Looking For A Destination

Looking For A Destination
sakit



hari demi hari telah hara lalui dengan sedih semenjak kepergian kakaknya ia jadi pendiam bahkan tak pernah keluar lagi dari ruang kerjanya ia terus bekerja tanpa memperdulikan kesehatan , selama beberapa hari itu pula Rendy sama sekali tak menelpon adiknya bahkan untuk sekedar bertanya kabar pun tidak . jika hara menelepon dia selalu mematikan telponnya.


rasanya saat melihat orang yang kita cintai sedang terpuruk kita juga ikut sedih bahkan lebih dari orang itu begitulah yang Ken rasakan ia ingin sekali menghibur hara tapi hara selalu menolak jika seseorang datang ke ruang kerjanya .


" kakak aku ingin bertemu kak hara , aku takut dia sakit lagi " ujar Sam dengan sedih .


" iya sayang ... tunggu ya bibi akan berusaha untuk membuka nya " ucap bibi menenangkan Sam .


" nona... Sam menangis ingin bertemu dengan mu " ujar bibi yang sedang berdiri di ambang pintu yang tertutup rapat itu .


tok..tok..tok


tapi tidak ada jawaban sama sekali .


" kenapa tidak ada jawaban , biasanya walaupun dia tidak mau keluar tapi ia selalu menjawab " lirih bibi yang sudah mulai khawatir.


" bibi ... kenapa kakak tidak menjawab " Isak Sam .


" sabar sayang . nona apa kau mendengarku " teriak bibi karena ia semakin khawatir .


ia terus mengetik pintu itu hingga ia merasa putus asa .


" Ken aku harus memanggil ken " pikir bibi .


iapun langsung turun untuk mencari Ken.


" apa itu " pikir Sam saat melihat sebuah benda logam yang tergeletak di bawah meja samping kamar hara .


ia langsung mengambil nya dan ternyata itu sebuah kunci ia berinisiatif untuk memasukkan kunci itu ke pintu dan kemudian ia berusaha membukanya .


"tak" pintu itupun terbuka .


ia membukanya dengan perlahan lalu masuk kedalam ia lihat hara sedang tidur di kursi nya dengan menjatuhkan kepalanya di meja .


" kakak " panggilnya dengan pelan .


ia berjalan lagi lalu menyentuh bahu hara .


" brukk " hara terjatuh kelantai .


" kakakkkk " teriak Sam


" kakak bangun kak " Isak Sam yang mulai menangis .


" haraaaaaa " teriak Ken yang berdiri di ambang pintu beserta bibi dengan muka Khawatir .


" ayo kita segera ke rumah sakit " Ken pun mengangkat tubuh hara yang sudah lemah itu .


" ayo cepat , Sam ayo ikut bibi " ajak bibi.


lalu mereka pun bergegas menuju rumah sakit.


setelah dirumah sakit hara pun sedang ditangani ricko dengan teliti dan hati-hati ricko berusaha mengobati hara .


setelah selesai ia mengelus kepala hara dengan lembut .


" kenapa sampai saat ini hanya ada dirimu Dalam pikiranku " gumam ricko dalam hati .


" aku mungkin tidak bisa memilikimu . tapi aku akan selalu mencintaimu " gumam nya lagi .


iapun keluar ruangan dan tanpa mengapa semua yang ada disana ia hanya melewatinya saja .


" kenapa dokter ricko seperti itu ?" pikir bibi .


sedangkan Ken ia langsung masuk kedalam tanpa menghiraukan ricko .


malam harinya


hara terus tidur dibrankarnya dan sampai saat ini Rendy sama sekali belum melihat hara walaupun Ken sudah memberitahunya entah kenapa ia seperti ingin menjauh bukan seperti , tapi sudah menjauh .


" aku harus menemuinya sendiri " ucap Ken .


saat akan berjalan ia dikejutkan dengan kedatangan Jeny .


" kenapa ? " tanya jeny .


" aku akan keluar sebentar , tolong jaga dia baik-baik " pinta Ken pada Jeny dan jeny hanya mengangguk kan kepalanya .


setelah sampai di perusahaan Rendy , ken menunggu Rendy di tempat parkir ia terus berdiri dengan gagah nya .


saat ia lihat Rendy sedang keluar menuju mobilnya ia langsung menghampiri nya dan berdiri sekitar 5 meter dari hadapan Rendy .


" kau " ucap Rendy ia menghentikan langkah kakinya .


" ya ... ini aku , kau ingat aku kan . atau kau sudah lupa aku seperti kau


melupakan adiku sendiri " sindir Ken .


" untuk apa kau kemari ? " tanya Rendy dengan malas.


" temuilah dia . dia sayang membutuhkan mu , dia masuk rumah sakit sekarang dan Sampai sekarangpun ia belum juga bangun " jelas ken .


" dia sudah besar , dia bisa menjaga dirinya sendiri . jangan jadi anak yang manja " ucap Rendy .


" apa kau tidak tau betapa menderitanya dia ? "teriak Ken yang sudah tidak tahan lagi dengan sikap Rendy .


" aku juga menderita ... ya.. aku juga menderita karena orang yang paling kubenci ternyata ibuku sendiri , hatiku sakit . dan sangat sakit " teriak rendy.


" tapi setidaknya kau jangan pernah melupakan hara , dengan tingkahmu seperti ini kau Tidak ada bedanya dengan wanita iblis itu '' ucap Ken .


" aku tidak peduli " jawab rendy dengan cepat .


Ken pun berlari menghampiri ken dan langsung memukul wajah Rendy .


" kau pengecut, aku pikir kau orang yang bijaksana . tapi ternyata ... kau tidak lebih Dari seorang pengecut " tunjuk Ken .


Ken pun bergegas pergi meninggalkan Rendy dengan wajah memarnya .


disisi lain hara sudah terbangun dari tidurnya ia hanya diam menatap kedepan tanpa mau berbicara , Jeny terus berusaha membuatnya berbicara tapi sama sekali nihil .


" nona .. makanlah aku takut kau akan tambah sakit" ucap Jeny dengan khawatir.


brakk


pintu pun terbuka ternyata Ken yang datang , ia bergegas langsung memeluk hara.


" maaf , aku tidak bisa membuat Rendy datang" ucap Ken .


" kau menemui kakak ? " tanya hara.


" hmm " jawab ken dengan lembut .


" apa dia baik-baik saja ? " tanya hara .


" dia baik .. bahkan sangat baik " jawab ken lagi .


Ken pun melepaskan pelukannya dan mengambil makanan dari tangan Jeny.


" makanlah , yang seharusnya kau khawatir kan ialah dirimu sendiri " ucap Ken .


" hmm " hara mengangguk kan kepalanya .


Ken menyuapi hara dengan hati-hati .


Jeny langsung keluar melihatnya ia tidak enak menganggu keduanya ia pikir ia harus pulang karena dirumah mungkin semua orang akan cemas karena belum tau kabar dari hara .