
satu tahun kemudian
" bibi , kau dimana ? " teriak jeny dari lantai bawah .
" tunggu sebentar, aku akan turun " teriak Bibi dari atas .
" cepatlah , aku tidak bisa lama . aku harus menjaganya " ujar Ken yang muncul dari pintu utama .
" ayo , bibi sudah siap " bibi pun turun dari atas sambil membawa beberapa makanan .
" hari ini , kita akan berdoa di masjid Muhammad al-Amin . kita berdoa agar nona cepat kembali sadar , sudah satu tahun
lamanya dan bibi harap doa kita akan terkabul " ucap bibi .
" aamiin , semoga Allah mengabulkan semua permohonan kita " kata Jeny .
" ayo " ucap Ken
" ayo bi " kata Jeny lalu bibi mengangukkan kepalanya .
lalu mereka keluar dan menaiki mobil bersama .
sedangkan Ricko dan Jefry tetap dirumah agar bisa menjaga hara dan juga keamanan rumah .
saat didalam kamar hara Ricko tersusun menggenggam erat tangan hara ia memeluk tangan mungil itu dengan pelan .
" bangunlah , semua orang menantikan kesembuhan mu " lirih Ricko yang masih memeluk tangan hara itu .
" jika bukan untukku , setidaknya bangunlah untuk dirimu sendiri. " sambungnya lagi .
tok...tok...tok ..
" apa kau bisa membantuku sebentar ? ' tanya Jefry yang masuk kedalam ruangan hara .
" ada apa ? " ricko menatap Jefry sekilas lalu kembali beralih menatap Hara.
" apa kau begitu mencintainya ? " tanya Jefry .
" apa kau tidak bisa melihatnya ? aku sangat mencintainya " ujar ricko yang masih menatap wajah hara yang pucat itu . wanita itu sekarang nampak kurus dan rambut yang mulai panjang .
" apa kau tau , aku sedih saat melihatmu seperti ini . jika kau memang mencintainya yakinlah dia pasti bangun dari tidur panjangnya " Jefry pun mengelus bahu Rendy dengan pelan tanda jika ia sedang berusaha menenangkan temannya itu .
" aku yakin , hara gadis yang sangat kuat " lanjutnya lagi .
" terima kasih , kau selalu mendukungku " ricko pun tersenyum menatap Jefry .
ia sangat beruntung memiliki teman seperti Jefry yang selalu ada saat dirinya sedang sedih ataupun bahagia begitupun sebaliknya mereka saling mendukung satu sama lain .
" apa yang ingin kau katakan tadi ? " tanya ricko yang penasaran dengan ucapan Jefry .
" hmm oh iya , aku ingin minta bantuan mu sebentar , bisakah kau kekamamar Ku sekarang . aku sudah menyuruh anak buahku untuk berjaga dengan ketat aku tidak perlu khawatir " ujar Jefry .
" baiklah " ricko pun setuju lalu ia menatap wajah hara lagi dan kemudian ia lepas genggaman tangannya pada tangan hara .
hara pun tinggal sendirian disana keadaaan tetap sama tidak ada yang berubah namun berat badannya semakin turun dan wajahnya pucat ia seperti manusia yang tidak punya jiwa lagi .
hanya keajaiban yang mungkin bisa membangunkannya .
sedangkan di masjid Muhammad al-Amin
bibi , Jeny dan Ken sudah selesai memberikan bantuan pada orang-orang yang membutuhkan mereka semua meminta doa untuk kesembuhan hara lalu mereka duduk didalam masjid di bawah sajadah yang terpapar dengan sangat indah .
" ya Allah ya Tuhanku , hanya kepadamu lah hamba meminta dan memohon , tolong kembalikan gadis itu pada kami jangan buat dirinya menderita seperti itu " bibi berdoa dengan segenap hati .
" aku mohon padamu , buat nona hara sadar kembali , aku tau aku manusia yang penuh dosa hingga aku sangat malu meminta begitu banyak keinginan tapi sekarang aku hanya ingin kau menyembuhkan nona kami " Jeny pun berdoa dengan tulus .
sedangkan ken sedari tadi ia terus menatap matanya dengan tatapan kosong ke depan kiblat masjid itu sembari berdoa dalam hatinya .
" selama ini aku tidak pernah meminta apapun darimu , untuk kali ini aku sangat mempercayai mu . satu tahun berlalu tapi gadis yang sangat ingin aku lindungi belum juga tersadar dari komanya . tolong beri dia kesempatan untuk kembali bersama kami. aku sakit saat melihatnya sakit aku juga sedih saat melihatnya sedih . dan aku juga akan mati jika ia mati . aku mohon tolong kabulkan doaku kali ini. " Ken berdoa dengan sangat tulus .
disisi lain hara yang masih terus tidur itu tiba-tiba dalam tidurnya ia bisa menggerakkan tangannya entah keajaiban apa yang Tuhan berikan padanya tapi sungguh Allah akan selalu mengabulkan doa hambanya yang benar-benar tulus .
" aku bisa menggerakkan tanganku sekarang " lirih hara dalam hati .
" apa aku akan sembuh ? " lirihnya lagi .
" aku mulai bisa menggerakkan tanganku lagi " iapun kembali berusaha menggerakkan tangannya dan ia berhasil satu persatu tangannya bisa bergerak .
saat Ken sedang berdoa tiba-tiba ada seorang laki-laki tua yang mendekatinya lalu ia duduk dihadapan Ken ia tersenyum menatap Ken yang masih memejamkan matanya itu .
" semoga Allah mengabulkan semua doamu " ujar laki-laki itu .
" assalamualaikum " Ken mengucapkan salam pada orang itu .
" waalaikum salam " pria itu menjawabnya dengan nada yang sangat lembut .
" kau orang yang tulus dan juga pantang menyerah , aku yakin Allah akan mengabulkan semua doamu semoga Allah selalu bersamamu " orang itu pun memberkati Ken sepenuh hati .
" terima kasih " ujar Ken .
orang tua itu itu pun menganggukkan kepalanya .
drrrt..drrrt....drrrt
ponsel Ken Bun berdering .
" maaf , pak aku harus segera pergi aku harus pulang sekarang " ucap kendaraan engan sopan .
" baiklah , nak hati-hati dijalan " orang tua itu pun menganggukkan kepalanya .
Ken pun pergi meninggalkan orang tua itu sendirian .
" hidupmu akan berubah sekarang " lirih orang itu yang menatap kepergian dengan senyuman .
saat dijalan menuju pulang Jeny melihat sebuah toko kue .
" bisakah kau hentikan mobilnya " ujar Jeny yang masih menatap toko kue itu .
" ada apa ? " tanya bibi yg bingung .
" nona sangat suka dengan kue coklat , dulu saat nona hara datang untuk pertamakali nya dia tidak mau makan sama sekali selama berhari-hari hingga ia sakit , lalu ibuku berinisiatif membuatkannya kue coklat . saat aku membawa kue itu dia tidak menolak sama sekali ia langsung memakan kue coklat itu sampai habis tak tersisa. aku akan membeli kue itu " Jeny pun menjelaskan semuanya pada Ken dan bibi .
" baiklah , aku akan membelikannya " ucap Ken lalu ia memutar mobilnya dan kembali ke toko kue itu .
ia pun langsung turun dan masuk kedalam toko .
" permisi , aku ingin beli kue " kata Ken sambil melihat-lihat bentuk kue coklat di etalase itu .
" silahkan tuan , kue ini sangat populer di kalangan anak muda " jelas tukang kue itu .
ken pun langsung terpesona saat melihat sebuah kue coklat berbentuk bintang , sangat cantik kue coklat yang ditaburi Glitter berwarna emas kecoklatan .
" apa anda menginginkan ini ? tanya penjual kue yang sedang melihat Ken sedang menatap kue Bintang itu .
" hmm " Ken pun mengangukkan kepalanya.
" kue ini berbentuk bintang yang berarti siapapun orang yang kita berikan kue ini dia akan tetap bersinar terang seperti bintang yang menerangi malam dan juga anak muda sangat gencar membeli kue ini karena menurut mereka kue ini memiliki arti yang sangat mendalam , yaitu cinta dan keberanian " jelas tukang kue itu .
" benarkah ? " ujar Ken yang tak percaya.
" hmm , kau akan buktikan sendiri nanti . berikan kue ini untuk orang yang kau cintai " tukang kue itu pun menyiapkan nya .
lalu Ken membayarnya .
" terima kasih " ken pun mengambil kue itu .
tukang kue itu pun tersenyum ramah .
lalu Ken kembali kedalam mobil .
lalu menaruhnya di samping kursi bibi.
" apa kita bisa melihatnya ? " tanya jeny yang penasaran dengan kue coklat itu .
" tidak " ucap Ken dengan cepat .
" tidak ? " tanya bibi yang bingung dengan tingkah Ken .
" iya kenapa ? aku ingin melihatnya ? " Jeny terus memaksa Ken untuk membukanya .
" tidak boleh , kue itu hanya boleh dimakan dan dibuka saat kita sudah dirumah " tolak Ken.
" tapi kenapa ? " tanya jeny yang penasaran .
lalu ken pun menatap Jeny dengan tajam .
Jeny yang melihat raut wajah Ken itu pun langsung mengalihkan pandangannya ia sangat takut melihat wajah Ken yang menurut nya seram itu .
" baiklah , ayo cepat kita harus segera sampai " Jeny pun mengalihkan pembicaraan nya .
" anak ini , ayo kita sudah terlalu lama meninggalkan nona sendiri dirumah " ucap bibi yang mulai kesal karena kelakuan Jeny dan ken itu