Looking For A Destination

Looking For A Destination
Ken tertembak



dengan berat hati Ken membuka telapak tangannya pada mata hara , dan juga hara berusaha untuk menahan semua rasa takutnya dan sakitnya sekarang ia melihat semuanya ada begitu banyak darah dan korban .


" berhenti lah berpikir dan berikan semuanya padaku " tegas Sira .


" apa kau tidak tau malu ? siapa kau yang ingin mengambil semua milik ibuku dan adikku " jawab Rendy dengan nada yang marah .


" terserah apa katamu , tapi aku hanya ingin milik suamiku sekarang juga " jawab Sira .


" kami tidak punya hubungan dengan suami mu itu , kaulah yang merebut nya dari ibuku " kata hara dengan berani .


sirapun kini mengambil pistolnya menodongkannya ke depan hara .


" tapi aku berhasil dan ibumu kalah " ujar Sira .


" cepat berikan semua milikmu sekarang dan juga hentikan proyekmu itu , ganti semuanya atas namaku " sambungnya .


" kau tidak berhak , kau yang membunuhnya dan menghancurkan hidupku dalam satu malam , kau menyita seluruh hidupku dan sekarang kau menginginkan semua milikku? aku berjanji akan mengahncurkamu " hara pun mengambil pistol yang ada di tangan ken dan menodongkan nya pada Sira , kini mereka bertiga saling menodongkan senjata satu sama lain .


Rendy yang menodongkan pada Sira , Sira yang menodongkan pada hara , dan hara yang menodongkan pistolnya pada Sira .


" hara jangan lakukan itu , biar aku yang melakukan nya " cegah Ken .


" tidak , aku yang akan melakukannya , dia menghancurkan hidup kita Ken membunuh ibuku dan kedua orangtuamu , dia harus mati sekarang juga " hara pun kini berjalan menuju ke arah .


" aku salah karena menganggapmu sebagai kelinci lemah tapi sebenernya kau adalah anjing " kata Sira .


" ya , dan anjing ini akan menggigitmu sekarang " jawab hara .


" hara , jangan lakukan , kau akan jadi pembunuh nanti " ucap Ken memeringati hara .


" hara lepaskan itu , jangan lakukan hal bodoh hara " timpal Rendy .


" tidak kak , kali ini akulah yang


akan menghabisinya " ujar hara dengan penuh keyakinan sambil terus berjalan menuju Sira .


" tidak hara " Ken menggelengkan kepalanya dia tidak tahu apa lagi yang harus ia lakukan matanya menatap ke sekeliling nya dan ia lihat pisau tergelatak di lantai dan ia pun mengambil pisau itu .


dan hara ia sudah menarik pistol itu dan siap akan menembak Sira .


buggh


Ken melemparkan pisau itu tepat mengenai pistol hara dan hara ikut terjatuh kelantai .


" hara maafkan aku " ujar Ken penuh penyesalan dan ia langsung berlari menghampiri hara .


dorr


suara tembakan lagi-lagi menggema dirumah itu , Sira menembakkannya tepat ke tubuh hara , Rendy melotot kan matanya saat melihat tembakan itu sudah di lepaskan .


" Ken ....Ken ....Ken , kau .." ujar hara terbata-bata .


ia menatap Ken yang terkena tembakan di perut sebelah kirinya itu , sementara Ken menahan semua rasa sakitnya.


" aku tidak apa-apa hara , jangan takut " Ken pun memeluk hara karena ia takut hara kembali sakit melihat kejadian itu .


" tidak , Ken ayo kita kerumah sakit sekarang hiks...hikss...hiks.." Isak hara .


" maafkan aku Ken hiks...hikss...hikss" isaknya lagi.


Ken hanya meringis menahan semua darah yang keluar dari perutnya .


" cepat atau aku akan menambahkan tembakan itu " ancam Sira .


" kau wanita sialan " teriak Rendy Dan ia pun langsung menarik pelatuk itu.


" tungguuuu " ujar seseorang yang datang kesana.


" apa yang kalian lakukan ha ? dan kau ? dia adalah anakmu Sira " ucap wanita tua itu .


" apa maksudmu ? " tanya Sira yang tak mengerti maksudnya .


" kalian berdua saling menodongkan senjata satu sama lain , ibu Dan anak . kalian adalah ibu dan anak kandung " ujarnya .


" apa ? " Rendy terperangah mendengarnya .


" hara , tolong bantu aku berdiri. " ujar Ken.


harapun langsung membantu nya berdiri dan menaruh tangan Ken di lehernya .


" aku tidak tau apa maksud kalian tapi pergilah dari sini hik...hiks.. ken..


" Isak hara.


" tidak mungkin dia anak Ku " ujar Sira dengan bengong .


" ayo Ken , ikut aku ayo kita segera kerrumah sakit " ucap hara .


dan Ken pun mengikuti hara lalu tom bergegas membukakan pintu mobil , hara dan Ken pun duduk dibelakang lalu tom melajukan mobilnya dengan cepat menuju rumah sakit .


" Ken.... darahmu banyak sekali " ucap hara yang masih sesenggukan .


" jangan tutup matamu kennn " teriak hara karena sudah melihat Ken yang sudah tidak berdaya .


" tom ayo cepat " teriaknya lagi .


" baik nona " tom pun menambahkan kecepatan mobilnya hingga ia menerobos lampu merah .


sesampai di rumah sakit ken langsung ditaruh ke brankar menuju ruang operasi .


hara terus menggenggam tangan Ken yang sudah dingin itu ia terus menangis menatap wajah kekasihnya itu sungguh ia tidak ingin kehilangan pria itu .


" tolong selamatkan dia , aku mohon padamu , aku sangat mencintainya hikss...hiks...hikss' Isak hara pada perawat itu .


" baik, dokter akan segera kemari " ujar perawat itu .


tak lama dokter itupun datang dan ternyata dokter itu adalah ricko .


" hara , apa yang terjadi ? " tanya ricko ia sudah lama tidak melihat wanita yang ia cintai itu .


" tolong selamatkan ken hiks...hiks..hiks" mohon hara pada ricko.


ricko tercengang melihat nya , hanya karena Ken dia begitu sedih sekarang .


" ba...baiklah , tunggulah disini , kami akan mengobatinya " ujar ricko dan ia langsung masuk kedalam ruang operasi itu .


dengan rasa cemas , khawatir dan takut hara menunggu nya diluar bersama tom yang terus berdiri menatap ruangan itu hatinya juga sedih melihat Ken terbaring lemah .


" nona , aku akan membeli minum dulu " ujar tom .


tapi hara tak menggubris sama sekali ia terus mondar-mandir tidak jelas didepan pintu itu .


" aku mohon , aku tidak mau kehilanganmu , tolong selamatkan dia " lirihnya dalam hati .


sedangkan didalam ruangan ricko terus berusaha mengeluarkan peluru itu dari dalam perut Ken Hingga akhirnya ia berhasil mengeluarkan benda kecil itu dari tubuh ken dan menaruhnya di atas nampan .


" dok... jantung pasien melemah " ujar perawat itu .


" suntikkan obat jantung " jawab ricko.


suster itupun menuruti perintah ricko sedang ricko ia mulai menjahit luka Ken .


" dok , pasien terus melemah " ujar suster itu lagi .


setelah selesai menjahitnya ricko pun memberikan alat defiblator pada tubuh Ken ia lakukan berkali-kali agar detak jantung nya kembali normal .


hara yang melihat semuanya dari jendela pun langsung menerabas masuk kedalam berlari menghambur ke pelukan Ken yang tak berdaya .


" bangun Ken , jangan tinggalkan aku , aku mohon hiks...hiks.. aku mencintaimu Ken , aku sangat mencintaimu " Isak hara dengan begitu penuh luka .


ricko pun sedih melihat hara sedih hatinya sakit tapi ia tau hati hara bukan untuknya tapi ia harus merelakan semuanya .


" jika kau mencintaiku bangunlah sekarang , kau terus menungguku kan . tapi aku tidak mau menunggumu , aku ingin Sekarang kau bangun " Isak hara dengan penuh luka iapun mengelus wajah Ken dan mencium kening Ken .


" dokter , pasien kembali normal " ujar perawat.


harapun melihat ke arah komputer itu dan ia kembali memeluk ken .


" terima kasih " ucapnya dan mencium bibir ken .


ricko hanya menoleh dan tidak mau melihat itu hatinya benar-benar sakit .


" hara , keluarlah dulu , kami akan menyelesaikan nya " ujar ricko .


hara pun melepaskan Ken dan menggenggam tangan ricko .


" terima kasih ,aku akan membalas ini " ucap hara .


ricko hanya bisa mengangguk kan kepalanya .


" hara " panggil Rendy yang sudah ada didepan pintu itu .


" kakak " jawab hara dengan nanar .


" bagaimana keadaannya ? " tanya Rendy dengan khawatir.


" Ken sudah baik-baik saja " jawab hara .


" apa itu benar ? " tanya hara .


" yang mana ? " tanya Rendy balik.


" apa benar kakak anak kandung wanita itu ? " tanya hara .


" kakak tidak percaya , dia hanya berbohong " jawab rendy .


" bagaimana jika benar ? " ucap hara .


" itu pertanyaan atau pernyataan ? " tanya Rendy.


" bisa jadi keduanya " jawab hara .