Looking For A Destination

Looking For A Destination
saling memaafkan



keesokan harinya


rendy sudah bersiap-siap untuk pergi kekantor sebelum itu ia harus menemui adiknya itu dulu ia berjalan cepat menuju kamar Rina karena dia tahu semalam hari tidur dikamar ibunya .


" apa kau masih tidur ? " tanya Rendy lalu ia bingung tidak ada hara sama sekali . ia pun masuk ke kamar mandi juga tidak ada disana ia langsung pergi keluar dan segera turun kebawah .


" haraaaaaa " teriak Ken sambil berjalan menuruni anak tangga .


" haraaaaaa " teriak nya Sekali


" ada apa ? " tanya Ken yang tiba-tiba muncul.


" aku tidak melihat hara di atas , apa kau melihatnya ? " tanya Rendy .


" tidak " Ken menggelengkan kepalanya .


lalu Ken melihat Sam yang sedang bermain di ruang tengah ia pun mendekati Sam.


" sam apa kau lihat kak hara ? tanya Ken .


" kakak ? " ujar Sam


" iya " jawab ken


lalu sam mengingat sesuatu ia melihat hara sedang keluar diam-diam saat ia akan mengambil minum .


" aku lihat kakak dia keluar diam-diam dari kamarnya " Jelas sam .


" apa ? " Rendy terkejut mendengar nya ia tidak habis pikir pada hara .


lalu Ken berlari keluar ia menaiki mobilnya lalu pergi mencari hara .


diikuti Rendy dibelakangnya ia menggunakan mobilnya sendiri tanpa di antar supir ia melajukan mobilnya dengan cepat .


" apa yang kau lakukan hara " ujar Rendy ia marah , kesal dan takut akan terjadi sesuatu padanya ia tidak akan memaafkan dirinya jika terjadi sesuatu pada hara .


disisi lain Ken terus melajukan mobilnya entah kemana dia harus pergi tapi ia harus menemukan hara .


lalu ia berpikir untuk menelepon nya ia langsung ingat jika hara tidak memiliki handphone ia pun membanting ponselnya itu


" dimana kau sekarang " katanya dengan nada khawatir .


sedangkan disisi lain hara pergi menggunakan taksi ia tidak ingin memakai mobil dirumah karena ia tau pasti Rendy akan melarangnya tapi tidak lagi ia tidak akan membuat semua orang sudah karena dirinya sendiri ia harus menyelesaikan semua masalahnya sendiri tanpa membuat orang lain sakit nantinya bahkan bisa mati karena dirinya .


" ayah , kita akan bertemu sekarang " gumamnya dalam hati .


" nona , kita sudah sampai " ujar sopir taksi itu


lalu hara melihat keadaan di sekelilingnya begitu ramai sekali ada rasa takut dan juga ingin mundur ia tidak biasa berjalan sendiri di kondisi yang ramai seperti ini .


" nona " kata supir taksi itu .


" ah ya , maaf " ujar hara lalu ia membayar taksi itu Dan turun dari mobil ia menggenakan kacamata hitam agar semua orang tidak melihat wajahnya.


ia berdiri melihat keadaan sekitar lalu menatap wajahnya kedepan di depan gedung yang menjulang tinggi itu .


dan tiba-tiba ada beberapa pasukan mobil yang datang ia langsung melihat itu dilihatnya Wijaya yang tak lain ayahnya keluar dari dalam mobil dengan beberapa pengawal di sampingnya .


ia menatap ayahnya ada rasa ingin memeluk ayahnya ia sangat merindukan ayahnya .


" ayah " teriaknya .


sontak semua orang yang ada disitu melihat kearah hara yang sedang berdiri .


" ayah " ucapnya sekali dengan nada yang pelan .


" siapa dia ? aku tidak pernah melihatnya disini " tanya beberapa orang yang


hadir disitu .


Wijaya terdiam saat hara memanggil ayah dan hara langsung mendekati Wijaya yang masih berdiri disana .


" kau siapa ? " tanya Wijaya yang heran pada hara .


lalu hara membuka kacamata


semua orang yang melihat itu sangat terpesona akan kecantikan hara lalu mereka mengeluarkan ponselnya dan memfoto hara .


dan Rendy masih tetap berada dijalan mengarungi jalan tiba-tiba ada seseorang yang mengirimnya sebuah foto ia buka Dan ia sangat terkejut karena itu ternyata hara yang sedang berhadapan dengan Wijaya .


ia pun langsung menelpon Ken .


" cepatlah ke perusahan Wijaya dia ada disana sekarang " ujarnya lalu mematikan ponselnya dan melajukan mobilnya dengan cepat .


kebetulan Ken sedang berada di kawasan yang dekat dengan perusahaan wijaya ia langsung melajukan mobilnya dengan cepat .


dan disisi lain hara dan Wijaya masih saling bertatap muka Wijaya yang tak mengenali wajah anaknya sendiri ia bingung dan penasaran pada wanita yang ada didepannya itu ia lalu berjalan mendekat


tiba-tiba sebuah mobil datang dan memperlihatkan Ken yang keluar dari mobil langsung berlari menghampiri hara .


" haraaaaaa " teriaknya.


" hara? " tanya Wijaya apa ia benar mendengar nama hara .


lalu Ken berdiri di samping hara dan memegang tangannya saat ia akan membawa hara pergi hara tetap menahan posisinya .


" hara ? " tanya Wijaya yang masih bingung .


" apa kau ingat siapa aku ? " tanya hara yang menatap nanar Wijaya .


" benarkah itu kau ? " tanya Wijaya lagi ia masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat dan juga ia dengar .


" ayo , kita pergi dari sini " ujar Ken yang berusaha membawa hara pergi .


" tidak , biarkan aku menemuinya " tegas hara ia menatap Ken dengan tajam tanda jika ia tidak suka .


" itu memang kau ? bukankah kau sudah tiada ? " ujar Wijaya .


" aku memang sudah tiada bagimu semenjak ibu tiada " tegas hara ia mengucapkan nya dengan nada yang pelan tapi berisi kemarahan di ucapannya itu .


lalu Wijaya terus memandangi gadis yang berdiri di depannya itu ia tidak menyangka anaknya masih hidup anaknya sudah tumbuh menjadi seorang gadis yang sangat cantik dalam hatinya ia merasa lega dan bersyukur karena masih diberikan kesempatan untuk bertemu dengan anaknya ingin rasanya ia memeluk anaknya itu tapi tidak bisa jika ia melakukan itu dirinya akan jatuh dan juga hara pasti akan terluka karena nya .


" apakau masih tidak kenal diriku ? " ujar hara matanya terus menatap tajam ayahnya .


" sudahlah , ayo kita pulang sekarang " Ken kembali menarik tangan hara tapi hara tetap tidak mau pergi.


" apa dia benar anaknya pak Wijaya ? " hampir semua orang yang berada disana bertanya tanya dan juga penasaran .


" pergilah , aku tidak mengenalmu " kata Wijaya dengan tegas .


" apa? " hara tak percaya dan bahkan tidak pernah membayangkan jika ayahnya akan berkata seperti itu .


" pergilah , kau salah orang " kata wijaya sekali lagi.


Ken yang mendengarnya pun sangat marah ingin rasanya ia memukul Wijaya sekarang juga ia hanya menatap Wijaya dengan tajam .


" ayo " Wijaya pun meninggalkan hara yang masih terpaku ditempatnya berdiri ia meninggal kan putrinya sendiri.


sedangkan hara terdiam disana hatinya sangat sakit saat ayahnya berkata jika ia tidak mengenalnya ken pun langsung memegang tangan hara ia lihat gadis di depannya itu wajahnya sangat sedih sekarang .


" hara " ujar Rendy yang baru tiba dengan nafas yang terengah-engah.


" apa yang kau lakukan ha ?" tanya rendy dengan pelan ia tidak bisa marah saat melihat hara yang begitu sedih .


" ayo , sebaiknya kita pulang " ajak Rendy tapi hara tetap tak bergeming ditempatnya lalu Rendy menghadap adiknya dan memegang bahunya .


" disisi berbahaya , ayo kita pulang " ujar rendy .


" tunggu disini , aku akan mengambil mobil " kata Ken .


Rendy langsung mengangukkan kepalanya .


saat diperjalanan tidak ada seorang pun yang berbicara semua tenggelam pada pikirannya masing-masing .


beberapa saat kemudian mereka sudah tiba dirumah dan hara langsung pergi menuju kamarnya ia tidak menghiraukan semua orang yang sudah menunggunya dirumah .


" sebaiknya , biarkan nona sendiri dulu " ujar bibi pada rendy dan Ken .


" aku tidak habis pikir kenapa dia menemui Wijaya " kata Rendy dengan emosi .


" aku tidak ingin terjadi apa-apa padanya tapi ia tetap keras kepala " ujarnya lagi .


" jangan memarahinya seperti itu , kau tidak tahu berapa ia merindukan ayahnya . mungkin ia terlihat membenci ayahnya diluar tapi jauh didalam lubuk hatinya ia sangat menyayangi ayahnya " ujar Jeny ia memberanikan diri berbicara pada rendy .


Rendy pun langsung manatap Jeny lalu ia pergi meninggalkan semua orang dan masuk ke kamarnya .


semua yang melihat itupun merasa sangat sedih kenapa dua orang yang saling menyayangi itu bertengkar .


sebenarnya mereka bukan bertengkar hanya saja situasinya yang sedang kacau .


" sebaiknya kau bicara pada Rendy " kata bibi pada Ken .


dan Ken pun menuruti ucapan bibi ia langsung pergi menuju kamar Rendy saat ia masuk dilihatnya Rendy sedang berdiri menghadap jendela .


" jangan memarahinya seperti itu , kalian saling menyayangi " ujar Ken .


lalu rebus membalikan badanku ia lihat Ken sedang berdiri di belakang nya .


" aku tidak marah ,aku hanya ...."


" hanya apa ? berteriak seperti itu apa namanya jika bukan marah ? " potong Ken.


" hatinya begitu hancur sekarang , ayahnya bilang dia tidak mengenalnya , tidak ada yang lebih sakit daripada orang tua kita sendiri tidak menganggap anak kandungnya sendiri " jelas ken .


" apa ? " Rendy terkejut mendengarnya .


" ya , Wijaya bilang dia tidak mengenal hara " jawab ken .


" brengsek , ayah macam apa dia itu " Rendy marah mendengar ya ia mengepalkan tangannya .


" jika anak lain yang mendengar itu mereka mungkin langsung marah dan mempermalukan ayahnya disana, tapi hara dia tidak melakukan itu didalam hatinya ia sangat menyayangi ayahnya " jelas ken lagi .


" temuilah hara , mungkin sakit nya akan reda saat kau menemuinya " sambung Ken .


" kau benar " ujar Rendy lalu ia berlari keluar kamar dan masuk kedalam kamar hara .


ia terdiam sejenak saat melihat hara duduk di ranjang kamarnya sembari menundukkan kepalanya kemudian Rendy mendekati adiknya itu dan ikut duduk di ranjang hara .


" maaf " lirih Rendy sambil melihat wajah adiknya itu .


" tidak , aku yang minta maaf pada kalian , aku sudah menyusahkan kalian berdua " hara menatap kakak dan juga Ken yang sedang berdiri di samping ranjang .


" apa yang kau katakan , kau tidak salah , kakaklah yang bersalah karena memarahi mu tadi " ujar Rendy dengan tulus ia genggam tangan adiknya itu .


" aku minta maaf sekali lagi untuk kakak dan juga Ken ( matanya melihat ke arah Ken saat menyebut nama Ken ) aku sudah membuat kalian khawatir . aku berjanji tidak akan melakukan apapun tanpa persetujuan kakak lagi " ujar hara dengan penuh penyesalan .


" tidak apa-apa , kakak juga minta maaf " gumam Rendy lalu ia menarik tubuh hara dan dipeluknya adiknya itu mereka saling memeluk satu sama lain tanda jika mereka sudah berbaikan .


Ken yang melihatnya tersenyum kecil di wajahnya .


" baiklah , sekarang pasti Sira sudah tau jika kau masih hidup mulai sekarang kita akan melakukan sesuatu " ujar Rendy .