Looking For A Destination

Looking For A Destination
lebih baik aku melihatnya



sosok itu pun berjalan dengan gagah dan tampannya dibalik cahaya redup yg menyinarinya .


" apa kau mencari benda ini ? " tanya Rendy .


Adrian pun terkejut lalu berusaha melepaskan diri dari Ken tapi tangan Ken begitu kuat menahannya hingga dia tidak mampu .


" jangan mencari sesuatu yang tidak ada disini ? kau pikir kami bodoh ? " tanya Rendy dengan nada dingin .


" berikan padaku , maka kami akan pergi dari sini " jawab Adrian .


" berani sekali kau ? merebut apa yang orang lain punya " ujar Rendy .


Ken pun membawa Adrian turun dengan paksa .


" Andi , usia 29 tahun , pekerjaan seorang penipu bayaran , tempat tinggal hmm entahlah tidak punya , mendapatkan hidup karena balas Budi " jelas Rendy yang sudah tau dengan indentitas Adrian yang asli , ia mengetahui dari joy , memang hot orang yang ahli dalam mencari tahu asal-usul seseorang .


" brengsek " teriak Adrian .


" katakan padaku kenapa kau menginginkan surat ini ? " tanya Rendy .


" aku ingin hidup , aku ingin memberikan surat itu agar aku bisa bebas dari hutang-hutang ku " jawab Adrian .


" dan kau mau dibodohi olehnya ? " ujar Rendy.


" katakan padaku siapa yang menyuruhmu ?" teriak Rendy dengan kuat .


" kau masih bertanya padahal kau sudah tau yang sebenarnya ? " kekeh Adrian .


" hmm , kami tau tapi aku hanya ingin mendengarnya langsung darimuuuu " buggh Rendy langsung meninju perut Adrian .


sedangkan Adrian hanya tersenyum saja .


" percuma , sebaiknya kalian khawatir kan saja adik kecilmu itu " ucap Adrian yang berusaha terus meronta-ronta ingin dilepaskan .


" apa yang kau lakukan padanya ? " teriak Ken yang memanas karena menyebut hara .


disisi lain di villa itu hara tidak tenang sama sekali hatinya terus merasa ada yang menjanggal ia terus menelpon kakaknya dan juga Ken tapi tidak diangkat sama sekali .


lalu ia pun naik kekamarnya ia langsung melihat kearah jendela dan ia lihat kebawah ada 5 orang yang berjaga ia terus memperhatikan 5 orang yang berpakaian hitam itu dengan curiga .


" Ken bilang ada 3 orang yang akan menjagaku , tapi ... " pikirnya sambil terus melihat wajah ke 5 orang itu .


" itu berarti 2 orang lainnya bukan bagian dari pengawal itu " ucapnya .


iapun berpikir sekali lagi lalu ia ambil handphone yang ada di ranjangnya dan langsung mencari nama seseorang .


" Joy " ucapnya .


" ya , nona " jawab Joy didalam handphone .


" cepat berikan nomor handphone salah satu orang yang sedang menjagaku disini " kata hara dengan cepat.


" nona apa ada masalah ?" tanya joy dengan khawatir.


" tidak ada , sekarang cepat kirimkan " jawab hara .


" baik aku kaan mengirimkan lewat SMS " ujar Joy .


dan hara pun langsung mematikan ponselnya .


Ting


suara ponsel hara dia pun langsung melihatnya dan mengambil nomor itu lalu ia telpon .


" ini aku , jangan bersuara atau menimbulkan kecurigaan , tetap Dalam posisi tenang . naiklah keatas kekamarku , katakan jika ada bertanya kau ingin pergi ke kamar kecil " perintah hara di telpon .


orang yang ditelpon pun langsung bersikap tenang dan menuju kedalam .


" mau kemana ? " tanya salah satu pengawal lainnya .


" aku akan ketoilet sebentar , jagalah disini , hanya 5 menit saja tidak akan lama " jawab nya .


" baik " ucap temannya .


setelah itu ia pun langsung masuk kedalam dan bergegas menuju kekamar hara .


Tok..tok..tok


harapun bergegas membukakan pintu kamarnya dan menarik orang itu .


" 2 orang dibawah itu bukan orang suruhan kakak ku , itu pasti suruhan Sira , berikan tanda pada temanmu yang lainnya untuk berhati-hati , aku akan keluar dari sini kau tetap bersamaku " ujar hara .


" apa ? baiklah aku akan mengirimkan sinyal " ujar nya .


ia pun langsung mengirimkan kode di jam tangan itu dan membunyikan earphone nya .


" hati-hatilah , aku akan membawa Nona keluar dari sini . mereka bukan orang-orang kita " ujar sleepy yang tak lain adalah kodenya .


Sementara 2 lainnya saling tatap dan mulai mengikuti instruksi dari sleepy .


" apa yang harus kita lakukan sekarang ? " tanya hara


dan di rumah itu Rendy terus memukul Adrian menggebu-gebu .


" katakan apa yang kau lakukan pada adikku ? " tanya Rendy yang mencengkram kemeja Adrian.


" tenanglah , hara menelpon ku tadi , ia tahu dalam kondisi bahaya , tapi Sampai saat ini belum ada pergerakan dari mereka . mungkin hara dan sleepy sedang merencanakan sesuatu ? " ujar Joy dari earphone Karena ia melihat semuanya dari kamera cctv .


" kau , lihat aku sudah menarik pelatuk ini hampir ke ujung , jika kau tidak mau bicara , akan kupastikan balas Budimu itu akan sia-sia " ancam Ken yang sudah menaruh pistol disamping kanan kepala Adrian .


" biarpun aku mati , setidaknya aku sudah memberikan hidupku padanya " jawab Adrian.


dorrr.


suara tembakan itu memenuhi rumah itu.


mereka semua mencari-cari siapa yang tertembak disana .


ternyata adrian yang tertembak tepat di jantung nya .


Ken pun langsung melepaskan tubuh adrian hingga Adrian pun jatuh kelantai . semua lantai penuh dengan darah segar itu dan juga dibaju Ken .


Rendy memutar tubuhnya dan melihat hara dengan dibekap dan ditutup matanya oleh seorang pria .


" haraaaaaa " teriak Rendy .


Ken langsung menoleh dan terkejut melihat hara yang dipenuhi darah .


" haraaaaaa " teriak Ken lalu ia langsung menodongkan senjatanya .


" jika kau mencintainya , turunkan pistol itu " ucap seorang pria .


Ken pun langsung menurunkan pistol itu dan ia taruh dilantai .


" lepaskan haraaaaaa " teriak Rendy .


" halo sayang , cepatlah kemari dan ambil semua milikmu " ucap laki-laki itu di telpon.


harapun terbangun dari pingsannya namun matanya masih tertutup kain hitam .


orang itu pun berjalan lagi maju kedepan 5 langkah , dan langsung membuka penutup mata hara .


hara mengerjapkan matanya sedikit demi sedikit lalu ia lihat banyak darah dilantai Dan membulatkan matanya .


" dd..daaa.raaah " ucapnya terbata-bata ia tidak bisa melihat darah tubuhnya langsung lemas , jika tidak dipegang orang itu Mungin ia sudah jatuh dilantai .


wajahnya pucat dan kepalanya sangat pusing .


" hara tutup matamu " teriak Ken ia tahu hara begitu takut melihat darah .


mata hara berubah jadi sayu karena lemah dan ia mencari-cari Ken dan ia lihat dari bawah lalu naik keatas kemeja yang ken pakai semuanya berdarah dan naik lagi ke wajah Ken yang sudah khawatir karena hara .


" Ken .. tubuhmu ber..darah " ujarnya berusaha menguatkan dirinya.


" tidak hara , aku baik-baik saja , jangan lihat diriku , tutup matamu " Ken hampir menangis melihat hara yang sudah sangat lemah .


" oh , rupanya dia sangat takut dengan darah " pikir orang itu .


orang itu pun semakin mendekati hara ke tubuh Ken dan Adrian yang sudah tiada itu .


" tidak , aku mohon ...jangan ... aku mohon" ucap hara tertatih .


" brengsek , apa yang kau lakukan ha" Rendy pun mendekati orang itu akan memukulnya tapi orang itu berbalik dan mengancam akan menembak hara sekarang juga .


" ikutilah permainan ku " ancamnya .


" tidak , jangan dekati hara denganku " ucap Ken .


orang itu tersenyum puas dan malah semakin dekat dengan Ken .


" aku .. mohon , selamatkan Ken dan kakakku , aku akan memberikan apa yang kau mau " ucap hara dengan lemah .


" tidak hara , kakak akan menyelamatkan mu " ujar Rendy .


Rendy pun menarik salah satu anak Buah mereka dan mengambil pistolnya .


"lepaskan adikku , atau aku akan membunuhmu sekarang " ancam Rendy yang sudah menodongkan senjata padanya .


orang itupun berbalik lalu tersenyum jahat pada Rendy.


" kau mengancamku ? kau tidak takut kehilangan adikmu ha ? " orang itu semakin mencengkram leher hara Dengan kuat hingga hara tidak bisa bernafas .


Ken yang mendapatkan kesempatan langsung memukul kepala orang itu dan menarik hara kedalam pelukannya .


dor..dorr....dorrr.


Ken menembak kaki orang itu ia sebenarya membawa 2 pistol dibalik jas nya . beberapa kali hingga orang itu tersungkur dan mengeluarkan banyak darah , tetapi Ken menutupi mata hara dengan telapak tangannya agar tidak melihat semua tindakannya .


" Ken , kau baik-baik saja ? " tanya hara .


" hmm , tetap pejamkan matamu " jawab ken .


" kalian akan menyesal " ujar orang itu .


" Andikaaaa ? kau berhasil mendapat surat kuasanya ? " tanya wanita itu dengan semanat


Rendy pun langsung menodongkan senjata pada wanita itu yang tak lain adalah sira .


" kalian masih hidup ? " ujar Sira yang kecewa melihatnya


.


" dasar tidak berguna " teriak Sira pada Andika .


" aku , kakiku sangat sakit dan tidak bisa berjalan sayang " ujar Andika .


" cepat , bawa semua yang ada disini kedalam mobil dan jaga mereka , juga segala senjata yang mereka bawa , kumpulan di halaman depan " tegas tom pada anak buahnya .


" baik pak " jawab mereka serentak .


lalu mereka semua pun mengambil semua sebagai yang musuh mereka bawa dan membawanya kehalaman .


" itu suara iblis gila " ujar hara .


" Ken , lepaskan aku " sambungnya lagi.


" tidak hara kau akan sakit jika melihatnya nanti " jawab ken .


" aku akan lebih sakit jika tidak melihat semuanya " ucap hara .


Hay reader , jangan lupa untuk like , komen dan vote ya biar autor nya semangat , kalo masih gini terus , rencananya mau autor pasti episode aja karena mau ganti genre atau apalah yang bisa buat kalian nyaman bacanya dan semangat nungguin.


tapi pokoknya terima kasih author ucapin karena udah ada yang setia bacanya sampe episode segini