Looking For A Destination

Looking For A Destination
aku tau kau mendengarnya



enam bulan kemudian


" apa tidak ada perubahan ? " tanya Rendy pada ricko .


Ricko hanya menggelengkan kepalanya .


lalu rendy menatap sendu adiknya itu. kapan hara akan sadar dia selalu menanti hari itu entah kapan hari itu akan tiba .


" aku juga mengharapkan kesembuhannya sama seperti dirimu , apa kau ingat saat aku kehilangan Dania dulu ? dia kecelakaan sama seperti hara tapi yang membedakan keduanya Dania tidak mau berjuang untuk hidupnya , dia lebih memilih pergi meninggalkan aku . dan kali ini pun sama aku mencintainya aku juga yang harus merawatnya setiap aku memeriksa keadaan nya aku selalu takut tuhan akan mengambilnya dariku . " mata ricko berkaca-kaca saat dirinya harus mengingat hal menyakitkan itu dulu , mantan kekasihnya pergi dari hidupnya untuk selamanya didepan matanya sendiri , dan sekarang untuk yang kedua kalinya apakah dia akan mengalami hal yang sama .


" aku tahu , aku sangat berterima kasih padamu karena telah merawat adikku selama ini , cintamu pada adikku bukan alasan dirimu untuk mengkhawatirkan nya " gumam Rendy dengan berat hati .


" apa maksudmu ? " tanya ricko yang bingung akan ucapan Rendy.


" maksudku , kau seorang dokter jadi sudah wajar kau mengkhawatirkan pasienmu , apa kau masih mencintainya sampai sekarang ? " entah kenapa Rendy sangat meragukan cinta ricko pada hara ia belum melihat ketulusan dari sosok Rendy .


" aku tidak pernah menjadikan kekurangan sebagai alasan untuk tidak mencintai seseorang . aku mencintai seseorang karena dia adalah dia bukan karena tubuhnya ataupun orang lain " ucap ricko dengan tegas .


" apa kau tidak yakin padaku ? " tanya ricko yang menatap curiga pada rikco.


" entahlah , aku tidak yakin pada diriku sendiri , yang aku tau aku ingin adikku bangun terlebih dahulu " Rendy berusaha mengalihkan pertanyaan ricko .


" aku pun mengharapkan apa yang kau harapkan . baiklah , aku akan mengambil hasil tes hara di rumah sakit " ricko menatap Rendy sebentar kemudian beralih ke hara .


" semoga kali ini hasilnya lebih baik , aku menunggu mu " lirih ricko dalam hati .


lalu ia melangkahkan kakinya ke luar dan pergi meninggalkan kakak beradik itu .


" kau begitu beruntung , dicintai oleh dua orang yang sangat mencintaimu , tapi kenapa aku begitu takut jika nanti disalah satu kalian akan ada yang tersakiti " Rendy pun memegang tangan hara lalu mencium punggung tangannya .


lalu ia turun ke lantai bawah ia meninggalkan hara sendirian di ruangan itu .


" kakak, aku merindukanmu , kapan aku bisa bebas dari semua pengikat ku ini aku ingin memelukmu " lirih hara dalam hati ia pun menangis dalam tidurnya .


dia terbangun saat Rendy menggenggam tangannya tapi entah kenapa tubuhnya masih tidak bisa digerakkan , bahkan untuk membuka mata saja terasa sangat berat .


" aku mohon tuhan , jika kau ingin aku pergi dari sini maka ambillah nyawaku sekarang juga, tapi jika aku masih diizinkan untuk hidup maka aku mohon padamu , tolong bebaskan aku dari sini , aku tidak ingin membuat mereka semua khawatir mereka sudah cukup menderita karena diriku selama ini " Isak hara dalam tidurnya .


" aku tidak akan menangisi semuanya lagi sekarang " lirihnya lagi .


sedangkan rendy ia sudah duduk di ruang keluarga bersama semua orang kecuali ricko yang sedang keluar dan ken yang keluar entah kemana .


" aku hanya ingin mengucapkan banyak terima kasih pada kalian , kalian sudah menjaga dan merawat hara dengan baik selama ini , aku tidak tau jika tidak ada kalian bagaimana dengan hara , sudah enam bulan berlalu tapi sampai sekarang kita masih belum melihatnya sadar " kata Ken yang memulai obrolan pada semua orang .


" tuan , kami juga sangat berterima kasih pada mu dan juga nona hara , karena kalian adalah orang baik , jangan katakan itu lagi karena aku sudah menganggap semua orang yang ada disini sebagai keluargaku sendiri mereka anak-anak yang harus perlu ku jaga " bibi mengucapkan semuanya terasa sangat pilu sekali.


Jeny pun hanya mengelus pundak bibi agar merasa tenang .


" besok aku akan pulang , aku ingin masih tetap disini tapi masih banyak pekerjaan yang harus kulakukan . aku yakin kalian mengerti " jelas Rendy .


" jangan khawatir kan keadaan nona , kami akan merawatnya dengan baik " kata Jeny .


Rendy pun menatap Jeny yang sedang berbicara sambil menunduk itu .


" ternyata dia gadis yang sangat baik, aku sudah salah paham padanya selama ini " lirih Ken dalam hati matanya terus menatap Jeny .


" kak rendyyy " Sam berteriak saat datang dan langsung berhambur memeluk Rendy .


rendy pun tersenyum lalu menundukkan tubuh kecil Ken dalam pangkuannya .


" Hay Sam ! kau dari mana? " tanya Rendy


" aku dengan kak Ken pergi ke panti " jawab sam .


" apa yang kau lakukan disana ? " tanya Rendy lagi .


" kakak Ken mengajak anak-anak yang lain bermain lalu mengajak semua anak-anak berdoa untuk kak hara " jawab sam lalu ia memeluk Rendy .


ia sudah sangat akrab sekali dengan Rendy


" ada apa ? kenapa menatapku begitu " tanya Ken yang bingung akan sikap semua orang .


" terima kasih " ucap Rendy lalu berdiri menghampiri ken .


Ken hanya menatap mereka semua dengan bingung sebenarnya ada apa mereka semua menatapnya dengan begitu parau .


" apa terjadi sesuatu pada hara " tanya Ken yang mulai khawatir .


Rendy pun tersenyum .


" tidak , tidak terjadi apapun , aku hanya ingin mengucapkan terima kasih saja " ujar Rendy .


" bibi aku lapar " ujar Sam yang cemberut .


" oh Ada apa dengan anak kecil ini , apa kau lapar sayang ? " tanya bibi yang berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh kecil Sam .


Sam pun mengangukkan kepalanya dengan mulut yang cemberut .


" apa kak Ken tidak memberi mu makan ? " tanya bibi lagi sambil tersenyum menatap tingkah Sam .


" kakak memberiku makanan , tapi aku belum keuangan jika belum makan masakan bibi " ujar Sam lalu mengecup pipi bibi sekilas lalu ia pun tersenyum.


" oke , baiklah bibi akan siapkan makanan untukmu anak pintar , ayo Jeny kita siapkan makanan untuk anak tampan ini " ajak bibi .


" ayo " ujar Jeny lalu menggandeng tangan Sam .


mereka pun pergi ke dapur meninggalkan dua orang itu siapa lagi kalau bukan Ken dan Rendy.


" aku ingin melihat keadaanya dulu " kata Ken .


" baiklah " rendy pun mengangukkan kepalanya .


" aku yakin , cintanya untuk hara begitu besar " lirih Rendy yang menatap Ken yang sudah pergi menaiki tangga .


saat Ken sudah didalam ruangan hara ia pun duduk disamping ranjang hara .


ia menarik kasar nafasnya " aku merindukanmu " ujarnya lalu ia mengelus kepala hara dan iapun beralih menggenggam tangan hara .


" hari ini , aku dan Sam pergi ke tempat itu ,kami bermain seperti waktu itu bersama mu . saat aku melihat pohon itu aku selalu membayangkan diriku sedang duduk menunggu kami selesai bermain , lalu memberikan kami air minum . tapi itu hanya kenangan aku ingin kita pergi bersama-sama lagi " lirih Ken yang terus menggenggam tangan hara .


" waktu itu , kau bertanya padaku apa impianku ? dan sekarang aku akan menyebutkan impianku itu . " ucapnya lagi lalu beralih menatap wajah hara .


" impian ku sekarang adalah melihatmu sadar dan tersenyum lagi " lirihnya .


" apa kau mau mengabulkannya ? " tanya Ken pada hara yang masih terbaring tak berdaya itu .


disisi lain hara mendengar semua ucapan Ken hatinya begitu sedih mendengar nya .


" maafkan aku Ken , aku ingin sekali mengabulkan semua impianmu , tapi sepertinya tidak bisa , mungkin aku akan mati sebentar lagi . aku tidak bisa lagi menahan semua rasa sakit ditubuh ku ini " lirih hara dan ia pun kembali meneteskan air matanya .


ken yang melihat wajah hara mengeluarkan air mata itu langsung meneteskan air matanya .


" aku tau kau mendengarkan ku " lirih Ken yang masih menahan isakan tangisnya .


" kau merespon semua ucapanku lewat tangisan mu , aku bersyukur setidaknya kau mendengarkan aku " sambung ken lagi lalu iapun kembali mencium tangan hara .


" aku bersyukur Tuhan mempertemukan aku dan dirimu , walaupun mungkin itu selalu menyakiti dirimu , maafkan aku sekali lagi , aku sungguh berharap agar kau bahagia seumur hidupmu , jika nanti aku pergi untuk selama-lamanya aku hanya meminta satu hal padamu tolong jangan pernah lupakan diriku " lirih hara yang menangis dalam tidurnya .


" aku tidak akan pernah meninggalkanmu , tetaplah hidup agar aku bisa membuatmu bahagia " ucap Ken yang sudah mulai tenang itu .


walaupun ia masih sedih dia tidak mau jika hara mendengarnya ia akan berusaha menutupi semua rasa sedihnya di depan hara wanitanya yang sangat ingin dia lindungi dan ia cintai .


disisi lain Rendy mendengarkan semua ucapan Ken pada hara .


" aku berdoa padamu Tuhan , jangan buat kehidupan mereka hancur dan jangan berikan mereka cobaan begitu berat " gumam Rendy .