
hari ini Maria sudah berada di rumah nyonya besar nya itu . orang yang sangat disegani oleh orang-orang sekitarnya sampai-sampai tak pernah sedetikpun orang mengetahui seluruh kejahatan nya yang orang tau adalah dia orang yang selalu peduli terhadap sesama dan anti kekerasan .
Maria sangat ingin bekerja dengannya sebab dia ingin menjadi orang yang paling dihormati diantara pegawai lainnya bahkan orang yang mengenalnya dia Tak peduli jika semua berkata dia akan haus hormat baginya kehormatan untuk dirinya sendiri adalah tujuan hidupnya dilahirkan . dan saat mendengar jika nyonya besar memanggilnya untuk bekerja bersamanya Maria sangat bersemangat sekali sampai-sampai dia lupa siapa nyonya besarnya itu .
" ah aku sangat gugup untuk bertemu dengan nya " ucap maria dengan senangnya.
lalu beberapa pelayan datang menghampiri Maria .
" maaf nona nyonya besar memanggilmu" ucap pelayan dengan menundukkan kepalanya .
" hmm baiklah terimakasih , hu ( sambil membuang nafas kasar) belum apa-apa mereka sudah hormat padaku . apalagi jika aku selalu disamping nyonya ah aku tidak bisa membayangkan itu " ucapnya .
lalu dia berjalan dan sampailah pada ruangan dengan pintu yang besar lalu pintu itu terbuka dengan sendirinya dia sangat takjub akan kecanggihan rumah itu.
dia berjalan pelan-pelan hingga sampailah pada orang yang ingin sekali dia temui ya perempuan itu menghadap belakang hingga Maria tak bisa melihat wajahnya .
" Maria Cristina " ucap nyonya
" hmm i....iy...iya nyonya besar " ucapnya terbata-bata .
" aku sering mendengar jika kau pernah keliru saat menjaga nona hara " ucap nyonya dengan datar.
"i...iya Nyonya maafkan saya , itu adalah kesalahan terbesar saya tapi saya sudah membawanya ke tempat itu lagi sekali lagi mohon ampuni saya nyonya ." ucapnya terbata-bata .
" kau tau kenapa aku memanggilmu? " ucap nyonya besar dan dia langsung membalikkan kursi kebesaran nya itu ya dia wanita yang berusia 45 tahun tapi dia masih begitu cantik dengan wajah yang ramah tapi itu hanyalah wajahnya saja berbanding terbalik dengan sifatnya .
" eh ti..tidak nyonya " ucap maria dengan tertunduk .
" aku ingin kau menjadi sekretaris ku sekarang " ucapnya dengan datar sambil terus memandang ke arah Maria yang selalu tertunduk itu .
" ah dengan senang hati nyonya aku akan melayanimu jika bisa seumur hidupku "
" kau tau aku tidak suka orang yang sangat penuh semangat begitu dan aku juga tidak suka orang menjilat ku seperti itu bagiku itu hanyalah penghinaan untukku seakan-akan aku adalah orang yang gila hormat " ucap nya dengar datar .
" ah baiklah nyonya maafkan saya " ucapnya
" kau boleh pergi sekarang aku akan memanggilmu lagi " ucap nyonya besar.
" baik nyonya " kata Maria dengan tertunduk hormat dan langsung keluar ketempat itu .
setelah Maria pergi nyonya itu tersenyum tanpa tau artinya apa dia sangat senang dengan semangat Maria atau meremehkan Maria hanya nyonya itulah yang tau .
" he ( dengan senyum miring ) kadang aku suka orang yang penuh semangat tapi aku juga kadang benci dengan semangat " ucapnya.
lalu dia mengambil map kertas dan mengambil isinya terlihat sebuah foto keluarga yang terdiri dari dua orang anak satu laki-laki dan satu perempuan dan sepasang suami-istri mereka terlihat bahagia disitu .
" dulu aku pernah sangat bahagia hingga terlalu bersemangat saat bersama kalian tapi sekarang aku begitu membenci semangat Karena semangat itulah yang membuat ku penuh harapan tapi tak pernah tercapai" ucapnya .
dan membuka lagi satu amplop disitu terlihat seorang wanita dan seorang anak yang sedang berpelukan .
" kalian berdua adalah penghalang hidupku , aku tak akan pernah membuat kalian tersenyum sedikitpun .meskipun kau telah tiada anakmu akan tersiksa seperti dirimu " ucapnya dengan rautan kebencian .
*flashback on
hari itu tepat seorang anak berusia 5 Tahun di sebuah rumah mewah itu seorang ibu sedang merayakan ulang tahun anaknya yang tak lain adalah hara dan Rina . mereka sangat bahagia tapi tentu saja kebahagian Mereka tak sempurna sebab hanya ada anak dan ibu sebuah keluarga akan sempurna jika ada seorang ayah itulah yang dipikirkan hara . jika seorang anak tak pernah mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya maka hanya senyum yang tak pernah padam harus ku ciptakan . sebab senyum itu dapat menggantikan kehangatan kasih sayang dari orang tuanya Hanya itulah yang selalu hara jadikan pokok kebahagiaan nya .
BBM
" ayo tiup lilinnya hara sayang , katakan apa yang ingin kau inginkan maka doamu akan terkabul tetapi hara harus berdoa dengan sepenuh hati hingga tuhan tak akan tega untuk menghiraukannya" ucap Rina.
" hmm tentu saja " ucap Rina dengan tersenyum .
" apakah jika aku minta ayah disini bersama kita itu akan terkabul Bu? " ucap hara kecil.
" hmm iya jika sudah waktunya kita akan berkumpul bersama ayah sayang " ucap Rina sambil tersenyum dengan menahan air matanya .
" baiklah aku akan berdoa apa pun yang hara inginkan " ucap hara dengan tersenyum dan sangat bahagia.
lalu hara kecil memejamkan matanya
" Tuhan , aku ingin agar ayah cepat kembali bersama kami agar ibu bisa tersenyum dan bisa tertidur dengan nyaman , aku juga ingin tetap bersama ibu untuk selamanya aku tidak ingin berpisah dengan ibuku , aku sangat bahagia dengan ibuku . aku ingin Tuhan tetap menjaga ibu untukku aku sangat bersungguh-sungguh ibu bilang tuhan akan mengabulkan semua doa anak kecil kan aku mohon kabulkan semua doa ku " lirih hara dalam hatinya.
lalu dia membuka matanya .
" ibu, aku sudah selesai berdoa " ucap hara .
" hmm baiklah semoga tuhan akan mengambilkan semua doa anak ibu yang cantik ini " ucap rina sambil mencium kening putri kecilnya .
mereka terlihat sangat bahagia berfoto bersama hingga makan kue bersama .
" ibu aku ingin ke toilet " ucap hara
" baiklah hati-hati ya ibu Akan membereskan ini terlebih dahulu .
lalu hara kembali ke kamarnya . hingga saat itu di bawah saat Rina sedang membereskan kue ulang tahun hara tiba-tiba seluruh lampu menjadi padam dan tak terlihat apapun .
" eh kenapa lampunya mati " ucap Rina ." mungkinkah ada pemadaman listrik " sambung nya. Dengan bingung .
hingga beberapa saat muncul lah seseorang didepannya dengan sebuah senter dan langsung membekap mulut Rina . Rina ingin teriak tetapi tak bisa dia terus berontak hingga dia dibawa ke dapur .
" kau harus tetap diam jika ingin putrimu baik-baik saja " ucap si penjahat .
" mau apakau Jangan sakiti putriku aku akan memanggil polisi " ucap Rina dengan berani .
" silahkan saja jika kau ingin dirimu dan putrimu mati disini " tegas si penjajat .
" siapa yang menyuruhmu katakan padaku, kau orang yang tak punya hati ? " ucap Rina .
" kau tidak perlu tahu , tapi kau adalah perusak kebahagian orang lain aku benci dengan perempuan yang tak tahu diri . karena dirimu wanitaku sangat membenciku " ucap si penjahat .
" apa yang kau katakan aku tidak mengerti sama sekali " ucap Rina dengan heran .
" maafkan aku tapi aku tidak akan pernah mengatakan siapa aku dan untuk siapa aku melakukan ini . kau akan pergi dan wanitaku akan bahagia sekarang . " ucap si penjahat dan langsung menusuk perut Rina beberapa kali hingga membuatnya langsung terkapar ke lantai .
hingga malam itu adalah malam yang paling membahagiakan juga paling menyedihkan bagi Rina dan hara malam yang sunyi hanya terdengar beberapa kicauan binarang dimalam hari .
lalu tiba-tiba hara teriak memanggil Rina
" ibu...ibu.... aku takut . ibu dimana " ucap hara
sambil menangis sebab dia takut dengan kegelapan .
" ibu.... ( dia terus teriak hingga menangis dengan sekuat kuatnya ) aku takut ibu .." ucapnya .
dia terus berjalan hingga tak sadar saat ini dia sedang didapur dimana ibunya dibunuh. lalu tanpa sengaja dia menendang sesuatu dan terjatuh tangannya basah dan seperti bau darah segar hingga lampu tersebut menyala dan melihat tangannya bersimbah darah dia terdiam dan menaikkan kepalanya dan ternyata tepat di depannya adalah ibunya dan itu adalah darah ibunya . " aaaaaaaaaa...... ibuuuuuuuuu" hara langsung menangis dan teriak saat melihat ibunya dipenuhi darah dan sebuah pisau yang melekat disampingnya .
flashback off*.