Looking For A Destination

Looking For A Destination
aku membenci kalian semua



hara diam sesaat saat sudah berada di dapur dia memperhatikan di sekitar lalu dia membuka kulkas hanya ada sayuran dan beberapa macam makanan ringan . lalu dia kembali membuka lemari makan ternyata tidak ada apapun disana . dia merasa kecewa perutnya sangat lapar hara terus memegangi perutnya .


" ah apakah ada nasi " katanya dalam hati dia mengganggukkan kepalanya lalu beranjak menuju tempat nasi dia tersenyum saat melihat nasi itu .


" hmm ( sambil tersenyum ) aku akan buat nasi goreng seperti buatan ibu dulu " katanya sambil tersenyum.


Ken yang melihat tingkah hara hanya tersenyum saja .


" tapi , bagaimana aku lupa caranya " ucapnya dengan raut muka kecewa .


" apa aku membangunkan bibi Injah? tidak ...tidak bibi sangat lelah aku tidak boleh membangunkannya " ucap hara sambil menggelengkan kepalanya .


Ken tersenyum lalu mendekat ke hara .


" apa kau mau buat nasi goreng ?" tanya Ken sambil tersenyum.


" eh ... aku " ucapnya sambil terbata-bata.


" duduklah aku akan membiarkannya untukmu " kata Ken sambil mengambil bahan-bahan .


" tidak usah aku akan merepotkan mu " kata hara


" apa tidak boleh membuatkan makanan untuk teman?" tanya Ken sambil mengiris bahan-bahan .


" tidak apa-apa duduklah dan perhatikan caraku membuatnya ya ini sangat enak " ucap Ken sambil meneruskan masakan nya .


hara hanya menganggukkan kepalanya dia terus memperhatikan cara Ken memasak nasi goreng


" dia sangat baik ternyata " gumamnya dalam hati lalu tersenyum .


beberapa saat kemudian Ken sudah menyelesaikan masakannya .


" ini cobalah " Ken menyodorkan nasi goreng buatannya .


" eh terima kasih " ucap hara lalu mulai memakan nasi goreng buatan Ken .


Ken hanya diam karena khawatir rasanya tidak enak dia menatap hara dengan serius .


sedangkan hara mengehentikan makannya .


membuat Ken sangat tidak enak padanya apakah tidak enak pikirnya.


" ini persis seperti buatan ibu sangat enak " gumam hara dalam hati .


" kenapa ? apa tidak enak " tanya ken dengan khawatir .


lalu hara menatap Ken dengan serius .


" Sangat enak " ucap hara sambil tersenyum pada Ken .


huah Ken merasa sangat senang dia berlonjak dengan penuh semangat " yes ....yes " katanya.


sedangkan hara yang melihat itu sangat terkejut dengan tingkah ken .


lalu ken tersadar saat hara melihatnya.


" maaf aku hanya terlalu bahagia karena kau bilang enak " ucap ken sambil tersenyum .


" aku akan membuatkannya lagi untukmu jika kau mau " sambung Ken lalu duduk di depan kursi hara .


Hara terus melanjutkan makannya dengan lahap Ken yang melihat itu sangat bahagia dia terus tersenyum melihat gadis yang ia cintai makan masakannya .


" aku akan membuatmu tersenyum seperti ini " gumam Ken dalam hati .


" terima kasih . aku sudah selesai makan " kata hara lalu mencuci piring nya sendiri .


" eh kau tidak usah begitu biar aku saja " cegah Ken .


" tidak apa-apa " kata hara


" biar aku saja " ucap Ken langsung mengambil piring ditangan hara lalu ahra merebutnya lagi .


" biar aku saja ini bekas makanku " kata hara lalu mereka terus seperti ini saling memperebutkan piring kotor itu "biar aku saja , biar aku saja " itulah yang mereka katakan hingga tiba-tiba tangan Ken menyentuh tangan hara dia menggenggamnya . hara terdiam sesaat Ken juga terdiam kenapa jantungnya berjalan dengan sangat cepat


" kenapa aku sangat gugup sekali " kata Ken dalam hati .


" kenapa jantungku berjalan sangat cepat " gumam hara saat manatanya saling menatap dengan mata Ken .


hara tersadar dan memberikan piring itu pada Ken .


" baiklah aku akan masuk " ucap hara dan langsung pergi meninggalkan Ken .


sedangkan ken hanya diam sambil menatap kepergian hara dari depannya .


lalu dia tersenyum sambil menggigit bibirnya dia mengangkat tangannya dan melihat tangannya " ah aku baru saja memegang tangannya , jantungku sudah seperti ini bagaimana nanti " pikir Ken lalu sambil tersenyum


" ah sadarlah Ken " kata Ken sambil menggelengkan kepalanya dan langsung tersenyum


keesokan harinya


semua orang sudah berkumpul di ruang tengah kecuali hara bibi Injah , Jeny , Jim , Kenny dan beberapa bodyguard lainnya .


" tapi tidak apa-apa setidaknya kita punya liburan spesial " kata bibi injah Sambil tersenyum .


" aku rasa begitu mungkin saja kita sudah menjaga nona dengan baik lalu kita diberikan liburan dan juga sebuah voucher seperti ini " kata Jim .


sedangkan ken hanya diam dia curiga kenapa tiba-tiba ada hal seperti ini pasti ada yang tidak beres pikirnya .


" hey anak muda kenapa kau banyak berpikir , nikmati waktu liburanmu " kata bibi injah .


sedangkan ken hanya menatap bibi


" iya benar sangat jarang sekali ini terjadi " sambung Jeny .


" jika kita berlibur siapa yang menjaga hara " tanya Ken .


" oh itu nyonya sudah menyuruh kita untuk mempergunakan waktu ini dengan sebaik-baiknya dia juga memberi perintah kita untuk tidak khawatir pada nona hara hari ini . dia tidak akan pergi kemana-mana dia akan di kunci di kamar seharian " kata Jeny .


" apa ? di kunci ? apa hara tahanan ? " bentak Ken .


" sudahlah tidak apa-apa jika kita memberontak kita akan membuat nona nambah tersiksa nanti bisa-bisa dia dibawa ke ruangan dalam tanah " sambung Jeny.


" apa ? rumahan bawah tanah ? kejam sekali mereka " ceplos bibi sontak membuat Jeny terkejut dan langsung menutup mulut bibi .


" apa bibi tidak ingin hidup lagi " bisiknya .


" apa aku salah bicara ? " bisik bibi .


" hmm jika bicara lagi bibi akan jadi bubur nanti lalu akan dibagikan kepada kami semua untuk dimakan " kata Jeny .


" astaga Anak ini apa kau menakiti ku? "


" bibi kenapa kau tidak mengerti aku serius "


" ah baiklah ayo kita pergi sekarang semuanya ayo cepat " lanjut Jeny pada semua orang .


" baiklah ayo " ucap Jim


lalu mereka pergi keluar sedangkan ken tetap diam dia terus melihat ke atas pintu kamar hara .


" ku harap kau baik-baik saja " kata Ken lalu dia pergi keluar .


mereka semua pergi menggunakan mobil mereka masing-masing ya setiap satu karyawan mereka difasilitasi satu mobil . mereka melajukan mobilnya masing-masing tapi tidak dengan bibi Injah dan Jeny mereka memutuskan untuk mengunakan mobil Jeny saja mereka akan pergi ke klinik perawatan bersama. terlihat mereka sangat senang sambil bercanda


sedangkan ken entahlah dia mau kemana dia tidak tertarik seperti ini dia terus melajukan mobilnya tanpa arah yang hanya dipikirannya sekarang adalah hara . " apakah dia baik-baik saja " pikirnya .


dia terus melajukan mobilnya


sedangkan di rumah tiba-tiba segerombolan orang berpakaian serba hitam mulai menjaga sekitaran rumah dan ada beberapa orang masuk ke dalam .


" ayo cepat periksa apakah masih ada orang atau tidak " suruh komandan bodyguard itu


" ya ,tapi sepertinya sudah tidak ada lagi dan aku sudah mengecek semuanya hanya tersisa nona saja tapi dia dikurung " jawab anak buahnya .


" ayo baguslah cepat keluar dari sini sebelum terlambat " ucap komandan bodyguard itu .


" ya "


mereka berjalan keluar dan tiba-tiba menelpon seseorang.


" lakukan sekarang " perintah komandan itu .


seketika rumah itu terbakar dari belakang rumah terlihat asap dan api yang dengan cepat menjalar ke rumah


"Ayo kalian jaga di depan jangan biarkan ada orang yang masuk ke area sini " teriak komandan pada para bodyguard .


sedangkan hara didalam dia merasa ada yang aneh kenapa banyak asap masuk kedalam kamarnya dia merasa sesak lalu dia membuka jendela tapi tidak bisa karena jendela nya dilapisi besi dari luar dia berusaha membuka pintu tapi tidak bisa dibuka dia langsung menangis


" tolong..... siapapun tolong aku " Isak hara .


dia terus menangis dan terisak


" tolongggggggg " teriaknya sambil menggedor-gedor pintu .


dadanya terasa sesak karena asap sangat banyak masuk ke dalam kamar nya .


sedangkan dari luar terlihat api mulai membesar dan akan menghambat ke seluruh rumah .


hara terus memegang dadanya yang sangat sesak berusaha bernafas tapi dia tidak kuat lagi .


" tolongggggggg " katanya dengan lemah .


lalu dia terjatuh dan hampir pingsan .


" kau berbohong padaku ... kau sama saja seperti wanita iblis itu " kata hara dengan lemah sambil terus memegang dadanya yang terasa sesak .


air matanya terus mengalir membasahi pipinya hara tak mampu lagi berdiri


" aku benci kalian " Kata hara tertatih .


" ibu... sepertinya kita akan bertemu " ucapnya dengan lirih tiba-tiba dia pingsan tak sadarkan diri.