Looking For A Destination

Looking For A Destination
biarkan aku memohon padamu



semua orang sedang berusaha mengejar mobil ken mereka sudah ada dibelakang mobil Ken . Ken yang melihat itu pun sedikit lega , setidaknya jika terjadi sesuatu pada hara mereka akan menyelamatkannya terlebih dahulu .


" tenanglah , mereka sudah ada dibelakang " ujar Ken sambil terus mengendalikan mobil itu .


hara terus menangis menatap wajah Ken .


" semua ini karena diriku , jika aku tidak mengajak nya ini semua Tidak akan terjadi , maafkan aku Ken " gumamnya dalam hati sambil terus melihat wajah Ken yang sudah terlihat sangat lelah itu .


tiba-tiba didepan mereka ada sebuah mobil barang yang sangat besar mobil itu berhenti di pertengahan jalan Ken tidak tahu lagi harus bagaimana caranya . jika ia membelokkan mobilnya mereka akan terjun ke laut sedangkan jika ia terus melakukan mobilnya maka mobil ini akan menabraknya mobil ini akan meledak .


" Ken , didepan " kata hara yang khawatir.


" tutup matamu " ucap Ken lalu ia memeganh tangan hara.


" maafkan kan aku Ken cepat kau keluarlah kau loncat dari sini aku akan tetap Disni " ucap hara .


" apa yang kau katakan , aku tidak akan melakukan itu " ken berteriak ia tahu hara sedang merasa sangat bersalah padanya .


jarak mobil itu dengan truk itupun hanya sekitar 600 meter lagi .


lalu mereka saling menatap satu sama lain seakan-akan itu adalah tatapan terakhir bagi mereka Ken meneteskan air matanya begitupula hara . tidak ada lagi yang harus mereka lakukan .


" aku sudah bilang , jika ini hari terkahir kita maka aku sangat bahagia kita berakhir bersama Tapi sebelum itu kau tersenyum karena diriku , jika kita masih diberi kesempatan untuk hidup nanti aku akan memohon pada Tuhan untuk tidak memisahkan mu dariku aku tidak akan pernah membiarkanmu lepas dari lindunganku " gumam Ken dalam hati ia terus menatap hara dengan tatapan cintanya itu .


" aku berterima kasih pada Tuhan karena telah mempertemukan ku dan dirimu tapi jika aku masih bisa diberikan kesempatan untuk meminta permohonan yang terakhir kalinya , aku hanya ingin kau selamat , aku mohon tuhan kabulkan keinginan ku " gumam hara ia terus menangis melihat wajah Ken .


mobil itu terus melaju hingga jarak mobil mereka dan mobil berang itu hanya 100 meter


lalu mereka sama-sama menutup mata mereka . mereka sudah menyerahkan semuanya pada takdir , mungkin takdir hidupnya berjalan sesuai garis tangan mereka .


Duarrr


mobil itu menabrak mobil barang itu dengan sangat kuat hingga mobil itu berguling


saat mobil Jefry dan pegawainya sampai mereka sudah terlambat mobil itu sudah berguling Dan menabrak mobil barang itu .


sedangkan mobil ricko baru datang ia turun dari mobil dan berlari menuju kerumunan para anggota Jefry ia lemas saat melihat keadaan mobil itu .


didalam mobil itu tubuh hara Dan ken sudah berlumuran darah wajah mereka saling menghadap satu sama lain tiba-tiba ken terbangun ia masih sadar .


" aku harus keluar ?" ujar Ken dalam hati .


lalu ia berusaha bangkit dengan hati-hati .


Ken terus menggedor pintu itu agar bisa terbuka .


rikco yang bisa melihat semua itu lantas ia mendekat tapi saat ia ingin menyelamatkannya ia melihat percikan api dari mesin mobil .


Ken terus berusaha membuka pintu hingga akhirnya ia bisa membuka nya . dengan pelan-pelan ia berusaha keluar sambil terus menahan sakit di tubuh nya terutama kepalanya yang terbentur dengan sangat keras . hingga ia bisa keluar dari mobil itu lalu ia lihat ke arah mesin sudah ada percikan api .


ricko yang melihat itupun langsung berlari menghampiri ken


" ricko apa yang kau lakukan ? " teriak Jefry .


ricko tidak menghiraukannya ia terus berlari membantu Ken .


" ayo cepat , kira harus mengeluarkan hara " ucap Ken tangganya terus berusaha membuka pintu mobil .


ricko sangat terkejut saat melihat keadaanku keduanya penuh darah dan luka .


" apa kau baik-baik saja ? " tanya ricko yang khawatir pada Ken .


" jangan pikirkan aku kita harus mengeluarkan hara " Ken menendang pintu mobil itu hingga akhirnya berhasil .


lalu ricko mengangkat tubuh hara dari sana dan akhirnya hara berhasil dikeluarkan dari dalam mobil itu .


Ken yang melihat itu ia tidak senang tapi ia harus melihat keadaan sekarang ia butuh bantuannya.


lalu mereka berdua berjalan berdampingan Ken berjalan dengan sempoyongan , kepalanya terasa sangat sakit tapi ia harus menahannya.


" ayo cepat sebelum mobil itu meledak " ujar ricko dan tak lama kemudian mobil itu meledak mereka semua terjatuh ke jalanan tubuh hara terlepas dari gendongan ricko , Ken yang melihat ada sebuah benda yang akan terjatuh mengenai hara dari percikan itu pun langsung berusaha berdiri dan berlari menghampiri hara dan akhirnya ia pun bisa menghindari itu .


" ayo cepat , kita harus membawanya ke rumah sakit " teriak Ken pada semua orang .


ricko pun berusaha berdiri lalu ia berlari menghampiri ken dan hara .


" aku akan menggendongnya , lihat lukamu kau sudah banyak mengeluarkan darah " Sambung ricko


lalu Jefry pun membawakan mobil ricko .


" ini mobilnya cepat , aku sudah menghubungi tim media lainnya untuk datang ke rumah " ujar Jefry memberikan kunci mobil ricko .


" ayo " ucap ricko .


lalu ia mengambil hara dari Ken dan langsung menggendongnya .


Ken pun masuk kedalam mobil ia duduk dibelakang begitu pun dengan hara ia memangku kepala hara .


lalu ricko melakukan mobilnya .


" ayo cepat , kita tidak punya banyak waktu " ucap Ken sambil terus menatap wajah hara .


lalu ricko menambahkan kecepatan mobilnya .


dilihatnya tubuh dan wajah hara yang penuh darah lalu ia genggam tangan hara . ia tak peduli lagi bagaimana dirinya . ia pun sama berlumuran darah seperti hara .


beberapa saat kemudian pintu gerbang sudah dibuka sangat lebar mobil itu masuk kedalam dan berhenti tepat di depan pintu utama . ternyata dua brankar sudah disiapkan untuk pengobatan hara dan Ken .


ricko langsung turun dan menggendong hara lalu ia menidurkan hara di brankar itu .


bibi teriak dan menangis tak tertahan saat melihat keadaan hara begitupun dengan Jeny ia bisa masih menjaga emosinya ia harus tetap menenangkan bibi.


lalu Ken keluar dari Dalam mobil keadaanya pun sama berlumuran darah .


bibi yang melihat itu pun langsung menghampiri ken.


" Ken , ken bibi sangat khawatir lihat lha seluruh tubuhmu " isaknya .


" Kau harus mengalami pengobatan ayo tubuhmu sudah banyak mengeluarkan darah " ujar salah satu perawat itu .


" katakan pada ricko , bagaimanapun cara dia harus menyelamatkan nyawanya " ujar ricko dengan pelan ia sangat sakit tapi ia terus menahannya hingga ia pingsan dan jatuh kelantai .


" Ken " teriak bibi Dan Jeny bersamaan .


" ayo , cepat bawa dia keatas kita harus menanganinya secepatnya " ujar dokter yang baru datang itu .


lalu Ken dipindahkan ke brankar dokter DNA perawat pun membawanya menuju lantai 3


" cepat buka lift nya " perintah Jefry pada salah satu anggotanya .


" baik " orang itu pun memencet tombol lift .


bibi dan Jeny pun semakin terisak mereka tidak tahu harus berbuat apa sekarang ini .


" aku sudah mengabari Rendy , dia akan kemari sekarang dan besok dia sampai " ujar Jefry ia tak tega melihat bibi dan Jeny begitu terpuruk


Jefry tau ia baru beberapa hari disini tapi ia sadar orang-orang disini tak pernah mementingkan darah untuk membangun sebuah keluarga , siapapun yang datang kerumah ini dengan niatan baik Mereka disambut sebagai keluarga dirumah ini oleh bibi dan semua orang .


" jangan menangis bi, mereka akan baik-baik saja " Jefry terus berusaha menenangkan bibi.


" dan juga jeny , kau biasanya selalu menghibur kami kan dengan candaan Da tingkah konyolmu itu " sambung Jefry lagi .


" apa kau tau nak ? aku pernah kehilangan seorang anak didepan mataku sendiri . saat aku mengenal Ken untuk pertamakali nya ia menyelamatkan ku dari Bahaya hingga kami begitu dekat lalu aku menganggapnya sebagai anakku sendiri , aku tahu ia orang yang kuat , pintar dan juga kompeten aku yakin dia akan melewati semuanya dengan keberanian nya hiks ,hiks ,hiks " Isak bibi mengingat kembali bagaimana pertemuan mereka keduanya .


" dan juga nona hara , untuk pertama kalinya aku melihat wajahnya aku sudah menganggapnya seperti anakku sendiri , dia persis seperti putriku umurnya sama dengan putriku ia selalu tertutup padaku dan tak mau bicara padaku hingga satu hari ia berubah ia mulai memanggilku bibi , aku sangat senang sekali dan aku berharap tuhan akan membiarkanku terus mendengarkan kata " bibi " dari mulutnya " lanjutnya lagi


" tapi aku juga harus ingat , aku punya keyakinan pada keduanya bahwasanya mereka pasti bisa melewatinya tapi , ada yang lebih membuatku takut . yaitu takdir tuhan , aku tidak bisa mencegah nya jika ia sudah menentukan sesuatu " sambung nya lagi yang kini tangisannya mulai mereda .


" bibi ,jangan katakan itu ,mereka pasti bisa melewatinya aku yakin itu " ujar Jeny .


Jefry yang melihat keduanya saling mengkhawatirkan satu sama lain pun sangat tersentuh


" aku bahagia bisa bertemu dengan orang seperti kalian , jika saja aku bertemu semenjak lama aku pasti akan lebih bahagia dari ini , aku mohon tuhan dengarkanlah doa hambamu ini, mereka sangat mempercayai mu , tolong jangan buat mereka kecewa " lirih Jefry dalam hati .


" ayo kita keatas , kita akan menunggu mereka disana " ajak Jefry pada bibi dan Jeny . lalu mereka mengangukkan kepalanya tanda menyetujui nya .


" mari kita menggunakan lift saja , bibi akan sangat letih nanti " Jefry pun membantu bibi berjalan .


" kau jaga bibi dulu diatas , aku akan menyiapkan sesuatu " ujar jeny dan jefry pun tersenyum lalu membawa bibi pergi bersamanya .