Looking For A Destination

Looking For A Destination
akulah penjahat nya



keesokan harinya


malam ini hara sangat cantik Jeny mendandaninya bak seorang putri ia memakai dress berwarna putih dan make up natural yang membuatnya makin cantik . Rendy mengajaknya untuk makan malam bersama para pemilik saham di perusahaan untuk memperkenalkan hara .


" wah nona lihat ! aku bahkan sampai tak mengenalmu " ujar Jeny


" benarkah ? " tanya hara .


" hmm , siapapun yang melihatmu pasti akan jatuh cinta pada nona " jawab Jeny lalu ia menaruh bedak yang sedari tadi ia pegang di tangannya .


" jatuh cinta ? " gumam hara dalam hati .


" apa kau pernah jatuh cinta ? " tanya hara .


sontak itu membuat Jeny terkejut lalu tertawa


" hhahah , nona bagaimana bisa aku memikirkan itu sedari kecil aku terus menjagamu jadi mana sempat aku memikirkannya " jelas Jeny .


hara terdiam mendengarkan penjelasan Jeny ia merasa sangat bersalah pada Jeny karena dirinya Jeny harus mengorbankan masa kecilnya dirumah itu .


" maaf " gumam hara .


" kenapa nona minta maaf ? " tanya jeny .


" karena diriku , kau harus mengorbankan semuanya " Jawab hara dengan penuh penyesalan.


" nona ,akulah yang seharusnya minta maaf , atas semua tindakanku dan Maria selama disana dan aku juga benar-benar berterima kasih pada nona karena sudah membiayai rumah sakit ayahku dan masih tetap membawaku hidup seperti ini "


" tidak masalah " kata hara .


sedangkan rendy ia sedang menunggu hara di ruang tengah bersama yang lainnya .


" kenapa lama sekali " gumam Rendy .


" itu kakak " Sam menunjuk hara hanya sedang menuruni tangga itu .


Rendy tersenyum melihatnya ia benar-benar terpukau karena kecantikan adiknya


dan juga Ken ia terus menatap hara tanpa berkedip sedikitpun .


" kau sangat cantik " puji Rendy pada hara .


" terima kasih kak , Jeny yang membantuku " kata hara ia tersenyum malu-malu.


lalu Rendy menatap Jeny .


" terima kasih " ucap Rendy dengan lembut lalu Jeny menatap Rendy keduanya saling menatap satu sama lain dan tersenyum .


" hmm " Jeny mengangukkan kepalanya


" kenapa aku sangat gugup seperti ini " gumam Jeny Dalam hati .


" Ken , ayo ikut kami " ajak Rendy .


" baiklah " jawab ken .


" kalau begitu kami pergi dulu bi tolong jaga rumah dan anak kecil ini " ujar sam sambil mengangkat Sam .


" ahhha kakak aku yang akan menjaga bibi dan juga kak Jeny " kata Sam .


" baiklah ,aku percaya padamu " ucap Rendy .


lalu mereka keluar rumah dan langsung masuk kedalam mobil yang sudah disiapkan oleh Joy .


" apa kami perlu ikut tuan ? " tanya joy.


" tidak perlu , kalian jaga rumah dan jangan jadikan orang lain masuk " jawab Rendy .


" baik tuan " ujar Joy .


lalu ken melakukan mobilnya dengan kecepatan sedang .


" hara , apa kau baik-baik saja " tanya Rendy ia khawatir saat melihat hara dibelakang terus saja melamun .


" ah tidak apa-apa kak " jawab hara.


" jangan takut , Kau hanya perlu menyapa mereka saja " kata Rendy .


" Ken saat aku dan hara sedang didalam apa kau akan ikut ? " tanya Rendy .


" sebaiknya aku tetap berada di luar restauran aku akan berjaga-jaga . setidaknya kita harus waspada " jawab ken sambil terus menyetir mobil.


" baiklah " ujar Rendy .


beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di restauran Breto sebuah restoran yang sangat mewah dan elegan , para pelayan langsung menyambut kedatangan mereka dan langsung mengantarkan mereka ke tempat duduk ternyata disana pada pemilik saham itu sudah berkumpul lalu mereka berdiri saat Rendy dan hara sudah tiba .


" maaf, kami tidak telat kan " tanya Rendy .


" oh tentu saja tidak pak , Hanya saja kami yang datang terlalu cepat " jawab salah satu dari mereka .


" silahkan duduk " kata Rendy


lalu mereka semua duduk kembali dan hara duduk di kursi sebelah kanan samping Rendy .


" baiklah , perkenalkan ini adalah penerus perubahan herman's corp " kata Rendy .


hara langsung berdiri dan memperkenalkan diri .


" perkenalkan saya hara putri dari Rina hermania pemilik herman's corp " jelas .


" aku harap kita dapat selalu bekerja sama dengan baik dan saling menguntungkan satu sama lain " sambung hara lagi dan menundukkan kepalanya lalu duduk kembali .


" senang rasanya mendengar perusahan herman's corp sudah memiliki Presdir semoga saja nona hara bisa menjalankan perusahaan dengan baik saya yakin nona pasti bisa dan pastinya kompeten agar perusahan bisa tumbuh dan berkembang lebih pesat lagi " ujar salah satu dari mereka .


" mohon doa dan dukungan kalian sangat penting bagiku " jawab hara lalu tersenyum pada mereka .


" baiklah, mari kita makan sekarang seperti semua orang yang hadir sudah sangat tidak sabar untuk makan " kata Rendy .


sementara itu Ken terus berjaga-jaga dari Dalam mobil ia terus mengedarkan pandangannya dia sekitar restoran Sampai saat ini belum ada tanda-tanda bahaya.


sedangkan semua orang sudah menyelesaikan makan mereka lalu selanjutnya mereka akan menikmati hidangan penutup . tapi hara ia meminta izin pada kakaknya untuk ke kamar kecil .


" kak, aku akan ke toilet " kata hara .


" ayo kakak akan ikut " jawab Rendy ia khawatir jika hara pergi sendirian akan ada orang yang akan menyakitinya .


" tidak perlu kak , hanya 5 menit saja " hara berusaha membuat kakaknya tidak khawatir ia tahu kakaknya sangat mencegah nya pergi sendirian tanpa ada yang menemaninya.


" baiklah , hati-hati cepat telpon kakak jika ada sesuatu " kata Rendy .


" baik kak " hara pun berjalan meninggalkan kakaknya ia juga tidak membawa tasnya .


saat ia akan ke toilet tiba-tiba ia melihat seseorang yang sangat ia benci ia menatap orang itu yang hanya berjarak 5 meter . orang itu yang tak lain adalah Sira mereka saling bertatap dari jauh . hara terus menatap nya dengan tatapan tidak suka sedangkan Sira ia tersenyum licik pada hara ia pun berjalan pelan mendekati hara .


" kita bertemu lagi " kata Sira dengan senyuman diwajahnya .


" menyingkir dari hadapanku " ucap hara dengan marah .


" rencananya aku akan menemui mu besok dirumah ibumu ups rumah Rina tapi kebetulan kita bertemu disini baguslah " Sira mengangukkan kepalanya .


" aku tidak pernah memberi izin pada wanita yang sudah membunuh ibuku untuk masuk kedalam rumahku " tegas hara.


" membunuh ibumu ? ha aku pikir kau salah besar . bukan aku pembunuh ibumu tapi yang sebenarnya orang yang sudah membunuh ibumu adalah dirimu sendiri " Sira berusaha mempengaruhi hara .


" aku ? "


" ya ,kau apa kau tau semenjak kau lahir didunia ini kau membuat ibumu sangat menderita " ucap Sira dengan lantang .


hara mulai merasa terpengaruhi oleh Sira hatinya berdesir mendengar ucapan sira.


" kau bohong " tolak hara .


" bohong ? aku tidak berbohong . kaulah yang membuat ibumu mati sejak kau lahir hanya ada penderitaan dalam hidup rina . apa kau tau ayahmu menceraikan ibumu tepat dihari kau dilahirkan dan menyuruh ibumu untuk tidak memberitahukan pada dunia jika kau anak ayahmu . dan tepat dihari kau dilahirkan juga Ayah Rina meninggal dunia dan itu semua karena kelahiran dirimu " jelas Sira .


mata hara berkaca-kaca mendengarnya hatinya sangat sakit haruskah ia percaya pada ucapan wanita yang sangat ia benci ini tapi bagaimana jika ia benar .


" ibuku Tidak memerlukan ayahku , kami berdua sangat bahagia " tegas hara ia berusaha untuk tidak terpengaruh.


sedangkan rendy ia sudah merasa sangat khawatir karena hara meninggalkan ponselnya dan juga ini lebih dari lima menit .


" jika kau bertanya siapa yang jahat orang itu bukan aku , tapi kaulah penjahat yang sebenernya " Sira menunjuk hara tepat di kepala .


hara merasa sangat sedih mendengarnya ia tidak percaya pada ucapan Sira tapi Sira saat ini terlihat tidak bohong .


" kaulah pembunuh ibumu dan semua rasa sakit ibumu , penderitaan yang ia miliki itu karena dirimu kau penjahat " teriak Sira.


mata hara mulai mengeluarkan tetesan bening disana .


Sira merasa puas saat melihat hara menangis sudah lama ia ingin mengatakan ini ia ingin sekali melihat hara menderita .


" walau yang kau katakan itu benar , tapi ibuku sangat bahagia saat bersamaku . dan ingat aku , tidak akan pernah , membuat mu hidup dengan tenang karena bagiku kau lah pembunuh ibuku " hara mengucapkan dengan nada pelan dan penuh amarah didalamnya .


" percaya atau tidak tapi kaulah sang penjahat yang sebenernya " tegas Sira


lalu ia pergi meninggalkan hara sendirian .


tubuh hara sangat lemas hingga ia terduduk di lantai itu semua orang yang lewat melihatnya dengan tatapan penuh tanda Tenaya kenapa orang itu menangis ? pikir mereka .


sedangkan diluar sana hujan begitu sangat deras disertai gemuruh yang kuat seakan-akan mendukung semua kesedihan hara .


lalu hara berdiri dan menatap kosong tempat itu ia berjalan keluar restauran dari pintu belakang ia menembus jalanan yang sangat basah karena hujan deras itu tubuhnya sudah sangat basah walau baru beberapa detik terjun ke dalam hujan itu .


hatinya sakit sangat sakit mendengar semua apa yang Sira katakan itu terus menangis dalam hujan itu .


didalam pikirannya terus terngiang-ngiang apa yang Sira ucapkan .


" bohong ? aku tidak berbohong . kaulah yang membuat ibumu mati sejak kau lahir hanya ada penderitaan dalam hidup rina . apa kau tau ayahmu menceraikan ibumu tepat dihari kau dilahirkan dan menyuruh ibumu untuk tidak memberitahukan pada dunia jika kau anak ayahmu . dan tepat dihari kau dilahirkan juga Ayah Rina meninggal dunia dan itu semua karena kelahiran dirimu "


" kaulah penjahat yang sebenarnya "


kata-kata itu terus terngiang dipikiran hara ia menangis tersedu-sedu sejadi-jadinya .


" dia benar akulah penjahat yang sebenernya hiks hiks hiks " Isak hara .


" maafkan aku ibu hiks hiks hiks " isaknya lagi .


ia terus menyusuri jalan sepi itu dibawah guyuran hujan lebat itu .


sementara itu Rendy sudah mencari hara di seluruh restoran tapi ia sama sekali belum menemukan hara ia sangat khawatir seharusnya ia menemani adiknya tapi .


" ini salahku kenapa aku harus meninggalkan nya sendiri " ujar Rendy dengan nada penuh takut.


sedangkan ken ia juga ikut mencari hara disekitaran restoran ia langsung mencari hara saat ia lihat Sira keluar dari restoran dia yakin pasti terjadi sesuatu karena di wajah Sira sedang mengisyaratkan kebahagian .


tubuhnya sudah basah kuyup ia menyusuri jalanan itu lalu ia masuk kedalam mobil dan melakukan mobilnya untuk mencari hara .


dan hara ia terus berjalan ditengah hujan ia tidak memperdulikan tubuhnya yang sudah merasakan sangat kedinginan itu .ia terus menangis sejadi-jadinya .


lalu tiba-tiba dari arah depan ada sebuah mobil truk yang akan melintasi jalanan itu Dan hara tidak menyadarinya ia terus menatap kosong kedepan tanpa memperdulikan sekitarnya.


tinnnnn....tinnnnn...tinnnnn


mobil truk itu sudah membunyikan klakson tapi hara tetap tidak bergeming


mobil itu berusaha untuk tidak mengebut tapi jalanan sangat licin hingga tak bisa mengendalikan mobil itu .


tinnnnn ..tinnnn


cahaya yang keluar dari lampu mobil itu sudah hampir mendekati hara .


sedangkan dari arah belakang hara ada sebuah mobil yang akan melintas