
~ Indonesia ~
dari tadi Sira hanya menatap semua tumpukan berkas didepannya itu tanpa ada keinginan untuk membaca nya .
beberapa hari belakangan ini dia terus memikirkan bagaimana caranya mencari seseorang yang sudah menutupi semua harta kekayaan hara , bagiamana pun juga dia harus mengambilnya .
" sial, aku sudah mencarinya tapi tidak juga membuahkan hasil " ujarnya ia pun langsung membuang semua tumpukan berkas itu ke lantai .
ia pun diam sejenak lalu entah siapa yang ia pikirkan ia membuka ponselnya mencari sebuah nama disana lalu ia menelpon orang itu .
" hallo , aku perlu bantuanmu sekarang " kata Sira
" katakan apa yang harus aku lakukan ? " jawab seorang pria dalam Telpon itu .
" kau harus mencari tahu tentang semua harta kekayaan sepeninggalan Rina untuk anaknya " pinta Sira pada orang itu .
" wah , sepertinya ini akan seru . apakah kau sudah jatuh miskin sekarang ? " ujar orang itu seperti sedang menertawakan Sira .
" jaga bicaramu , dia anak dari suamiku . dan sekarang dia sudah tiada , jadi semua harta kekayaan bisa dilimpahkan untuk suamiku "Sira mulai kesal dengan pembicaraan nya .
" dia masih hidup , tidak mungkin kau mendapatkan semuanya hahahha " orang itu menertawakan Sira .
" dia sudah mati " tegas Sira .
" apa ? " orang itu nampak terkejut .
" ya , enam bulan yang lalu aku sudah membereskan semua nya dia sudah bahagia bersama ibunya disana . dan sekarang kau tidak perlu bertanya lagi cepat kau cari tau semua perintahku itu " tegas Sira .
" baiklah , tapi ini tidak gratis " ujar orang itu lalu ia mematikan ponselnya .
Sira pun tersenyum penuh kemenangan ia merasa dunia akan berpihak padanya lagi .
" aku sudah tau , apa yang tidak pernah menjadi takdirku itu akan kuubah seperti apa yang kuinginkan " lirihnya dan ia pun kembali tersenyum licik.
" astaga , aku akan memberitahu ini pada tuan besar " ujar laki-laki itu .
ternyata sedari tadi ia sudah mendengarkan semua pembicaraan Sira .
dan disaat orang itu sudah menjelaskan nya pada Wijaya , Wijaya nampak marah lalu ia menghancurkan semua benda apapun yang ada didepannya .
" apa itu semua benar ? " tanya Wijaya dengan Nada yang mengintimidasi.
" iya benar tuan, aku mendengarnya sendiri dia berbicara ditelpon " jawab laki-laki itu .
" ahhhhhhh , sial wanita itu selalu saja menghancurkan hidupku " teriaknya lagi.
" pergilah " ujar Wijaya .
" baik , aku permisi " ujar laki-laki itu lalu pergi meninggalkan Wijaya yang sedang kalut itu .
" hara .... maafkan ayah , ayah terlalu egois hiks hiks hiks " ia pun menangis tak tertahan
ia merasakan sangat sakit saat mendengar tentang anaknya yang sudah mati .
" Ayah bahkan tidak bisa melihat wajahmu untuk yang terakhir kali , seperti apa wajahmu " isaknya sambil memegang sebuah bingkai foto Kecil .
" hiks hiks hiks maafkan hara ayah , ayah mohon " ia pun terduduk di lantai menatapi nasibnya sekarang .
beberapa saat kemudian Sira pun kembali kerumah itu lalu ia melihat begitu banyak barang pecah dirumahnya lalu ia berlari menaiki tangga ia begitu terkejut melihat sosok Wijaya yang tengah memeluk foto itu sambil menangis .
" apa ini ? " tanya Sira yang penasaran pada tingkah wijaya .
saat mendengar suara itu Wijaya langsung menatapnya seperti tatapan seakan-akan mau membunuhnya saja .
" kau puas sekarang? " tanya Wijaya lalu ia mulai berdiri .
" apa maksudmu ? aku tidak mengerti ? " ujar Sira dengan kesal .
" kenapa kau membunuh anakku ? " Wijaya mendekati tubuh Sira ia terus berjalan pelan dengan mata yang begitu tajam menatapnya .
" jadi kau sudah tau ? he " sira pun tersenyum saat Wijaya menjelaskan nya .
" baguslah jika kau tahu , maka aku tidak perlu repot-repot memberitahu mu lagi " ucap Sira Sambil menganggukkan kepalanya tanpa ada rasa bersalah sedikit pun .
" wanita macam apa dirimu ini sebenarnya ? kau tidak punya rasa ke ibuan sedikitpun " kata wijaya yang terus menatap Sira dengan penuh amarah .
" aku tau sekarang , itulah sebabnya tuhan tidak memberikanmu seorang anak , dia tahu jika kau tidak pernah memiliki rasa kasih sayang pada orang lain " sambungnya lagi .
" apa kau bilang ? hahhhaah " Sira tertawa begitu keras .
Wijaya pun semakin bingung melihat tingkahnya .
" anakku pergi meninggalkan kan ku dan itu semua karena Rina dan anak sialan itu dan kau tau aku tidak pernah merasa berdosa saat aku menyabotase mobilnya hingga ia mati terbakar didalamnya hahhahahhha " Rina seakan puas mengeluarkan semua apa yang ia pendam selama ini pada Wijaya.
Wijaya pun tak segan-segan menampar hara .
" iya , Dan aku tidak pernah merasa berdosa sedikitpun " teriak wijaya.
" aku akan menceraikanmu sekarang juga " ancam Wijaya .
" Kau mengancam ku ? " tanya Rina yang masih memegang pipinya itu .
" tidak , aku tidak mengancammu , aku akan melakukannya " tegas Wijaya .
" kau tidak bisa menceraikanku " teriak Sira lalu ia mendekat Wijaya berjalan perlahan mendekati tubuhnya .
" jika itu terjadi , aku akan bocorkan pada dunia apa yang telah kau lakukan pada anak sialan itu dan juga mantan istrimu , dan kau tau apa yah terjadi ? tidak akan ada yang man menoleh mu sedikitpun . beruntung aku sudah membunuh anak sialan itu jika tidak , kau akan sangat dibenci oleh anakmu itu " ancam Sira .
" lakukan saja , aku tidak peduli pada ancaman itu " tegas wijaya.
" apa kau yakin ? " ujar Sira dengan nada yang mengancam .
" bukan hanya aku yang berdosa , tapi kau lebih berdosa dari ku "
" kau membuat identitas penerus hermania mati , dan kau juga yang mengurung hara pada dunia . kau tau apa yang akan terjadi kan ? kau akan membusuk di penjara untuk seumur hidupmu " Wijaya pun mengancam balik Sira .
" kau , kau laki-laki brengsek . apa kau tau aku melakukan semua itu untuk dirimu ? kau tidak akan seperti ini jika bukan karena diriku . kau menjerat Rina dengan cinta mu lalu kau mencampakkan nya tepat di hari anakmu lahir dan sebelum itu juga , hubungan kita antara kau , aku dan juga Rina masih belum selesai sampai sekarang . apa aku harus membongkarnya pada media ? " Rina sangat emosi pada Wijaya sekarang hingga dia melemparkan gelas ke sebuah kaca .
prang
sontak semua kaca itu pecah dan berhamburan ke lantai .
" kau wanita licik " teriak Wijaya .
" kita satu sama , kau tahu itu " jari Rina pun menunjukkan ke tubuh Wijaya dan Wijaya langsung menghempaskan tangganya .
" pergi dari hadapanku sekarang juga " Wijaya sudah tidak tahan lagi mengahadapinya ia hanya ingin sendiri sekarang .
" baiklah , silahkan kau berduka sesuka hatimu atas kepergian putri yang tidak pernah kau anggap ada itu " Sira berbicara tepat di telinga Wijaya dengan pelan lalu ia melangkah kan kakinya keluar tapi saat didepan itu ia berbalik menghadap Wijaya .
" pikirkan baik-baik ucapanku " ancam Sira lalu ia kembali berjalan keluar .
" haraaaaaaaaa " Wijaya sangat frustasi pada hidupnya . ia hancur berkeping-keping sekarang .
" maafkan ayah , ayah tidak pernah bisa menjadi orang tua yang baik untukmu , bahkan tidak pernah menemui mu " kata wijaya dengan pilunya .
" semoga kau tenang disana anakku " ia pun terduduk lemas meratapi semuanya .
sedangkan disisi lain Rendy baru tiba di Indonesia ia langsung menuju rumahnya . saat tiba ia langsung disambung para pelayan disana mereka semua menundukkan kepalanya .
" terima kasih , kembali lah bekerja " ujar Rendy dengan ramah .
" maaf pak , kami sudah mengirim salah satu pekerja kita untuk masuk ke perusahaan Sira antara " ujar Doni salah satu penjaga keamanan dirumahnya ia merupakan salah satu orang kepercayaan Rendy . Doni sudah bekerja dengannya selama hampir 10 tahun .
" bagus , kabari aku jika ada sesuatu " kata Rendy lalu ia memeluk bahu Doni .
" baik pak " kata Doni dengan hormat .
" silahkan lanjutkan pekerjaan mu " ucap Rendy lalu ia masuk kedalam rumahnya .
sudah enam bulan terkahir ia selalu bolak-balik antara Lebanon dan juga Indonesia , tidak ada rasa lelah untuk itu dia harus tetap kuat menjalaninya demi adiknya itu . walaupun bukan adik kandungnya tapi itu tidak penting baginya hubungan seseorang tidak harus menyatu karena darah tapi karena rasa sayang dan cinta satu sama lain .
ia pun langsung masuk kedalam kamarnya ia duduk di sofa samping jendela . setiap ia duduk disana ia merasa bisa lebih tenang karena angin sepoi-sepoi masuk dari jendela sampingnya ia memejamkan matanya .
hingga dia memimpikan sesuatu .
" kemarilah nak , aku ibumu " ujar wanita itu yang tidak bisa ia lihat wajahnya .
" tidak , tidak kau bukan bukan ibuku . ibuku hanya ibu Rina " ujar Rendy kecil yang menolak pengakuan dari wanita itu .
" ikutlah denganku jika tidak , anak kecil itu " wanita langsung menangkap hara yang sedang berlarian lalu ia memegang hara dengan paksa.
" jika tidak aku akan membunuh anak ini " ancam wanita itu uang sudah mengeluarkan sebuah pisau .
" tidak , jangan lakukan itu . kau ibuku " teriak Rendy .
" kakaakkkkk " teriak hara .
sontak wanita itu langsung menusuk perut hara dengan pisau .
" haraaaaaa " teriak Rendi
kemudian ia pun langsung terbangun dari tidurnya itu nafasnya tersengal-sengal
" syukurlah , aku hanya bermimpi " ujar Ken yang sedang berusaha menenangkan pikirannya itu .
" sebaiknya aku mandi dan langsung tidur nanti "