
setelah masuk kedalam kamar hara mengunci kamarnya dia langsung terduduk dibawah pintu itu dengan tatapan kosongnya apa yang harus ia lakukan sekarang sepertinya tidak ada lagi tapi dia harus menahan dirinya untuk tak menangis lagi tapi apalah daya dirinya hanya seorang gadis biasa menangis adalah hal yang sangat tak bisa dipisahkan dari dalam dirinya .
" apakah yang ia katakan benar ayah menceraikan ibuku dan membuang diriku saja ? lalu bagaimana dengan perasaan ibu pasti sangat sakit " lirih nya dalam hati sambil menangis memeluk kedua kakinya .
" jika itu benar apa yang harus lakukan haruskah aku membenci dirimu ayah bahkan kau tidak pernah menepati semua janjimu padaku kau selalu bersama wanita itu hingga ayah tega meninggalkan aku dan ibu "
" tapi tidak lagi sekarang aku akan menghadapi dunia aku harus mencari tau bagaimana asalku dan apa tujuanku " katanya dengan berusaha menguatkan dirinya sendiri .
~ Indonesia ~
Rendy dan Arya sudah Sampai di negaranya mereka langsung pergi menuju rumah masing-masing tapi tidak dengan Rendy . ia memutuskan untuk pergi ke suatu tempat ia benar-benar sudah lama ingin ke sana tapi ia takut karena dulu ia belum menemukan adiknya . tapi sekarang ia harus melakukan demi adiknya itu.
" rumah ini " ucap Rendy sambil menatap kedepan gerbang yang tertutup itu .
lalu ia melajukan mobilnya untuk masuk kedalam rumah itu begitu luas tanaman dikelilingi bunga mawar yang sangat indah rumah dengan gaya elegan nan mewah tapi rumah itu terlihat seperti tidak ada yang menunggunya tapi masih terawat .
lalu ia turun dari mobil menatap rumah itu .
ia berjalan masuk kedalam rumah .
tidak ada siapapun hanya barang-barang yang tertutupi kain putih rumah yang begitu besar dan mewah itu dia menuju ke satu kamar .
" apa tuan membutuhkan sesuatu ?" tanya seorang perempuan paru baya itu .
" hmm tidak aku Hanya ingin melihat saja bi sudah lama aku tidak kemari apa semuanya baik-baik saja ? " tanya Rendy dengan sopan padanya.
" iya tuan kami membersihkan rumah ini seminggu sekali setelah itu kami langsung pulang hanya tukang kebun saja yang tinggal di belakang rumah " jawab wanita itu .
" baiklah silahkan dilihat tuan saya permisi " sambungnya dan langsung pergi membiarkan Rendy melihat ruangan itu .
dibukanya kamar itu sangat luas dan juga bersih .
" sama sekali tidak berubah , tetap seperti dulu " kata Rendy dengan gaya coolnya.
dilihatnya disekeliling dinding itu terdapat banyak foto yang terpajang .
" semua foto ini adalah cerita yang sangat membahagiakan bagi kita . aku, ibu dan juga hara " katanya lagi sambil terus melihat foto itu .
" bersabarlah Bu tak lama lagi hara akan kembali " sambungnya .
" terima kasih Bu , jika tidak ada dirimu mungkin aku tidak bisa seperti ini semua karena kebaikanmu pada anak yatim piatu ini " ucapnya lagi dan tak ia sadari ia sudah mengeluarkan air matanya .
tiba-tiba ponselnya berdering dilihatnya dilayar itu tertera nama Ken .
" hallo ada apa ?" tanya Rendy
"*ini aku kak " ucap hara dalam telpon
" oh hara bagaimana kabarmu? apa baik-baik saja ? " tanya Rendy dengan perhatian .
" apa kakak sudah sampai ?" tanya hara .
" hmm iya kakak sudah dari tadi Kakak baik-baik saja jangan khawatir kan kakak ya "
"baiklah kak aku senang mendengarnya jangan lupa makan dan istirahat lah " kata hara .
" Hmm baiklah "
" aku tutup kak , dah "
lalu ponsel nya dimatikan oleh hara* .
" aku harus menemui Wijaya " kata Rendy .
~ Lebanon ~
" terima kasih " Kata hara menyodorkan hp milik Ken .
" tidak masalah " Ken menerima hpnya kembali .
hara hanya menganggukkan kepalanya dan akan meninggalkan Ken tapi saat hara berjalan satu langkah Ken memanggilnya .
" hara " ucap Ken menghentikan langkah hara dengan memegang tangan nya .
" ya " lirih hara dengan pelan beberapa saat kemudian ia sadar tangganya masih di genggaman ia menarik tangannya membuatkan Ken makin mengeratkan genggaman nya .
" tanganku " kata hara menatap wajah Ken .
sontak Ken langsung melepaskan tangan hara .
" ah maafkan aku ... aku ... aku tidak sengaja " titah Ken terbata-bata .
" Hmm" ucap hara.
" apa ada sesuatu ? " katanya lagi.
" eh tidak ada nanti saja " kata Ken mengalihkan semuanya sebenarnya ia ingin mengatakan perasaanya pada hara tapi ia harus menunggu waktu yang tepat saja ia tak ingin hara terus memikirkan semua ini .
hara hanya menganggukkan kepalanya dan masuk kedalam kamarnya .
" ah Ken kenapa kau begitu agresif sekali tahan lah " pikirnya dengan menggelengkan kepalanya.
saat ini semua orang sudah ada di meja makan kecuali hara Ken, Jeny dan bibi injah .
bibi masih menyiapkan makan malamnya .
" bibi aku akan membawakan makanan nona " kata jeny mengambil nampan makanan yang bibi bawa ditangannya .
" sejak kapan kau rajin seperti ini , ini bawalah " bibi menyodorkan nampan pada Jeny .
saat Jeny membalikkan badannya ia terkejut melihat kedatangan hara . hara berdiri di samping tangga . hal itu membuat Ken , bibi Injah dan Jeny terkejut menatapnya dengan heran
" no..nona apa perlu sesuatu ? " Kata Jeny terbata-bata .
" aku... aku akan makan " ucap hara dengan pelan ia masih malu dan tak percaya diri karena kebiasaan lamanya itu .
" ini aku sudah membawanya " kata Jeny tersenyum lalu menghampiri hara .
" tidak " ucap hara dengan cepat lalu ia berjalan menuju meja makan .
" aku akan makan Disini apa boleh?" kata hara menundukkan kepalanya .
ken yang melihat perubahan sikap hara begitu senang ia tak menyangka secepat ini hara akan belajar tapi ia tak banyak mengeluarkan ekspresi apapun seperti biasanya ia hanya berwajah dingin .
" apa ? nona akan makan disini apakah ini mimpi? " katus Jeny yang tak percaya ucapan hara .
" bibi , tolong cubit aku sekarang ayo cepat bi" lanjut Jeny memegang tangan bibi .
lalu bibi mencubit lengan Jeny dengan keras .
" aww " teriak Jeny yang kesakitan .
" kenapa bibi mencubit ku sangat kuat sakit tau . tapi ini benar ini tidak mimpi "
" tentu saja nona ayo makanlah kami akan menyiapkan nya " kata bibi dan langsung memberikan kursi pada hara .
lalu hara duduk dan menatap semua orang yang heran dengannya mereka semua berdiri kecuali hara yang duduk.
" kenapa kalian tidak duduk? " tanya hara Heran melihat tingkah semua orang .
" hmm kami... kami akan menunggu nona makan " jawab bibi mempersilahkan hara makan .
" aku ... aku ingin makan malam bersama kalian bukan seperti ini " jawab hara
" aku sudah berjanji akan mengubah nya mulai sekarang aku akan makan bersama kalian semua " sambung hara.
Jeny hanya menatapnya tanpa berkedip .
" duduklah " perintah hara .
lalu semua orang duduk bibi Dan Jeny duduk bersama sedangkan ken duduk di samping hara .
mereka semua lalu makan bersama dengan hati dan perasaan masing-masing. kebahagian yang begitu besar karena sosok hara yang sudah mulai terbuka . sedangkan ken sedari tadi terus menatap hara yang sedang fokus mengabiskan makanannya .
" aku sangat bahagia kau bisa mulai terbuka " lirih Ken dalam hati .
setelah selesai makan mereka menikmati hidangan penutup masing-masing .
lalu hara menatap semua orang dengan tatapan sendu nya ia tak pernah merasakan momen seperti ini lagi semenjak kepergian ibunya . dia begitu terharu bisa makan dalam satu meja lagi dengan semua orang .
" mulai sekarang jangan menganggapku seperti kalian memanggil ku nona panggil saja hara aku tidak suka jika kalian terus melayani ku dengan baik seperti ini .anggap saja aku sama seperti gadis biasa " ucap hara dengan lembut ia tidak ingin semua orang repot karenanya.
" apa maksudmu nona kami hanya bekerja disini " kata Jeny menatap hara .
" maaf... aku tidak bermaksud apa-apa tapi aku hanya ingin semua orang menganggap ku seperti gadis biasa saja ini juga bukan rumah ku ini rumah kakakku berarti aku sama dengan kalian aku hanya menumpang Disini " jelas hara menundukkan kepalanya ia bukan bermaksud apa-apa hanya saja ia tak nyaman jika terjadi diperlakukan layaknya seorang putri .
" dari awal saat aku melihat mu aku tahu kau gadis baik hati jangan khawatir nona kita adalah keluarga jadi kita harus saling menyayangi dan menjaga satu sama lain " kata bibi menatap hara dengan senyuman tulusnya .
" keluarga?" ucap hara .
sudah lama ia tak mendengar kata keluarga . keluarga seperti apa yang sebenarnya ia miliki .dari dulu ia selalu menyebut hidupnya ibu , aku dan kakak Tidak ada ayah jadi tidak ada keluarga .
" iya , kita semua keluarga disini " jawab bibi
" baik lah Ayo kita bersulang ini untuk keluarga kita , keluarga baru " tawa Jeny mengangkat gelasnya lalu bibi ikut mengangkat gelasnya .
" apa kau tidak akan mengangkat gelasmu?" tanya bibi menatap ken .
lalu ken mengangkat gelas nya .
" nona ayo , eh maksudnya hara " kata Jeny tersenyum .
dengan ragu hara mengangkat gelasnya lalu mereka semua menyatukan gelas hingga bunyi suara dentingan gelas mereka .
" mari kita rayakan malam ini " teriak Jeny .
" mari kita rayakan malam ini " ucap semua orang dengan kompak .
semua orang dalam rumah itu tertawa dan tersenyum mereka bersatu dalam kebahagian
Hay readers jangan lupa like komen dan vote nya ya terima kasih 😊