
" halo kak , kapan kau pulang ? " tanya hara di telpon ia benar-benar merindukan Rendy yang sedang ada di Rusia sudah hampir 1 Minggu Rendy disana tanpa mengabarinya mungkin dia benar-benar sibuk disana .
beruntunglah hari ini telpon hara di angkat oleh Rendy .
" besok kakak pulang , maaf ya selama disini kakak tidak pernah mengabarimu , kakak benar-benar sangat sibuk " jelas Rendy panjang lebar di telpon .
" tidak apa-apa kak yang penting kakak baik-baik saja disana " ujar hara sambil menelpon tangannya sambil menulis .
" hadiah apa yang kau inginkan , kakak akan membelikan apapun untuk adik kakak tersayang "
" tidak kakak aku tidak ingin sesuatu " jawab hara .
" saat perempuan bilang tidak ingin sesuatu itu artinya sebaliknya , baiklah kakak akan belikan sesuatu untukmu nanti "
" sepertinya kakak ahli dalam menafsirkan perasaan perempuan " goda hara .
" tentu saja , kakak kan laki-laki yang pengertian heheh " kekeh Rendy .
" dasar sombong " jawab hara .
" baiklah aku tutup ya kak , aku sedang di kantor aku akan menelpon kakak nanti dah " hara pun mengakhiri telponnya dan melanjutkan pekerjaannya .
hari pun mulai sore tetapi hara masih tetap mengerjakan pekerjaannya dengan baik ia benar-benar seperti Presdir sekarang semua orang mengenalnya dan tidak ada lagi yang menentang keberadaan nya .
dan itu artinya dia harus siap untuk segala sesuatu yang akan terjadi kedepannya entah apa yang akan terjadi tidak tau apa itu .
drrrt....drrrrt
hara pun menghentikan pekerjaannya dan membuka SMS di handphone nya .
ia sangat senang saat membaca pesan itu jika Sam diterima di sekolah terbaik di negara ini , ia tersenyum lebar dan langsung menutup laptopnya .
" Bu , ini sudah waktunya pulang " sekretaris Nisa masuk kedalam memperingati hara jika waktu bekerja sudah selesai .
" hmm , baiklah aku akan pulang sekarang " jawab hara .
" saya akan mengantar ibu kebawah " ujar Nisa dengan hormat .
" tidak perlu sebaiknya kau pulang cepat bukankah anakmu menunggumu " ujar hara .
" baik terimakasih Bu " Nisa menundukkan kepalanya dan keluar dari ruangan hara .
hara pun bergegas untuk turun kebawah menggunakan lift setelah sampai di lobi ia langsung menuju parkiran semua orang menundukkan kepala nya dengan hormat saat hara sedang berjalan dan ia membalas mereka dengan senyuman.
" Bu hara sangat cantik diusianya yang begitu muda dia punya segalanya aku iri dengannya " ujar salah satu karyawati .
" seharusnya kau tidak iri dengan bu hara , banyak kejadian memberikan dalam hidupnya tapi sepertinya ia berusaha tegar Bu hara memang panutan ku " jawab temannya itu.
" ya kita beruntung memiliki Presdir seperti Bu hara sudah cantik , baik dan juga pengertian " ujarnya lagi .
sesampainya di parkiran hara naik kedalam mobil yang sudah disiapkan oleh pengawal nya iapun naik ke kursi belakang .
saat ia lihat kedepan ia terkejut ternyata Ken yang menyetir tadinya ia tidak mengenalinya karena Ken menggunakan kaca mata hitam .
" kenapa wajahmu seperti itu apa wajah Tampanku ini berubah menjadi sangat tampan " ujar Ken sambil melepas kacamatanya itu .
" apa ? narsis sekali " jawab hara .
ken pun tersenyum lalu melajukan mobilnya .
di tengah perjalanan menuju pulang mata hara tak henti-hentinya menatap ke luar jendela ia tersenyum senang karena dulu ia pikir mungkin ia tidak pernah bisa menjadi seorang gadis seperti ini tapi nyatanya takdirnya berubah setelah 18 tahun lamanya . matanya nanar saat mengingat kembali Ken yang sedang menyetir sesekali melihat wajah hara di kaca mobil ia tahu pasti hara sedang mengenang masa lalunya.
Ken pun menghentikan mobilnya di sebuah cafe lalu turun dan tak lupa sebelum turun ia memakai kacamata hitamnya yang membuatnya makin tampak gagah ia pun langsung membukakan pintu mobil hara .
hara pun turun dan ia edarkan pandangannya lalu ken mengambil kaca mata di depan dan memakaikannya ke mata hara
" kenapa aku harus memakai ini ? " tanya hara bingung .
" agar tidak ada yang melihatmu " jawab ken .
lantas semua orang pun menunjukan pandangan nya pada Ken dan hara yang tampak serasi itu .
" mereka sangat tampan dan juga cantik ah aku ingin ia jadi pacarku " ujar seorang wanita yang sedang minum cappuccino itu .
" kita putus " jawab laki-laki didepannya yang tak lain adalah pacarnya .
" eh sayang ... sayang tunggu bukan maksudku begitu " ujar laki-laki itu mengejar kekasihnya .
" ayo kita duduk disana " tunjuk Ken pada kursi yang kosong di samping jendela .
" baiklah " jawab hara
merekapun langsung duduk di kursi itu dan langsung melepaskan kacamata nya .
" ya ampun bidadari dari mana itu , aku tidak pernah melihat wanita secantik itu " ujar laki-laki yang duduk di seberang hara .
" kau mau pesan apa ? " tanya Ken .
" sama denganmu " jawab hara .
" baiklah kita pesan beef steak dan minuman nya jus atau ah yang ini saja " ujar Ken .
saat menunggu pesanan datang hara mengecek beberapa peralatan sekolah untuk Sam yang harus ia beli ternyata sangat banyak .
" apa yang kau lihat ? " tanya ken karena tidak biasanya hara memainkan ponselnya seperti itu .
" Sam diterima di sekolahnya dan aku sedang mengecek keperluannya ternyata sangat banyak aku harus membelinya besok " jawab hara .
" apa kau sangat menyayangi nya ? " tanya Ken ia menatap wajah hara .
hara pun membalas tatapan Ken dan tersenyum .
" apa kau tidak menyayangi nya? " tanya hara Pada Ken.
" tentu saja aku sangat menyayangi nya sejak pertama bertemu dengannya dia anak yang ceria , baik , pintar dan juga kuat " jelas ken .
" hmm, kau benar aku berjanji akan selalu mengurusnya dengan baik " ujar hara .
setelah selesai makan mereka langsung pulang tak lupa membawakan makanan untuk bibi dan sam dan juga beberapa pengawal yang bekerja shift di malam hari .
karena Jeny sedang menjenguk ayahnya di Lebanon jadi rumah pun nampak seperti ada yang kurang .
setelah sampai mereka langsung masuk kedalam dan menyuruh semua orang makan kecuali mereka berdua akan mandi dan membersihkan tubuh mereka yang lengket karena seharian sibuk bekerja .
saat dikamar selesai mandi hara pun duduk di meja riasnya dan ia lihat tanggal rupanya besok adalah hari ulang tahun ayahnya ia menatap nanar kalender itu .
ia sungguh benar-benar sangat merindukan ayahnya ia ingin bertemu dengan Wijaya tapi ayahnya selalu menolak , mungkin ia bilang pada dunia jika ia membenci Wijaya tetapi jauh dalam hatinya ia sangat mencintai ayahnya walau bagaimanapun dia tetap ayahnya .
" maaf ayah , aku tidak bisa membencimu " lirihnya dengan pelan .
ia buka laci dibawah meja riasnya dan ia lihat sebuah album foto tetapi diantara itu tidak ada sama sekali fotonya dengan ayahnya seumur hidupmu ia tidak benar berfoto dengan ayahnya .
" bahkan sebuah foto pun aku tak punya , apa aku benar-benar kehilangan kesempatan untuk merasakan bagaimana itu rasanya punya ayah " gumamnya lagi tak terasa air matanya menetes mengenai album itu .
keesokan harinya ia benar-benar bangun terlambat jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi tapi belum ada tanda-tanda jika ia akan bangun ia terus memeluk album itu dalam tidurnya .
tok..tok.. tok
Ken pun masuk kedalam kamar hara yang tidak terkunci itu lalu ia tutup kembali dan mendekati hara yang masih tidur nyenyak .
ia ambil album foto yang ada di pelukan hara dan ia taruh di meja saat itu ia tidak sengaja melihat tulisan di sebuah kalender " 29 September ulangtahun ayah ❤️"
iapun menatap hara yang tidur dengan sendu .
" tunggulah sebentar lagi , kau dan ayahmu pasti akan bisa bersama " gumam Ken .