Looking For A Destination

Looking For A Destination
memberitahu tentang nya



setelah selesai makan Ken dan hara pulang kerumah . Ken sangat bahagia tapi bagaimana dia bisa mengungkapkannya biarlah dirinya sendiri dulu yang merasakannya itu sudah cukup baginya . dia terus melihat wajah hara yang tertidur di mobil sambil tersenyum " sangat cantik " ujarnya dengan pelan .


lalu dia melajukan mobil dengan cepat .


tak lama mereka pun sampai kerumah para bodyguard langsung membukakan gerbang untuknya .


mereka disambut oleh bibi injah yans sudah berdiri di depan pintu utama .


hara yang terus tertidur dia tak Tega membangunkannya lalu dia membuka pintu mobil dan langsung menggendong hara yang sudah kelelahan .


" ah syukurlah kau menemukannya bibi sangat khawatir " ucap bibi pada Ken .


" ayo bi siapkan kamarnya " ucap Ken sambil menggendong hara .


" iya kamarnya sudah bersih " kata bibi injah .


mereka naik ke lantai 2 Dan langsung menidurkan hara di kasur Ken menyelimuti tubuh hara dengan pelan-pelan .


" tidurlah " ucapnya dengan pelan .


" ayo bi kita keluar biarkan dia istirahat " jelas ken yang dijawab anggukan oleh bibi injah.


mereka menuju ke dapur dan disana terlihat seorang wanita muda mereka ken terkejut melihat wanita itu dan menatapnya curiga.


" Hay perkenalkan aku Jeny " kata wanita itu.


Ken masih begitu curiga apa yang wanita ini lakukan disini .


" eh Ken itu Jeny orang yang selama ini menjaga hara selain Maria " jelas bibi Injah .


" hmm benar " kata wanita itu dengan senyum yang lebar .


" apa dia kembali kabur semalam ? " tanya jeny.


" bagaimana kau tau ? " tanya Ken .


" duduklah aku akan menceritakan segalanya." jelas Jeny lalu mereka bertiga duduk di kursi meja makan.


" kalian tau setiap tanggal 14 Juli dia selalu kabur dari dia datang kesini saat itu usianya hampir 7 tahun dia selalu pergi ditanggal itu setiap tahun kami selalu mencari nya di sekiling kota dan hingga sekarang ternyata dia masih melakukannya . sebenernya dia lari karena besoknya adalah hari ulang tahun ibunya dia selalu pergi ketempat panti asuhan atau tempat yang dikelilingi banyak anak kecil dia datang kesana untuk merayakannya " jelas Jeny .


sedangkan dari tadi Ken dan bibi injah terus mendengarkan apa yang Jeny katakan dengan serius.


" kau tau semua tentang dirinya ?" tanya bibi Injah.


" iya aku tahu tapi tidak seluruhnya hanya dari dia datang kesini saja saat itu aku berusia 10 tahun mereka membawanya kemari dia dilarang keluar rumah tidak boleh melakukan apapun yang membuat nyonya besar marah dia selalu menangis setiap malam .ibuku selalu menjaganya dengan baik dan aku berusaha untuk berteman dengannya tapi dia tidak berbicara pada kami . " jelas Jeny .


" apa kau bisa menceritakan semuanya ? " tanya Ken.


" apa kalian ingin tau ? sepertinya kalian sangat tertarik dengan nona hara . apakah ini


rencana dari nyonya besar? " tanya jeny .


" tidak . kau bisa percaya padaku aku disini untuk menyelamatkannya " jelas ken.


" baiklah sepertinya kalian orang baik " Kata jeny sambil melihat bibi Injah dan Ken " aku akan menceritakan semua " sambungnya lagi.


" saat pertama kali dia datang aku dan ibuku harus bekerja untuk menjaganya . dikelilingi oleh para bodyguard nyonya besar . kami dilarang memberinya kebebasan dia hanya boleh keluar kamar saja tapi tidak keluar rumah bahkan di sekelilingnya dulu dia sering menangis saat baru datang kesini dia meminta ibuku untuk membebaskannya tapi ibuku tidak bisa karena ibuku sudah berjanji pada nyonya besar . dia menangis setiap malam saat dia bermimpi buruk dia selalu berkata " darah, ibu, dan aku membencinya " itu yang selau dia ucapkan kami berusaha menenangkannya tapi dia tidak mau kami mendekatinya dia selalu mengurung diri di kamar itu tanpa cahaya dia tidak suka lampu yang terang menyala dan juga dia tidak suka melihat pisau serta dia sangat membenci darah dia selalu menangis histeris dan tubuhnya selalu gemetar " jelas Jeny .


" Maria ( ahhhahha Jeny tertawa mendengarkannya ) dia bukan ibuku dia orang yang menggantikan ibuku setelah ibuku meninggal " ucapnya dengan senyuman .


" dia datang kesini dari Indonesia dia sangat keras Dan kejam pada semua orang termasuk hara dulu saat hara menangis aku ingat dia tidak memberikan hara makan selama 3 hari dan juga dia pernah menampar hara " jelas Jeny .


" aku tidak bisa membantunya aku sangat menyesal saat itu aku ingin membantunya tapi harus bagiamana lagi jika aku membantunya nona hara akan semakin disiksa olehnya " jelas Jeny .


Ken terdiam dan menahan kemarahannya terlihat dimatanya raut kemarahan yang begitu besar bagaiman mungkin hara bisa diperlakukan seperti itu .


" aku tidak akan melepaskanmu maria " lirih Ken dalam hati sambil mengepalkan tangannya .


" lalu kenapa kau pergi dan kembali lagi kesini ? " tanya bibi injah.


" aku pulang meminta cuti karena ayahku sedang sakit jadi aku mengurusnya .


" kalian sepertinya orang baik . jika kalian bisa dan mungkin tolong keluarkan nona hara dari tempat ini , dia gadis yang baik hanya saja dia tidak pernah keluar hingga dia tidak bisa bercengkrama dengan semua orang bisa dikatakan anti sosial " kata Jeny .


" baiklah bibi mulai sekarang aku akan membantumu mengurus nona aku harap kita bisa akur " sambung Jeny .


" dengan senang hati nona " jawab bibi Injah sambil tersenyum.


Ken langsung pergi keluar meninggalkan dua orang itu dia bergegas keluar dan menyetir mobilnya meninggalkan kan rumah .


~ Indonesia ~


saat ini Sira antara sedang mengadakan rapat bersama para karyawan di perusahaan . rapat itu hanya berisi 4 orang termasuk dirinya . mereka tak lain adalah tangan kanannya Sira antara .


" nyonya bagaimana kalau kita bawa sekarang nona hara agar kita bisa mengambil semuanya " kata Fredy laki-laki yang berusia 50 tahun itu .


" menurut ku kita tidak perlu membawanya kemari cukup tanda tangannya saja itu sudah cukup " jawab Maria .


ya sekarang Maria bekerja di perusahaan besar itu bersama nyonya kesayangannya itu .


sedangkan Sira terus mendengarkan semua perkataan semua orang sambil mencerna semuanya .


" kita tidak mungkin membawanya kembali kesini . identitasnya disini sudah tidak ada lagi kita sudah membuatnya mati di depan semua orang bersama ibunya . kita tidak bisa mengambil semua risiko " jelas Sira antara .


" lalu kita harus bagaimana ? " tanya Fredy


" hanya ada satu jalan . kita harus menghabisi hara " jawab sira.


sontak semua orang terkejut mendengar nya dan langsung menatap Sira dengan heran.


" kita tidak bisa mengambil semuanya jika dia masih hidup karena dia tidak akan memberikannya untuk itu kita harus melenyapkannya sekarang juga " jelas Sira .


" dan kita tidak perlu menutupinya lagi jika dia memang sudah mati " sambungnya sambil tersenyum.


~ Beirut , Lebanon ~


Ken dari tadi terus mentap matanya kedepan sambil terus memikirkan hara dia pergi karena tidak ingin mendengarkan hal yang menyakitkan itu baginya . hanya baginya tapi bagaimana dengan hara pasti lebih menyakitinya pikinya .


" aku berjanji hara akan melindungi dari semua orang terutama Sira antara "lirihnya dalam hati.


Hay readers gimana penasaran kan selanjutnya . terus pantengin ceritanya ya jangan lupa like, komen dan vote juga ya hehe 😉