Looking For A Destination

Looking For A Destination
rencana Wijaya



" apakah hara bisa cepat sadar dari komanya ?" tanya Rendy ia begitu takut kehilangan adiknya lagi , ia berjanji pada dirinya sendiri untuk selalu membuat adiknya bahagia , tapi apa ini ? dia tidak bisa melakukan itu dengan benar ia merasa sangat salah .


" aku tidak yakin , kecelakaan itu menyebabkan pendarahan di otak nya dan juga tubuhnya terlalu lemah untuk menahan semua nya . jikapun ia bangun mungkin ia tidak akan seperti dulu " sebenarnya ricko tidak mau memberitahunya tapi sama saja ia mengkhianati temannya sendiri , ia tidak ingin membuat temannya bersedih tapi bagaimana mungkin juga ia membohonginya lambat laun ia juga pasti tau .


" apa ... maksud mu tidak seperti dulu " tatapan Rendy berubah tajam pada ricko ia tidak mengerti apa yang temannya itu katakan.


" maksudnya , jika dia bangun nanti kemungkinan 80% ia tidak bisa berjalan " ujar ricko tanpa melihat wajah Rendy ia tidak sanggup memberitahunya tapi rendy harus tau karena dia kakaknya .


" apa maksudmu ? " ujar Ken yang datang tiba-tiba


Rendy pun tertunduk lesu, ia lemah saat mendengar apa yang ricko katakan . adiknya begitu banyak mengalami kesulitan selama ini dan dia harus mengalami ini juga .


" tidak akan terjadi apa-apa padanya , aku yakin " ujar Ken yang menatap wajah ricko dengan kesal .


" aku pun sedih mendengarnya , tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa sekarang , aku hanya bisa menunggu hasilnya . itu hanya kemungkinan dan belum terjadi tapi aku tidak yakin , kecelakaan itu membuat tulang punggungnya patah " jelas ricko , ia sama sekali tidak tega saat menjelaskan semuanya , ia pun sedih saat menangani hara orang yang ia cintai harus mengalami semua ini .


" aku akan ke rumah sakit kota , aku akan mengambil obat nya " ia langsung pergi dari ruangan itu entah kenapa ia tidak bisa lagi menahan semua tangisnya .


" kenapa kau lakukan itu padanya ? aku sakit saat melihatnya sakit , tolong jangan ambil dia dariku , aku begitu mencintainya , aku tidak peduli apapun yang terjadi aku akan tetap mencintainya" Isak nya dengan pelan ia berusaha menahan semua rasa sedihnya lalu ia hapus air matanya ia beranjak dari duduknya ia pun pergi ke rumah sakit kota .


sedangkan ken dan Rendy mereka terus memperhatikan hara yang sedang Koma itu .


Ken hanya menatap kosong hara entah apa yang ia pikirkan .


dan Rendy , ia terus menggenggam tangan hara .


" bangunlah sayang , kakak Tidak ingin kehilanganmu lagi " ucap Rendy lalu ia mencium tangan adiknya .


Ken yang melihat itu pun begitu yakin Rendy sangat menyayangi hara walaupun mereka bukan saudara kandung tapi kasih sayang antar keduanya begitu erat .


" kakak berjanji , jika kau sudah sadar nanti kakak akan membawamu bersama kakak , kakak akan mengabulkan semua permintaan mu , kakak mohon sadarlah hara , hanya kau yang kakak punya di dunia ini " Rendy pun menangis dihadapan Ken ia terus menggenggam dan menciumi tangan hara .


" aku berjanji aku akan membalas semuanya " ucap Ken dengan menahan amarahnya.


" aku tidak akan membiarkanmu hidup dengan tenang " lanjutnya .


Rendy pun langsung menatap Ken ia melihat begitu banyak kemarahan pada mata Ken .


" siapa yang melakukan semua ini ? " tanya Rendy .


" Sira antara " jawab ken


" aku tidak akan pernah membiarkan dia hidup dengan bebas " lanjutnya .


Rendy tak terkejut lagi saat Ken menyebutkan nama Sira sebelumya ia juga sudah berpikir jika Sira lah dalang di balik kecelakaan ini , wanita iblis itu tidak akan pernah membiarkan hara hidup dengan tenang .


Rendy berusaha tenang ia menarik nafas nya pelan-pelan ia pun menutup matanya " siraaaaaaa" teriaknya .


" aku akan membalaskan semua rasa sakit adikku " ujarnya dengan amarah .


*******************************************


~ Indonesia ~


tanpa rasa bersalah sedikitpun Sira langsung pulang ke Indonesia setelah kejadian malam itu . ia begitu senang karena hara dan Ken sudah mati pikirnya , tidak ada lagi yang akan menghalanginya untuk mendapatkan cinta Wijaya dan juga harta warisan hara .


disepanjang jalan menuju rumahnya ia terus tersenyum mendengar setiap permohonan hara di Telpon itu .


Maria yang melihat itu pun bertanya-tanya dalam hati " apa ada sesuatu yang membuatnya sangat bahagia " pikir Maria .


" maaf nyonya , apa ada sesuatu hal yang membuatmu bahagia , aku lihat nyonya selalu tersenyum dari tadi " ujar Maria memberanikan diri untuk bertanya pada Sira .


Sira pun langsung melihat wajah Maria iapun tersenyum melihatnya .


" tidak nyonya " jawab Maria ia pun tersenyum melihatnya .


" apa kau tau , bagaimana anak burung bisa terbang bebas kemanapun ia pergi , saat ia bisa terbang tinggi ia terbang sambil terus bernyanyi na...na...na " ujarnya dengan lembut nada itu seperti nada mematikan .


" tapi anak burung itu tidak tau , saat ia terbang begitu jauh dan tinggi , ia akan jatuh ke bumi lalu ia pun mati cup...cup...cup " ujarnya lagi ia terus bermain teka-teki ia begitu bahagia saat ini ia pikir satu-satunya penghalangnya di dunia ini sudah tidak ada lagi .


" aku turut bahagia jika nyonya bahagia " ujar Maria ia terus memuji nyonya itu .


sedangkan yang dipuji hanya tersenyum saja .


" apa kau tau aku tidak suka penjilat , aku lebih suka orang yang terus terang " ucapan Sira itu pun sontak membuat Maria menundukkan kepalanya .


" tenanglah , aku tidak membicarakanmu " sambungnya lagi " hahhahaha " Sira pun tertawa dengan sangat indah , tawanya saat ini menggambarkan ketenangan hidupnya .


" kita sudah sampai nyonya " ucap supir itu .


Sira pun langsung turun yang diikuti oleh Maria . Sira sangat menikmati harinya ia menghirup udara segar di halaman rumahnya itu .


Wijaya yang melihat tingkah Sira dari atas atap rumah terus melihat Sira dengan raut kemarahan dan kebencian ia terus memperhatikan tingkah Sira .


" rasanya , aku sudah beberapa tahun tidak kembali ke rumah ku ini " ujarnya dengan senyum yang mengembang .


" kau boleh pulang dan istirahat , besok kita akan menemui pengacara berserta suami ku " ucap nya ia ingin menikmati hari ini untuk dirinya sendiri begitu menenangkan pikirnya .


ia pun meninggalkan Maria ia langsung masuk kedalam rumah .


sedangkan Wijaya tidak henti-henti memperhatikan istrinya itu.


" aku akan mengikuti semua permainanmu itu " ujarnya sambil tersenyum yang sangat mengerti kan senyumannya seperti membunuh siapapun yang melihatnya .


sedangkan Sira ia begitu senang saat melihat Wijaya yang sedang menuruni anak tangga .ia tersenyum lalu menghampiri wijaya .


" sayang , aku merindukanmu " ujar nya ia pun langsung memeluk Wijaya dengan erat .


" apa kau tidak merindukanku " sambungnya lagi .


Wijaya yang diperlakukan seperti itu pun hanya menuruti saja ia hanya diam .


" sabar Wijaya , kau hanya perlu mengikuti semua permainannya " lirihnya dalam hati.


" aku sudah menyelesaikan anak itu " ujar Sira to the point langsung ia tidak takut akan kemarahan Wijaya ia mengatakannya dengan bangga pada Wijaya jika ia sudah menghabisi nyawa hara .


" kau melakukan hal yang benar , lebih baik ia mati sekarang daripada harus terus hidup tapi tidak pernah merasa bahagia ia selalu sedih sepanjangan hidupnya , aku berterima kasih untuk itu " ujar Wijaya dengan datar walaupun sebenarnya ia tidak ingin pernah mengatakan itu tentang anaknya walau bagaimanapun hara tetap buah hatinya .


" hmm aku terima ucapanmu , kita harus merayakannya sayang , mari kita makan malam diluar " ajak Sira .


" aku tidak ingin pergi malam ini , aku ingin istirahat " Wijaya menolak ajakan Sira ia tidak ingin menambah masalah saat media melihatnya ia akan membuat kondisi semakin runyam .


" hmm akhirnya , aku mendapatkan cintaku sepenuhnya , apa susahnya semua ini , aku hanya ingin cinta darimu tapi kau tidak pernah sama sekali menganggapku , kaulah penyebab semua kejahatan ku ini jadi kaulah yang bertanggung jawab atas kematian hara " lirih Sira dalam hati .


" aku akan ke atas " ujar Wijaya .


" tunggu sebentar " Sira menghentikan langkah Wijaya dengan menggenggam tangannya .


" besok , kita akan menemui pengacara , aku harap kau dapat menyiapkan dirimu sayang , semua akan menjadi milik kita " ia mengucapkannya tanpa rasa bersalah ia langsung menempelkan kepalanya di dada wijaya .


Wijaya ingin menghindari dari sentuhan Sira tapi itu tidak mungkin Sira akan marah dan pasti nya ia tidak akan bisa mencari tau semuanya . ia akan membuat Sira buka mulut sendiri nantinya .


jangan lupa ya reader untuk klik like , komen dan juga vote 😊