Looking For A Destination

Looking For A Destination
percayalah



hari berganti Minggu , minggu berganti bulan , sampai sekarang tidak ada tanda-tanda jika hara akan terbangun ia masih sama dalam keadaan kritis .


tubuhnya semakin kurus dan wajahnya pucat .


dua bulan sudah hara tertidur seperti ini , Ken selalu setia menemani hara setiap hari ia tidak henti-henti nya mengkhawatirkan hara .


sedangkan rendy ia sudah kembali ke Indonesia , sebenarnya ia ingin tetap mengurus adiknya tapi dia juga punya tanggung jawab pada perusahaan Arya tidak bisa sepenuhnya mewakili setiap pertemuan yang ada . Rendy pun terpaksa harus kembali namun ia tak lupa setiap hari menelpon semua orang yang ada di Lebanon untuk bertanya kabar hara .


sedangkan Sam ia selalu bersama Ken menemani hara setiap hari dia sangat menyayangi hara seperti kakaknya sendiri terkadang ia menangis tiba-tiba di pelukan hara yang tengah tertidur itu .


seperti sekarang ia sedang mengelap tangan hara menggunakan kain basah .


" kakak , aku sudah lama disini menemanimu , apa kau tidak ingin melihat semua orang?" ucap Sam ia terus mengelap tangan hara dengan lembut sambil terus memperhatikan wajah hara yang pucat itu .


" aku sangat merindukanmu" ia pun langsung menangis " hiks, hiks, hiks, kakak bangunlah " lirihnya .


dan disisi lain semua orang melihat Sam tengah menangisi hara , bibi yang melihat itu pun begitu terharu tidak hanya bibi saja tapi juga jeny , dan juga Jefry yang sedari tadi memperhatikan nya dari luar .


" anak itu begitu menyayangi nona " ujar sambil memeluk bibi .


" dia anak yang baik, aku tidak pernah melihat seorang anak kecil seperti " kata Jefry .


dari kejauhan Ken melihat Ketiga orang itu sedang mengintip ke dalam ruangan hara ia pun penasaran dan langsung menghampiri mereka .


" kenapa kalian ada disini ? " tanyanya penasaran lalu menatap wajah semua orang .


" lihat itu " ujar Jefry mengalihkan pandangannya ke dalam ruangan .


Ken pun mengikuti arahan Jefry .


" apa kakak tau , semua orang menunggu kakak untuk bangun , semua orang sedih terutama aku " kata Sam lalu ia menaiki kursi yang ada di samping ranjang hara , ia pun menatap wajah hara .


" aku menyayangimu kak " ucap nya lalu ia mencium pipi hara dan ia pun langsung memeluk tubuh hara .


" cepatlah sembuh " katanya yang masih memeluk tubuh hara .


entah kenapa dalam diri hara ia seperti merasakan sesuatu , seperti ada yang memeluknya sedikit demi sedikit ia mulai merasakan sesuatu yang ada disekitarnya tapi ia sama sekali tidak tau apa yang ia rasakan .


" apa aku sudah mati " lirih hara dalam hati .


" aku sama sekali tidak bisa menggerakkan tubuhku " lirihnya lagi ia pun mengeluarkan air matanya .


ia tidak tau apa yang ia rasakan apakah ia masih hidup atau tidak dia tidak tau .


Sam pun melepaskan pelukannya pada tubuh hara lalu ia melihat mata hara yang tertutup itu mengeluarkan air mata ia pun terkejut .


" kakak , apa kakak mendengarku ?" teriaknya ia pun menangis lagi .


Ken yang mendengar itu langsung berlari ke dalam menghampiri sam.


" ada apa Sam? " tanyanya khawatir .


" kakak, aku tadi melihat mata kak hara mengeluarkan air mata " ujar Sam .


" lihat itu " ia menunjukkan tangannya ke mata hara .


Ken langsung melihat wajah hara ia begitu bahagia dan juga terharu .


" apa kau mendengar ucapan kami ? " tanya Ken pada hara yang masih tetap seperti semula


" itu seperti suara Ken, apa dia benar ken? " tanyanya dalam hati .


tubuhnya ingin bergerak ia berusaha menggerakkannya tapi tetap saja tidak bisa .


" berarti aku masih hidup sekarang ? " katanya lagi .


" apa yang terjadi ?" tanya bibi yang penasaran .


saat Ken berlari tadi semua orang pun ikut masuk ke ruangan hara .


" kakak mengeluarkan air matanya " ucap Sam .


" benarkah ? " tanya jeny dengan antusias .


Sam pun menganggukkan kepalanya .


" syukurlah , setidaknya ada perubahan " ujar bibi Yang sedikit .


" aku akan menghubungi ricko , agar dia bisa cepat kembali ? " Kata Jefry dan langsung menghubungi ricko .


" cepatlah sembuh kak , aku , kak Ken dan semua orang Sangat merindukanmu , apa kakak tau aku Sam ada disini " ucap Sam yang berbicara di samping telinga hara .


" hara , apa kau tidak ingin bangun , aku masih hidup sekarang " ujar Ken .


" semua orang ada di dekatku sekarang , aku mohon tolong aku ,tubuhku rasanya sangat sakit sekali " hara terus saja berbicara dalam sambil menangis namun matanya tetap tertutup .


" jangan menangis , ada aku disini " genggaman Ken pada tangan hara seketika membuat hara tenang .


" aku mohon jangan tinggalkan aku Ken " ujarnya lagi dalam hati .


" nona , apa kau mendengarkan aku ? aku dan bibi juga semua orang selalu mendoakanmu agar cepat sembuh , apa nona tau sudah berapa lama Nona tertidur , sudah dua bulan nona tertidur seperti ini , kami sangat merindukanmu , saat kami duduk dimeja makan , kami selalu mengosongkan bangku mu kami berkhayal jika disana ada dirimu yang sedang makan bersama kami , jadi aku mohon cepatlah sembuh " ujar jeny


" aku juga ingin sembuh , tapi aku tidak berdaya lagi , aku juga tidak tau apa aku akan tetap hidup atau mati " lirih hara .


lalu tiba-tiba ricko datang membawa beberapa peralatan dari rumah sakit besar .


" bagaimana ? apa yang terjadi ? " tanya ricko terengah-engah karena ia berlari dari halaman rumah Sampai ke lantai 3 tempat dimana hara dirawat .


" sepertinya dia sudah sadar , tapi tidak merespon apapun " jelas ken .


" baiklah , aku akan memeriksanya dulu " ricko pun langsung memeriksa tubuh hara .


" dia masih tetap sama seperti kemarin hanya saja , ada beberapa pasien yang mengalami kejadian seperti ini , sejauh ini tidak ada apapun yang bisa aku katakan jika kesehatannya mulai membaik " ujar rikco yang kecewa tadinya ia sangat bersemangat saat mendengar telpon dari Jefry ia kira wanita yang ia cintai sudah membaik tapi tetap sama .


" kita harus sabar menunggu nya lagi " sambung ricko .


" aku akan tetap menunggu mu sampai kapanpun " gumam Ken dalam hati .


~ Indonesia ~


" apa yang harus aku lakukan sekarang ? " ujar Sira yang tengah memainkan pulpen ditangannya itu .


tok...tok...tok


suara ketukan pintu itu membuyarkan lamunan Sira dilihatnya orang itu ternyata maria .


" nyonya , ada seseorang yang ini bertemu denganmu " ujar Maria dengan hormat .


" baiklah , suruh masuk " jawab Sira .


Maria pun keluar Dan langsung menyuruh orang itu masuk .


" mari silahkan " Maria mempersilahkan seorang laki-laki yang sudah tak muda lagi itu untuk masuk .


" oh , selamat datang pengacara " ujar Sira .


" silahkan duduk " Sira lalu tersenyum mempersilahkan pengacara itu duduk .


pengacara itupun langsung duduk .


" bagaimana? apa ada cara lain ? " tanya Sira pada pengacara .


" kau tidak punya alasan untuk mengambil semua milik anaknya pak Wijaya , anak itu tidak termasuk dalam daftar keluarga pak Wijaya jadi sama sekali tidak ada sangkut-pautnya ,seluruh kekayaan dan harta yang dimiliki nona hara semuanya adalah miliknya dan kita tidak bisa mengambilnya begitu saja "jelas pengacara .


Sira pun tersenyum .


" apa kau ini benar-benar pengacara ? " tanyanya pada pengacara .


" maaf , apa maksudmu ? " pengacara itu bingung sebenarnya apa yang kliennya ini katakan .


" kau ini pengacara keluarga ku semenjak orang tuaku masih hidup , apa kau tidak mengenalku ? " kata Sira .


" aku tau , kau anak yang pantang menyerah tapi untuk itu aku tidak bisa membantumu lagi sekarang , hukum pun tidak akan berpihak padamu , aku bingung kenapa kau ingin mengambil seluruh hartanya jika dia sudah meninggal 22 tahun yang lalu . kenapa tidak dulu saja ? " tantang pengacara itu .


" hahhahaha " Sira pun tertawa mendengarnya .


" apa aku harus menjelaskan padamu ? " ujar Sira .


" lakukan saja perintahku , jika tidak ingin mati " ancam Sira .


" aku sudah katakan padamu , seluruh kekayaan yang ia miliki telah disembunyikan tidak ada yang tau dimana orang yang sudah mengambilnya Dan perusahaan peninggalan ibunya juga sampai sekarang masih tetap hidup bahkan pemasarannya sudah Sampai ke berbagai negara jika kau ingin mengambilnya silahkan kau cari sendiri dari perusahan itu " jelas pengacara itu lalu ia memutuskan untuk keluar dari ruangan itu .


Sira yang mendengar itupun langsung menatap pengacara itu dengan tatapan marah .


saat di ambang pintu pengacara itu pun menghentikan langkahnya lalu ia menoleh kebelakang .


" hentikanlah semua ini , kau tidak bisa selalu menjadi seolah-olah kau adalah tuhan , suatu saat nanti akan ada balasan untuk setiap perbuatan , apa kau tidak lihat ayah dan ibumu ? " ucap pengacara itu memperingati Sira lalu ia pergi meninggalkannya .


" ahhhhhhh " Sira begitu marah saat ini .


" aku tidak boleh hancur seperti ini hanya karena anak sialan itu " ia pun langsung menghempaskan pas bunga yang ada didepan mejanya .


" ada apa ini ? " tanya seseorang yang tiba-tiba masuk keruangan nya dan ternyata orang itu adalah Wijaya kusuma.


ia bingung kenapa Sira begitu marah hingga melemparkan bas bunga itu .


sira pun langsung menoleh ke arah suara itu .


" kau harus tetap berdiri agar kita tidak jatuh , kita tidak bisa mengambil semua kekayaan milik anakmu itu , aku yakin ada seseorang yang telah menyembunyikan nya , Rina dan hara kalian berdua selalu saja menyusahkan kita " katanya dengan kesal .


wijaya yang melihat itu hanya mendengar tanpa berbicara apapun .


memang benar , saat ini sekarang keadaan mereka sedang berada di ambang kebangkrutan , tapi apa yang harus ia lakukan selain mengambil semua milik hara , ia sangat menyayangi anaknya tapi ia juga tidak ingin jatuh miskin .ia pun terpaksa mengikuti semua rencana Sira tapi ia tidak pernah mendukung Sira jika itu membahayakan nyawa hara . mau bagaimanapun juga hara adalah anaknya pikirnya .


"sudahlah , aku akan mencari cara lain agar semua tetap baik-baik saja " ujar Wijaya ia berusaha menenangkan Sira .


sedangkan saat ini Rendy sedang menikmati tontonannua ia tersenyum sepuas hati .


" ini belum seberapa , kau akan menderita lebih dari ini " ujar Rendy terus menatap layar komputer nya itu .


" sedikit demi sedikit aku sudah menghancurkan mu Sira dan Wijaya "


" kalian membuat adikku menderita hingga sekarang " ujar lagi dengan nada kesal .


" apa yang kau lihat ? hingga membuat dirimu tersenyum " kata Arya yang tiba-tiba muncul sambil membawa dua cangkir kopi .


" nah , ini untukmu " ujar Arya yang menyodorkan kopi Itu pada Rendy.


" wah , lihat Sira dan wijaya ? pantas saja kau seperti ini " Arya yang melihat layar komputer itu pun ikut tersenyum ternyata sedari tadi uang Rendy tonton ialah drama dari Sira dan Wijaya yang sedang marah-marah .


" aku tidak sabar , bagaimana nanti mereka akan mengahadapinya " sambungnya lagi sambil menghirup kopi nya itu .


" entahlah , mungkin dia akan menderita lebih dari penderitaan adikku selama ini " gumam Rendy dengan datar.


" oh iya , kabar pengacara itu baik-baik saja disana , katanya kau tidak perlu khawatir kan keadannya semuanya aman , Sira tidak tau tentangnya " ujar Arya lagi .


" terima kasih , kau telah membantuku sejauh ini " ucap Rendy dengan tulus pada Arya .


memang selama ini mereka saling membantu satu sama lain , mereka seperti saudara kandung dari dulu saat mereka masih di panti mereka selalu bersama-sama hingga sekarang mereka tumbuh jadi pria tampan dan sangat sukses , mereka benar-benar bersyukurddan berterima kasih pada orang yang telah membuatnya jadi seperti ini , orang itu tak lain adalah Rina ibunya hara .


" teman tidak membutuhkan ucapan terima kasih atau maaf tapi teman hanya butuh kehadiran satu sama lain saat suka maupun duka , aku juga berhutang besar pada ibu Rina , dan sekarang aku akan membalas kebaikannya " kata arya dengan tulus .


" oh iya , bagaimana keadaan hara ? " tanya Arya .


" tidak ada perubahan , tetap sama " ujar Rendy dengan nada sedih .


" aku yakin , suatu saat nanti hara akan terbangun dari tidurnya " ujar Arya yang menenangkan Rendy .


" percayalah " ujarnya lagi