
~ Indonesia ~
seorang pria sedang sibuk karena banyak sekali dokumen yang harus ia tangani dia terus menatap layar laptop itu dengan serius tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu
tok ..tok...tok
lalu orang itu masuk kedalam dan menghadap si pria itu .
" aku sudah menemukan keberadaannya " ucap orang itu sambil terus menatap wajah pria itu .
" apa ? benarkah ?" tanya pria itu langsung menghentikan pekerjaannya.
" ya aku sudah tau " ucap pria itu meyakinkan .
" bawa aku kesana sekarang juga " sambil mengarahkan langkah kakinya ke arah orang itu .
" tapi kita bisa hari ini kita harus menghadiri banyak rapat dan juga penerbangan sudah penuh " jelasnya .
" batalkan semua nya aku tidak peduli pada perusahaan ku , aku hanya ingin dia ada bersamamu " ucapnya.
" baiklah , besok kita akan berangkat " jelasnya yang dijawab anggukan oleh pria itu .
" kalau begitu aku permisi " katanya sambil menundukkan kepalanya .
mendengar kabar itu hati pria itu sangat bahagia dia terus tersenyum dan tak terasa dia mengeluarkan setetes air matanya .
" aku akan membawamu pulang " lirihnya .
.......................................................
sedangkan disisi lain seorang Sira antara sedang merencanakan sesuatu dengan para pekerja nya yang selalu diandalkan .
pertemuan itu sangat serius bahkan hanya dihadiri oleh 2 orang saja dilihatnya disana ada Maria dan juga pak Ferdy .
" baiklah untuk hari ini itu saja dan harus kalian ingat tidak boleh ada kesalahan kau harus membuat dia bertekuk lutut padaku " kata Sira sambil memainkan pulpen ditangannya.
" baik kami akan menuruti Perintahmu " ucap maria .
" bagaimana dengan hara apa mereka sudah memberikan identitas hara ?" tanya Sira.
" kami belum mengkonfirmasi itu yang kami tau sampai saat ini belum ada seorang pun uang yang mengetahui tentang keberadaan hara dan itu sudah pasti jika mereka tidak memberikan identitas nona hara yang sebenernya " jelas pak Ferdy .
sedangkan Sira hanya tersenyum mendengarkan itu
~ Beirut , Lebanon ~
keesokan harinya
dokter masuk keruangan dan langsung memeriksa keadaan hara dilihatnya wajah hara sepertinya keadaannya mulai membaik .
lalu ken masuk dan menghampiri dokter .
" bagaimana keadaannya ?" tanya Ken sambil menatap hara
" keadaannya mulai membaik besok kami akan melakukan operasi yang kedua dan untuk itu kami belum menerima identitas pasien segera datang ke ruangan administrasi " jelas dokter .
" hmm baiklah. " ucap Ken dokter itu mengangguk lalu keluar ruangan.
Ken duduk di kursi di samping ranjang hara dilihatnya wanita itu dengan lekat .
lalu bibi Injah datang membawakan pakaian ganti untuk Ken .
" ini pakaianmu " sambil menyodorkan pakaian Ken " aku menggunakan identitas anakku untuk nona hara " sambung bibi Injah .
" apa ? tapi kenapa ? apakah harus seperti ini " tanya Ken dengan kesal .
" sadarlah Ken jika jika mengungkapkan identitas nona hara disini bukan hanya kita yang akan mati tapi hara juga apa kau ingin melihat dia tak bernyawa ? itu satu-satunya jalan saat ini . kita tau kenapa harus seperti ini tapi seseorang semalam menelepon ku aku tidak tau siapa dia dia mengancam akan membunuh kita semua termasuk Nona hara jika kita memberikan identitas aslinya pada Rumah sakit " jelas bibi Injah .
sedangkan ken terus mengepalkan tangannya saat mendengar penjelasan bibi Injah.
" sial ." maki Ken
Ken yang melihat itu sangat panik .
" kau baik-baik saja? " tanya Ken dengan memegang tangan hara .
" kenapa aku masih disini ? " tanya hara .
" kau masih sakit " ucap ken .
" Nona apa kau ingin sesuatu ? " tanya bibi hara hanya menggelengkan kepalanya .
" apa ada yang sakit? " tanya ken.
hara diam sejenak mendengar pertanyaan Ken lalu menatap wajah Ken dengan lekat ken yang terus ditatap merasa salah tingkah tapi dia terus terlihat tenang dihadapan hara .
hara terus mengingat hari itu saat kebakaran itu dia melihat wajah seseorang tapi tidak jelas seseorang yang menyelamatkan wajahnya dia terus memandang wajah Ken tiba-tiba dia mengingat semuanya ya ini wajah yang dia lihat itu .
" kenapa kau menyelamatkan ku ? " tanya hara .
" eh , maaf ? aku" kata Ken dengan menghindari tatapan Hara.
" terima kasih " ucap hara dengan pelan .
" apa? aku .. aku hanya melakukan apa yang seharusnya kulakukan tugas ku menjagamu dan aku harus menjalankan tugasku itu agar kau tidak terluka " kata ken.
" apa seseorang datang untuk menemui ku ? " tanya hara .
hara pikir pasti Sira datang menemuinya saat dia koma pasti Sira merasa kesal karena sudah gagal membunuh dirinya lagipula siapa lagi yang ingin melihatnya dan menemuinya hanya untuk mengkhawatirkan nya apakah ayahnya ? tentu saja tidak hara pikir ayahnya sudah tidak memperdulikan nya lagi tidak mungkin dia datang .
" tidak ada " jawab ken .
" besok kau akan dioperasi lagi " sambung Ken .
" apakah itu perlu ? bisakah aku tidak dioperasi lagi ? " tanya Hara.
Ken yang mendengar itu bingung kenapa hara berkata seperti itu .
lalu hara ingat akan sesuatu dikamar nya ya foto ibunya.
" apakah ada yang masih tersisa dirumah itu ? " tanya hara .
" maaf nona rumah itu sudah tak tersisa apapun " jawab bibi.
hara yang mendengarkan itu langsung terdiam dia begitu sedih hanya satu foto ibunya itulah yang dia miliki tapi sekarang tidak ada lagi .
" ibu " ucapnya dengan sedih .
Ken yang melihat itu langsung memegang tangan hara .
" apa ada sesuatu disana ? " tanya Ken .
" itu.. foto ibuku " ucapnya sambil terisak .
Ken yang mendengar itu langsung teringat dia pernah melihat foto itu
" bibi jaga hara aku akan kembali " Ken langsung berlari sedangkan bibi mendekat ke hara dan langsung dipeluknya gadis itu.
hara terus menangis mengingatkan itu . apakah semua kenangan dia dan ibunya hara lenyap begitu saja .
" tenanglah nona aku tau bagaimana perasaanmu " ucap bibi menenangkan .
disisi lain Ken terus melajukan mobilnya dengan cepat hingga beberapa saat kemudian ia sampai di rumah itu dia keluar mobil dan dilihatnya rumah itu yang sudah tak berbentuk rumah lagi dia mendekat dan mencari cari sesuatu dia masuk dan mencari-cari keberadaan kamar hara dia membuang semua bekas reruntuhan tiba-tiba dia melihat sesuatu dibawah lemari yang sudah setengah terbakar ya itu foto ibunya hara dan hara dia tersenyum .
" akhirnya aku menemukan nya " ucap Ken dan langsung keluar dari rumah itu segera ia masuk kedalam mobil dan segera pergi ke rumah sakit .
saat didalam ia terkejut melihat seorang pria sudah ada di dalam kamar hara .
" siapa mereka ? " tanya nya .
" apa mereka akan membawamu pergi ?