
beberapa hari sudah berlalu semenjak kejadian malam itu tepatnya saat hara di bawa paksa oleh para bodyguard tersebut hara belum juga sadarkan diri . sebenernya mereka membius hara dengan obat bius hingga berhari-hari lamanya . entah kenapa dunianya selalu dipenuhi oleh sekeliling orang yang ingin mencegahnya mengenal dunia seakan-akan dia bisa menghancurkan dunia saat dia muncul. hanya bisa bertahan dibawah Kungkungan para pesuruh dari nyonya besarnya itu tentu saja siapa sebenernya nyonya besar itu .
lalu tiba-tiba hara merasakan gelisah dan mulai tak nyaman pada tidurnya yang panjang itu dia terus meracau "ibu, ibu ..... ibu" ucapnya dengan tertatih-tatih . lalu seorang perempuan masuk dan melihat keadaan nya .
" sepertinya dia sedang bermimpi buruk" ucapnya .
" sayang sekali Kau hidup seperti ini , kau hanya bermimpi tentang wanita itu ( ucapnya sambil meremehkannya) kau tidak akan bisa hidup bebas nona "mimpi buruk". ha itu sangat pas untuk mu panggilan baru untukmu nona " sambungnya lagi sambil mengambil nafas kasar .
saat dia melangkah keluar tiba-tiba hara terbangun .
" dimana aku " ucap hara dengan lemah sambil memegang kepalanya yang sedikit sakit.
" apa kau tidak mengenali tempat ini nona " ucap .
deg hara kenal suara itu ya dia adalah maria seorang wanita berumur 40 tahun yang selalu mengawasi kemanapun hara melangkah . seperti seorang mata-mata yang akan melaporkan seluruh kegiatan hara pada nyonya besarnya . tak ada belas kasihan untuk hara, baginya hara hanyalah seorang sandera yang harus dia jaga agar nyonya besarnya sangat menyukai nya hingga dia menerima begitu banyak uang.
" lepaskan aku " teriak hara
" biarkan aku pergi dari sini , aku tidak ingin ada disini " sambung hara .
" berhenti untuk berulah nona kau akan dapatkan ganjaran akibat perilaku buruk mu itu . mulai sekarang kau tidak boleh pergi kemanapun aku akan mengawasimu, lebih baik nona menurut pada aturan saya jika tidak ingin terluka " tegas Maria.
" kau sama saja seperti iblis itu " teriak hara dengan marah .
" aku tidak peduli " sambung Maria lalu melangkah kan kakinya keluar dan tak lupa mengunci pintu kamar hara .
hara hanya diam duduk diujung kamar dia begitu terpuruk dan tak sanggup lagi menahan tangisnya dia ingin keluar dari tempat yang mengerikan ini baginya tempat ini hanyalah neraka baginya .
" ibu.... aku merindukanmu " ucapnya dengan mata kosongnya itu.
" ibu, ayah jahat padaku , ayah tidak pernah menjenguk ku tadinya aku akan pergi dan menemui ibu tapi aku kembali di dunia ku lagi seperti ini Bu ditempat yang biasanya aku selalu mengurung diri di kegelapan . aku hanya ingin ada cahaya saat bersamamu ibu" ucapnya sambil menangis sambil memeluk kaki nya.
2 Minggu telah berlalu hingga saat ini hara tak pernah menampakkan diri lagi selain berada dikamar gelap itu . dia hanya berbaring menghadap televisi dimana dia tahu keadaan dunia dengan bantuan televisi saja . lalu tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya dan itu adalah maria yang membawakan makanan untuk nya namun hara tak bergeming dia hanya membalikkan badannya .
" aku ingin memperkenalkan seseorang nona " ucap maria.
namun hara tetap tak bergeming sedikitpun
" ini adalah Injah orang yang akan melayani mu sekarang dan yang akan mengawasimu nona , aku telah diutus nyonya besar untuk kembali kerumah tolong kerjasamanya nona jika kau tidak membuat masalah kau tidak akan dihukum Dan lagipula kau tidak suka merepotkan orang kan jadi bantu dia jika nona tak ingin merepotkan orang lain dengan tidak melakukan apa-apa itu sudah cukup " jelas Maria .
tapi tetap saja hara tak bergeming sedikitpun tanpa menghiraukan kannya.
lalu mereka keluar dari kamar itu dan Maria membawa Injah keruang tamu .
" baik nyonya " ucap Injah dengan hormat
" pertama kau harus ingat dan pastikan dia tak keluar rumah baik didepan teras sekalipun. kedua, jangan hidupkan lampu yang sangat banyak dia tidak suka itu cukup satu atau dua saja jika tempat itu besar jika kecil cukup satu nona tidak bisa melihat ruangan yang penuh dengan cahaya yang terang . ketiga, pastikan kau harus mengawasinya dengan baik dan jika kau berhasil kau akan mendapatkan gaji yang sangat besar dari nyonya besar . apa kau mengerti " tegas Maria .
" ya. aku mengerti " kata Injah .
" baiklah sekarang dia adalah tangguh jawabku disini dan beberapa orang bodyguard akan menjaga tempat ini bersamamu " kata Maria .
" hmm nyonya apa aku boleh bertanya " ucap Injah
" katakan " ucap maria.
" kenapa nyonya tidak menjaga nona hara , maafkan aku nyonya jika aku sudah lancang " ucap Injah sambil menundukkan kepalanya..
" nyonya besar sangat menyukai pekerjaan ku sebab itulah dia memanggilku kerumah nya agar aku bersamanya " ucap maria sambil tersenyum yang tak tahu jelas apakah artinya itu .
" apakah ada pertanyaan lain ?" sambung Maria.
" ah cukup nyonya tidak ada " ucap Injah .
" ya aku akan pergi sekarang , bekerjalah dengan baik " ucap maria.
" ayo antarkan aku kebandara " ucap maria pada seorang bodyguard .
setelah Maria pergi Injah masuk ke kamarnya dan menelpon seseorang dengan tergesa-gesa .
" hallo, hmm aku sudah lakukan apa yang kau suruh. hahahaha kau tenang saja dia ada di tanganku sekarang ." ucap Injah dengan bangganya .
" ......,........." si penelpon .
" kau tidak perlu khawatir dia akan menurut padaku tenang saja , jika tidak akan kupatahkan tangannya itu ." ucap Injah
"................" si penelpon.
" aku akan melakukan apapun padanya terserah apa yang ingin kulakukan dia ada di tanganku hahhaha " kata Injah .
dan langsung mematikan telponnya .
lalu dia duduk di kursi sambil menghirup kopi panasnya itu dan berkata " kau ada ditangan ku sekarang nona muda bersiaplah " ucapnya sambil tersenyum yang tidak bisa diartikan
wah wah guys Gimana nanti nasib si hara jadi kasihan 😥 . yaudah tunggu lanjutannya aja ya . dan tak lupa author ucapin terima kasih sebanyak banyak nya nih buat para readers yang udah baca novel ku sejauh ini jangan lupa like komen dan vote ya 😉