
sedari tadi hara terus mendengarkan obrolan Rendy dan dr. ricko ia merasa sangat bosan lalu ia beranjak dari duduknya
" kak , aku akan kekamar ku dulu " ujar hara sontak Rendy pun melihatnya lalu tersenyum dan menganggukkan kepalanya ia sangat tahu pasti adiknya sangat bosan mendengarnya .
sedangkan ricko ia hanya menatap kepergian hara dengan lekat , Ken yang melihatnya pun terus menatap tajam ricko .
Rendy yang melihat keduanya itu pun hanya menggelengkan kepalanya saja .
" ehem " Gumam Rendy
membuat ricko tersadar dari lamunannya ia pun balik menatap Rendy .
" kenapa ? " tanya ricko .
" apa yang terjadi pada kalian berdua ? " Rendy bertanya balik pada ricko ia curiga terjadi sesuatu antara mereka berdua .
" siapa ? " ricko bingung apa yang Rendy maksud .
" kau Dan adikku " jawab Rendy .
" aku menyatakan cintaku padanya " jelas ricko .
" benarkah ? " Rendy tak percaya ia terkejut dan tak tahu sama sekali kenapa hara tidak memberitahunya pikirnya .
" ia tapi dia menolakku " ujar ricko
" dia bilang jangan menyukainya " sambungnya lagi hatinya kembali kecewa saat harus mengingatnya .
sedangkan ken sedari tadi hanya mendengarkan percayakan dua orang itu dengan seksama ada sedikit rasa takut dihatinya jika hara menerima cinta ricko tapi ia senang dalam hatinya karena hara menolaknya tapi ia harus tetap waspada apapun akan terjadi dalam waktu yang tidak bisa diduga-duga.
" lalu ? " tanya Rendy yang penasaran .
" aku bilang jangan melarangku untuk mencintainya , karena hatiku dan perasaanku milikku tidak ada seorang pun yang berhak melarangnya . lagi pula mungkin sekarang ada orang lain didalam hatinya " ujar ricko ia menatap wajah Ken dengan lekat tapi Ken tidak menghiraukannya .
" jika hara berkata seperti itu aku bisa apa , aku hanya berdoa semoga laki-laki yang akan mendampinginya adalah orang yang terbaik yang dikirimkan tuhan untuk adikku " gumam Rendy .
kemudian ponsel Ken tiba-tiba berdering ia melihatnya tapi nomornya sama sekali ia tidak kenal ia pun berdiri dan meninggalkan kedua orang itu .
" halo " katanya .
" ini aku " ujar orang itu .
Ken sedikit berpikir ia mengenal suaranya tapi apa benar itu orang yang ia pikirkan pikirnya .
" siapa ? " tanya Ken .
" kau benar-benar tidak mengenalku ? "tanya orang itu ,sedikit kesal mendengarnya .
" hara ? " tanyanya .
" hmm sepertinya kau memang benar-benar tak mengenalku " jawab hara ia sangat kesal saat tau Ken tidak mengenalinya .
Ken tersenyum mendengarnya
" maaf " gumam Ken dengan pelan
kemudian ia masuk kedalam kamarnya ia duduk di ranjangnya .
" apa kau merindukanku ? " tanya Ken.
" rindu ? padamu ? " jawab hara .
" tentu saja tidak kau terlalu GR " sambung hara .
" lalu ? ada apa " tanya Ken ia terus tersenyum mendengar nya kemudian ia merebahkan tubuhnya di kasur .
" hmm tidak ada aku hanya mencoba ponselku saja " jawab hara dirinya pun ikut merebahkan tubuhnya di kasurnya ia menatap langit-langit kamarnya dengan senyuman manis .
" Ken " kata hara dengan lembut .
" hmm " gumam Ken
" apa kau ingin melakukan sesuatu ? " tanya hara .
" melakukan sesuatu, ? hmm aku ingin melakukan sesuatu ? " jawab ken.
" apa ? " hara begitu penasaran.
" aku akan membawamu kesuatu tempat " kata Ken .
" benarkah ? kapan kau akan membawaku ? " hara sangat antusias mendengarnya sudah lama ia tidak pergi keluar walaupun sebenarnya ia tidak suka tapi entah kenapa jika dengan Ken ia akan senang .
" nanti , aku akan mengajakmu tapi tidak sekarang " jawab ken .
" baiklah , aku akan menunggumu " ujar hara .
" hmm " Gumam Ken
lalu Tidak ada lagi percakapan diantara keduanya mereka terus menyelami pikirannya masing-masing perasaan bahagia dan wajah yang terus mengembangkan senyuman .
" hara ? apa kau tidur ? " tanya Ken .
tapi tidak ada sama sekali jawaban hara ia benar hara sudah tertidur di kasurnya tangannya terus memeluk ponsel itu .
" kau memang sudah tidur , baiklah , selamat malam " gumam Ken ia pun tersenyum lalu menutup Handphone nya .
Ken merasa sangat senang malam ini ia mengingat kejadian tadi siang saat mereka
bermain kejar-kejaran di halaman ia menatap langit-langit kamarnya dengan tangan yang ia jadikan bantal ia terus tersenyum mengingat tawa Dan senyum hara .
keesokan harinya
Rendy dan Ken sudah ada di perusahan RW GROUP milik Wijaya Kusuma mereka berdiri di depan gedung tinggi itu semua orang yang ada disini terus memandangi wajah tampan mereka .
mereka pun berjalan beriringan masuk kedalam perusahan semua wanita yang melihatnya sangat terpesona ada yang terlatih saat melihatnya dan ada Juga yang melebarkan mulutnya besar-besar mereka seperti melihat pangeran kerajaan yang sedang berjalan mencari tuan putri .
mereka pun naik lift untuk kekantor Wijaya setelah Sampai mereka langsung berjalan menuju keruangan Wijaya lalu sekretaris Wijaya membukakan pintunya menyuruh rendy dan Ken masuk .
" silahkan pak " ujar sekretaris hari dengan hormat.
mereka pun masuk kedalam dan menatap wajah Wijaya yang sedang mengerjakan sesuatu dimejanya .
" aku rasa kau sedang sibuk " ujar Rendy .
Wijaya pun langsung melihat ke arah sumber suara itu ia tidak terkejut Sama sekali hanya menatap mereka dengan datar kemudian berhenti mengerjakan tugasnya dan berdiri menghampiri Rendy dan Ken .
" pak Rendy apa ada sesuatu ? " tanya Wijaya.
" apa kau sudah melihat berita itu ? " tanya Rendy .
" tentu saja " jawab Wijaya dengan cepat.
" aku tidak akan melakukan apapun , seperti aku katakan sebelumnya dia sudah tidak ada " jawab Wijaya .
" kau ! ayah yang sangat buruk " tegas Rendy .
" apa kau tau ? dia sangat menderita dalam hidupnya tapi kau ? apa yang kau lakukan hanya berlutut dan menjadi lintah disamping perempuan itu " Rendy begitu kesal ia sudah tidak bisa lagi mengontrol emosinya .
Ken yang berdiri di samping Rendy ia hanya mendengarkan semua yang Rendy katakan .
" untuk itu lah aku tidak pernah mengakuinya karena aku tidak pantas untuk jadi ayahnya " tegas Wijaya .
Rendy tertawa kecil mendengarnya .
" bagaimana bisa kau menjadi seorang ayah " Rendy menggelengkan kepalanya.
" oh ternyata ada tuan rendy Disini " ujar Sira ia melangkahkan kakinya lebih dekat , karena sedari tadi ia sudah berdiri di tengah-tengah pintu ia mendengarkan semua ocehan Rendy .
" aku rasa hara sudah mempunyai seseorang yang akan melindunginya " ujar Sira ia menatap Rendy dengan rendah .
" ya kau benar , dan sekarang dia akan terus aku lindungi dan camkan baik-baik jangan pernah menyentuhnya sedikit pun Karena jika kau melakukannya aku akan menghancurkan mu " ancam Rendy .
" hahhaha , menghancurkan ku ? ahhahha " Sira tertawa mendengarnya ia tidak menyangka Rendy yang sebenarnya .
" apa ini semua rencanamu ? berinvestasi pada perusahaan ku saat RW GROUP sedang krisis ? " tanya Sira .
" ya ,benar aku sudah merencanakannya dan seperti yang kau tau aku berinvestasi sangat besar di perusahan mu dan itu berarti jika aku menarik investasi ku kau pasti tau akibatnya " jelas Rendy .
" aku hanya memperingati Kalian untuk yang terakhir kalinya , aku adalah kakaknya jadi jangan sekali-kali menyentuhnya dengan mudah aku bisa menghancurkan mu . aku tau semua apa yang kau lakukan dan rencanakan jadi berhati-hatilah " tegas Rendy .
" jika kalian sudah selesai silahkan pergi " ujar Wijaya .
" dan ya satu hal lagi bersiap-siap lah untuk menerima semua hukuman kalian , dan kau ( Rendy beralih menatap Wijaya dengan tajam ) apa kau tau hara sangat ingin bertemu denganmu ? kau menyakiti hatinya kemarin dan akan kupastikan semua yang terjadi pada ibuku dan adikku akan kalian terima balasannya lebih sakit dari orang-orang ku " ancam Rendy .
dan Sira merasa sangat kesal mendengarnya tangganya menggengam dengan kuat ia menahan semua rasa amarahnya .
sementara itu dirumah hara mengajak Sam berkebun di kebun bunga belakang mereka menyirami semua tanaman disana .
" Sam apa kau menyukainya ? " tanya hara .
" tentu saja aku sangat menyukainya " jawab Sam ia terus menyirami semua tanaman disana .
" Sam " kata hara
Sam pun berhenti menyirami tanaman dan menatap hara .
" ada apa kak ? " tanya sam.
" berapa umurmu ? " tanya hara.
" 7 tahun " Jawab Sam .
" bukankah waktu yang tepat untuk sekolah ? " tanya hara .
lantas Sam menatap hara dengan nanar
" kenapa ? apa kau tidak mau sekolah ? " tanya hara .
" kakak , aku sangat ingin sekolah . tapi , aku akan merepotkan semua orang dan juga bukankah biayanya sangat mahal ? " gumam Sam .
hara tersenyum mendengarnya .
" kau harus sekolah dan jadilah pintar jangan khawatir kan biayanya " Jawab hara .
" terima kasih kak , aku janji akan membayar semuanya jika aku sudah sukses nanti " kata Sam .
hara tersenyum mendengarnya dan mengusap rambut Sam .
" baiklah kalau begitu kau harus membayarnya dengan kesuksesanmu " kata hara .
" hmm aku akan bayar yang lebih sukses dari yang kakak berikan padaku " jawab Sam dengan semangat iapun langsung memeluk hara begitu sebaliknya hara membalas pelukan Sam .
" aku menyayangimu kak " kata Sam .
" kak juga menyayangimu " jawab hara .
sore harinya Rendy dan Ken sudah pulang bekerja mereka pulang dengan mobil yang berbeda Sam pun berlari menghampiri Rendy dan Ken yang sedang memarkirkan mobilnya itu .
" kakakkkk " teriak Sam ia berlari lalu memeluk keduanya .
" wah , kau sangat bahagia apa ada sesuatu ? " tanya Rendy .
Ken tersenyum melihat Sam .
" kakak , aku akan sekolah " jawab Sam dengan semangat
" benarkah ? tanya Ken .
" ya , kakak hara yang bilang begitu " jawab Sam .
" kalau begitu kita harus memilih sekolahnya bagaimana ? " tanya Rendy .
" setuju ? " sambung rendy .
" setuju " jawab Sam .
" kak Ken apa aku membelikan aku es krim ? " tanya sam .
" eskrim ? aku lupa bagaimana nanti malam saja ? " ujar Ken .
" baiklah , kakak hara juga harus ikut bersama " kata Sam.
" tentu saja " jawab ken .
lalu mereka bertiga masuk kedalam rumah ternyata semua orang sedang menonton tv tapi diantara bibi dan Jeny tidak terlihat Hara.
" dimana hara bi ? " tanya Rendy .
" eh tuan sudah pulang ? nona ada dibelakang tadi " jawab bibi .
" ada apa kak ? " tanya Hara ia datang dari arah belakang .
" tidak , hanya ingin memastikan kau baik-baik saja " jawab Rendy .
" oh " hara tersenyum menatap kakaknya dan ia beralih menatap Ken .
" aku ingin bicara padamu ? " kata hara pada Ken .
" hmm baiklah " Ken mengangukkan kepalanya dan mengikuti langkah hara dari belakang.
Hay readers jangan lupa untuk like , komen dan juga vote ,ya biar author makin semangat buat cerita nya Dan juga author ucapin terima kasih banget yang masih setia sama cerita ini semoga sampe cerita nya tamat tetap suka ya 😁