tanya Ken dengan detail .


" aku memberi tahu semua karena aku percaya padamu Ken jika aku pulang nanti aku mempercayakan adikku padamu aku tau kau bekerja untuk Sira antara tapi aku juga tau kau bukan orang jahat terlebih kau sangat mencintai adikku " kata Rendy sambil menatap Ken .


" apa kau mau berjanji padaku ? kau akan menjaganya ?" sambung rendy


" hmm aku berjanji " ucap Ken tanpa pikir panjang dia langsung menjawab ya .


" kasus ibu ditutup hingga sampai sekarang pembunuh itu belum tertangkap " jawab Rendy.


" apakau mencurigai seseorang " tanya Ken lagi .


" hmm entahlah hanya saja hara selalu menyebut nama Sira antara dan aku yakin Sira antara ada hubungannya dalam kematian ibu ku dan juga aku mencurigai Wijaya sebagai pembunuh ibuku " jelas Rendy.


" Wijaya ? apakau mengenalnya ? " tanya Ken sekali lagi .


" dia ayah nya hara " ucap Rendy.


sontak hal itu membuat Ken sangat tak habis pikir tapi apa hubungan mereka bertiga dan juga hara pasti ada sesuatu yang tidak beres " aku akan mencari sesuatu " ujar Ken Dalam hati .


..................................


~ Indonesia ~


saat ini Wijaya sedang menuju pulang kerumahnya dia tidak sabar untuk Sampai kerumah ada sesuatu yang sudah menunggunya .


" tolong cepatlah " ujar Wijaya .


" baik pak " kata sopir itu .


tak lama kemudian mereka sudah sampai ke sebuah rumah yang megah itu .


" apa kau sudah menemukan sesuatu? " tanya Wijaya .


" hmm pak anak bapak baik-baik saja kemarin dia baru keluar dari rumah sakit dan sekarang dia sudah berada dirumah yang sangat mewah tapi kami belum menyelidiki siapa pemiliknya " ucap orang itu .


" apakah milik Sira ?" tanya Wijaya .


" sepertinya bukan itu milik orang lain kami masih menyelidikinya " jawab orang itu .


" baiklah segera kau laporkan padaku " perintah Wijaya .


" baik pak kami akan bekerja keras saya permisi dulu " ucap pria itu dengan hormat .


" hmm terima kasih " ujar wijaya .


" tenanglah hara sekarang Sira tidak bisa menyentuh mu dia hanya bisa mengikatmu tapi dia tidak bisa menyakitimu sayang " ucapnya .


" maafkan ayah yang sudah memisahkan mu dengan semua orang terutama ibumu " sambungnya lagi .


..........………………………………………….......


keesokan harinya hara dan kakaknya Rendy sedang mengelilingi rumah itu .


" besok kakak akan pulang " ucap Rendy .


hara yang mendengar nya langsung menghentikan langkah kakinya .


" baiklah kak " kata hara sambil tersenyum.


sebenarnya dia ingin kakaknya berada disini lebih lama lagi tapi juga dia harus mengerti ada begitu banyak perkerjaan yang harus kakaknya lakukan .


" maafkan kakak tidak bisa menjagamu padahal Kakak sudah berjanji pada ibu tapi sekarang kau tidak perlu khawatir sayang kakak akan sellau mengawasi mu dari jauh dan juga kakak sudah menitipkanmu pada Ken dan juga orang rumah ini " jelas Rendy sambil memegang bahu hara .


" Ken? " tanya hara dengan bingung .


" ya kakak menitipkanmu dengan nya karena kakak percaya dia lelaki yang baik dan juga bertanggung jawab " ujar Rendy dengan tersenyum.


sedangkan hara hanya diam saja .


" kenapa apa kau tidak suka ?" tanya Rendy .


" tidak , Bu... bukan begitu kak Hanya saja aku ..." dia belum sempat menyelesaikannya Rendy langsung memotong omongannya .


" hanya saja apa? " tanya Rendy .


" em..hanya saja dia terlalu sering menyelamatkan aku saat kebakaran pun dia menyelamatkan ku untuk yang ke 3 kalinya aku tidak enak sudah mengesahkanya " jelas hara sambil menundukkan kepalanya .


" hmm begitu apa kau mencintainya ? " tanya Rendy .


" cinta ? " hara bingung kenapa kakaknya tiba-tiba berbicara seperti itu cinta ? apa dia mencintai Ken ? ah hara bingung dengan hatinya .


" kakak bicara apa tidak mungkin dia mencintaiku " kata hara .


" kenapa tidak ?" tanya Rendy sekali lagi .


" Kakak sudahlah jangan bahas itu " ucap hara dengan malu-malu melihar raut wajah itu Rendy tersenyum sudah lama dia tidak melihat wajah adik kesayangannya ini .


disisi lain ternyata Ken mendengarkan semua ucapan kakak beradik itu dia tersenyum saat Rendy bertanya pada hara apakah dia mencintai Ken dia terus tersenyum melihatnya .


" tidak apa-apa hara jika aku harus menanggung semua rasa cintaku ini sendiri aku akan tetap bahagia karena bagiku cinta ku untuk mu akan tetap ada dan Tak akan pernah mati walau suatu saat nanti aku harus pergi "


" ayo masuk kau harus istirahat agar cepat sembuh " ajak Rendy pada hara .