
malam hari di rumah yang besar itu semua orang sudah berkumpul di meja makan kecuali hara . Rendy mengajak semua orang makan malam bersama karena besok dia akan kembali ke Indonesia .
" bagaimana dengan nona tuan rendy? apakah bibi antarkan saja makan malamnya ?" tanya bibi selagi
menghidangkan makanan di piring .
" apa dia tidak ikut makan disini?" tanya Rendy .
" emm ti....tidak tuan Nona hara tak pernah keluar untuk makan kami selalu membawakan makanan kedalam kamarnya " jelas bibi .
Rendy yang mendengar itu langsung melihat kearah ken yang sedang menundukkan kepalanya .
" Ken , bisakah kau panggil hara kemari? " tanya Rendy .
Ken langsung bingung saat Rendy menyuruhnya memanggil hara " ha" ucapnya .
" tapi tuan nona tidak pernah mau seperti ini " jawab bibi .
sejenak Rendy terdiam memikirkan bagaimana caranya agar adiknya bisa bersosialisasi seperti orang lain .
" aku harus membuat nya belajar berinteraksi dengan orang agar dia tidak takut lagi " pikir Rendy .
" aku akan mencobanya " ucap Ken dengan tiba-tiba sontak perkataanya membuat semua orang menatapnya .
" Hmm aku akan keatas " kata Ken dan langsung meninggalkan meja makan .
dia terus berjalan ke kamar hara setibanya didepan pintu kamar dia berdiri sejenak " apakah dia mau mendengarkan aku " pikirkan " apapun yang terjadi aku harus mencobanya " katanya dan langsung mengetuk pintu . lalu dia masuk kedalam dilihatnya hara sedang duduk di ranjangnya dilihatnya lagi ruangan itu tidak terlalu banyak cahaya karena hara tidak menyukai lampu yang banyak .
" apa yang kau lakukan " sambil mendekat ke arah hara .
hara yang sedang melamun pun tersadar dan dilihatnya Ken ada di depannya .
" aku " kata hara dengan pelan .
" kakakmu menunggumu dibawah dia ingin makan malam bersama semua orang " jelas ken .
hara terdiam sejenak .
" aku ti....."
" aku tahu kau tidak pernah melakukannya sebelumnya tapi cobalah untuk belajar bercengkrama dengan semua orang cobalah dengan pelan-pelan aku yakin kau pasti bisa " belum sempat hara menyelesaikan ucapannya Ken langsung memotong ucapan hara dia langsung duduk disamping hara .
hara yang mendengar itu hanya menatap ken .
" bagaimana Nanti kau akan menghadapi musuhmu jika kau terus seperti cobalah belajar pelan-pelan " ucap Ken sambil tersenyum .
hara terdiam sejenak dia terus mencerna apa yang dikatakan Ken . " dia benar aku tidak bisa selalu seperti ini lagipula dia selalu menolongku aku harus mencobanya " lirihnya dalam hati .
" apa kau mau ?" tanya Ken dengan lembut .
lalu hara menganggukkan kepalanya . Ken langsung tersenyum saat melihat itu .
lalu mereka turun kebawah .
bibi yang melihat itu tidak percaya apakah dia benar hara pikirnya .
Rendy yang melihat itu semakin yakin jika Kenny mampu membuat adiknya yakin dan juga bisa membahagiakan hara .
mereka makan malam bersama makan malam yang tak pernah dilupakan oleh semua orang untuk pertama kalinya hara mau makan malam
" semoga semua orang tetap bahagia seperti ini " lirih bibi Injah dalam hati .
" aku berjanji akan membantu mu " kata Ken dalam hati .
" aku senang dan bersyukur setelah bertahun-tahun aku menemukan adikku setelah ini tugas ku hanya akan melindungi mu dari orang yang jahat " lirih kak Rendy menatap hara yang sedang makan .
semua orang berkecamuk meresapi kebahagiaan mereka masing-masing .
keesokan harinya
" kakak pergi dulu ya , kakak berjanji akan selalu datang menemuimu " kata Rendy sambil memeluk hara .
sedangkan hara terus menangis dipelukan kakaknya .
" jangan menangis, bagaimana kakak bisa pergi jika terus seperti ini berjanjilah pada kakak kau harus tersenyum dan juga berjanjilah untuk belajar beradaptasi dengan semua orang bibi Injah , Ken dan semua orang yang ada dirumah ini sangat baik mereka menyayangimu " pinta Rendy pada hara .
" apa kau mau berjanji hmm " ucap kakak sambil mengarahkan jari kelingking nya .
hara yang melihat itu langsung menghapus air matanya dan menatap kakak tersayang nya itu dia menyatukan jari kelingkingnya dengan kakaknya sebagai pertanda dia sudah berjanji lalu dia tersenyum .
" hmm bagus sayang kakak menyayangimu " ucap Rendy lalu mencium kening hara .
" bibi tolong buatkan hara makanan yang sehat agar dia gemuk " ucap Rendy berusaha menggoda adiknya.
bibi yang mendengar itu langsung tertawa.
" hahah tidak usah khawatir kakak tersayangnya hara bibi siap bangun jam berapapun untuk keperluan nona cantik ini " ucap bibi dengan senyuman di bibirnya .
lalu rendy berjalan menuju kearah ken .
" berjanjilah kau akan menjaga adikku " ucap Rendy yang langsung dijawab anggukan oleh Ken .
" baiklah sekarang saatnya aku pergi " ucap Rendy .
saat diperjalanan menuju bandara Rendy terus mengingat semua kenangannya bersama hara dia tersenyum dengan penuh arti .
" ibu aku sudah berhasil menemukan hara dan sekarang aku akan menjaganya untuk ibu " lirih Rendy dalam hati tiba-tiba mobil itu rem mendadak sontak membuat Rendy terkejut .
" ada apa ini ?" tanya Rendy .
" maaf ren kita menabrak seseorang " ucap Arya .
" apa? " kata Rendy lalu ia keluar dari dalam mobil beserta Arya.
ternyata ia menabrak seorang wanita yang sedang membawa koper itu dilihatnya wanita itu yang terjatuh .
" nona apa kau baik-baik saja ?" tanya Arya .
" apa kau tidak bisa menyetir ha? " teriak gadis itu yang masih membersihkan celananya yang terkena debu .
" jika kau tidak bisa menyetir jangan membawa mobil kau akan membuat orang mati nanti " ketusnya dan ia langsung berdiri ternyata wanita itu adalah Jeny.
" maafkan kami , kami tidak sengaja katakan berapa yang kau inginkan ? " kata Rendy
" apa? berapa yang aku inginkan ? apa aku terlihat seperti pengemis ? " teriak Jeny dengan kesal menatap wajah Rendy .
" sepertinya ia bukan orang sini dia sangat tampan tapi dia sangat sombong sekali harus ku beri pelajaran dia hmm ini bisa dibilang oleh-oleh dari wanita cantik seperti ku hehheh " pikir Jeny .
" aku tidak banyak waktu kami harus cepat jika tidak kami akan terlambat ke bandara katakan saja berapa aku akan membayarnya berapapun kau mau " kata rendy menatap kesal Jeny .
" baiklah, aku ingin kau menikah denganku " kata Jeny sambil mendekat ke wajah Rendy .
" apa ? apa kau gila? " kata Rendy dengan marah .
Arya yang melihat itu hanya terkekeh menahan tawanya .
" tidak ada yang berani selain gadis ini " pikir Arya.
" Kau bilang kau akan memberikan apapun kan jadi itulah keinginanku " kata Jeny .
" dasar gadis gila aku tidak tertarik pada gadis seperti mu dasar gadis aneh " kata Rendy lagi .
" apa kau pikir aku tertarik pada pria sombong sepertimu " dalam hati Jeny .
" baiklah berikan aku 1 juta dolar " kata Jeny lagi .
" apa kau gila ? kau tidak terluka sama sekali dan kau minta satu juta dolar ? dasar apakah semua gadis materialistis? " kata Rendy dengan kesal.
Arya yang sudah lama melihat perdebatan itu hanya tersenyum saja .
" begini nona mohon kerja samanya aku yakin nona orang baik lagipula nona terlihat sangat cantik kami sudah hampir telat ke bandara ini kartu nama saya kau bisa menghubungi ku nanti lagipula kami akan sering kesini jadi jangan khawatir semoga saja aku terus bertemu dengan nona cantik " kata Arya dengan tersenyum.
Rendy yang melihat itu langsung mengubah raut wajahnya seperti tidak suka
" hey pria sombong berterima kasihlah pada temanmu ini jika karena bukan temanmu aku tidak akan membiarkan ini lihat saja kau akan terkna akibatnya nanti " ucap Jeny .
lalu Arya tersenyum pada Jeny dan menyodorkan beberapa lembaran dolar pada Jeny .
" apa ini? " tanya jeny .
" ini nona berobat lah jika nanti kakimu sakit " ucap Arya .
" aku tidak biasa menerima uang seperti ini tapi ya sudah sini aku akan kerumah sakit untuk mengobati kakiku ini " ucap jeny.
" baiklah kau boleh pergi " Sambung Jeny .
Rendy yang melihat tingkah Jeny hanya tersenyum kecut " apa ini dia bilang tidak biasa tapi tetap diambil begitu " pikirnya sambil menggelengkan kepalanya .
" baik nona terima kasih kamu permisi " ucap Arya dengan sopan .
" hmm pergilah " lalu Jeny meninggalkan Rendy dan Arya
" awas saja ya jika aku bertemu lagi pedas sekali omongannya itu seperti jus cabe saja " ucapnya sambil menggerutu dijalan .
" eh tunggu ? apa aku pernah minum jus cabe ? aish mana adalah bisa kelenger aku ah Jeny kau ini Bodoh atau tidak punya otak? " tanyanya lagi .
" Hmm mungkin keduanya " sambungnya lagi .
sedangkan rendy yang dari tadi terus menggerutu pada Arya dia kesal kenapa bisa bertemu dengan gadis Seperti itu .
" lain kali kau harus hati-hati " ucap Rendy dengan kesal .
" baiklah maafkan aku teman tapi gadis itu sungguh luar biasa " ucap Arya sambil tersenyum lalu menatap rendy dari kaca .
" luar biasa apanya gadis sombong " kata Rendy lagi.
" jangan seperti nanti kau jatuh cinta " ucap Arya sambil tertawa.
" aku tidak akan jatuh cinta sebelum hara menikah lagipula Tidak mungkin aku jatuh cinta pada gadis gila itu " ucapnya .