
hara dan Ken saat ini sedang ditangani dituangkan mereka masing-masing . hara yang ditangani dr. ricko sedangkan ken ditangani oleh dr. Bram , ia adalah teman ricko mereka bertemu saat sedang ditugaskan untuk jadi relawan kesehatan di Suriah .
Ken yang ditangani dokter Bram itu ia langsung sadar namun ia terus memegang kepalanya .
" apa hara baik-baik saja ?" tanyanya yang masih merasa sempoyongan karena kepalanya terbentur stir mobil .
" jangan bergerak , kau masih menjalani tindakan perawatan " ujar dr. Bram .
" tenanglah , ia sedang ditangani oleh ricko " sambungnya lagi untuk memenangkan ken agar tidak bangkit dari tempatnya.
lalu Ken menuruti ucapan bram ia benar-benar sakit saat ini tapi ia terus kepikiran hara bagaimana keadaannya ? ia sangat sakit kehilangan hara .
" untunglah kau kuat hingga tubuhmu mampu menahannya , kami sudah membersihkan lukamu kau harus istirahat agar tubuhmu cepat pulih dan jangan banyak bergerak " ujar Bram .
lalu ia menyuntikkan obat pereda rasa sakit pada Ken , ia tahu ken sedang menahan sakit pada tubuhnya .
sedangkan hara sampai saat ini ia belum juga sadar , ricko terus berusaha menangani hara sebaik mungkin . ditubuh hara sudah dipasang alat kesehatan . sementara itu ricko terus membersihkan luka ditubuh hara .
" aku tidak akan membiarkan sesuatu terjadi padamu " ucapnya sambil terus memberikan luka hara .
" dr. tubuhnya melemah , denyut jantungnya dokter " ucap perawat itu.
ricko pun langsung memberikan tindakan pada hara
ia akan melakukan defibrilator ia melakukan itu agar detak jantung hara bereaksi menerima rangsangan setruman dari alat itu agar jantungnya kembali normal .ia melakukannya berulang kali .
" tidak , hara kau tidak boleh lemah kau harus kuat " ujar nya dalam hati sambil terus menggosokkan benda itu pada dada hara .
ini sudah yang ke 3 kalinya tapi jantung hara tetap lemah .
" tidak ricko , kau pasti bisa , aku yakin tidak akan terjadi apapun " ujarnya meyakinkan diri.
lalu ia mengangguk tanda agar suster itu menempelkan gel di alat itu .
" ini yang terakhir dok " ucap suster itu.
ricko hanya diam saja mendengarnya lalu ia lihat wajah hara " bagaimana jika tuhan berkehendak lain aku takut kehilanganmu , aku tidak ingin kehilangan cintaku lagi" lirihnya dalam hati .
lalu ia mengangguk kan kepalanya pada suster itu dan ia lakukan sekali lagi pada tubuh hara .
ia hanya diam setelah melakukannya tubuhnya tidak bereaksi apapun lalu ia meneteskan air matanya .
lalu suster memeriksa denyut nadinya
suster itu hanya menggelengkan kepalanya ia memberi tahu ricko lewat gerakannya jika hara sudah tidak bisa diselamatkan .
" maafkan aku Rendy , aku tidak bisa menyelamatkannya " ujar ricko sambil menangis ia terduduk di lantai ia merasa bersalah pada Rendy ia pikir dialah yang salah ia tidak berhasil menyelamatkan nya .
" apa tuhan harus mengambilnya dariku lagi , aku kehilangan seseorang setiap kali aku ingin terus berada didekatnya " lirihnya dalam hati entah kenapa ia tidak bisa kehilangan seseorang seperti ia kehilangan dulu tapi tidak seperti ini rasanya .
lalu suster itu pun keluar ruangan ia tau mungkin saja Rendy butuh sendiri dulu dan ia juga harus memberitahu Berita ini pada semua orang .
saat ia keluar ternyata didepan ruangannya sudah ada bibi Injah , Jeny dan juga Jefry yang sudah menunggu kabar dari hara dan Ken .
bibi pun langsung mendekat menghampiri suster itu ia memegang tangan suster itu .
" katakan bagaimana keadaan nona " bibi sangat khawatir saat melihat keadaan hara sebelumnya ia takut akan terjadi sesuatu .
"maaf , tapi kami tidak bisa menyelamatkannya " ujar suster itu ia langsung saja memberitahunya tanpa embel-embel .
" kau berbohong kan ? nona kami baik-baik saja dia orang yang kuat dia tidak mungkin pergi secepat itu kau berbohong " Jeny begitu marah mendengarkan semua ucapan suster itu lalu ia menangis tak tertahan .
sedangkan bibi managing terduduk di lantai ia terus menangis dari tadi .
begitupun dengan Jefry ia sangat terkejut mendengar nya ia masih berfikir jika ini tidak nyata .
" katakan sekali lagi jika itu bohong " teriak jeny ia marah-marah pada suster itu .
hingga Ken yang ada disebelah kamar hara pun langsung terkejut mendengar teriakan Jeny ia langsung turun dari ranjangnya .
" apa yang kau lakukan " tanya dokter Bram
" aku tidak sakit " ucap Ken ia langsung meninggalkan ruangan nya dokter Bram pun langsung berlari mengejar nya .
saat didepan itu ia terkejut kenapa semua orang menangis lalu iapun ingat tentang hara ia langsung berlari menghampiri semua orang .
" apa yang terjadi ? " teriak Ken
tapi semua orang tidak menjawabnya mereka terus menangis .
Ken pun langsung masuk keruangan hara ia terdiam berdiri didepan pintu matanya terbelalak saat melihat ricko yang terduduk dibawah ranjang dengan tatapan polosnya lalu ia berpindah menatap hara .
" apa yang terjadi padanya ? " Ken langsung menghampiri ricko .
" aku tidak bisa menyelamatkannya " ujar ricko dengan pelan lalu ia mengeluarkan air matanya lagi .
" tidak , tidak mungkin ia masih hidup " teriak Ken lagi lalu ia menghampiri ranjang hara ia terus menggoyangkan badan hara
" hara bangun hara " ucapnya lagi iapun tak bisa menahan air matanya lagi.
" kau tidak bisa pergi seperti ini , apa kau tidak ingin balas dendam pada Sira ha "
" haraaaaaa " ia terus menggoyang tubuhnya hara lalu ia peluk tubuh hara yang sudah tak bernafas itu .
semua orang yang melihat adegan itu pun menangis tak tertahan mereka semua tidak menyangka semua terjadi begitu cepat .
" tuhan , kau sangat jahat , kenapa kau mengambil nona hara dari kami semua . dia selalu baik pada kami tolong kembalikan dia pada kami hiks, hiks, hiks " Jeny begitu kesal marah dan kecewa ia hanya bisa mengungkapkannya hanya lewat kata-kata saja ia berharap tuhan mengembalikan jiwa hara lagi .
Ken yang mendengar tangisan semua orang itupun langsung mengambil alat defibrilator itu lalu ia tempelkan ke dada hara dan ia tarik kembali ia terus melakukannya berulang kali ia tidak bisa melihat wanita yang ia cintai pergi meninggalkan sendiri , jika ia mati ia harus mati bersama .
semua orang hanya melihat apa yang Ken lakukan mereka tidak bisa mencegahnya lagi .
" hentikan ken " teriak ricko ia sudah tak tahan lagi melihatnya .
" kau hanya menyakiti dirinya " teriaknya lagi .
" tidak , tidak , aku yakin ia masih hidup " ujar Ken ia begitu percaya pada keyakinannya itu ia hara percaya .
" apa kau gila ha ? tuhan sudah berkehendak lain , jangan menyakitinya seperti itu . kau hanya menyakiti tubuhnya " ricko langsung memukul wajah ken .
ia pun berhenti melakukannya ia langsung terduduk menangis tak tertahan ricko yang melipat itu hanya bisa menahan tangisannya .
ia lihat semua orang di ruangan ini menangis tersedu-sedu .
" apakah ini akhir ceritanya ? bahkan ini semua dimulai " ucap ricko .