
sedari tadi hara terus menunggu apa penjelasan Ken dia sangat penasaran kenapa dia bisa sampai masuk ke rumah ini . bukankah jika harus bekerja bersama Sira antara harus mempunyai skill yang bagus Dan juga dianggap kompeten tapi apakah Sira antara dan Ken bekerja sama untuk terus menahannya dia terus bergelut dengan pikiran nya itu .
lalu tiba-tiba ken melatuk dahi hara membuat hara terkejut dan melotot pada Ken.
" apa yang kau lakukan kenapa melamun begitu ? " tanya Ken pada hara .
" entahlah , sekarang aku hanya ingin jawaban dari mu katakan sejelas-jelasnya " pinta hara pada Ken .
" baiklah aku akan menjelaskannya " kata Ken.
" malam itu pada saat aku kembali ke tempat kita bersembunyi aku tidak melihatmu aku mencari mu tapi aku tidak menemukan mu aku ingat saat aku kembali aku berpapasan dengan sebuah mobil yang melintas yang berlawanan arah dengan ku lalu aku curiga kau mungkin dibawa oleh para bodyguard itu . lalu aku memikirkan bagaimana aku akan menemukanmu . " jelas ken .
" lalu apa lagi " tanya hara
" lalu aku pergi dari tempat itu dan aku ... ah aku pergi dimana aku pertama kali menemukan mu " jawab ken . jawab ken bohong .
" aku berpikir dan aku ingat kau pernah berkata jika kau tinggal di sebuah rumah yang tidak ada siapapun disana hanya ada sebuah batu besar didepan rumah itu . lalu aku menemukan mu tapi untuk masuk ke sini aku harus jadi orang yang bisa dipercaya
oleh karena itu aku meminta bantuan pada bibi Injah untuk bekerja disini " sambung Ken .
dan hara masih setia mendengarkan penjelasan Ken
" bibi Injah ? " tanya hara dengan bingung.
" ya , bibi Injah dia adalah orang yang pernah aku katakan padamu malam itu saat aku akan mengambil paspor . dialah orang yang membantu kita " jawab ken.
" benarkah ?" tanya hara masih tidak mempercayai Ken .
" ya dia satu-satu orang yang bisa kupercaya . dan sekarang aku meminta bantuannya lagi untuk bekerja disini aku tau kalau si macan tutul itu akan pergi ke Indonesia jadi aku menyuruh bibi bekerja disini Dan untungnya bibi Injah di terima " ucap ken.
" macan tutul? siapa itu ? " tanya hara lagi .
" ah maaf kau tidak tahu siapa dia . dia itu si wanita uang mengurungmu disini yang melarangmu keluar " jawab ken dengan santai .
" macan tutul hmm " ucap hara dan tidak sadar dia tersenyum walaupun samar tapi Ken melihat nya dia sangat bahagia bisa membuat wanita itu tersenyum .
" lihat ! kau tersenyum , aku tidak percaya ini kau tersenyum " ucap ken.
" ah ti.. tidak aku tidak senyum " jawab hara
"lanjutkan ceritamu " sambungnya.
" hmm ya lalu malam setelah keberangkatan Maria bibi Injah memberitahuku kalau dia akan membawa para pekerja lainnya untuk ditugaskan menjaga mu .
aku memanfaatkannya itu untuk masuk ke sini aku pikir ini lah peluangku jadi aku datang ke Indonesia dan aku masuk ke tempat pelatihan di kantor sana aku lulus hanya dalam 3 hari mereka mempekerjakan ku lalu aku dikirim kesini " jelas ken .
" jadi apa kau bertemu dengan iblis itu " tanya hara .
" iblis maksudmu ? " ucap Ken .
" ah sudahlah tidak perlu dibahas " jawab hara toh jika dia menjelaskan nya apa peduli ken pikirnya . dan hara juga tidak suka jika ada seseorang yang akan menjadi korban lagi akibat dirinya .
ya dulu memang pernah saat hara berusaha kabur dari sini tapi orang itu gagal menangkap ku dan tak segan-segan para pekerja lainnya menembaknya .
lagi pula tujuan Ken bekerja disini mungkin saja hanya kebohongan perkerjan ini hanyalah alibi untuk menutupi apa yang sebenarnya Sira antara ingin lakukan padanya .
Ken bingung kenapa hara tiba-tiba diam dan terlihat wajahnya ketakutan .
lalu ken memegang tangan hara .
" ah ya aku baik-baik saja ? jawab hara .
" lalu kenapa kau bekerja disini apakah kau bekerja untuk sira antara itu dan agar kau bisa dekat denganku lalu kau memberitahukan setiap langkahku pada Sira antara " tanya hara .
" aku kesini karena aku tidak ingin seorang wanita diperlakukan dengan tidak adil " jawab ken . sambil melihat hara yang terus menundukkan kepalanya .
" apa yang kau tahu dari diri ku , aku tidak pernah menjelaskan semuanya hanya beberapa saja " jawab hara .
" ya aku memang tidak pernah tahu apa yang sebenernya terjadi tapi aku akan bersamamu , aku akan melindingimu aku bekerja bukan untuk nyonya Sira tapi untuk menyelamatkan mu " jelas ken .
" kenapa kau ingin menyelamatkan ku " tanya hara lagi.
" karena aku pernah berjanji padamu apa kau ingat malam itu . aku berjanji untuk menyelamatkan mu Dan membawa mu pergi dari sini , aku tidak ingin mengingkari janji ku " jelas ken .
" jangan lakukan itu , aku ... aku tidak ingin pergi dari sini Dan jika aku ingin pun aku tetap tidak bisa " jawab hara yang hampir mengeluarkan air matanya .
" kenapa? percayalah padaku . aku dan bibi Injah akan melakukannya " ucap Ken .
" aku ingin istirahat , kau boleh keluar " ucap hara . lalu ken mengangguk tanda menyetujui dia langsung pergi tapi dia berhenti saat kakinya hampir keluar kamar dan kembali menoleh ke arah hara dan dilihatnya hara sedang melamun entah apa yang ada dipikirannya . lalu ken langsung bergegas keluar Dan menutup pintu hara.
" bagaimana aku bisa percaya padamu , apakah kau benar-benar orang yang bisa kupercaya , tapi aku takut kalian berdua akan bernasib sama seperti orang itu" kata hara .
~ Indonesia ~
disisi lain Selepas kejadian di pesta itu dia sangat protektif dia marah marah akan segala hal dia ingin secepatnya menemukan orang yang telah kembali mengungkit kisah masa lalunya dia tak akan tinggal diam dia akan menutupi peristiwa itu dan jika bisa tak akan tercium sedikitpun .
tiba-tiba terdengar suara ketukan dari luar ternyata orang itu adalah Wijaya Kusuma .
" kau marah lagi ?" tanya Wijaya .
" sebenarnya apa yang kau lakukan hingga kejadian seperti itu tadi " sambungnya .
" apakah aku membuatmu takut " jawab Sira .
Wijaya hanya diam berusaha menahan semua emosinya . ya sebenarnya hubungan Wijaya dan Sira hanya harmonis di depan orang saja . mereka terlihat seperti keluarga bahagia dan juga keluarga yang sempurna tapi mereka tak tahu sebenarnya apa yang terjadi didalamnya .
" kau jangan khawatir aku tidak akan membuatmu takut . kau bekerja saja dengan nyaman sayang " kata Sira sambil memeluk Wijaya dari belakang .
sebenarnya Wijaya ingin menolak tapi dia tak ingin mencari masalah dengan Sira saat ini hanya melelahkan saja menurutnya .
" kau tahu aku sangat merindukanmu tapi kau tidak pernah mendekat padaku " sambung nya sambil memegang tangan Wijaya .
Wijaya hanya diam menahan semua tingkah dari Sira .
" lihat sayang kau selalu diam saat seperti ini apa aku tidak cantik seperti dulu lagi ha . apa karena kau masih mencintainya " jawab Sira dengan nada yang tinggi .
" apa karena anak sialan itu " sambungnya .
" hentikan ucapanmu itu " tegas Wijaya.
" Berani kau menyakitinya aku akan membunuhmu " ucap Wijaya .
Hay! Hay ! readers ku tersayang semoga kalian baik-baik saja ya dan selalu jaga kesehatan author cuma mau ngingetin aja nih jangan lupa buat like komen dan juga vote cerita ku ini ya π author semangat banget kalo kalian sangat antusias sama cerita ini . author bakalan berusaha sebaik mungkin buat cerita ini makin berjalan oleh karena itu author perlu dukungan kalian para readers ku ππ
sampai jumpa di episode selanjutnya ya βΊοΈ