Looking For A Destination

Looking For A Destination
tidak takut



semua orang terus menunggu hara untuk bangun , tidak ada yang senyuman yang terukir di wajah para penghuni rumah itu , hanya tatapan sedih yang selalu merundung mereka .


Jeny sedari tadi melihat keadaan semua ia hanya menatapnya sedih . dari kemarin tidak ada satupun orang yang makan ia khawatir mereka akan sakit , ia dan bibi sudah memasak tapi tidak ada yang datang ke meja makan , hanya dia dan bibi yang terus menunggu mereka .


lalu Jeny masuk kedalam ruang perawatan hara ia melihat sosok laki-laki yang sedang memandangi wajah hara tapi itu bukan Ken ia tidak tau siapa .


" apa kalian tidak akan makan ? " tanyanya dengan pelan pada Ken dan juga Rendy , ia belum melihat wajah Rendy sebab itu ia bicara dengan baik .


Ken hanya menatap wajah Jeny lalu mengalihkan pandangannya ke Rendy .


" sebaiknya kau makan dulu , ini sudah hampir malam , dari pagi kau belum makan " ujar ken ia pun sebenarnya belum makan tapi ia tidak sama sekali memiliki nafsu saat melihat gadis yang ia cintai sedang berjuang antara hidup dan mati.


" kalian berdua dan juga yang lainnya , Tidak ada yang datang ke meja makan satupun orang didalam rumah ini , aku tau kita sangat mengkhawatirkan keadaan nona tapi aku juga yakin saat ia melihatnya ia akan sedih , kita harus tetap sehat agar bisa membuat nona kembali seperti dulu " kata Jeny dengan nada yang pelan .


" kalian duluan saja , kami akan menyusul " jawab ken .


lalu Jeny pun keluar dari ruangan itu


" apa kau akan membawanya pergi dari sini saat ia sembuh ?" tanya ken dengan penasaran .


" ya , aku tidak bisa membiarkannya jauh dari ku lagi , aku akan membawanya bersamaku agar bisa mengawasinya " jawab Rendy ia juga takut nantinya Sira akan melakukan hal yang lebih buruk lagi dari ini.


" apa kau takut , dia akan jauh darimu ? " tanya Rendy .


" entahlah , tapi aku hanya ingin melindungi nya " jawab ken .


saat Ken menjawab pertanyaan Rendy , Rendy terus menatap wajah Ken ia lihat matanya disana Rendy melihat ada ketulusan dan cinta yang besar untuk hara , ia juga bingung karena ricko mencintai adiknya juga dia takut akan terjadi sesuatu jika keduanya sama-sama memiliki satu keinginan yang sama yaitu ingin memiliki hara sepenuhnya .


satu bulan kemudian


hara tetap dalam keadaannya tidak ada perkembangan sama sekali Rendy terus berada disisi adiknya berharap ada keajaiban yang akan datang untuk hara .


bukan hanya Rendy saja tapi semua orang dirumah itu mereka berharap ada keajaiban agar hara bisa sadar .


dan saat ini ricko kembali memeriksa. keadaan hara ia terus menatap wajah hara yang pucat itu ia terus berusaha membuat hara sadar lagi tapi ia bukan tuhan yang dengan mudahnya jika menginginkan sesuatu akan langsung terjadi .


" apa ada perkembangan ? " tanya Rendy setiap hari ia selalu bertanya pada ricko degan kata yang sama tapi selalu dijawab tidak ada .


ricko hanya menggelengkan kepalanya .


disisi lain Ken sudah benar-benar sembuh dari lukanya hingga ia bisa melakukan apapun seperti biasanya .


saat ia akan memakai jas nya ia teringat saat hari dimana hara mencarinya untuk mengajak nya ke panti asuhan.


" andai waktu itu aku tidak membawamu " gumamnya dalam hati .


lalu ia pun dengan cepat memakai jas nya ia keluar dari kamarnya menuju ruang perawatan hara .


saat tiba disana tidak ada orang sama sekali ia berjalan pelan ke arah hara yang sedang Koma itu .ia terus menatap wajah hara dengan tatapan sendu .


" kapan kau akan bangun ? aku terus menunggumu " Isak Ken ia tidak tahan lagi untuk tidak menangis sudah satu bulan semenjak kejadian itu hara belum juga bangun dari tidurnya ia sangat mengkhawatirkannya dan juga merindukannya .


" aku merindukanmu " ujarnya lagi ia terus mengeluarkan air matanya .


" aku mencintaimu " lanjutnya , ia pun mencium punggung tangan hara dan beralih mencium kening hara .


" waktu itu , aku mencium keningmu jantungmu berdetak lagi , dan sekarang aku mencium lagi , apa kau tidak ingin bangun " gumamnya dalam hati sambil menahan ciuman nya itu dengan derai air matanya .


Ken pun langsung menghapus air matanya ia pun berbalik ke belakang ternyata dia adalah ricko , dia sedang berdiri tepat dibelakang Ken .


ricko menatap Ken dengan tatapan curiga .


" aku menjenguknya " ujar Ken singkat ia pun langsung berbalik lagi menghadap hara.


" apa kau mencintainya ? " tanya ricko tiba-tiba ia sebenarnya tak ingin menanyakan ini tapi ia sering melihat Ken menangis saat sedang bersama hara . ia pikir jika tidak terjadi sesuatu tidak mungkin seorang laki-laki berlaku seperti itu .


sedangkan ken hanya menatapnya biasa saja ia tidak memperdulikan pertanyaan ricko baginya semua hal yang orang tanyakan pada dirinya tidak harus perlu dijawab .


" bagaimana keadaannya , apa dia bisa sadar dengan cepat ?" tanya Ken ia berusaha mengalihkan perhatian ricko .


" aku belum tau pasti " jawab ricko cepat .


" aku mencintainya " ucap ricko ,


ia mengatakan pada Ken agar Ken tau perasaanya pada hara .


sedangkan ken hanya menatap saja seolah tak peduli ucapan ricko .


" aku mencintainya saat pertama kali melihatnya , apa kau tau butuh berapa waktu untuk jatuh cinta padanya ? aku hanya membutuhkan waktu dua detik agar aku bisa mencintainya " jelas ricko iapun tersenyum saat menjelaskannya pada Ken .


Ken hanya diam mendengarkan kata-kata ricko sambil terus menatap wajah hara ia tidak peduli apa yang ricko katakan .


" aku akan berusaha semampu ku agar dia bangun kembali , dan agar aku bisa menyatakan cintaku padanya , lalu aku akan melindungi nya , aku akan pergi membawanya agar ia tidak disakiti lagi " sambungnya lagi


Ken yang mendengar akan membawa pergi hara ia pun menatap ricko dengan tajam ia tak suka mendengar ucapan ricko tadi .


" apa kau tau ? cinta tau kemana ia harus pergi , saat kita mencintai seseorang kita hanya terus berusaha untuk tetap membuatnya bahagia bersama orang-orang yang ia cintai , bukan membawanya pergi , apapun kenyataannya tapi cinta akan tetap berjuang bersama orang yang mereka cintai , mereka sama-sama berjuang untuk satu sama lain agar cinta mereka tak menyakiti orang lain " untuk pertama kalinya Ken berbicara tentang cinta di hadapan ricko , ia tau tak seharusnya ia bicara seperti itu , tapi ia sangat tidak suka pada ricko .


" kita mencintainya dengan cara kita masing-masing " jawab Ricko


lalu mereka saling menatap seakan-akan ada permusuhan diantara mereka .


tiba-tiba Telpon ricko berdering hal itu membuyarkan tatapan mereka , ricko pun langsung mengangkat telponnya dan langsung pergi meninggalkan Ken sendiri .


Ken hanya menyapanya sekilas lalu ia kembali manatap wajah hara .


lalu rendy datang ke ruangan hara , sudah satu bulan Rendy menemani adiknya disini , ia belum kembali ke Indonesia semenjak hara dirawat . ia menyerahkan semua pekerjaannya pada Arya ia tidak ingin meninggalkan adiknya sendiri .


" apa yang kalian bicarakan ? " tanya Rendy dengan penasaran .


" dia mengatakan jika dia mencintai hara " jawab ken ia tidak ingin menutupi semua nya lagipula ia tidak takut karena ia percaya akan cintanya untuk hara .


" apa kau marah ? " tanya Rendy lagi .


" tidak " Jawab Ken dengan cepat .


" hmm , aku tau kau yakin pada hatimu dan juga hara " ujar Rendy .


" aku akan keluar sebentar " kata Ken


lalu rendy pun mengangukkan kepalanya dan Ken langsung meninggalkan ruangan hara