
" bagaimana keadaannya sekarang ? apa dia baik-baik saja ? dari pagi aku belum melihatnya ? " pikir ken .
sedari tadi dia terus gelisah memikirkan hara ditambah lagi ada 2 orang itu yang begitu menjengkelkan menurutnya.
" apa dia sudah bangun ? tapi ini sudah jam 4 sore Tidak mungkin masih tidur " lanjutnya lagi
lalu ia berjalan ke samping taman ia mendongakkan kepalanya ke balkon kamar hara ternyata hara sudah bangun ia sedang berdiri membuka sedikit gorden agar cahaya tak begitu masuk .
dilihatnya hara sedang melamun di jendela itu.
tiba-tiba dari atas hara melihatnya sedang menatap kamarnya .
lalu ken melambaikan tangannya ke atas sedangkan hara hanya berbicara pelan menanggapi kode ken " apa ?" kata hara dengan pelan .
lalu ken melihat sekelilingnya ia pun naik keatas dari jendela rumah .
hara yang melihat itu menatap Ken dengan bingung .
" kenapa kau tidak turun untuk sarapan tadi pagi ? " tanya Ken pada hara .
" aku.. aku belum bangun " jawab hara menatap Ken lalu menundukkan kepalanya lagi.
" apa kau tidak mau melihat wajahku ?" tanya Ken ia bingung kenapa setiap hari bicara padanya ia selalu menunduk .
" tidak apa-apa aku hanya ...."
" baiklah kau tidak perlu menjelaskannya padaku jika tidak mau tapi kau bisa cerita padaku semaumu kau bisa menganggapku tempat berbagi cerita " kata Ken sebenarnya ia sedang berusaha untuk membuat hara tidak merasa sendirian dirumah ini apalagi ia selalu melihat hara melamun ia tak tega
biasanya ia selalu melihat gadis seumuran hara pergi keliling kota dan berbelanja tapi hara selalu ada dibalik kamar gelapnya itu .
" apa kau mau mendengar kan ceritaku ? " tatap hara memberanikan dirinya .
deg .... deg...deg
" apa ini kenapa jantungku berdetak sangat cepat saat menatapnya " pikir hara.
" tidak , tidak fokuslah hara " pikirnya lagi sambil memegang tubuh di bagian jantungnya .
Ken yang melihat itu hanya tersenyum kilas .
" apa kau pernah merasa sangat takut ?" tanya hara menatap Ken lalu mengarahkan pandangannya ke depan .
" tidak , aku tidak pernah merasa takut sekalipun tapi aku tidak tau bagaimana kedepannya nanti aku pikir aku akan sangat takut nanti " Ken terus menatap wajah hara yang sayu dan indah itu .
" aku selalu takut saat aku bertemu orang , aku pikir mereka itu sangat menakutkan . saat aku datang ke negara ini aku tidak kenal siapapun aku selalu berada di balik kamar gelapku itu . aku seperti angin , aku ada tapi , aku tidak pernah terlihat ." ujar hara dengan pelan
" apa kau punya impian ? " tanya hara menatap mata Ken .
" kenapa aku selalu lemah saat melihat matanya " lirih hara dalam hati tapi tetap matanya menyorot mata Ken .
" impian ? entahlah aku tidak yakin " ujar ken .
" apa impianmu ?" Ken menanyakan balik pertanyaan hara ia sangat ingin tahu
apa impian gadis yang ia cintai itu .
" saat aku kecil aku impianku pergi dengan ibu dan ayah ke kebun binatang tapi aku bisa mewujudkan impian ku . saat aku tumbuh besar aku hanya ingin kembali ketempat asalku dan bertemu dengan ibuku " ujar hara dengan pelan tapi ia sudah meneteskan air matanya .
Ken yang melihat itu langsung membalikan badan hara tepat didepannya dilihatnya wajah hara lalu ia hapus air mata hara .
" aku berjanji , aku akan membawamu mewujudkan impianmu " ujar ken sambil terus menyapukan tangannya di pipi hara .
hara yang mendapatkan perlakuan seperti itu ia tak berontak sama sekali hatinya merasa tenang saat Ken menyentuhnya.
lalu ia tersenyum .
" terima kasih " ucap hara dengan tulus .
****************************************
malam hari
waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam Jeny mulai memanggil semua orang turun kebawah untuk makan malam bersama semua orang sudah hadir karena malem ini ada anggota baru jadi bibi masak begitu banyak makanan dr.ricko dan juga pengawal Jefry . seperti biasa Ken selalu jadi orang nomor dua yang datang terlambat setelah hara .
" dimana Ken ? " tanya jeny pada bibi .
" anak itu selalu datang terlambat " ujar bibi sambil menyajikan makanan .
" dimana adiknya Rendy apa dia tidak ikut makan malam ? " tanya ricko ia bingung sedari pagi tidak melihat sama sekali adiknya ricko ini .
tiba-tiba ken datang dan langsung duduk di kursinya tepat di kursi samping hara .
semua orang langsung menatapnya .
" tumben sekali kau cepat biasanya kau selalu datang dengan nona " kata Jeny menatap aneh Ken .
Ken hanya menatap Jeny sekilas .
" oh iya dr. ricko kau bertanya nona kan kau Tahu tadinya dia tidak pernah makan bersama kami tapi beberapa hari terakhir ia selalu makan disini kau tunggu saja dia selalu datang terakhir " jelas Jeny pada ricko .
Ken yang mendengar itupun merasa sangat kesal kenapa dia harus mendengar itu pikirnya
" apa kau sudah memanggil nona ,Jeny ? tanya bibi pada Jeny .
semua orang sudah menunggu kehadiran hara agar tidak sunyi Jefry , Jeny , ricko dan bibi bersenda gurau sambil menunggu hara tapi tidak dengan Ken ia hanya diam entah apa yang ia pikirkan .
beberapa saat kemudian hara sudah turun dilihat semua orang sedang berbicara .
" maaf aku sangat lambat " ujar hara yang berdiri di belakang Ken .
saat mendengar suara itu semua orang langsung menatapnya tak terkecuali dr. ricko dan juga Jefry mereka sangat terpana pada hara hingga mata mereka tidak berkedip sedikit pun .
ken terus menatap 2 orang yang sedang menatap hara tanpa berkedip sedikit pun lalu ia menjatuhkan sendok yang ia pegang .
" tidak apa-apa duduklah nona " ujar bibi lalu mengambil kan hara piring .
lalu hara duduk disamping ken
" jangan terlalu banyak bi, akan mubazir jika tidak habis nanti " kata hara dengan lembut dan tersenyum hangat pada bibi .
" apakah ia nona hara yang selama ini aku kenal ? " lirih bibi dalam hati.
" ia sangat berbeda sekali " lirihnya lagi lalu tersenyum membalas senyuman hara
" baiklah , tapi nona harus makan banyak agar segera sehat " kata bibi lalu menaruh piringnya .
hara hanya tersenyum lalu memakannya ia tak sadar ada dua orang anggota tambahan dan juga orang yang selalu menatapnya sedari tadi .
" apa kalian akan makan ? " tanya Ken pada dua orang itu .
ia sudah tak tahan saat hara terus dilihat seperti itu oleh orang lain hanya dirinya lah yang boleh melihatnya seperti itu
sedangkan dua orang itu hanya tersenyum dan melanjutkan makanan mereka .
" oh Jeny sungguh hidupmu ini sangat menyedihkan kau dikelilingi pria-pria tampan tapi lihatlah Tidak ada satupun yang melihatmu apa aku harus mencari jodoh lewat aplikasi ? " pikirnya sambil menatap wajah Dr. ricko dan Jefry .
" ah tidak Jeny kau ini perempuan , iya aku perempuan aku seharusnya dicintai bukan mencintai . aku hanya akan jatuh cinta pada seseorang yang membuat hatiku bergetar " lirihnya dalam hati .
" bergetar ? saat aku kesetrum seluruh tubuhku gemetar apa itu cinta ? tidak , tidak , tidak itu bukan cinta tapi itu menuju akhirat . astaga Jeny kau bodoh atau apa ? " pikirnya dengan wajah konyolnya itu.
setelah semua selesai hara baru sadar ternyata ada orang baru didepannya itu lalu ia menatap Ken seolah-olah bertanya siapa mereka
" apa ? " ucap Ken yang mengerti kode dari hara .
" oh iya ini dr. ricko yang disebelahnya Jefry " jawab ken yang sebenarnya ia malas.
hara hanya melihat wajah kedua orang itu .
" perkenalkan aku dr. ricko aku dokter keluarga disini Rendy yang mengirim kami kemari " ujar ricko menjulurkan tangannya pada hara .
lalu hara membalas uluran tangan ricko
" hara " ujar hara dengan suara lembutnya .
lalu ia menarik tangannya dari genggaman ricko .
Ken yang melihat itu sangat bersyukur karena hara tidak terlalu menghiraukan ricko .
" dan aku kenalkan Jefry aku akan menjaga rumah ini dan beberapa anggota ku sudah ada didepan aku juga dikirim Rendy dan kami tinggal di lantai 3 " ujar Jefry
lalu mereka berkenalan satu sama lain .
" kakak mengirimnya ?" tanya jeny menatap wajah Ken .
" hmm Rendy mengirimnya kemari " jawab ken .
" baiklah selamat datang , dan selamat malam aku akan kedalam " pamit hara pada semua orang .
lalu ken ikut berdiri dan berjalan bersama hara . hara hanya menatapnya lalu tersenyum pada Ken . Ken sangat senang wanitanya tidak seperti dulu lagi malahan sekarang hara sudah berani dan tak sungkan lagi padanya .
" aku akan masuk selamat malam " ujar hara pada Ken .
mereka berdiri tepat di depan kamar hara .
" selamat malam , mimpi yang indah " kata Ken dengan tulus sambil tersenyum.
" hmm " hara tersenyum lalu masuk kedalam .
Ken pun masuk ke kamarnya yang tepat di samping kamar hara .
sedangkan disisi lain ricko yang melihat kedekatan keduanya pun merasa sangat cemburu tapi ia tak begitu menunjukkan nya ia akui ia sudah jatuh cinta pada pandangan pertama matanya senyumnya semuanya ia sangat menyukai apa yang ada didiri hara .
" apakah secepat ini orang bisa jatuh cinta ? " tanya nya dalam hati .
" aku hanya membutuhkan waktu 2 detik untuk jatuh cinta . apakah benar aku mencintainya ? jika itu benar aku akan membuktikannya " lanjutnya lagi .
" astaga dia benar-benar sangat cantik seperti yang dikatakan Rendy sungguh aku tidak pernah melihat gadis secantik itu di negaraku " ujar Jefry sambil terus membayangi wajah hara .
wah guys Gimana ini antara Ken Dan ricko akankah mereka bersaing atau ada yang mengalah diantara mereka ?
yuk terus baca novel ku dan tunggu kelanjutannya .
dan jangan lupa untuk like , komen dan vote nya juga ya😊 terima kasih