
keesokan harinya Ken sudah diperbolehkan pulang kerumah , ia termasuk orang yang memiliki tubuh kuat .
hara dengan tulus menyiapkan semuanya dan membantunya , Ken sangat bahagia memiliki hara sebagai kekasihnya . semenjak ia ditinggal mati oleh kedua orang tuanya ia tidak pernah terlihat sebahagia ini .
hara yang sedari tadi terus ditatap Ken dengan penuh cinta itupun merasa malu .
" kenapa kau melihatku begitu " ujar hara dengan malu sambil terus mengelap tubuh Ken .
" kau sangat cantik " puji ken.
" kau baru tau sekarang " jawab hara .
Ken semakin tersenyum lalu menyibakkan poni hara yang menghalangi matanya itu .
" sudah selesai " ujar hara ia langsung menarik baskom kecil itu dan menaruhnya di nakas .
" dokter bilang kau harus membersihkan lukamu setiap pagi dan malam hari " ucap hara .
" baiklah " Ken menganggukkan kepalanya .
sambil tangannya terus bermain di rambut hara.
" gantilah bajumu , aku akan menunggu didepan , aku sudah menyiapkan pakaianmu di kursi itu jika ada sesuatu yang kau butuhkan Panggil saja aku " Jelas hara .
saat hara akan pergi Ken menarik tangan hara hingga ia ada diperlukannya.
" Ken apa yang kau lakukan " tanya hara yang gugup karena perlakukan Ken.
" kenapa ? kau tidak suka ? " tanya balik Ken.
" bukan begitu , tapi aku malu " jawab hara pelan dengan muka yang sudah memerah .
Ken mendekatkan wajahnya ke wajah hara dan mencium bibir hara , merekapun saling mencium satu sama lain .
sementara itu di perusahan Rendy ia sangat serius mengerjakan pekerjaannya Hingga ia memberitahukan Arya untuk tidak mengizinkan siapapun masuk kedalam ruangannya.
brakk
pintu terbuka begitu saja dan Rendy langsung manatap orang itu dengan tatapan dingin nya .
" siapa kau berani-beraninya masuk kedalam ruangan ku ? " tanya Rendy dengan dinginnya .
" kau sebaiknya dengarkan aku , kau anaknya Sira yaitu anak adikku " jelas Kakak Sira .
" ha ? apa aku percaya begitu saja ? aku tidak mempercayai orang-orang seperti kalian . kalian hanya orang yang buruk di mataku ku mengerti ? " tegas Rendy .
" aku berkata yang sejujurnya karena akulah yang menukarmu " ucap kakak Sira lagi .
" kau berkhayal ya? , apa kau butuh uang ? " tanya Rendy dengan muka kesal .
" ayo kita tes DNA " ucap kakak Sira
Rendy tersenyum devil mendengarnya .
" aku tidak mau , karena bagian tubuhku tidak pernah ingin menjadi bagian Sira antara " tegas Rendy
" aryaaaaa" ia berteriak sangat keras hingga semua karyawannya terkejut .
Arya dengan sigap langsung datang
keruangan Rendy
" cepat kau usir wanita ini , aku tidak mau melihatnya ada di sini dan jangan biarkan bayangannya pun ada di perusahan ku " tegas Rendy .
" kau akan menyesal nanti " ucap kakak Sira .
" ayo keluar , jangan buat keributan disini " Arya pun Langsung menyeret kakak Sira keluar ruangan .
dan Rendy ia sangat geram dan marah ia duduk di kursinya sambil tangannya memijit kepalanya , matanya terpejam seperti sedang memikirkan sesuatu .
" tidak mungkin aku anaknya haaaaa " Rendy melampiaskan semua amarahnya dengan melemparkan semua barang yang ada dihadapannya .
arya yang melihatnya dari balik pintu seakan ikut sedih melihat temannya yang sedang dilanda frustasi itu , ia tatap wajah Rendy yang sedang merah menahan amarahnya .
ia pun pergi dari balik pintu seperti ia akan mencari sesuatu yamg harus dia temukan .
sementara itu dirumah semua orang sedang makan malam , tanpa ada yang berbicara yang sedikit pun . mereka semua sudah tau kabar tentang Rendy , tidak ada yang harus mereka lakukan di rumah itu , tapi Ken ia punya tekad untuk mencari kebenaran nya ia yakin Rendy bukan anak kandung Sira , pasti ada yang salah .
Ting
suara bel berbunyi lalu hara bergegas meninggalkan makannya dan berlari menuju pintu utama ia langsung memeluk Rendy yang terlihat sangat kacau itu .
" kakak jangan seperti ini , kau membuatku sedih " ucap hara .
Rendy Pun membalas pelukan hara lalu menyenderkan kepalanya di bahu hara .
" aku yakin , itu tidak benar... percayalah padaku " ujar hara dengan lembut walau sesungguhnya hatinya juga sedih .
" sebaiknya , ajak nak Rendy ke kamarnya dan biarkan dia beristirahat nona " ujar bibi .
" hmm , bibi benar Kak . aku akan mengantarmu , ayoo." ajak hara .
Rendy pun melepaskan pelukannya dan hara mengandeng tangan kakaknya dan menghantarkan kekamar .
" cobaan apalagi ini , kenapa kau memberikan begitu banyak sekali rintangan untuk nya " gumam bibi .
" aku tidak pernah melihat tuan Rendy seperti itu , dia benar-benar sakit . aku mohon berilah ia kebahagiaan " gumam Jeny .
di kamar itu Rendy tengah duduk di ranjangnya ditemani hara yang juga ikut duduk disampingnya ia mengelus tangan kakaknya dengan lembut .
" aku tidak pernah melihat kakak yang begitu lemah seperti ini " gumam hara dalam hati .
hatinya ikut menangis melihat kakaknya sangat terluka .
" jika saja ibu ada disini , ibu tidak akan membiarkan kakak seperti ini " ucap Rendy .
" ada aku disini , aku tahu jika aku tidak akan bisa menggantikan posisi ibu , tapi aku adikmu anak dari ibu , maka kakak bisa menganggapku seperti ibu " ujar hara .
saat mendengar nya rendy yang sedari tadi terus menunduk ia mengangkat kepalanya lalu menatap hara dengan nanar .
" bagaimana jika benar aku anaknya ? " tanya Rendy .
" apa maksud kakak ?
" maksudku jika aku terbukti anaknya , maka bagaimana dengan kita ? " tanya Rendy .
" itu tidak akan mengubah apapun tentang kita , kau kakak ku dan aku adikmu , kita tidak akan pernah bisa terpisahkan " jawab hara .
" aku tidak ingin kehilangan kakak lagi " air mata hara pun tidak bisa dibendung lagi ia menumpahkan air matanya begitu saja .
" kenapa saat kita sudah mulai bisa membenahi semuanya justru kita mendapatkan hal yang tidak kita inginkan " ujar hara disela-sela tangis nya.
Rendy yang tidak bisa melihat hara menangis kembali memeluk adiknya .
entah kenapa selalu ada saja cobaan yang datang untuk keduanya , hubungan yang sudah terbangun puluhan tahun lamanya akankah begitu saja terpecah karena kehadiran orang baru diantara mereka .
balas dendam , amarah , ketidakadilan dan juga berbagai macam peristiwa lainnya masih banyak yang belum di tuntaskan .
beberapa Minggu kemudian
seakan jadi hari baru untuk mereka , tidak ada lagi keceriaan dan senyumnya didalamnya . hanya ada sebuah pertanyaan yang masih buram yang tercetak jelas .
para insan yang tadinya sangat dekat kini seakan-akan menjauh satu sama lain .
berbagai alasan yang dilontarkan , ada yang bilang sibuk bekerja , ada yang bilang sedang terburu-buru Dan banyak alasan lainnya .
bibi yang melihatnya menjadi seorang yang tertua diantara mereka sangat sedih melihat anak-anak nya seakan menjauh .
tidak ada lagi yang mau makan dalam satu
meja , tidak ada lagi yang mau menonton televisi dan tidak ada lagi yang mau bercanda gurau .
" sudah 3 Minggu berlalu , tapi anak-anak ku menjadi orang pendiam " gumamnya .
memang ia sudah menganggap semua orang didalam rumah itu sebagai anaknya , ia sangat menyayangi mereka seperti kasih sayang seorang ibu pada anaknya .
tentu saja ia sedih melihatnya ia tidak bisa membantu hanya bisa menyaksikan apa yang terjadi .
" bibi , kau sedang apa berdiri disini ? " tanya jeny yang sudah ada dibelakang bibi .
mereka berdua sedang berdiri di balkon rumah besar itu hingga dapat menyaksikan bagaimana luasnya tempat itu .
" lihatlah rumah ini , begitu mewah , taman yang luas dan juga keamanan yang bagus " . ujarnya .
" tapi apa gunanya semua ini jika manusianya tidak ada yang bahagia " lanjutnya lagi .
" aku mengerti bi , bagaimana terlukanya dua orang itu , besok hasil tes akan keluar entah apa yang akan terjadi setelahnya " Jeny menggelengkan kepalanya .
" semoga saja hasilnya tidak akan membuat nak rendy sedih " ucap bibi .
" aku akan menjemput Sam dulu bi " ujar Jeny lalu meninggalkan bibi sendirian disana .
sementara itu di kantor nya hara tidak fokus sama sekali , otaknya dipenuhi berbagai macam pikiran hingga membuatnya frustasi .
sudah hampir 2 Minggu kakaknya jarang sekali berbicara dengannya bahkan untuk bertemu saja sangat susah .
" aku merindukan kakak " ujarnya lalu ia menidurkan kepalanya di meja nya .
" Bu , ini laporan tentang proyek nya " kata Nisa yang sudah masuk ke ruangan hara dan hara pun langsung mengangkat kepalanya .
" taruh saja Disitu " tunjuk hara di samping mejanya .
" apa ibu butuh sesuatu ? atau mungkin ingin teh atau kopi ? " tanya Nisa karena ia lihat bagaimana hara sedang tidak semangat.
" Hmm , tidak terima kasih , aku sedang tidak ingin apapun , kau boleh bekerja " jawab hara .
" baik bu " Nisa pun pamit keluar .
drrrt
sebuah pesan masuk dari handphone nya .
📱 ken : aku akan menjemput mu , sebentar lagi .
📱 hara : baiklah hati-hati .
📱 Ken : aku mencintaimu ❤️
hara tersenyum melihatnya hanya Ken yang bisa mengubah moodnya sekarang .
📱 hara : hmm , aku juga tahu , aku mencintaimu ❤️
hara pun menutup Handphone nya lalu ia kembali melanjutkan pekerjaannya sebelum Ken menjemputnya.