Looking For A Destination

Looking For A Destination
ponsel baru



keesokan harinya


matahari sudah terbit menjulang tinggi di angkasa jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi dua insan itu masih terlelap satu sama lain .


seperti malam tadi merupakan malam yang paling tenang bagi hara untuk pertama kalinya setelah 18 tahun ia baru merasakan kembali bagaimana caranya tidur nyenyak .


lalu perlahan-lahan Ken membuka matanya saat cahaya matahari mengenai wajahnya ia terbangun dari tidurnya saat pertama kali membuka mata ia tersenyum saat melihat jika hara masih tidur di pangkuannya .


ia tatap wajah cantik itu yang masih terlelap menyelami tidurnya .


" kau cantik " gumamnya tangannya memainkan rambut hara mengusapnya perlahan .


setengah jam ia terus memperhatikan wajah hara serta ukiran senyuman dibibirnya kemudian hara menggeliat dalam tidurnya matanya perlahan-lahan terbuka .


" Ken " gumam hara pelan Masih Dalam keadaan mengantuk .


" tidurlah , kau masih mengantuk " jawab ken ia terus mengelus rambut hara yang lembut itu .


lalu hara kembali memejamkan matanya .


" kau sangat lelah ya " Gumam Ken


kemudian handphone nya berdering dari Rendy .


" ada apa ? " tanya ken.


" apa hara sudah bangun ? kapan kalian akan pulang ? " tanya Rendy .


" dia masih tidur sekarang , kami akan pulang setelah dia bangun " jawab ken .


" baiklah , biarkan dia istirahat kau juga harus istirahat jangan biarkan dirimu terus bekerja keras " ujar Rendy ia memperhatikan adiknya dan juga Ken .


" hmm , baiklah sampai jumpa " jawab ken lalu ia mematikan ponselnya .


" aku akan terus bekerja keras untuk kebahagiaan mu " ken manatap hara dengan intens .


sementara itu kemarin Wijaya tidak sempai melihat berita hara tetapi sekretaris nya pak Heri memberitahunya ia menunjukkan video Hara .


Dalam hatinya ia sangat sedih saat mendengar hara tidak memerlukan seorang ayah .


tapi itu semua benar selama ini dirinyalah yang membuang hara seumur hidup hara hanya satu kali Wijaya menemuinya . tetapi , ia juga senang ada orang yang menjaga hara dengan baik hingga ia bisa jadi seperti sekarang .


" apa yang akan bapak lakukan ? " tanya pak Heri .


" untuk sekarang , biarkan semuanya terjadi aku tidak akan melakukan apa-apa lagi sekarang " jawab Wijaya .


" tapi pak , bagaimana dengan istri bapak dia pasti akan melakukan sesuatu ? " tanya pak Heri lagi ia tahu betul bagaimana tuanya itu ia sudah jadi sekretaris Wijaya selama 25 tahun .


" aku tahu , tapi dia tidak akan bisa membunuh nya " jawab Wijaya .


" aku hanya ingin kau terus mengawasi tindakan Sira , semua yang dia lakukan laporkan padaku , aku akan mencegahnya sebisaku . aku tidak ingin melihat anakku terus bersedih sepanjang hidupnya " jelas Wijaya .


" baik pak " kata sekretaris Heri .


selama 2 jam hara masih terlelap di pangkuan Ken , ia tidak mengeluh walaupun sebenarnya ia sudah merasakan sakit di kakinya tapi ia melakukannya dengan tulus ia tidak merasakan sakit sedikit pun malahan ia terus tersenyum memandangi wajah hara .


hara kembali menggeliat lalu membuka matanya .


" apa sudah pagi ? " tanya hara matanya masih sayu .


" hmm, bahkan ini sudah jam 10 " jawab ken .


" benarkah ? aku tidur terlalu lama " gumam hara .


kemudian ia baru sadar ternyata ia tidur di pangkuan Ken ia pun terbangun lalu memandang wajah Ken .


" kenapa kau membiarkanku tidur di pangkuan mu , kau pasti kesakitan kan ? " tanya hara dengan cemas .


Ken tersenyum melihatnya Wajah hara yang cemberut itu .


" aku sudah bilang , aku akan melakukan apapun untukmu , ini belum seberapa aku hanya ingin bilang aku menyukainya " jelas ken .


" yang benar saja kau menyukainya ? apa aku harus tidur sepanjang hari dipangkuan mu agar kakimu keram dan tidak bisa bergerak apa kau mau ? oceh hara wajahnya cemberut tapi tetap imut .


" baiklah , ayo tidur lagi dan jangan tunjukkan wajah seperti itu padaku , jika tidak aku akan..."


" ah sudahlah , aku lapar " ujar hara .


" baiklah ayo kedapur akan kubuatkan sesuatu " ajak Ken


kemudian hara berjalan berdampingan dengan Ken menuju dapur di rumah Rendy


Ken masuk terlebih dahulu lalu ia lihat Isi kulkas ternyata banyak stok makanan .


" duduklah aku akan memasak sesuatu yang spesial untukmu " ujar Ken dengan semangat .


lalu hara duduk di meja makan ia terus-menerus menatap Ken yang sedang sibuk dengan bahan-bahan disana .


" kau mau buat apa ? " tanya hara .


" nasi goreng kau suka kan " jawab ken


" hmm, aku ingin nasi goreng seperti yang kau biarkan waktu itu " jawab hara dengan semangat.


" baiklah , tunggu 10 menit nasi goreng akan siap " ujar ken .


ia terus berkutik dengan bahan-bahan itu hara terus memandanginya dan tersenyum padanya .


" kau sangat tampan " gumam hara pelan .


" aku menyukaimu " gumamnya lagi ia tak henti-hentinya menatap Ken .


" nasi goreng sudah jadi " kata Ken ia membawa dua piring nasi goreng spesial.


" ini " ia memberikan nasi goreng itu pada hara .


" terima kasih " kata hara .


Ken tersenyum lalu mereka memakan nasi goreng itu hara nampak lahap memakannya ken tertawa kecil melihat hara .


" kenapa kau tertawa ? " tanya hara .


" tidak , aku senang kau menikmatinya " jawab ken lalu kembali memakan nasinya .


" apa kau bisa memasak ? " tanya hara .


" hanya sedikit , Tidak terlalu bisa " jawab ken .


" hmm , aku iri padamu kau bisa memasak sedangkan aku , aku tidak bisa sama sekali " ujar hara .


" tidak masalah , kau bisa memesan makanan saja " jawab ken .


" aku dulu saat masih di Lebanon suatu hari aku sangat lapar tidak ada makanan sama sekali dimeja lalu aku mencoba merebus mie , tapi seluruh mienya gosong airnya juga kering " ujar hara.


Ken tersenyum dan tertawa kecil mendengarnya .


" itu tidak lucu " hara cemberut dan merajuk pada Ken .


" hey , ayolah hara aku akan menemanimu memasak mie supaya tidak gosong " ejek Ken .


" ah terserahlah , aku sudah habis " hara merajuk pada Aken lalu ia meninggalkan Ken sendiri di meja makan .


setelah selesai makan mereka kembali ke rumah sedari tadi Rendy terus mengubungi mereka untuk cepat kembali kerumah .


setelah sampai di halaman Ken memarkirkan mobilnya.


" ah sudahlah kau terus mengangguku " ujar hara.


" mie " goda Ken lagi ia sangat suka menggoda hara .


" akan ku balas jika aku menangkapmu " teriak hara .


lalu Ken berlari kemudian hara mengejarnya mereka seperti anak kecil yang bermain lari-larian di taman .


tampak dari kejauhan seseorang sedang mengamati mereka dari dalam mobil.


" kau sebahagia itu bersamanya , andaikan aku yang ada diposisi itu " gumam ricko hatimu sakit saat melihat pemandangan didepannya .


awalnya ia ingin menemui hara walaupun ia sudah ditolak hara itu sama sekali tak menggentarkan hatinya ia akan terus berjuang untuk mendapatkan cinta hara tapi apa yang ia lihat didepannya itu hara sangat bahagia bersama ken ia tidak pernah melihat hara sebahagia itu .


" baiklah ricko , kau tidak boleh seperti ini " gumamnya ia pun turun dari mobil dan masih menatap kedua orang itu yang masih berkejaran satu sama lain .


" kau tidak bisa menangkap ku " ejek Ken .


" aku akan menangkapmu awas saja " ujar hara .


ia terus berlari mengejar Ken kemudian ia terhenti saat melihat sosok ricko yang berdiri di tengah halaman .


" dr. ricko " gumamnya .


Ken pun ikut berhenti saat melihat hara diam ia memandang kemana arah mata hara tertuju tampak disana ricko sedang berdiri menatap hara .


lalu ricko berjalan menuju hara , sedangkan hara terus menatap dr.ricko ia sudah lama tidak melihatnya semenjak ia menolak ricko .


" apa kabarmu ? " tanya ricko .


" aku baik " jawab hara .


" bagaimana kabarmu ? " hara bertanya balik padanya.


" aku juga baik " jawab ricko.


" kau terlihat sangat bahagia , aku senang melihat nya " ujar ricko dengan tegar ia berusaha untuk tidak terpengaruh .


" ah tidak aku Dan Ken hanya ..."


" sudah lama aku tidak melihatmu " ujar Ken memotong pembicaraan hara .


" ah ya , ada banyak pasien dirumah sakit jadi aku tidak sempat datang kemari dan kebetulan aku cuti satu Minggu " jelas ricko.


" ayo kita masuk didalam ada kakakku " ujar hara .


" hmm , ayo " ujar ricko .


lalu mereka bertiga jalan berdampingan hara yang berada di tengah-tengah orang tampan itu ia tersenyum manis sedangkan dua orang itu mereka saling memandang satu sama lain tampak seperti ada pertarungan yang harus mereka menangi.


" kakak " ujar hara .


" wah , apa ini apa itu cinta segitiga " ujar Jeny


lalu mereka semua menujukan matanya ke arah pintu utama .


" ricko kau disini " tanya Rendy .


" hmm, aku sedang mengambil cuti selama satu Minggu" jawab ricko .


" ayo duduklah semuanya " ujar Rendy.


" bibi akan membawakan minuman dan camilan dulu " kata bibi lalu beranjak dari duduknya .


" aku akan membantumu bibi " kata Jeny lalu pergi membantu bibi di dapur .


" apa semua berjalan lancar ? " tanya Rendy pada ricko .


" hmm , akhir-akhir ini ada banyak pasien setiap hari aku terus bekerja 24 jam non stop selama satu bulan aku hanya tidur beberapa jam saja selama satu hari untuk itu rumah sakit memberiku cuti selama satu Minggu " jelas ricko .


" sepertinya kau dokter yang handal sekaligus tampan " kata Rendy .


" kau tau aku sangat tidak suka dipuji kan " ujar ricko .


Rendy tersenyum lalu menatap Ken dan Rendy .


" tidak " ujar hara


" ya " ujar Ken.


rendy dan ricko menatap heran mereka berdua.


" apa hara melakukan sesuatu Ken ? " tanya Rendy .


" ya " jawab Rendy.


" kakak , aku tidak melakukan sesuatu Ken terus mengejekku dia selalu bilang mie gosong , mie gosong terus " oceh hara .


" ha? benarkah " kata Rendy ia tertawa kecil mendengarnya .


" ah sudahlah ,aku masuk saja " hara pun berdiri


" tunggu , apa kau tidak ingin hadiah ? " kata Rendy hara berhenti berjalan saat mendengar kata Hadiah .


" hadiah ? " tanya hara .


" hmm , ini bukalah " Rendy menunjukan paper bag itu pada hara , hara pun menghampirinya dan mengambilnya dari Rendy lalu duduk disamping ken .


ia pun membukanya dan mengambil kotak itu .


" ini handphone ? " tanya hara.


" tentu saja " jawab Rendy .


" apa ini benar untukku ? " tanya hara .


" tentu saja " jawab Rendy .


" terima kasih kak ini sangat bagus " ujar hara ia tersenyum senang mendapatkan hadiah itu .


" ini minuman dan camilan nya " ujar Jeny .


" duduklah bi , Jeny kau juga kalian jangan terlalu lelah atau kalian akan sakit , aku akan membawa beberapa pelayan kemari untuk membantu pekerjaan bibi " jelas Rendy .


" tidak perlu tuan , bibi sangat menyukai pekerjaan bibi jika bibi tidak bekerja tubuhku akan sakit Dan juga Sama saja bibi memakan gaji buta " jawab bibi .


" jangan katakan itu , bibi , Jeny dan semua orang yang ada dirumah ini adalah keluarga kami jangan pernah mengatakan itu , dan juga kakak benar biarkan pelayan saja yang mengurus semuanya agar bibi Tidak lelah " kata hara dengan lembut.


" nona , terima kasih banyak dan juga tuan Rendy tapi bibi benar-benar tidak membutuhkan itu biarkan bibi yang mengurus kalian , biarkan bibi merasakan bagaimana caranya mengurus anak-anak bibi lupa dan tidak tau bagaimana caranya , karena bibi sudah tidak punya anak lagi " jelas bibi .


" baiklah , kami tidak akan memaksa bibi tapi jika bibi lelah Katakan saja padaku maka aku akan membawa pelayan kemari " ujar Rendy .


" baiklah " bibi mengangukkan kepalanya


sungguh ia benar-benar beruntung dipertemukan orang sebaik Rendy tapi itu juga ada alasannya itu adalah hukum karena kebaikannya selama ini sudah sepantasnya ia mendapatkan semua perlakuan itu .


" jika boleh aku berbicara aku ingin mengatakan sesuatu , aku juga berterima kasih pada tuan Rendy dan nona hara karena sudah membawaku bersama kalian dan juga tuan Rendy telah membiayai perawatan ayahku . dan nona juga selama di lebanon aku selalu berbuat jahat padamu aku selalu mengawasimu aku menyesal tapi juga aku tidak bisa untuk tidak melakukan perintahnya karena itu adalah pekerja ku " Jeny benar-benar sangat menyesal ia menunduk saat mengatakannya .


" aku sudah melupakannya , lagipula kau tidak pernah melakukan apapun padaku hanya mengawasiku saja , aku mengerti " kata hara .


" hara , didalam ponsel itu kakak sudah memberikan semua nomor ponsel semua orang yang ada dirumah ini dan ingat jangan biarkan orang lain tahu nomormu kecuali orang-orang yang ada disini " jelas Rendy .


" baik kak " jawab hara .