
sepanjang hari semenjak ia menonton berita itu ia tidak keluar sama sekali dari kamar Rina entah apa yang ia lakukan .
hingga semua orang mengkhawatirkan dirinya sedari tadi pula Rendy belum pulang sama sekali Ken terus menghubungi nya tapi handphone nya dimana ken sangat khawatir akankah hara marah padanya tapi itu tidak penting sekarang yang terpenting bagaimana keadaannya ia juga belum makan sedari pagi .
lalu ia beranikan diri untuk masuk ke kamar Rina ia melihat hara sedang duduk di ranjang itu pandangannya kosong tak berisi lalu Ken mendekatinya perlahan ia pun ikut duduk di ranjang menghadap hara tapi hara tetap tak menghiraukannya .
" apa kau baik-baik saja ? " tanya Ken dengan lembut lalu hara menatanya sekilas dan mengubah pandangannya lagi.
" aku baik-baik saja " ujar hara wajah datar tak berekspresi tapi disana menunjukkan banyak kesedihan dimatanya .
" kau belum makan sedari pagi , ayo turun " ajak Ken matanya terus manatap wajah hara .
" sebenernya apa yang kau sembunyikan dariku ? " hara menatap wajah Ken dengan sendu .
" apa maksudmu hara ? " tanya Ken balik .
" kalian sedang merencanakan sesuatu kan ? " tanya hara tapi wajahnya tidak menunjukkan raut penasaran ia tetap menunjukan wajah datarnya itu .
" maafkan aku , aku tidak bisa memberitahumu karena ini menyangkut kematian seseorang " lirihken dalam hati .
" apa kau akan seperti Sira juga ? " tanya hara lagi .
" hara , mana mungkin aku melakukan itu . kau tau aku melakukan ini semua untukmu . percayalah padaku aku tidak akan pernah membiarkan sesuatu terjadi tanpa sepengetahuan mu " jelas ken ia berusaha meyakinkan hara .
" aku percaya padamu " ujar hara ia menatap Ken dengan dalam seperti mencari sebuah kebohongan dimatanya tapi sepertinya laki-laki yang ada didepannya ini tidak berbohong sama sekali pikirnya .
sedangkan ken hanya menganggukkan kepalanya dalam hatinya ia merasa sangat bersalah karena berbohong pada hara tapi ini semua demi hara .
" apapun yang terjadi nanti , aku harap kau dan kakak akan baik-baik saja " kata hara sambil tangannya menggenggam tangan Ken .
ia merasa kan kenyamanan dan ketulusan dalam diri Ken ia juga tidak bisa jauh dari Ken entah kenapa dan Apa yang telah terjadi pada dirinya .
" aku berjanji " ujar ken .
sedangkan disisi lain Sira berjalan sangat kesal menuju ruang kerjanya didampingi Maria yang selalu setia kepadanya .
ia berjalan sangat cepat hingga tak menghiraukan semua orang yang ada di depannya .
ia langsung masuk keruanganya lalu duduk dikursi kebanggaannya .
" cepat kau cari tau siapa yang menyuruh reporter itu " ujar Sira dengan nada yang pelan namun banyak kemarahan di dalamnya .
" baiklah , kami akan mencari tahunya secepat mungkin " kata Maria .
" tapi nyonya bagaimana jika yang reporter katakan itu benar , bagaimana jika nona hara masih hidup " tanya Maria dengan hati-hati Sira pun langsung menatapnya lalu tersenyum padanya .
" maka aku akan membuatnya pergi jauh aku tidak akan membunuhnya, tapi aku akan membuatnya pergi dari negara atas keinginannya sendiri " jawab Sira dengan lantang .
disisi lain rendy sedari tadi terus mendengarkan semua ucapan Sira itu ia memandang alat penyadap diruangan Sira entah siapa yang bisa masuk keruangan sira dengan begitu lincah seperti itu ia menggenggam kan tangannya ia sangat marah saat mendengar akan membuat hara pergi jauh dari dirinya .
" aku akan menghabisi mu dulu sebelum kau menjauhkan adikku " tegas Rendy
" kita harus bertindak cepat sebelum semua orang tahu keberadaan hara terutama Sira " ujar Arya .
" tidak , aku tidak akan membiarkan Sira dan wijaya tau " ujar Rendy .
dan dirumah hara dan Ken sedari tadi masih di dalam kamar Rina itu .
mereka terus saling menatap satu sama lain .
" bisakah aku membuat satu permintaan padamu ? " tanya hara .
" katakan " jawab ken .
" aku ingin bertemu dengan ayahku . bisakah kau membawa ku bertemu dengannya? " pinta hara .
" tapi kenapa ? bukankah dia tadi ..." sebelum Ken menyelesaikan ucapannya hara langsung memotong ucapan Ken .
" aku tahu , aku sudah mati baginya tapi aku tidak akan bertemu dengannya sebagai hara tapi orang lain " jelas hara .
" tidak , jika Sira sampai melihatmu maka kau akan dalam bahaya Hara . aku tidak ingin terjadi apapun lagi padamu " tolak Ken
" tidak akan terjadi apapun padaku percayalah " hara terus menyakinkan diri Ken .
" tidak " tapi Ken tetap pada pendiriannya ia tidak ingin sesuatu hal terjadi lagi pada hara ia tidak mau .
" baiklah , aku tidak akan memaksamu lagi . aku mau tidur " hara sangat kesal pada tapi ia tidak menunjukkan nya .
Ken hanya menggelengkan kepalanya lalu beranjak dari tempat tidur hara Dan keluar lalu menutup pintu kamar itu.
" aku tidak mau mengambil resiko terhadap mu lagi hara , maafkan aku " gumamnya dalam hati .
ia pun melihat Rendy dari atas yang baru pulang lalu ia turun kebawah Dan langsung menghampiri Rendy .
" hara melihat semuanya " jelas ken .
" Apa ? " Ken terkejut mendengarnya .
" hmm, aku sudah melarangnya tapi tetap ia Ingin melihatnya " jelas ken lagi .
" lalu Bagaimana keadaan nya ? " tanya Rendy ia khawatir bagaimana perasaan adiknya nanti .
" dia baik-baik saja tapi ia hanya menutupi semua perasaan nya ia langsung pergi ke kamar ibunya dan tidak keluar sama sekali " jelas ken .
" dia juga meminta untuk mengantarnya menemui ayahnya " lanjut Ken .
" apa? " Rendy semakin terkejut
mendengarnya ia tidak menyangka adiknya masih ingin bertemu dengan ayah yang tidak bertanggung jawab itu pikirnya .
" kau tidak menyetujuinya kan ? " tanya Rendy dengan cepat .
Ken langsung mengelengkan kepalanya .
Rendy pun terduduk di sofa itu ia sangat lelah hari ini pikiran dan hatinya akan terus diuji sampai masalah ini benar-benar selesai .
" apa semua orang sudah tidur ? " tanya Rendy .
" hmm ,sepertinya begitu " jawab ken .
" baiklah , aku akan istirahat dulu sebaiknya kau juga istirahat " Rendy langsung berdiri lalu menepuk bahu Ken dan pergi meninggalkan Ken sendiri di ruangan tengah yang luas itu .
Ken langsung mengambil telponnya laku menelpon seseorang .
malam semakin larut dan semua orang sudah tidur kecuali hara ia tidak bisa tidur dengan nyenyak sedari tadi ia hanya terus berusaha untuk tidur tapi tetap tidak bisa ia pun memutuskan untuk bangun lalu meninggalkan kamar itu ia lihat rumah itu gelap lalu ia menuruni tangga .
ia lihat-lihat tempat itu tampak sepi hingga ia keluar menuju halaman depan rumah ia memakai baju dress tidur berwarna putih rambutnya yang diurai dan angin sepoi-sepoi membuat rambutnya berterbangan hingga salah satu orang penjaga keamanan melihat itu .
" apa itu ? " ujarnya dengan wajah curiga .
" bajunya putih , rambutnya panjang apa itu . ya Tuhan tolong hambamu ini " ucapnya gemetaran .
" apa yang kau lakukan ? " tanya seseorang penjaga lainnya yang muncul dari belakang.
" astaga kamvret , kau membuatku kaget lihat itu " tunjuknya ke halaman tempat hara berdiri .
" astaga , itu ....itu " jawab orang itu yang ikut takut dan gemetaran .
" apa ? itu Kun.."
plak sebuah tamparan mendarat di mulut salah satu penjaga keamanan itu walaupun badannya tegap dan tinggi tapi jika berhubungan dengan makhluk itu tentu saja mereka takut ahhah .
" ayo kita dekati " ujar si keamanan 1
" kau duluan ? " keamanan 2
" penakut sekali hayo aku yang didepan " keamanan 1 menunjukkan sok keberanian .
lalu mereka berjalan mendekati hara berdiri mereka terus berjalan dengan pelan saat berada di jarak 2 meter tiba-tiba hara membentangkan tangannya .
" ahhhhhhh " teriak dia orang itu .
hara langsung kaget dan langsung berbelok kebelakang.
" ha ? kenapa ini ? " ujar hara yang melihat dua orang itu pingsan dibelakang .
" hey , apa terjadi sesuatu , bangunlah " hara berusaha membangunkan kedua orang itu .
lalu semua orang yang ada dirumah itu keluar
" ada apa ini ? " tanya Rendy dengan khawatir sambil berlari ia mendekati adiknya.
" apa ada maling , sini biar aku yang menghajarnya " ujar bibi sambil membawa peralatan masak .
" semua orang terkejut melihat dua orang itu pingsan dan juga hara yang sedang berusaha membangunkan kedua orang itu .
" apa yang terjadi ? " tanya Ken .
" iya hara " kata Rendy .
" aku tidak tau , saat aku berdiri disini tiba-tiba ada seseorang yang berteriak lalu aku melihat kedua orang ini sudah pingsan seperti ini " jelas hara .
" astaga , inikan si Joy dan Tom kenapa mereka pingsan " ujar Jeny .
" Joy , tom ayo bangun " ujar Rendy ia terus menepuk kedua pipi orang itu .
lalu kedua orang itu mulai siuman sedikit demi sedikit matanya terbuka lalu ia kembali melihat wajah hara Yang sedang melihatnya dengan tajam.
" ahhhhhhh " teriak kedua orang itu lagi mereka langsung memeluk Rendy dan Ken .
" hey , kenapa kau memeluk ku " ujar rendy.
" lepaskan aku hey ! lepaskan " ujar Ken dengan pelan.
" hahhahahhha apa kalian tidak waras memeluk laki-laki hahah " jeny tertawa terbahak-bahak .
lalu kedua orang itu terkejut saat melihat siapa orang yang mereka peluk lalu mereka lepaskan pelukan mereka .
" Ken sebaiknya kau mandi aku takut badanmu gatal-gatal karena terinfeksi virus Joy hahaha " tawa Jeny .
" sebenarnya apa yang terjadi ? " tanya bibi
" iya , kenapa kalian pingsan ? " timbal Jeny .
" tadi aku lihat nona sedang berdiri di sini sendirian kami pikir itu hantu saat kami ingin melihat tiba-tiba nona membentangkan tangganya seperti mau mencekik kami dan kami langsung pingsan " jelas tom
" hantu ? " hara tak percaya apa yang ia dengarkan.
" aish anak-anak bodoh ini " bibi memukul kedua kepala mereka dengan wajan .
" tidak ada hantu disini " lanjutnya lagi.
Ken dan Rendy hanya menggelengkan kepalanya saja .
" bagaimana mungkin kau berpikir aku ini hantu ? " tanya hara yang penasaran .
" he, nona maafkan kami nona berdiri disini sendirian memakai baju putih dan rambut nona panjang dan dibiarkan digerai begitu saja " jelas tom .
" hahhahahhha , kalian ini badan saja besar tapi nyali Kecil " ejek Jeny .
" apa ? " ujar Ken yang tak percaya mendengar tingkah laku mereka .
" nona maafkan kami " ujar mereka bersamaan .
" apa aku seperti hantu ? " tanya hara .
" iya nona " jawab mereka berbarengan .
semua orang tak percaya Mendengar jawaban nya .
" hey , apa yang kau katakan " ujar Joy
" tidak nona , nona cantik bagaimana mungkin seperti hantu " jawab mereka berdua
hara menatap mereka dengan intens Hingga membuat dua orang itu memejamkan matanya kemudian hara tersenyum melihat tingkah kedua orang itu .
" tidak apa-apa " jawab hara .
" terima kasih nona , kami tidak akan mengulanginya lagi " ujar tom .
hara hanya tersenyum
" baiklah , lanjutkan pekerjaan kalian " ujar Rendy .
" siap " jawab mereka .