
keesokan harinya matahari sudah terbit menjulang tinggi di angkasa tapi nampak nya rumah itu sangat sunyi tak seperti biasanya dipenuhi canda tawa di meja makan .
karena kejadian itu membuat semua orang marah ,sedih dan kesal menjadi satu untuk mereka hara adalah segalanya tidak ada yang boleh menyakitinya terutama bagi Rendy .
hara menjadi satu-satunya keluarga yang ia miliki saat ini sedari tadi kecil ia tidak tau siapa orang tua dan mengapa ia tinggal di panti asuhan sampai ia di adopsi .
air matanya kembali menetes saat mengingat semua momen kebersamaan dengan hara , matanya menatap wajah hara yang sedang tertidur pulas itu semalam ia tidak bisa tidur sama sekali kerena mengkhawatirkan nya .
beberapa saat kemudian hara mengerjapkan matanya pertama kali ia membuka mata ia lihat kakaknya sedang menangis ia langsung bangun .
" kenapa kakak menangis? " hara pun menggengam tangan kakaknya .
tapi Rendy tak menghiraukan pertanyaan hara ia terus menatap wajah hara.
" kakak , aku baik-baik saja jangan menangis " ujarnya sambil menghapus air mata rendy yang jatuh dipipi.
" jangan pernah tinggalkan kakak lagi , hanya dirimulah keluarga yang kakak miliki sekarang , jangan pernah untuk melakukan sesuatu hal yang akan membuatmu sedih " ujar Rendy .
" sama seperti kakak , aku pun hanya memiliki kakak saja , Tidak ada keluarga lain lagi yang bersamaku " jawab hara .
" dengarkan kakak jangan pernah berkata kau penyebab dari semua masalah yang terjadi , untukku dan ibu kau adalah inti dari kebahagian kami berdua , tidak peduli seberapa orang yang berkata jika kau jahat tapi untuk ku kau orang yang paling berharga , mereka hanya membual untuk membuat mu lemah tetapi sebenernya merekalah yang lemah ia tidak tau harus bagaimana lagi selain menjatuhkan orang lain " jelas rendy .
saat hara mendengarkan semua ucapan Rendy ia langsung memeluk kakaknya dan dibalas pula oleh Rendy .
" aku hanya takut apa yang dia katakan benar " kata hara .
" jangan takut , kita akan hadapi mereka kita berdua akan menghancurkan Sira apapun yang terjadi dia penjahatnya " ujar Rendy dengan tegas .
" aku menyayangimu kak " kata hara dan memeluk kakaknya dengan erat .
" kakak juga menyayangimu " balas Rendy lalu ia mencium pucuk rambut hara .
pada saat bersamaan ternyata sedari tadi Jeny mendengarkan semua perbincangan kakak beradik itu karena pintu hara tidak sepenuhnya ditutup ia mendengarkan semuanya dari awal ia terharu sekali mendengar nya tangannya seakan-akan lemas saat Memegang nampan makanan itu .
" nona beruntung masih ada orang yang selalu menyayanginya dan menjaganya tapi aku , ayah hanya terbaring lemah sepanjang hidupnya dan tidak ada keluarga lagi selain ayahku . jika saja aku punya seorang kakak atau adik " gumamnya dalam hati .
" jeny " ujar hara ia melihat Jeny yang berdiri di samping pintu sedang membawa makanan dan melamun .
" ah iya nona " gumam Jeny yang tersadar dari lamunannya.
ia pun melangkah masuk menghampiri kedua orang itu .
" bibi sudah membuatkan sarapan untuk nona dan tuan " kata Jeny .
" taruh saja di meja itu kami akan memakannya nanti " jawab Rendy menunjuk meja itu Jeny hanya menganggukkan kepalanya lalu menaruh nampan makanan itu di meja .
" Jeny " panggil Rendy .
" iya tuan " Jeny menoleh saat ia sedang menaruh nampan itu .
" kemarilah " ujar Rendy .
lalu Jeny mendekati Rendy .
" ada apa ?" tanya jeny .
" ayahmu dalam kondisi yang sudah membaik jika kau mau melihat ayahmu aku akan mengirim mu kesana " jelas Rendy .
ia tahu betul bagaimana kondisi keluarga Jeny sebelum membawa semua orang ke Indonesia ia sudah terlebih dahulu memeriksa seluruh data diri mereka .
" apa aku boleh menemuinya ? " tanya jeny antusias .
" ya , tentu saja " jawab Rendy .
" terima kasih tuan , tuan memang sangat baik sudah tampan , kaya dan juga baik ah wanita beruntung mana yang akan menjadi istri tuan nanti " gumam Jeny dengan semangat .
hara tersenyum mendengar ucapan rendy .
" dia benar kak , apa kakak tidak mau menikah ? usia kakak sudah seharusnya menikah " tanya hara .
" kakak tidak akan menikah sebelum kau menikah ." Jawab Hara .
" menikah ? aku ? " hara terkejut mendengarnya .
" ya , nona tuan benar nona juga sudah cukup umur untuk menikah hehheh " kekeh Jeny .
" apa ? aku tidak memikirkan itu " jawab hara .
" aish nona tentu saja nona akan menikah " kata Jeny .
Rendy tersenyum melihat raut wajah yang bingung itu .
" sudahlah , sebaiknya kau sarapan dulu dan Jeny kapan kau akan pergi katakan saja aku akan mempersiapkannya " jelas Rendy .
" ya ,terima kasih tuan " jawab Jeny .
sementara itu Ken sedang berada di sebuah pedesaan tidak banyak orang yang ia temui karena tempat itu hampir tak terlihat orang tapi ia terus menyusuri jalan itu dengan mobilnya dan ia lihat ada sebuah rumah tua disana dan langsung mengarahkan mobilnya Kerumah itu.
ia stop di depan rumah itu dan turun dari mobil ia terus memandangi tempat itu seperti tidak ada orang lalu ia langkahkan kakinya keteras rumah iapun masuk kedalam tapi rumah itu nampak sangat tua semua perabotan didalamnya sudah lusuh .
ia pun masuk lebih dalam lagi dan ia dekati sebuah pintu kamar yang tertutup itu ia langkahkan kakinya dengan hati-hati dan was-was .
" kotor sekali " gumamnya .
ia pegang handle pintu itu dan ia buka perlahan-lahan matanya menyusuri tiap sudut dan ia sangat terkejut saat ia lihat seorang wanita tua yang sedang duduk di sudut kamar sambil memeluk lututnya ia pun langsung berhambur mendekati nya .
" kau baik-baik saja ? " tanya Ken .
ken mengerti ia pasti takut dengannya dan ia lihat wanita tua itu nampak pucat .
" tunggu disini " kata Ken ia pun langsung keluar mengambil sesuatu .
sedangkan wanita itu terus tertunduk memeluk lututnya.
" makanlah " Ken memberikan kantong berisi roti dan juga air mineral untung saja sebelum ia kemari ia mempir ke minimarket untuk membeli makanan .
wanita itu langsung menerima makanan itu dan melahapnya dengan cepat .
" jangan terlalu buru-buru kau akan tersedak nanti " gumam Ken .
wanita tua itu pun menatap Ken .
" siapa kau ? " tanyanya dengan lemah .
" aku ... makanlah dulu " jawab ken .
" akhirnya aku menemukan mu setelah bertahun tahun " gumam Ken dalam hati.
" sepertinya aku mengenalmu " ujar wanita tua itu .
" bibi tau aku ? ini coba bibi lihat " Ken menunjukan fotonya bersama hara dan juga ayahnya .
" Jang park ? " wanita tua itu menatap foto itu lalu meneteskan air matanya .
" apa yang terjadi pada mereka dan aku mohon kenapa aku bersama anak kecil ini " tunjuk Ken pada foto hara.
" kau anak jang park dan Cana ? " tanya wanita tua itu.
" ya , aku anak mereka " jawab ken sambil mengangguk kepalanya.
" kau tumbuh dengan baik " wanita tua itu menyentuh rambut Ken .
" tolong beritahu aku apa yang terjadi pada orang tuaku " tanya Ken .
" aku tidak menyangka kau akan datang nak " kata wanita itu .
wanita itupun berdiri dan mengambil sesuatu yang ada di laci meja tua .
" kau lihat ini , ini adalah ibumu dan ibu dari gadis kecil itu " tunjuk wanita tua itu .
" jadi , ibuku dan ibunya hara dan ibuku berteman ? " tanya Ken .
" bahkan lebih dari teman , mereka seperti saudara yang dibesarkan oleh ayahnya wanita ini ( Rina ) mereka selalu bersama hingga ibumu Cana bertemu ayahmu saat ayahnya Rina membawa ibumu dan Rina ke Korea tepatnya di Busan "
" ayahmu seorang polisi disana Dan jatuh hati pada ibumu yang cantik , lalu ia memutuskan berhenti dan menikah dengan ibumu lalu pindah ke Indonesia . berkat bantuan ayah Rina orang tua mu hidup dengan baik pekerjaan semuanya , tapi mereka melakukannya bukan karena nepotisme tetapi itu semua karena kepandaian ayahmu sendiri Rina dan ayahnya hanya memberikan ayahmu jalan dan beruntungnya berhasil menjadi seorang pengacara "
" orangtuamu dikaruniai seorang anak yang tampan seperti mu ,beberapa tahun kemudian ibu gadis ini menikah dengan seorang pria tetapi banyak sekali peristiwa yang terjadi sebelumnya, aku tidak tahu betul seperti apa .
tetapi satu tahu setelah itu mereka bercerai dan tidak tau kabarnya pernikahan mereka pun diadakan tertutup dan tidak ada seorang pun yang tau kecuali kami.
sejak saat itu kau selalu mengasuh gadis ini bermain dengannya kau selalu menciumi tangan gadis ini "
sedangkan Ken ia begitu khidmat mendengarkan masa lalu nya dengan baik sambil menatap dan mengelus foto hara dan dirinya masih kecil .
memang usia mereka terpaut 5 tahun saat itu .
" hingga suatu hari suatu bencana terjadi ibu gadis ini , teman orang tuamu nyawanya direnggut begitu saja dengan tragis hingga ayahmu yang pertamakali maju untuk memberikan keadilan bagi teman nya . tapi saat ia sudah mengumpulkan semua buktinya mereka kecelakaan dan meninggal " sambung wanita itu .
" tapi kenapa ayah meninggal bukankah itu tidak masuk akal ? " tanya Ken .
" benar , waktu itu aku yang melihat dan mendengar semuanya kedua orang tuamu tidak seharusnya meninggal hari itu. ada seseorang yang menyabotase mobilnya hingga kecelakaan " jawab wanita tua itu .
" siapa orangnya ? " tanya Ken dengan cepat.
" orang yang membunuh teman orang tua mu " jawab wanita itu .
" apa ? jadi selama ini orang yang membunuh orang tuaku itu .... " Ken sesak saat
mendengar semuanya hatinya sakit dan sedih.
" benar , sira lah pelakunya " wanita tua mengagumkan kepalanya.
Ken menjambak rambutnya menahan semua rasa marah yang begitu besar .
" balasan semua rasa dendam mu dan gadis yang malang itu . dia wanita iblis banyak orang yang mati karenanya hidupnya tidak akan pernah bahagia " tegas wanita tua itu .
Ken terduduk lemas disana ia tidak pernah menyangka kebenaran tentangnya dan hara mereka berdua sama-sama terjatuh dalam lingkaran para penjahat itu .
tapi ia juga bertanya-tanya kenapa ia tidak pernah bisa mengingat tentang hara waktu itu bagaimana ia bisa melupakan nya , ia semakin frustasi memikirkannya .
" sebaiknya kau pergi , dan bantu gadis itu ibunya dan ayahnya sudah banyak membantu hidup orang tuamu dan juga aku " ujar wanita tua itu .
" dengan siapa kau tinggal disini ? " tanya Ken .
" aku sendirian " jawab wanita itu .
" tempat ini sudah tidak layak untuk ditinggali sebaiknya ikut denganku akan kucarikan rumah yang layak " ujar Ken .
" tidak , aku tidak akan kemana-mana tempat ini paling aman , aku tidak bisa pergi kemanapun " wanita itu menolak mentah-mentah dan wajahnya dipenuhi rasa takut .
" jika kau mau membantuku , aku tidak memiliki makanan aku selalu kelaparan setiap hari " ujar wanita tua .
" jangan khawatir " jawab ken