
sedari tadi Ken terus menunggu hara di halaman rumah ia tak berhenti tersenyum dari tadi tangannya dimasukkan kedalam saku celananya membuat nya tampak tampan dan juga gagah .
tapi tiba-tiba ponsel nya berdering dengan nomor yang tak ia kenal . Ken langsung menekan tombol hijau .
" halo " ujar Ken.
" temui aku sekarang , aku sudah mendapatkan lokasinya " kata Wijaya .
" hari ini aku ada janji besok saja " jawabnya .
" tidak bisa , sebelum Sira mengetahui keberadaan nya kau harus lebih dulu bertemu dengannya cepatlah tidak ada waktu lagi " kata Wijaya.
Ken pun menoleh ke samping saat hara sudah berdiri di sampingnya .
" baiklah " jawab ken ia pun langsung menutup ponselnya.
" ada apa ? " tanya hara .
Ken menatap hara dengan raut wajah penuh penyesalan .
" hara , aku .... aku minta maaf tapi , ada sesuatu yang harus kukerjakan sekarang juga " ujar Ken .
" tidak apa-apa lain kali kan bisa " ujar hara ia mengerti mungkin Ken memiliki pekerjaan penting walau sebenarnya ia kecewa .
" baiklah , pergilah aku tidak apa-apa " kata hara
drrrt.....drrrt....drrrt.
ponsel hara bergetar tanda ada telpon masuk ia menerima telpon itu.
" halo , nona maaf , bisakah nona masuk ke kantor sekarang ada hal penting yang harus dibahas dengan nona dan juga dewan direksi serta pemilik saham akan datang 2 jam lagi " ujar orang itu .
" baiklah , aku akan datang " jawab hara dan langsung mematikan ponselnya .
" apa kau bisa mengantarku dulu ke kantor sebelum pergi " tanya hara .
" baiklah , aku akan mengantarmu , ayo masuk " jawab ken
mereka pun menuju mobilnya Ken dan masuk kedalam .
setelah sampai di kantor hara langsung disambut para pegawai dengan ramah dan tentu saja ia membalas dengan senyuman pada pekerjanya dia langsung di antar ke ruangan rapat yang ada di lantai 20 .
saat sudah di dalam ruangan ternyata semua orang datang lebih awal dibandingkan ucapan sang sekretaris nya yaitu Nisa .
" selamat datang bu " ujar mereka mewakili semua orang .
" terima kasih " jawab hara dengan senyuman manisnya .
" silahkan duduk " perintah hara dan ia pun ikut duduk di kursi pemimpi rapat .
" apa agenda hari ini? " tanya hara dengan sopan .
" hmm, jadi begini Bu , perusahaan kita sekarang sedang mencari tempat untuk membangun cabang di beberapa wilayah tetapi tempat yang dipilih ada beberapa yang mungkin harus kita bahas bersama demi keuntungan kita " jelas Nisa pada hara .
hara menganggukan kepalanya tanda ia mengerti ucapan Nisa.
" baiklah, silahkan presentasi sekarang " ujar hara .
lalu salah seorang laki-laki muda berusia 30 tahun berdiri .
" perkenalkan saya andika disini saya akan menjelaskan tentang beberapa wilayah yang terpilih namun kita juga harus menyeleksinya lagi baiklah akan saya tunjukkan beberapa wilayahnya " ia pun memutarkan video wilayahnya memang beberapa tempat itu lahan kosong , ada juga perkampungan kumuh serta lahan yang sudah ditinggalkan .
" saya rasa akan lebih baik jika Kita memilih lahan yang benar-benar Kosong " hara mengeluarkan pendapatnya .
" tapi kenapa ? bukankah akan membuat perusahaan merugi ? " tanya mereka .
" itu suatu pemikiran yang bagus tapi dengan adanya lahan kosong kita bisa membuatnya menjadi tempat yang berbeda tempat yang bisa mempersatukan semua orang Dalam satu wilayah kita bisa menamainya dengan " the world " kenapa ? karena dalam satu wilayah itu kita akan buat dalamnya seperti seluruh dunia ada diwilayah itu " jelasnya hara
semua orang mendengarkan hara dengan seksama.
" aku rasa di disini belum ada wilayah seperti itu karena itulah perusahan kita akan menjadi perusahaan pertama yang membangunnya kita jadikan wilayah itu menjadi salah satu ikoniknya. dalam satu tempat kita bisa lihat Dunia . dan juga saya sudah mencari tahu tempat itu , tempat itu sering sekali dijadikan sebagai wilayah kekerasan dan pembegalan oleh karena itu jika kita bangun wilayah itu kita bisa mengurangi nya " jelas hara lagi .
" tapi apakah yakin Bu jika kita akan mendapatkan keuntungan ? " tanya Andika .
bisnis adalah membantu yang artinya kita bisa membantu orang-orang dalam memenuhi kebutuhan masyarakatnya jangan pernah menilai bisnis dari keuntungan tapi nilail ah dari tujuannya " jadi saya akan memikirkan tujuan perusahaan daripada keuntungan dan saya akan bertanggung jawab jika bisnis ini gagal " jelas hara lagi
"selama Bu Sira memimpin perusahan tidak ada Yang nama nya gagal dan aku yakin anaknya pun mewarisi sifat ibunya " ujar seorang wanita berusia 45 tahun .
" ya , tentu kita harus memulai pembangunan nya secepat mungkin " ujar seorang laki-laki berusia 50 tahun .
" baiklah , terima kasih karena sudah menyetujui apa yang saya katakan semoga usaha kota selalu mengalami keberhasilan dan rapat hari ini saya tutup sampai di sini terima kasih " ujar hara pada mereka dengan senyumnya dan dibalas senyuman oleh para pemimpin rapat .
sementara itu ken sudah berada di tempat perkebunan kosong dan ada sebuah rumah kecil milik seorang pria kira-kira berumur 43 tahun orang yang selama ini ia cari yaitu husein berkat bantuan Wijaya ia bisa menemukannya .
ken mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat itu tidak ada siapapun rumah itu nampak kecil tapi dalamnya sangat mewah sekali ia berpikir tidak mungkin di tempat seperti ini ada rumah yang seperti ini .
" siapa yang sudah berani masuk ke dalam rumahku " teriak orang itu .
Ken pun menoleh ke arah suara itu .
" berani sekali kau " tunjuk orang itu yang masih nampak gagah walau berusia 43 tahun.
ken hanya menatap biasa saja tetapi matanya tak bisa berpaling saat menatap wajah nya .
" aku melihat wajah ini tepat saat orang tuaku di makamkan " gumamnya dalam hati .
Ken mendekati orang itu dan berdiri di hadapannya ia pun langsung meninju wajah orang itu hingga orang itu tersungkur ke lantai .
" apa yang lakukan ? " tanya orang itu sambil memegang pipinya .
" seharusnya aku yg bertanya apa yang kau lakukan " Ken langsung menarik kerah baju orang itu sedangkan orang itu hanya tersenyum saja .
" apa maksudmu anak muda , apa dulu aku pernah menculikmu ? atau sudah menyakitimu ? " tanya orang itu .
Ken nampak geram dan mendorong tubuh orang itu ke dinding .
" kau sudah membunuh orang tuaku " teriak Ken lalu memukul tubuh orang itu beberapa kali tanpa perlawanan dari Husein.
nampak orang itu sudah sangat lemah banyak lebam di wajahnya akibat ulah Ken .
" kenapa kau membunuh orang tuaku ha ? " tanya Ken lalu menginjak kaki orang itu .
" maksudmu Jang park dan istrinya ? atau istri simpanan Wijaya ? " orang itu berusaha untuk berdiri tapi tidak bisa karena sudah banyak cedera dan luka ditubuhnya.
" aku akan membunuhmu jika kau berani menyebut nama orang tuaku " teriak Ken matanya nampak terlihat penuh kemarahan .
" akhirnya setelah sekian lama ada seseorang yang mencari ku dan menghukumku " ujar Husein dengan lemah .
" apa maksudmu ? jelaskan semua orang jika tidak aku akan membunuhmu sekarang juga " Ken bersiap akan memukulnya lagi .
" tunggu " cegah orang itu .
" aku ... aku akan menjelaskannya "
" baiklah sekarang kau bisa menjelaskannya dengan benar tanpa kebohongan jika sesekali kau berbohong peluru ini tepat mengenai kepala mu " ancam Ken yang sudah berdiri di samping kamera yang sudah ia siapkan .
Husein ia dudukkan disebuah kursi dan ia ikat dengan kuat serta dirinya memegang pistol untuk mengancam Husien.
" aku lelah ... aku takut untuk melakukannya lagi . hidupku menderita setelah membunuh seseorang jangan khawatir " ujar dengan lemah .
lalu Ken mengaktifkan video di kamera .
dan menganggukkan kepalanya tanda sudah siap .
" aku Husein Sastranegara , 15 tahun yang lalu aku membunuh seseorang lebih tepatnya diperintahkan seseorang untuk menghabisi sebuah keluarga . tanpa pikir panjang aku menghabisi mereka dengan mencelakai mobilnya lalu mereka meninggal " jelas orang itu menatap kamera .
lalu ia menatap Ken dan Ken pun kembali mengancam tangannya menekan tarikan pistol .
" 3 tahun sebelumnya aku juga di perintahkan seseorang untuk mematikan semua aliran listrik di rumah Rina pemilik Herman's corp tepat di jam 12 malam dan membawa seorang anak perempuan berusia 7 tahun setelah ia melihat sekujur tubuh ibunya tak bernyawa semua yang saya lakukan tak lain atas perintah Sira antara , dia menyuruhku dan memberikan aku banyak uang tanpa berpikir lagi aku menerimanya secara sadar " jelasnya lagi .
tap
Ken mengakhiri rekaman nya dan menyimpan kamera nya .
" aku tidak akan membawa mu kepolisi sekarang tapi aku akan membawamu ke suatu tempat " ujar Ken